Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 26. Dua wanita penggoda


__ADS_3

Ciara kini sudah berada di luar sekolah saat jam memang telah memasuki waktu pulang, ia bersama kedua temannya berniat pergi bersama-sama sembari mencari keberadaan Hanum yang hilang entah kemana. Namun, baru saja mereka melangkah keluar sekolah, Ciara malah menangkap sosok Libra alias pamannya yang sedang berada di depan sana.


Sontak saja Ciara menghentikan langkahnya sejenak dan membuat kedua temannya itu ikut terkejut, mereka tak mengerti mengapa Ciara tiba-tiba berhenti melangkah saat ini. Padahal sebelumnya baik-baik saja dan tidak ada yang terjadi, akhirnya Anin serta Cleo pun menatap Ciara secara bersamaan untuk bertanya pada gadis itu mengapa dia malah berhenti secara mendadak.


"Ih Ciara, lu kenapa berhenti sih? Buruan ayo itu taksi onlinenya udah nungguin loh di depan!" ujar Anin.


"Sebentar guys, itu aku udah dijemput sama paman aku. Kayaknya aku gak bisa ikut sama kalian buat cari si Hanum deh, soalnya paman aku udah nungguin tuh," ucap Ciara menunjuk ke tempat pamannya berada.


Anin dan Cleo pun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Ciara, mereka terkejut karena terdapat seorang lelaki tampan yang tengah bersandar di badan mobil sambil mengunyah sesuatu di mulutnya. Tentu saja jiwa jomblo keduanya bergetar saat melihat Libra yang sangat tampan itu, sehingga mereka langsung berniat menghampirinya dan mengajaknya berkenalan.


"Dih seriusan itu paman lu? Ini perasaan gue doang apa gimana ya? Kok semua paman lu kayaknya ganteng-ganteng amat deh?" heran Anin.


"Iya ih, lu beruntung banget tau Ciara punya paman yang ganteng kayak gitu! Kalau gue jadi lu, udah gue ajak tuh paman gue buat jalan-jalan tiap hari," timpal Cleo sambil tersenyum genit.


Ciara menggelengkan kepala mendengar ucapan teman-temannya itu, "Hadeh, kalian apa-apaan sih? Awas ya jangan genit sama dia!" ucapnya.


"Loh kenapa? Emang paman lu yang ini udah punya istri or pacar?" tanya Anin.


"Belum sih, tapi dia itu orangnya dingin dan cuek banget tau. Daripada kalian nanti sakit hati, mending kalian gausah genit sama dia!" jawab Ciara.


"Hmm, gapapa kali malahan yang dingin sama cuek itu idaman banget. Duh pasti cewek yang bisa dapetin paman lu itu beruntung banget deh," ucap Anin.


"Haish, udah ya stop jangan bicara yang aneh-aneh tentang paman aku! Sekarang mending kalian duluan deh ke taksi, nanti aku nyusul sama paman aku dari jauh," ucap Ciara.


"Yeh bilang aja lu mau berduaan kan sama paman lu yang ganteng itu, jangan-jangan lu juga naksir ya sama dia!" goda Anin.

__ADS_1


"Hah? Ya enggak lah!" elak Ciara dengan cepat.


"Ah masa? Terus kenapa lu ngelarang kita buat deketin paman lu itu? Harusnya lu biarin aja dong, kayak dulu kita godain om Davin yang gak kalah ganteng itu," ujar Anin.


"Susah ya emang bicara sama kalian? Terserah kalian aja deh, pokoknya kalau nanti kalian dimarahin sama paman aku, jangan salahin aku ya!" ucap Ciara kesal.


"Hehe, siap!" Anin dan Cleo malah tidak takut sama sekali dengan ucapan Ciara barusan, justru hal itu semakin memacu adrenalin mereka.


Ciara memutar bola matanya, kemudian melangkah maju menghampiri Libra di depan sana. Tentu saja kedua sahabatnya itu turut mengikuti langkahnya dari belakang sambil berusaha merapihkan diri, ya mereka memang selalu seperti itu saat bertemu atau melihat lelaki tampan seperti saat sekarang mereka hendak menemui paman Ciara.


"Om!" Ciara memanggil pamannya itu seraya menghentikan langkahnya tepat di hadapan Libra yang langsung menoleh ke arahnya.


"Eh akhirnya nongol juga kamu, daritadi saya tungguin disini gak muncul-muncul. Kemana aja sih kamu? Yang lain udah pada keluar, kenapa kamu malah baru keluar sekarang?" ketus Libra.


"Maaf om, aku tadi kan ngobrol dulu sama teman-teman. Lagian aku juga gak tahu kalau ada om disini," ucap Ciara.


Ciara mendengus kesal dibuatnya, ia reflek mengembungkan pipinya dan ingin sekali memukul pria di depannya itu. Akan tetapi, Libra seakan tak perduli dengan itu semua dan malah membuka pintu seperti hendak masuk kesana. Dengan cepat Anin pun maju menghampiri Libra, lalu memberanikan diri menegur paman dari sahabatnya tersebut.


"Eh eh om, tunggu dulu om please jangan pergi dulu!" ucap Anin memohon.


Libra sontak menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Anin, "Ada apa? Kamu temannya Ciara ya?" tanyanya singkat dengan nada yang dingin.


"Hehe, iya benar om. Kenalin nama saya Anin, om!" jawab gadis itu seraya menjulurkan tangannya ke arah Libra disertai senyuman manisnya.


"Hm, saya Libra." lelaki itu tetap menunjukkan sikap dinginnya, meski ia mau meraih tangan Anin dan menggenggamnya sekejap.

__ADS_1


"Ohh nama om itu Libra? Waw sama dong kayak zodiak aku, jangan-jangan kita jodoh lagi om!" goda Anin dengan genit.


Karena kesal, Cleo yang ada di belakangnya pun bergerak cepat dan langsung menarik pundak Anin agar menjauh dari Libra. Ya tentu karena Cleo juga ingin berkenalan dengan Libra seperti apa yang dilakukan Anin, meski Anin tentunya tak terima dengan perbuatan Cleo barusan.


"Jangan lama-lama lu kenalannya, gantian gue!" sentak Cleo.


"Ish, lu apaan sih Cleo? Gue belum selesai ngenalin diri ke om Libra tau, ngantri dong!" kesal Anin.


"Ah itu udah cukup, sekarang giliran gue. Lu jangan maruk deh jadi orang!" ujar Cleo.


Melihat tingkah dua sahabatnya yang seperti anak-anak itu, membuat Ciara menggeleng-geleng kecil seolah tak menyangka jika Anin dan Cleo bisa bertindak seperti itu. Akhirnya Ciara memilih mendekati pamannya dan mengajak sang paman untuk segera pergi dari sana, ya tentu tanpa seizin dan sepengetahuan kedua sahabatnya.


Ciara langsung menarik lengan Libra dan memintanya masuk ke mobil, sedangkan Cleo serta Anin masih berdebat disana tanpa ujung. Ciara pun menyusul masuk ke dalam sana sambil cekikikan sendiri, dan tak lama kemudian Libra mulai menyalakan mesin mobilnya, barulah saat itu Anin dan juga Cleo sadar akan kepergian Libra.


"Hah Ciara? Om Libra??" dua gadis itu sontak terkejut dan reflek menatap ke arah mobil tersebut.


Ciara kini membuka kaca mobilnya dan terlihat melambaikan tangan ke arah dua sahabatnya itu seolah mengejeknya, "Bye guys!" ujarnya disertai senyuman lebar yang membuat Anin serta Cleo bertambah kesal.


"Ih Ciara, lu tega banget sih sama kita! Gue belum sempat kenalin diri ke om lu tau, tunggu dong!" sentak Cleo.


"Ahaha, udah kapan-kapan aja. Kalian mending pulang sana, dadah!" kekeh Ciara.


"Ciara tunggu! Ciara!!" Cleo berusaha mengejar mobil itu, tetapi tidak berhasil karena memang suatu hal yang mustahil bagi pejalan kaki mengejar mobil yang melaju sedang.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2