
Ciara tampak masih sangat syok dengan apa yang baru saja ia alami tadi, ya gadis itu hampir saja kembali ditangkap oleh anak buah Davin saat hendak melarikan diri. Beruntung Terry datang tepat waktu untuk menolongnya dan berhasil melumpuhkan lima orang anak buah Davin itu dengan mudahnya, sehingga kini Ciara pun dibawa pergi oleh Davin menjauh dari rumah tersebut.
Jujur saja Ciara merasa sangat senang karena ada orang yang menolongnya dari kejaran sang paman dan berhasil membawanya pergi, tapi tetap saja Ciara merasa janggal lantaran Terry tiba-tiba bisa ada di tempat itu padahal ia tahu kalau rumah tadi terletak cukup jauh dari pemukiman dan pastinya akan sangat sulit bagi siapapun untuk bisa menemukannya disana.
"Eee Ciara, kamu baik-baik aja kan? Kalau kamu butuh sesuatu, kamu bisa bilang ke saya sekarang dan saya akan bantu apapun itu!" ucap Terry.
Ciara menggeleng pelan dengan tatapan lurus ke depan, sepertinya gadis itu belum bisa menenangkan dirinya setelah apa yang ia alami di rumah aneh tadi. Bayangkan saja Ciara nyaris diperkosa oleh pamannya sendiri dan akan kehilangan mahkotanya, pastinya siapapun yang mengalami hal itu akan sangat syok seperti dirinya.
"It's okay, syukurlah kalau kamu gak kenapa-napa. Maafin saya ya kalau saya terlambat tolong kamu? Jujur deh saya khawatir banget dengan kondisi kamu Ciara," ucap Terry.
Lalu, Ciara pun menoleh ke arah Terry dan terlihat kebingungan. "Sebenarnya kamu tahu darimana aku ada di rumah itu? Terus kenapa bisa kamu juga tahu kalau aku diculik? Siapa yang kasih tau ke kamu, hm?" tanyanya menaruh curiga.
"Kamu gak perlu curiga begitu sama saya, Ciara! Kamu kira saya bagian dari para penculik itu? Enggak lah, justru saya kan datang untuk bebasin kamu dari sana loh," ucap Terry.
"Ya aku tahu, tapi aku heran aja. Coba deh kamu jelasin ke aku sekarang, gimana caranya kamu bisa tahu lokasi aku berada dan berhasil bebasin aku!" ucap Ciara.
"I-i-iya Ciara, sebenarnya tadi saya lihat kamu waktu diculik dan dibawa ke mobil sama orang-orang di depan sekolah. Saya langsung panik banget dan mutusin untuk ikutin kamu pakai motor supaya gak ketahuan sama mereka," jawab Terry.
Pria itu menghela nafasnya sejenak dan memalingkan wajahnya, sedangkan Ciara terlihat serius menyimak penjelasan dari gurunya itu.
"Setelahnya, ya saya ikutin kamu sampai ke rumah tadi. Saya lihat dengan jelas waktu kamu dibawa turun dari mobil dan dimasukkan ke dalam rumah besar itu," sambung Terry.
"Oh gitu, terus kenapa kamu baru tolong aku sekarang coba?" tanya Ciara lagi.
"Ya itu dia Ciara, makanya saya tadi minta maaf karena saya terlambat buat tolong kamu. Soalnya saya bingung harus ngapain, saya gak yakin bisa mengalahkan mereka semua tadi," jawab Terry.
"Buktinya tadi kamu bisa tuh ngelawan lima orang itu dan bikin mereka pingsan," ujar Ciara.
"Tadi kan cuma lima, kalau seluruhnya yang ada di rumah itu mungkin sekitar puluhan atau bahkan belasan kali," ucap Terry.
"Huh yaudah, yang penting aku sekarang udah aman gara-gara kamu. Makasih banyak ya pak Terry? Kamu selalu ada buat aku," ucap Ciara.
Terry yang mendengar itu pun tersenyum lebar, ia sangat senang saat Ciara mulai merasa kalau dirinya selalu ada untuknya disaat dia membutuhkan bantuan. Terry kini menghentikan mobilnya ke pinggir terlebih dahulu dan membuat Ciara terlihat penasaran, gadis itu langsung saja menatap ke arahnya dengan bingung.
__ADS_1
"Pak, kenapa kita berhenti disini? Rumah aku masih jauh pak, kita lanjut jalan lagi aja!" heran Ciara.
"Iya sebentar dulu Ciara, saya mau tanya ke kamu. Kamu udah makan apa belum? Kita makan sama-sama yuk!" ucap Terry.
"Umm, belum sih pak. Tapi, aku makannya nanti aja deh," ucap Ciara.
"Loh kok gitu sih Ciara? Kamu emangnya gak lapar apa? Mending kita makan dulu di tempat makan dekat sini, biar saya yang traktir deh," ucap Terry memberi usul.
Ciara kembali menggeleng dengan pelan, "Enggak deh pak, saya khawatir kakak saya nyariin saya sampai sekarang. Saya mau langsung pulang aja, supaya mereka gak cemas dan bisa tenang setelah melihat saya selamat," ucap Ciara.
"Oh okay, saya juga gak bisa paksa kamu. Kalo gitu ayo deh saya antar kamu pulang!" ucap Terry.
"Iya pak," singkat Ciara.
Akhirnya Terry melajukan mobilnya sesuai perintah Ciara, meski pria itu sedikit kecewa lantaran Ciara menolak ajakannya untuk makan bersama. Namun, Terry tetap senang dan bahagia karena ia bisa kembali menjadi pahlawan bagi Ciara saat ini, dan berhasil menyelamatkan gadis tercintanya itu.
•
•
📞"Ha-halo Ciara! Syukurlah, akhirnya kamu telpon kakak juga sayang. Kamu dimana? Lalu gimana kondisi kamu sekarang?" ujar Galen di dalam telpon dengan sangat antusias.
📞"Hahaha, Galen Galen..." namun, bukan suara Ciara yang didengar oleh Galen. Melainkan sebuah suara lelaki yang tertawa dengan puas disana.
📞"Apa-apaan ini? Anda siapa, ha? Dimana adik saya dan kenapa ponsel milik dia bisa anda sama anda?" tanya Galen terlihat emosi.
📞"Tenang dulu Galen! Apa kamu tidak mengenal suara saya ini? Segitu cepatnya kah kamu melupakan saya, hm?" ujar si lelaki dari sebrang sana.
Galen terdiam sejenak untuk berpikir, ia melirik ke arah Tiara yang sama-sama kebingungan dengannya. Dari suara itu sebenarnya Galen sudah curiga bahwa yang menculik adiknya adalah Davin, tapi Galen sungguh bingung bagaimana mungkin Davin bisa lepas dari penjara.
📞"Om Davin, apa ini benar-benar om Davin?" tanya Galen memastikan.
📞"Hahaha, baguslah kamu masih ingat dengan saya, Galen. Iya benar, saya ini Davin paman kamu yang sempat kamu jebloskan ke dalam penjara. Apa kabar Galen, hm?" jawab Davin santai.
__ADS_1
📞"Kurang ajar! Kenapa om bisa lepas dari penjara? Lalu kenapa juga om culik Ciara? Dimana Ciara sekatang om? Bebaskan dia!" geram Galen.
📞"Gampang saja Galen, saya akan membebaskan Ciara tentunya setelah kamu datang kesini seorang diri dengan membawa uang lima milyar. Jika tidak, maka saya tidak akan pernah melepaskan Ciara!" ucap Davin.
Deg!
Galen benar-benar terkejut mendengarnya, pamannya itu meminta uang dalam jumlah yang sangat besar dan tentu tak akan semudah itu bagi Galen untuk memberikannya. Galen pun tampak sangat emosi, rasanya ia ingin sekali menghajar pamannya itu bila mereka bertemu nanti.
📞"Bagaimana Galen? Kalau kamu menolak, jangan salahkan saya jika terjadi sesuatu pada Ciara!" ucap Davin yang kemudian mengakhiri telponnya.
Tut Tut Tut...
"Ha-halo! Halo om! Om Davin!" Galen terlihat sangat panik saat Davin memutus sambungan telpon itu begitu saja.
"Aaarrrgghhh sial!" Galen pun melampiaskan emosinya dengan memukul setir mobilnya.
"Mas, kamu tenang ya! Lebih baik sekarang kita turuti aja kemauan paman kamu itu, semuanya demi Ciara, mas!" ucap Tiara menenangkan.
Galen kembali terdiam dan berpikir dengan keras, ia tak tahu apakah harus menuruti kemauan Davin atau tidak. Sebenarnya Galen mau-mau saja membayar Davin demi menyelamatkan adiknya, tetapi tidak akan mudah baginya untuk mendapatkan uang sebanyak itu tentunya.
Tling
Tiba-tiba saja, ponselnya kembali berdering menandakan ada pesan yang masuk kesana. Karena penasaran, Galen langsung membuka pesan tersebut dan melihat isinya. Betapa terkejutnya Galen ketika menyadari bahwa foto yang dikirim oleh Davin barusan adalah foto adiknya, dan yang menambah syok adalah di dalam foto tersebut Ciara tampak terikat dan pakaiannya terlihat rusak.
"Hah Ciara??" Galen benar-benar syok dan terkejut, ia reflek menutup mulutnya seolah tak percaya jika adiknya memang ada bersama pamannya saat ini.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
__ADS_1
...APA GALEN AKAN TERTIPU DENGAN OM DAVIN? SIAPA NIH TIM CIARA-TERRY?...