Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 154. Pengobatan enak


__ADS_3

Setelah situasi dirasa cukup aman, Libra pun bergegas masuk kembali ke dalam rumahnya untuk mengecek bagaimana kondisi Ciara dan juga Cyra yang tadi sempat panik. Ia tak ingin sesuatu terjadi pada mereka, terutama Cyra yang masih kecil. Ia tahu betul Cyra pasti sangat tertekan, apalagi bayi itu baru saja dilahirkan dan sudah harus berhadapan dengan situasi yang mengerikan seperti tadi.


Libra ditemani Gavin kini sama-sama masuk ke dalam, mereka menuju kamar tempat dimana Ciara yang lainnya berada karena sebelum ini Gavin meminta mereka semua masuk kesana. Ya kedua pria itu langsung membuka pintu, membuat Ciara maupun Nadira kompak terkejut dan bangkit dari tempat tidurnya karena mengira ada orang jahat yang datang, tapi untungnya dugaan mereka salah.


"Huft, ternyata kamu mas!" ucap Ciara merasa lega sembari mengusap dadanya.


"Ciara sayang!" Libra langsung berlari menghampiri istri dan anaknya disana, ia peluk dengan erat tubuh wanita itu sambil mengecupnya berkali-kali.


"Kamu gapapa kan sayang? Ada yang luka gak?" tanya Libra dengan panik.


Ciara menggelengkan kepalanya, "Enggak mas, kamu tenang aja! Ya tapi tadi Cyra nangis terus mas, dia kayaknya ketakutan deh. Untung setelah aku kasih susu, dia sekarang mau tidur," ucapnya lirih.


"Oh syukurlah, aku cemas banget tadi! Untung kamu sama yang lain baik-baik aja!" ucap Libra lega.

__ADS_1


"Iya mas, justru kamu tuh yang luka-luka kan. Sini deh biar aku obatin, takutnya nanti malah infeksi!" ucap Ciara.


Libra mencegah tangan Ciara yang hendak menyentuh wajahnya, ia menggeleng lalu mengatakan pada wanita itu kalau saat ini dirinya baik-baik saja dan tidak memerlukan obat atau apalah itu. Namun, Ciara tetap memaksa karena memang dia sangat cemas dengan kondisi suaminya yang terlihat dipenuhi luka lebam.


"Gausah sayang, aku gapapa kok." penolakan itu langsung dibantah oleh Ciara dengan cepat.


"Gapapa gimana sih? Udah kamu jangan banyak omong deh, ayo kamu ikut aku ke depan buat diobatin! Mama, aku titip Cyra sebentar ya?" ucap Ciara kekeuh.


"Iya sayang," singkat Nadira.


"Kamu kenapa malah senyum-senyum sambil ngeliatin aku kayak gitu? Orang lagi diobatin juga," heran Ciara.


"Hah? Siapa yang lihatin kamu? Aku tuh ngeliatin susu kamu yang menonjol, basah lagi. Kayaknya bekas nyusuin Cyra ya? Mau dong disusuin juga sama kamu sayang," goda Libra.

__ADS_1


"Ih dasar mesum!" Ciara yang kesal spontan menekan luka di area wajah pria itu.


"Awhh akh sakit sayang, pelan-pelan dong akh!" Libra meringis kesakitan dan meminta Ciara berhenti.


"Rasain, makanya jangan mesum mulu jadi orang! Kamu udah gede juga masih aja suka nyusu, ini tuh sekarang punyanya Cyra bukan kamu!" cibir Ciara.


"Ahaha, iya deh iya." Libra terkekeh pasrah.


Ciara pun kembali mengobati luka di wajah Libra itu dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, ia tak mau menyakiti suaminya itu lagi kali ini. Akan tetapi, pandangan Libra tetap tak bisa lepas dari dua gundukan kenyal sang istri yang menggoda. Libra bahkan dengan berani menyentuhnya, lalu menekannya dan membuat Ciara meringis.


"Ahh sshh.."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2