Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 51. Atas dasar cinta


__ADS_3

Cup!


Libra mengecup kembali bibir ranum sang gadis yang amat manja dan menggemaskan itu, ini adalah ketiga kalinya ia merasakan itu dan rasanya ia tidak ingin mengakhiri semuanya. Bahkan Libra masih menempelkan bibirnya disana, tak ada penolakan atau apapun dari Ciara yang malah terdiam mematung seolah membiarkan Libra berbuat seenaknya tanpa membalas atau apalah itu.


Ciara memang terkejut tadinya, apalagi Libra tiba-tiba berada di kamarnya dan langsung menahan tengkuk kepalanya serta menyatukan bibir mereka. Awalnya Ciara terbelalak, tapi lama-kelamaan karena rasa nyaman yang ia rasakan membuatnya perlahan mulai terpejam seolah hanyut ke dalam kenikmatan yang diberikan pamannya saat ini.


Gadis itu memang sudah pernah merasakan yang lebih dari ini, tentunya ketika Davin memaksa dirinya melakukan apa yang dia mau. Namun, itu semua sudah cukup lama dan Ciara juga sudah melupakan hal itu. Barulah sekarang ini ia kembali dibuat gugup saat Libra menciumnya, meski hanya saling menempel tetapi itu sudah berhasil membuat jantung Ciara berdebar kencang tak karuan.


"Oh my God, om Libra kenapa diam aja sih? Ayo dong gerak om, aku mau lebih tau!" batin Ciara yang sudah merasa gemas dengan pamannya.


Perlahan-lahan Libra menggerakkan bibirnya karena dirasa tak ada penolakan dari Ciara, pria itu terus menekan tengkuk Ciara dan mendorongnya sampai menempel dinding. Satu tangannya juga bergerak menuju bagian atas tubuh gadis itu, membuat Ciara melenguh dalam ciuman panas itu.


"Eeuungghh.." mendengarnya membuat Libra makin membara, ia semakin memperdalam ciumannya dan berhasil membuat Ciara membuka mulut untuk memperlancar aksinya.


Mereka saling berbalas kali ini, meski gerakan lidah Ciara masih sangat amatir karena ia baru beberapa kali melakukannya. Menurut Ciara, Libra benar-benar pandai membuatnya melayang tak seperti ketika Davin dulu melakukannya. Mungkin saja itu karena Libra melakukan ini semua atas dasar cinta, bukan hanya sekedar hasrat belaka.


"Ahh om!" Libra terbelalak dan reflek melepas ciumannya, pekikan Ciara itu menyadarkan dirinya kalau apa yang mereka lakukan tadi salah.


"Ci-Ciara, maafin om ya? Aku benar-benar gak sengaja ngelakuin itu, semuanya terjadi begitu aja. Ka-kamu jangan marah ya Ciara, aku janji gak akan begitu lagi!" ucap Libra ketakutan.


Ciara justru tersenyum lebar menatap wajah pamannya yang begitu ketakutan, "Yakin om gak mau lagi? Semalam om juga bilangnya gitu, tapi sekarang malah minta lagi," ucapnya meledek.


"Eee..." Libra kebingungan dibuatnya.


Ya semalam memang mereka sempat berciuman lebih hot, terlebih dengan kondisi Ciara yang setengah polos. Tapi tentu Libra tak berani berbuat lebih pada gadis itu, sebab ia tidak ingin merusak gadis yang ia sayangi. Hanya saja Libra merasa kurang dengan semua ini, ia selalu ingin meminta lebih meski tidak berani mengatakannya.

__ADS_1


"Eh om, aku mau ke kamar mandi lagi ya? Om tunggu di bawah aja, nanti aku nyusul deh. Soalnya celana aku basah," ucap Ciara malu-malu.


"Apa??" Libra tersentak kaget mendengar pengakuan Ciara yang pipinya memerah itu.


"Ma-maaf om, pasti om jijik ya karena aku masih pipis di celana? Padahal aku udah gede, aku juga gak tahu ini kenapa," ucap Ciara menutupi roknya.


"Yasudah gapapa, sana kamu ganti dulu deh celana kamu!" ucap Libra terkekeh.


"Iya om," Ciara pun berbalik dan berlari memasuki kamar mandi setelah mengambil celana ganti.


Sedangkan Libra terdiam di tempatnya dan terus tersenyum lebar, ia tak menyangka perbuatannya tadi berhasil membuat Ciara basah yang artinya adalah gadis itu menikmatinya. Namun, Ciara yang memang tak mengerti apa-apa soal itu malah mengira kalau dirinya mengompol.




Di dalam mobil, suasana begitu canggung mengingat sebelumnya mereka sudah dua kali berciuman dengan situasi yang amat panas dan membara. Tentunya Ciara masih tak menyangka akan melakukan hal itu bersama pamannya, meski ia juga sangat menikmati semuanya.


"Om, aku mau tanya deh. Tadi itu om ngelakuinnya pake rasa cinta atau emang om cuma n4fsu aja sama aku?" ujar Ciara melontarkan pertanyaan mengenai ciuman mereka tadi.


Libra tersenyum tipis, "Kenapa kamu tanya soal itu? Kamu mau lagi ya? Enak?" ucapnya menggoda.


"Apaan sih om? Gak nyambung banget deh, aku nanya apa malah jawab apa!" ucap Ciara kesal.


"Iya iya, aku jawab deh nih. Semua itu tuh aku lakuin karena aku sayang sama kamu, makanya aku gak berani berbuat lebih," ucap Libra.

__ADS_1


"Oh, masa sih?" tanya Ciara memastikan.


"Iya Ciara, kalau aku ngelakuin itu pakai n4fsu pasti aku udah minta lebih dari kamu sayang. Tapi, nyatanya enggak kan?" jawab Libra santai.


"Ya iya sih enggak, tapi belum tentu kalau om gak bakal lakuin itu kan?" ucap Ciara.


"Hahaha, aku gak akan kayak gitu Ciara. Ya kecuali kamu yang minta dan mengizinkan," ucap Libra.


"Ih apaan sih om? Emangnya aku cewek apaan?" protes Ciara dengan bibir mengerucut.


Libra hanya tersenyum dan kembali fokus menyetir menghadap ke jalan, sedangkan Ciara juga memalingkan wajahnya karena masih terbayang akan kejadian mereka pagi tadi juga semalam. Jujur Ciara masih trauma akan hal yang menimpa dirinya kala bersama Davin, tapi entah kenapa tiap kali Libra menyentuhnya maka yang ia rasakan hanya kenikmatan dan ia pun juga tidak bisa memberontak.


"Sebenarnya aku ini kenapa ya? Om Libra itu udah lecehin aku loh aslinya, tapi kok aku malah keenakan bukannya marah?" batin Ciara.


Gadis itu sesekali melirik ke arah Libra, ia pandangi wajah pamannya yang memang sangat tampan itu dan akan membuat siapapun wanita yang melihatnya merasa tertarik. Tak dapat dipungkiri olehnya, bahwa mungkin saja Ciara terpesona pada pria itu sampai-sampai ia rela tubuhnya disentuh begitu saja oleh Libra.


"Ciara, ada apa sih kamu ngeliatin aku terus? Suka loh nanti kamu sama aku, aku gak mau tanggung jawab ya kalau kamu udah suka!" ujar Libra.


"Dih kepedean banget, siapa yang suka sama orang mesum kayak om? Malahan aku kasihan sama kak Bella, dia pasti jadi bahan mesum om kan!" ucap Ciara mencibirnya.


Deg!


Seketika Libra baru teringat pada Bella, kekasihnya itu hingga kini belum juga membalas pesan darinya dan membuatnya sungguh khawatir. Terlebih kemarin mereka baru saja terlihat perkelahian yang sampai membuat Bella mengusirnya, namun Libra tak tahu apa yang harus dia lakukan.


"Duh Bella, apa saya datangi aja ya rumah dia lagi nanti? Iya deh, saya harus minta maaf sama dia supaya dia gak marah lagi sama saya!" gumam Libra merasa cemas.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2