
Flashback
Malam itu, Libra benar-benar kalut dan bingung harus melakukan apa pada Ciara yang sudah amat kepanasan dan terus menggodanya. Bahkan pakaian yang dikenakan gadis itu sudah tak berbentuk, dapat Libra lihat dengan jelas belahan milik gadis itu yang mencuat dari dalam sangkarnya. Hal itu sungguh membuat kepemilikan Libra bangkit, rasanya dia ingin segera menerkam Ciara saat itu juga.
Ya Libra sudah membawa Ciara ke apartemennya, ia sengaja meletakkan Ciara di atas ranjang dan menyalakan AC dengan sangat dingin untuk berusaha membantu mengobati gadisnya. Jika saja Libra tak memikirkan Ciara adalah putri dari Nadira, maka pasti sedari tadi Libra sudah menyerang Ciara dan melahap tubuh gadis itu. Namun, Libra sungguh tak mau merusak gadis yang ia cintai.
"Mmhhh oomm, sini om bantu aku! Aku mau om di dekat aku, sentuh aku om!" Ciara terus-menerus menggoda pamannya itu sembari mengusap bagian tubuhnya secara sensual.
Libra menggeleng dan berusaha untuk tidak melirik ke arah Ciara, karena jika itu terjadi maka dapat dipastikan kesadarannya akan goyah. Kedua tangan Ciara memang sudah diikat oleh Libra, begitupula dengan dua kakinya. Sehingga gadis itu hanya bisa bergerak seadanya dan tampak begitu menderita, sungguh Libra pun tak tega melihatnya. Tapi mau bagaimana lagi, hanya itu yang bisa ia lakukan.
"Maafin aku Ciara, tapi aku beneran gak mau rusak kamu! Aku cinta sama kamu, dan aku cuma akan melakukan itu begitu kita menikah nanti!" ujar Libra.
"Ahhh om aku gak tahan!" tiba-tiba saja, Ciara berteriak sangat keras dan melengkungkan punggungnya sampai membuat Libra terkejut.
"Ci-Ciara?" lirih Libra.
"Om, tolong aku om! Ahhh..." Ciara merengek meminta untuk disentuh oleh pamannya.
"Enggak, saya gak boleh lakuin itu! Enggak!" sedangkan Libra juga berusaha menguatkan diri, meski miliknya di bawah sana sudah ingin sekali masuk ke sangkarnya.
"Ooommm aku mohon!!" lagi, teriakan gadis itu benar-benar membuat Libra bimbang.
Akhirnya pertahanan pria itu runtuh, ia beranjak dari tempat duduknya dan menatap tubuh indah Ciara yang sudah acak-acakan itu. Mulai dari kancing yang terlepas, lalu juga rok abu-abu miliknya yang begitu kusut dan basah karena keringat. Ya bahkan seluruh tubuh Ciara sudah dipenuhi oleh keringat, tampaknya gadis itu memang sangat menderita kali ini.
"Baiklah, aku akan bantu kamu sayang. Tapi, ini semata-mata karena aku kasihan sama kamu, bukan karena aku gak bisa tahan diri!" gumam Libra.
"Om, ayo sentuh aku om! Please!" rengek Ciara.
"Of course, baby."
Dengan langkah pasti, Libra bergerak maju mendekat Ciara dan mulai melucuti seragam atas gadis itu sampai menyisakan br4 hitam milik Ciara yang masih terbungkus. Libra menjilat bibirnya sendiri melihat pemandangan indah di depan matanya, lalu dengan cepat ia langsung menindih tubuh Ciara dan meraup bibirnya rakus.
"Mmpphh.."
__ADS_1
Bibir mereka terus saling bertaut, menyesap satu sama lain dengan penuh liar dan tak terhindari. Dua tangan Ciara yang terikat itu ditaruh di atas kepalanya sendiri dan ditekan kuat oleh Libra, sambil tentunya tetap fokus mencumbu bibir gadis itu. Tak lupa tentu tangannya yang satu tampak merayap ke area yang lain, yakni aset atas Ciara.
Dir3masnya bagian inti dari gunung gadis itu dengan lembut dan penuh perasaan, membuat sang empu terus menggelinjang kenikmatan. Namun, dikala gairah sudah menggebu-gebu dan hampir menguasai seluruh tubuh Libra, tiba-tiba saja pintu apartemennya itu diketuk dari luar dan membuyarkan konsentrasinya.
TOK TOK TOK...
"Akh sial! Siapa sih yang datang malam-malam begini? Gangguin orang lagi seneng aja, sialan emang!" umpat Libra.
Ciara membuka matanya karena Libra yang tiba-tiba berhenti, "Ada apa om? Ayo terusin!" ujarnya.
"Sebentar sayang, aku keluar dulu ya? Kamu diem aja disini, aku gak mau siapapun orang itu bisa ngeliat tubuh kamu!" ucap Libra.
Ciara manggut-manggut saja menuruti ucapan pamannya, ia tetap di atas ranjang dengan dua tangan yang terus meraba ke seluruh bagian tubuhnya karena tak tahan lagi. Sedangkan Libra bangkit dari sana dan bergegas melangkah menuju pintu untuk mencari tahu siapa yang datang mengganggu malam indahnya, sungguh Libra amat jengah dengan kehadiran seseorang tersebut.
Ceklek
"Malam bos!" setelah pintu dibuka, Libra menganga saat melihat anak buahnya berdiri di depan sana.
"Loh Vian, ngapain kamu kesini?" tanya Libra.
"Eee ini bos, saya bawakan penawar obat panas yang diberikan orang tadi ke tubuh non Ciara. Saya rasa penawar ini bisa membantu bos menyembuhkan non Ciara," jawab Vian.
"Apa??" Libra tersentak kaget mendengarnya, ternyata sedari tadi Vian sibuk mencari obat penawar itu.
"Benar-benar nih Vian, ngerusak suasana aja! Padahal hampir sebentar lagi saya bisa rasain tubuh Ciara, tapi saya juga gak bisa nolak kalo kayak gini!" gumam Libra dalam hatinya.
Flashback end
Ciara masih terus menatap wajah pamannya yang terbengong tak karuan itu, akhirnya ia memukul pelan pipi pria itu karena tak sabaran. Ya sejak tadi ketika Ciara menanyakan kejadian semalam, Libra justru melamun saja tanpa mengatakan apa-apa padanya. Tentu saja hal itu membuat Ciara geram, karena ia sangat penasaran apa yang terjadi.
"Awhh aduh! Kamu kok pukul aku sih sayang? Sakit tau ini," protes Libra tersadar dari lamunannya.
"Biarin, abisnya kamu nyebelin sih! Aku kan nanya apa yang terjadi semalam, kamu malah diem aja kayak orang kesetanan!" ucap Ciara kesal.
__ADS_1
"Ohh, iya maaf sayang. Aku itu lagi coba mengingat kejadian semalam," ucap Libra mengusap pipinya.
"Yaudah, terus apa yang kamu lakuin ke aku semalam? Kamu jangan-jangan udah..." Ciara menggantung ucapannya, membuat lawan bicaranya itu panik kali ini.
"Udah apa maksud kamu? Kamu jangan mikir yang enggak-enggak ya!" ucap Libra cemas.
"Ish, tuh kan om keliatan panik. Pasti om udah perkosa aku ya? Jahat banget sih om, aku tuh masih sekolah tau!" ucap Ciara sembari menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
"Ka-kamu dengerin aku dulu, gak gitu ceritanya sayang! Semalam itu kamu kena pengaruh obat dari si Davin, makanya aku—"
"Makanya om langsung ambil kesempatan buat perkosa aku, ya?" Ciara menyela ucapan Libra begitu saja dan memberikan ekspresi kesal.
"Hah? Kamu bicara apa sih sayang?" heran Libra.
"Halah ngaku aja deh om, buktinya tadi pas aku bangun om malah nyusu di aku! Terus baju aku juga udah gak ada, om jahat!" cibir Ciara.
"Ci-Ciara..."
"Udah deh gausah sentuh-sentuh aku lagi!" Ciara yang kesal langsung menghentak tangan pamannya.
Gadis itu bergerak turun dari ranjang masih dengan selimut melekat di tubuhnya, sedangkan Libra hanya diam mengamati Ciara yang sudah berdiri itu. Ciara tampak syok melihat kondisi pakaiannya, ya baik baju maupun rok miliknya sudah terlihat begitu rusak dan tidak bisa dikenakan lagi. Ciara pun agak ngeri membayangkan betapa buasnya Libra semalam, padahal nyatanya Libra tak seperti itu.
"Om jahat!" umpat Ciara dan langsung pergi begitu saja memasuki kamar mandi yang ada disana tanpa bisa ditahan oleh Libra.
Libra pun terlihat kebingungan, "Hadeh, Ciara kenapa sih? Saya kan cuma mau pakein dia baju tadi, ya cuma karena menggoda akhirnya saya cobain aja deh punyanya," ujarnya lirih.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
__ADS_1
...GAK JADI UNBOXING GES😁...