
Setelah memastikan bahwa kondisi Ciara aman dan saat ini juga kedua sahabatnya telah menemani Ciara di ruang kesehatan, maka Terry memutuskan keluar dari tempat tersebut untuk menyelidiki kasus yang menimpa gadis itu di toilet. Ya jelas Terry tak terima dengan apa yang terjadi pada Ciara tadi, pastinya Terry akan mencari tahu semuanya dan menghukum si pelaku.
Tanpa banyak berpikir, Terry langsung bergerak menuju ruang tata usaha yang mana disana juga terdapat tempat pemeriksaan cctv. Terry ingin tahu siapa saja yang ada di dalam toilet saat Ciara mengalami kejadian buruk tadi, meskipun ia tidak bisa melihat isi dalam toilet tersebut karena memang kamera cctv hanya ada di lorong dekat toilet untuk mencegah terjadinya hal buruk.
Terry pun meminta pada pak Maman, selaku pengawas cctv disana untuk menyetel rekaman video cctv pada waktu Ciara berada di dalam kamar mandi. Terry terlihat sangat penasaran dan ingin segera tahu siapa pelakunya, ia juga tak sabar untuk membalaskan perbuatan buruk tersebut karena ia begitu perduli pada Ciara.
"Nah pak, ini nih betul jam segini. Tuh buktinya Ciara ada masuk ke dalam toilet kan pak?" ucap Terry sembari menunjuk layar monitor.
Benar saja memang sudah terlihat sosok Ciara di dalam kamera cctv itu saat memasuki area toilet, sedangkan kedua temannya tampak berjalan lurus menuju kantin. Terry pun terus memperhatikan video itu dengan seksama, sampai ia melihat tiga orang wanita turut masuk ke dalam toilet sesaat setelah Ciara berada disana. Tentu saja Terry langsung meminta pak Maman menyetop video tersebut untuk memastikan siapa tiga gadis itu.
"Pak pak, stop pak! Saya mau lihat siapa tiga wanita itu, sepertinya mereka pelaku yang sudah melakukan tindakan buruk ke Ciara di dalam toilet," pinta Terry pada pak Maman.
"Siap pak!" pak Maman menurut saja dan mulai mempause video tersebut sesuai perintah.
"Coba di-zoom sedikit pak, biar kelihatan wajahnya!" perintah Terry pada pak Maman.
Dan saat gambar tersebut diperbesar oleh pak Maman, sontak saja Terry terkejut karena ia berhasil mengetahui siapa orang yang ada disana. Ya tentu Terry sangat mengenalnya, dia adalah Hanum beserta kedua temannya yang memang selama ini seringkali membenci Ciara dan ingin terus mengganggu gadis itu.
"Ohh, jadi ternyata Hanum pelakunya? Anak ini memang harus diberi pelajaran, dia gak bisa dibebasin terus kayak gini!" geram Terry.
"Tunggu pak, tapi kan belum tentu dia pelakunya. Kalau ternyata bapak salah orang gimana? Kan bisa aja dia cuma mau pipis," ujar pak Maman.
"Ah saya yakin sekali dia pelakunya, karena saya tahu betul seperti apa Hanum ini membenci Ciara. Dia pasti sengaja kunciin Ciara di toilet karena dia gak suka sama Ciara," ucap Terry.
__ADS_1
"Eee tapi pak, kalau bapak salah kira gimana?" ucap pak Maman masih belum yakin.
"Udah bapak tenang aja, saya akan pastikan dulu semuanya sebelum saya menuduh mereka. Sekarang saya mau temui mereka dulu," ucap Terry.
"Baik pak!" ucap pak Maman singkat.
Setelahnya, Terry langsung bergegas pergi dari ruang cctv tersebut untuk mencari Hanum. Ia sudah tidak sabar ingin menanyakan banyak hal pada gadis itu mengenai apa yang dia lakukan terhadap Ciara saat di toilet tadi, karena Terry yakin sekali Hanum lah dalang dari ini semua.
•
•
Sementara itu, Ciara masih terbaring di atas ranjang unit kesehatan sekolah tersebut dengan kondisi sedikit lemas. Meski ia sudah merasa membaik tak seperti ketika pertama kali dibawa kesana, tapi tetap saja Anin dan Cleo tak mengizinkan Ciara untuk keluar dari sana sebelum Ciara benar-benar pulih.
"Ciara, lu tahu gak sih? Yang udah ngelakuin ini semua ke lu itu si Hanum tau, dan dia gak cuma sendiri karena dia sama Kania terus Elma juga," ucap Anin dengan serius.
Ciara mengernyit penuh tanda tanya, "Maksud kamu apa sih Anin? Masa iya Hanum yang ngelakuin itu ke aku?" ujarnya tak percaya.
"Ih iya beneran Ciara, gue dengar sendiri omongan dia sama teman-temannya waktu di kantin. Nih saksinya si Cleo, dia juga dengar kok waktu Hanum ngomong begitu tadi," ucap Anin.
"Iya Ciara, gue sama Anin emang dengar waktu Hanum bicara sama teman-temannya di kantin soal mereka yang abis kerjain lu di toilet. Makanya kita berdua langsung panik dan coba cek lu ke toilet, eh ternyata lu udah gak ada," ucap Cleo.
"Tuh kan, sekarang lu percaya kan sama kita Ciara? Emang bener pelakunya itu si Hanum, dia tuh harus dikasih pelajaran tau biar kapok!" ujar Anin.
__ADS_1
"Bener tuh, kalo bisa sih dia kita ceburin aja ke kolam ikan yang ada di belakang sekolah. Biar dia tau rasa dan sekalian temenin ikan-ikan yang ada disana," sahut Cleo.
"Yeh kurang pas itu mah, yang paling mantap ya kita celupin mukanya ke bak mandi sampai dia kehabisan nafas!" ucap Anin.
"Eh eh eh, kalian apa-apaan sih? Mana boleh kayak gitu coba? Yang ada kalian bakal dikeluarin dari sekolah ini, mau?" ujar Ciara.
Anin dan Cleo kompak terdiam, mereka saling pandang karena tentu mereka tak ingin dikeluarkan dari sekolah itu. Apalagi hanya sebentar lagi mereka akan sama-sama lulus dan tentunya Anin serta Cleo tidak mau kehilangan momen bersejarah itu untuk bisa lulus bersamaan dengan Ciara.
"Ya kita gak mau lah Ciara, nanti kita bakal kepisah sama lu dong!" ucap Cleo cemberut.
"Nah, makanya kalian gausah ngada-ngada deh! Jangan ada yang balas dendam atau apalah itu ke Hanum, atau aku gak mau temenan lagi sama kalian!" ucap Ciara mengancam.
"Yah kok gitu sih Ciara? Lu udah dikerjain loh sama dia, masa lu mau diem aja? Minimal lu laporin kek dia ke kepsek gitu," ucap Anin tak terima.
"Iya Ciara, atau enggak lu ngadu aja ke pak Terry supaya dia bisa kasih hukuman ke Hanum sama teman-temannya itu. Kita gak terima kalau mereka gak diapa-apain," sahut Cleo.
"Umm, nanti aku coba pikir-pikir dulu deh. Kayaknya aku mau temuin mereka langsung aja dan coba tanya ke mereka apa maksud mereka lakuin itu ke aku tadi," ucap Ciara.
"Hah kok gitu sih Ciara??" Anin dan Cleo kompak mengeluh dengan rencana Ciara itu.
Bagi mereka, berbincang saja tidak cukup karena Hanum sudah kelewatan dan harus diberi hukuman. Namun, Ciara memang terlalu baik untuk melakukan itu sehingga dia tidak bisa membalas perbuatan jahat yang Hanum lakukan padanya. Meskipun Ciara juga merasa emosi pada Hanum saat ini.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...