
Ciara begitu panik ketika Libra terjatuh pingsan di hadapannya dengan luka yang begitu banyak memenuhi tubuhnya, Ciara tak tahu apa yang terjadi pada suaminya itu dan mengapa Libra bisa sampai terluka seperti itu. Padahal, sebelumnya ketika Libra pamit untuk pergi pria itu dalam keadaan baik-baik saja tanpa luka sedikitpun dan tentunya Libra juga mengatakan kalau dia hanya ingin pergi bekerja.
Tanpa banyak berpikir lagi, Ciara segera memanggil para pengawal di rumah itu untuk membantunya mengangkat tubuh Libra yang pingsan. Sedangkan Cyra beserta kedua adiknya kompak menghampiri mamanya disana, mereka terlihat kaget ketika Libra tergeletak di lantai dalam kondisi terluka. Cyra pun begitu syok dan panik, ia tidak percaya kalau papanya akan pulang dengan kondisi seperti itu.
"Hah papa? Papa, papa bangun pa! Papa kenapa? Ini aku pa, ayo sadar papa!" Cyra sangat histeris, ia terus menepuk-nepuk tubuh Libra dan berharap pria itu bisa segera sadar.
Melihat ketiga anaknya panik dan bersedih secara bersamaan begitu, Ciara pun tidak tega karena ia yakin anak-anaknya itu sangat khawatir dengan kondisi papa mereka saat ini yang tidak sadarkan diri disana. Apalagi, tubuh Libra juga dipenuhi luka serta darah yang Ciara sendiri tak tahu apa penyebab itu semua terjadi.
"Ma, ini papa kenapa? Kok papa bisa sampai luka dan pingsan kayak gini?" tanya Cyra keheranan.
"Mama juga gak tahu sayang, tadi tiba-tiba aja papa kamu pingsan sewaktu dia pulang ke rumah. Kalian tenang ya, mama mau bawa papa kalian ini ke rumah sakit!" ucap Ciara.
"I-i-iya ma, ayo cepat kita bawa papa ke rumah sakit! Aku cemas banget sama papa, aku khawatir terjadi sesuatu sama papa!" ucap Cyra begitu cemas.
"Eh enggak sayang, kamu sama adek-adek kamu sekolah aja ya! Kalian gak perlu cemas, soal papa biar jadi urusan mama! Kalian fokus aja sekolahnya, mama gak mau kalian bolos!" ucap Ciara.
"Tapi ma, aku cemas sama papa. Aku gak mau papa kenapa-napa, apalagi kalau sampai papa terluka parah. Biarin aku ikut sama mama ya, kalau Lia sama Lio mereka sekolah aja deh," ucap Cyra.
Ciara pun terdiam kebingungan, ia tak tahu harus menjawab apa pada putrinya saat ini. Lalu, tampak dua orang pengawalnya muncul dan bersedia membantu Ciara untuk membawa Libra ke rumah sakit. Sedangkan Cyra masih terus merengek meminta ikut, karena bagaimanapun Cyra sangat mengkhawatirkan kondisi papanya itu.
"Ma, boleh kan aku ikut sama mama? Aku mau tau kondisi papa, ma. Bolehin aku ikut ya?" rengek Cyra.
"Eee yaudah iya sayang, kamu ikut sama mama. Tapi, Lia sama Lio tetap harus sekolah ya! Kalian gak boleh bolos loh!" ucap Ciara.
"Iya ma." ucap Lia dan Lio bersamaan.
__ADS_1
Setelahnya, kedua pengawal itu membantu membawa tubuh Libra keluar dari rumah menuju mobil. Ciara serta Cyra pun mengikuti dari belakang, kedua wanita itu tampak begitu cemas dan ingin Libra segera sadar. Akan tetapi, entah mengapa Libra sampai saat ini belum juga bisa sadarkan diri dan terus saja terpejam.
"Pa, ayo sadar dong pa! Papa perlu jawab pertanyaan aku tentang semalam, papa harus sadar!" ucap Cyra disertai isak tangisnya.
"Cyra, kamu yang tenang ya! Biar dokter nanti yang periksa papa kamu, okay?" ucap Ciara.
Cyra pun mengangguk setuju, Ciara langsung menyeka air mata di wajah putrinya itu dan mendekapnya dari samping. Ciara mengerti seperti apa kesedihan yang dirasakan Cyra, karena ia pun saat ini juga sangat bersedih.
•
•
Cyra dan Ciara pun sampai di rumah sakit untuk membawa Libra disana, keduanya tampak begitu cemas dan tergesa supaya Libra bisa segera diobati. Tak ada yang mengira kalau Libra akan kembali dalam keadaan seperti itu, karena sebelumnya Libra tampak baik-baik saja. Apalagi, Cyra sangat bersedih setelah tahu bahwa papanya terluka cukup parah sampai tak sadarkan diri begitu pulang ke rumah.
"Ma, aku takut banget papa kenapa-napa! Aku gak mau papa kayak gini ma, aku maunya papa sadar kayak biasa!" ucap Cyra begitu ketakutan.
Ciara sontak merangkul dan menenangkan putrinya itu agar tidak terus menangis, sebab ia khawatir jika Cyra akan jatuh sakit karena mencemaskan papanya yang belum sadarkan diri. Bagaimanapun, Ciara yakin bahwa Libra akan selamat dan tidak mungkin meninggalkan mereka. Ciara juga berusaha meyakinkan Cyra, agar gadis itu percaya padanya.
"Kamu tenang aja ya, mama yakin papa kamu pasti selamat! Papa kamu itu orangnya kuat, dia gak mungkin semudah ini meninggalkan kita sayang! Kamu percaya ya sama mama, jangan cemas okay!" ucap Ciara membujuknya.
"Tapi ma, tadi aja papa kelihatan terluka parah banget. Wajahnya sampai berdarah kayak gitu, aku panik tau ma!" ucap Cyra.
"Ya mungkin ada sesuatu yang terjadi sama papa kamu di luar sana, walau mama sendiri gak tahu apa itu. Kamu gak perlu risau, kita percayakan aja semuanya sama dokter ya sayang!" ucap Ciara.
"I-i-iya ma..." Cyra mengangguk perlahan.
__ADS_1
Disaat mereka sedang berpelukan dan saling menguatkan satu sama lain, tiba-tiba saja Askha muncul disana dan menyapa keduanya. Kehadiran Askha tentu mengejutkan bagi mereka, terutama Cyra yang sama sekali tak menyangka. Cyra pun reflek menyeka air matanya, karena tak mau jika Askha nanti meledeknya.
"Cyra, gimana kondisi papa kamu? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Askha dengan cemas.
Gadis itu hanya menggeleng sambil terisak, ia sendiri pun masih belum tahu apa penyebab papanya sampai terluka seperti itu. Cyra menyesal karena sempat menyatakan kekecewaannya kepada sang ayah semalam, sebab Libra memang tidak hadir di dalam pesta ulang tahunnya dan membuat ia sangat kecewa. Namun, jika melihat kondisi Libra saat ini tentu saja Cyra amat kasihan padanya.
"Ah Askha, kenapa kamu bisa ada disini? Siapa yang kasih tahu kamu kalau kita berdua ada di rumah sakit ini?" tanya Ciara menyela.
"Oh iya tante, tadi itu aku ke rumah buat jemput Cyra seperti biasa. Tapi, kata penjaga disana Cyra sama tante lagi pergi ke rumah sakit buat anterin om Libra yang terluka," jelas Askha.
"Ya itu benar Askha, tadi begitu om Libra pulang ke rumah tiba-tiba aja dia langsung pingsan. Tante sendiri gak tahu apa yang terjadi sama dia," ucap Ciara dengan lesu.
Askha sedikit kaget mendengarnya, "Yang sabar ya tante, aku yakin kok om Libra pasti akan baik-baik aja!" ucapnya.
"Makasih Askha," singkat Ciara.
Setelahnya, Askha pun menatap Cyra dan tersenyum ke arahnya. Meski selama ini Askha sering sekali meledek gadis itu, namun rasanya ia begitu kasihan melihat Cyra sangat bersedih saat ini karena papanya yang sedang dirawat.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...|||...
...Apakah Libra bakal selamat?...
__ADS_1