Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 178. Cemberut terus


__ADS_3

Waktu demi waktu berlalu, kini akhirnya Libra diperbolehkan pulang oleh dokter setelah kondisinya membaik dan tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan oleh pihak keluarga. Apalagi, Libra sudah bisa banyak bergerak sejak kemarin. Ya walau pikiran Libra menjadi tidak tenang saat ini, setelah Ciara mengatakan dan bertanya padanya mengenai sosok wanita yang ia peluk saat di bar malam itu.


Kini Libra tiba di rumahnya kembali bersama istri dan anaknya, ia terlihat begitu senang dan terus tersenyum dibuatnya. Tak henti Libra merangkul pundak Cyra yang tepat berada di sebelahnya, lalu satu tangannya juga menggenggam erat telapak tangan Ciara. Namun, tampak Ciara tidak suka dengan hal itu karena wanita itu masih kecewa pada kelakuan Libra yang berkhianat di belakangnya.


Cyra sama sekali tak tahu menahu mengenai masalah yang terjadi antara papa dan mamanya itu, namun ia curiga lantaran sedari tadi kedua orangtuanya itu tak saling berbicara. Padahal, ini harusnya menjadi hari yang paling membahagiakan bagi mereka karena Libra telah pulih dan dapat pulang ke rumah serta tidak harus dirawat di rumah sakit lagi seperti sebelumnya.


"Pa, aku anterin papa ke kamar ya? Papa harus banyak istirahat seperti kata dokter, kalau gak gitu nanti papa sakit lagi loh!" ucap Cyra.


Libra tersenyum dibuatnya, ia usap dengan lembut puncak kepala putrinya sembari mengecup kening gadis itu. Libra sangat senang dengan perhatian yang diberikan Cyra padanya, meski sebelumnya Libra telah sempat mengecewakan Cyra saat tidak hadir dalam pesta ulang tahunnya. Akan tetapi, tampak Cyra seperti tak membenci papanya itu.


"Ya sayang, cantiknya papa yang gemesin. Kamu juga temenin papa ya di kamar? Papa bosen kalau sendirian, terus gak ada yang bisa diajak ngobrol. Kamu mau kan sayang?" ucap Libra.


Cyra manggut-manggut setuju, "Mau pa, mau!" jawabnya antusias.


"Eh jangan dong sayang! Kamu bukannya ada tugas sekolah ya? Kalau kamu temenin papa, nanti kamu gak bisa kerjain tugasnya loh. Lagian emang kamu gak capek apa? Belakangan ini kan kamu kurang istirahat gara-gara nemenin papa kamu," sela Ciara.


Seketika Cyra merengut mendengar ucapan mamanya yang tak memberi izin baginya untuk menemani Libra, padahal tadi Cyra sudah sangat bersemangat melakukan itu. Sontak Libra ikut bertindak menentang ucapan Ciara, karena ia merasa Ciara tak seharusnya melarang Cyra untuk ikut bersamanya ke kamar dan beristirahat disana.


"Ciara, kamu jangan larang Cyra dong! Lagian dia kan cuma nemenin aku, disana dia juga bisa istirahat atau kerjain tugasnya," ucap Libra.


"Kamu gausah lebay deh mas, kamu udah tua jangan manja! Masa maunya ditemenin terus sih, emang kamu gak bisa istirahat sendiri gitu? Bukannya malah enak ya kalau sendirian?" ucap Ciara.


"Ya tapi kan sayang, aku mau ngobrol sama Cyra juga. Apa salahnya coba?" ucap Libra membela diri.


"Yaudah, kamu ngobrol aja sama aku! Biar aku yang temenin kamu, jadinya Cyra bisa fokus sama tugas sekolahnya!" ucap Ciara.


Libra terdiam dan tak bisa melawan kata-kata istrinya, ia ikut saja pada apa yang dikatakan Ciara karena bagaimanapun Ciara memang benar. Libra juga tak mungkin memaksa Cyra untuk ikut bersamanya, apalagi ia tahu kalau Cyra sudah banyak membantunya belakangan ini. Libra pun membiarkan Cyra pergi, dan tentu tak lagi meminta Cyra ikut bersamanya.


"Iya deh, aku ikut apa kata kamu aja sayang," ucap Libra sambil tersenyum menggoda istrinya.


Ciara kesal dan hanya memalingkan wajahnya disertai dengusan pelan, sedangkan Cyra yang melihat itu tampak senyum-senyum dibuatnya.



__ADS_1


Di dalam kamar, Libra dan Ciara tampak saling terdiam saat ini. Ciara begitu kesal pada suaminya setelah apa yang dilihatnya dari foto tersebut, Ciara merasa kalau selama ini Libra telah berkhianat darinya dan ia tak menyukai itu. Libra sendiri mencoba untuk membujuk istrinya, terlihat kali ini pria itu mendekat dan berusaha merangkul sang istri yang sedang bersandar di ranjang sebelahnya.


Spontan Ciara mengelak dan mendorong tubuh Libra menjauh darinya, tentu ia tidak ingin disentuh atau diajak bicara olehnya saat ini. Bagi Ciara, semua masalah belum selesai karena Libra tak kunjung mau berkata jujur padanya. Menurutnya, semua bukti sudah jelas dan harusnya Libra tidak bisa mengelak lagi dari tuduhan itu. Bahkan, Ciara melihat jelas kalau malam itu Libra tengah bersama dua wanita.


"Jangan sentuh-sentuh aku ya mas! Kamu diam dan istirahat aja sana, kan katanya kamu mau istirahat tadi disini! Aku lagi gak mau diganggu, jadi mending kamu tidur aja deh!" sentak Ciara.


Libra tersenyum, lalu tak berhenti begitu saja untuk coba membujuk istrinya. Ia ikut bersandar tepat di sebelah Ciara, menatapnya sambil tersenyum dan berusaha untuk membuat Ciara kembali ceria seperti biasanya. Meski sangat sulit, namun Libra akan terus berusaha demi kelangsungan rumah tangganya dan juga Ciara saat ini.


"Kamu kan istri aku sayang, harusnya kamu lebih percaya kata-kata aku dibanding orang yang kasih foto gak jelas itu ke kamu! Malam itu aku emang pergi ke bar, aku minum disana. Bukan aku yang deketin perempuan-perempuan itu," ucap Libra.


"Ya tetap aja kamu itu salah mas, kamu kan bisa menjauh dari mereka bukan malah merangkul mereka!" ucap Ciara geram.


"A-aku kan dalam keadaan gak sadar sayang, kamu pasti tahu lah kalau orang mabuk kayak gimana? Maafin aku ya, tolong dong kamu jangan begini sama aku!" ucap Libra membujuknya.


"Hm, aku udah terlanjur bete sama kamu mas! Suruh siapa kamu pake ke bar segala?" ucap Ciara kesal.


Libra menunduk kali ini, ia menyesal telah melakukan itu dan sempat tak bisa mengontrol dirinya saat di bar. Ia juga tak tahu kalau ada orang yang memotret dirinya malam itu, namun ia belum tahu siapakah pelakunya. Mungkin saja orang itu adalah Davin, karena saat itu hanya ada Davin yang memergoki dirinya di dalam bar.


"Jadi kamu belum mau maafin aku? Apa kamu masih terus marah sama aku, huh?" tanya Libra.


"I-i-iya sayang, aku kan udah minta maaf. Waktu itu juga aku minta maaf langsung sama Cyra kok, ayolah kamu jangan marah ya!" bujuk Libra.


Lagi-lagi Ciara mengelak saat Libra hendak menyentuh tubuhnya, pria itu pun menggaruk tengkuknya dan tampak bingung dengan sikap Ciara yang seperti itu. Rasanya sulit sekali bagi Libra untuk bisa membuat Ciara tersenyum kembali seperti dulu, karena sekarang saja Ciara tidak mau menatap wajahnya sama sekali.


"Sayang, kamu jangan gini dong! Aku gak suka kalau kamu marah terus sama aku, apalagi gak mau lihat muka aku. Hey dengar loh, marah sama suami itu gak boleh lebih dari tiga hari nanti dosa tau!" ucap Libra sambil tersenyum.


"Biarin aja, dosanya nanti ditanggung kamu kok!" cibir Ciara.


Libra terkejut dan menelan salivanya, ia selalu saja gagal untuk bisa membujuk istrinya agar mau tersenyum kembali.




Cyra kini berada di kamar adiknya menemani sepasang anak kembar Ciara dan Libra itu sesuai perintah mamanya, Cyra tampak merengut karena merasa bahwa antara mama dan papanya itu sedang berkelahi. Cyra tak suka jika mereka terus begitu, rasanya kondisi rumah menjadi begitu sepi ketika kedua orangtuanya bertengkar.

__ADS_1


Adel beserta Lio tampak asyik bermain berdua disana dengan mainan milik mereka, keduanya tak melihat kalau kakak mereka saat ini tengah melamun. Bahkan, Adel menarik-narik tangan Cyra dan mengajaknya bermain bersamanya. Akan tetapi, karena terus memikirkan mama papanya maka Cyra pun tak mendengar ajakan dari adiknya.


"Kak, ayo main sama aku kak! Ini bonekanya yang satu kakak pegang, kan mau ada pesta minum teh tau," ucap Adel menarik-narik lengan kakaknya.


Cyra akhirnya tersadar dari lamunannya saat Adel menepuk pipinya, gadis itu menoleh lalu tersenyum ketika sadar Adel sudah berdiri di sampingnya. Tampak wajah Adel begitu kesal dengannya, sehingga Cyra cukup merasa bersalah. Cyra pun langsung merangkul adiknya, mengusap lembut sembari meminta maaf padanya.


"Iya iya, jangan ngambek ya Lia! Kamu mau apa sih, hm? Maaf ya, tadi kakak gak fokus soalnya ngantuk nih!" ucap Cyra beralasan, ia juga berpura-pura menguap agar Adel percaya padanya.


"Ohh, kakak ngantuk ya? Padahal aku mau ajak kakak main sama aku," ucap Adel merengut.


Cyra tersenyum dibuatnya, "Gak kok Lia, ngantuk kakak udah hilang nih. Yuk kita main yuk! Mana boneka yang buat kakak?" ucapnya.


"Yeay, ini kak!" Adel terlihat bahagia dan memberikan satu bonekanya pada Cyra.


Kini kedua gadis mungil itu bermain bersama disana, sedangkan Lio juga masih asyik memainkan mobil remote control miliknya di dekat sana. Cyra tahu kalau ini memang tugasnya, membuat kedua adiknya terus bahagia dan tak mengetahui apa masalah yang terjadi antara orang tua mereka saat ini.


Tak lama kemudian, Askha datang menemui mereka dan langsung ikut terduduk di sebelah Cyra serta Adel. Sontak kehadiran Askha membuat mereka terkejut, terutama Cyra yang merasa heran mengapa Askha bisa datang kesana begitu saja. Padahal, biasanya pria itu selalu pergi bersama kekasihnya dan jarang datang kecuali diminta.


"Eh eh, gemesnya kakak lagi main boneka ya? Duh, lucu banget sih kamu Lia!" Askha reflek mencubit kedua pipi Adel karena merasa gemas.


"Ish, kak Askha jangan gitu ah! Kasihan nanti pipi Lia jadi melar, lagian kak Askha itu kenapa sih hobi banget cubitin pipi orang! Gak sopan banget sih, baru dateng juga!" sentak Cyra.


"Hehe, kok lu yang marah sih Cyra? Lia aja gak masalah tuh, oh atau jangan-jangan lu iri ya? Mau gue cubitin juga, hm?" tanya Askha menggoda.


"Dih, apaan sih?" elak Cyra.


Askha tersenyum dan mendekati gadis itu, dirangkulnya pundak Cyra sambil mengendus lehernya. Wangi tubuh Cyra selalu berhasil membuat Askha tergoda, sehingga rasanya pria itu tak mau berhenti menciumnya. Cyra pun merasa risih, lalu berusaha mendorong Askha karena telah mengganggu momennya bersama sang adik.


"Akh, awas ah kak Askha! Aku lagi main sama Adel tau, sana kamu temenin Lio aja gih!" ucap Cyra merasa kesal.


"Iya kak Askha, jangan gangguin kita ya!" sahut Adel yang juga ikut protes.


Askha hanya tersenyum sambil menggeleng pelan, ia pun menurut saja dan melepaskan tubuh Cyra dari rangkulannya karena tidak ingin mengganggu kedua gadis itu yang tengah bermain.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2