Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 203. Sulit lepas


__ADS_3

Cyra masih berkutat di dalam ruangan Davin, ya tentu saja ia bersama gurunya itu dan hanya berdua tanpa ada orang lagi disana. Davin juga belum bisa berhenti mencecar gadis itu untuk memberi jawaban baginya, terkait pertanyaan yang tadi ia ajukan pada Cyra mengenai alasan mengapa gadis itu terus saja menjauh atau menghindar darinya. Padahal, biasanya Cyra tak pernah melakukan itu padanya.


Namun, tampak Cyra juga bingung harus menjawab mulai darimana. Apa yang ditanyakan Davin memang wajar, mengingat sikap Cyra berubah sangat drastis belakangan ini. Itu semua sengaja dilakukan oleh Cyra, sebab gadis itu tidak ingin mudah percaya kepada Davin. Terlebih, setelah Cyra mendengar cerita langsung dari mamanya kalau Davin sudah melecehkan wanita itu dahulu kala.


"Tolong kamu jelaskan ke saya sekarang, kenapa kamu menjauhi saya Cyra! Apa salah saya ke kamu, hm? Kamu katakan saja semuanya, supaya saya bisa tahu dengan jelas!" pinta Davin.


"Pak, jadi bapak ajak saya kesini cuma buat bahas soal itu? Saya kira tadi bapak ada perlu dan mau bicara tentang sekolah, bukan masalah pribadi kayak gini. Saya rasa itu gak perlu dibahas lagi disini ya pak," ucap Cyra dengan tegas.


"Tunggu Cyra!" Davin menahan gerakan Cyra yang hendak keluar dari ruangannya saat ini.


Ya Cyra memang sudah malas berada di dalam sana, apalagi berbincang dengan Davin yang sudah melecehkan mamanya. Rasanya Cyra ingin segera pergi dari tempat itu, namun Davin tentu tak membiarkan Cyra pergi begitu saja. Masih banyak yang ingin ditanyakan oleh Davin, apalagi sikap Cyra memang berubah cukup drastis saat ini.


"Kamu kenapa buru-buru banget sih? Duduk dulu Cyra, ayo kita bicara lagi ya!" pinta Davin.


"Saya gak bisa pak, saya mau pulang sekarang. Bapak tolong jangan tahan saya, karena saya yakin keluarga saya sudah menunggu di rumah!" ucap Cyra yang tetap kekeuh ingin pergi.


"Tapi Cyra, kamu belum jawab pertanyaan saya. Ayolah, kamu kasih tau dulu apa alasan kamu menjauh dari saya belakangan ini!" ucap Davin.


"Gak ada kok pak," ucap Cyra berbohong.


Tentu Davin tak semudah itu mempercayai jawaban Cyra barusan, ia masih terus memaksa Cyra untuk memberikan jawaban yang sesungguhnya. Ia yakin kalau Cyra pasti tengah menyembunyikan sesuatu darinya, namun gadis itu masih belum mau mengaku. Sehingga, Davin tak akan berhenti untuk mencecar Cyra dan terus bertanya padanya.

__ADS_1


"Kamu gak bisa bohong dari saya, Cyra. Udah deh kamu jujur aja, kasih tau ke saya sekarang! Saya gak akan biarin kamu pergi, sebelum kamu jawab semuanya ke saya!" ucap Davin tegas.


Cyra tersentak, apalagi Davin sekarang sudah beranjak dari kursinya dan bersiap menahan gerakan gadis itu. Ya Davin melangkah mendekati Cyra kali ini, sedangkan Cyra sendiri masih terdiam berdiri di tempatnya dan menatap wajah Davin dengan bingung. Cyra tak bisa berbuat banyak saat ini, karena Davin sudah berada di dekatnya.


"Saya gak tahu mau jawab apa, pak. Saya juga gak pernah menjauh dari bapak kok, jadi mungkin itu cuma perasaan bapak aja," elak Cyra.


"Masa? Tapi, saya yakin banget loh kalau kamu memang mau menjauh dari saya. Mending kamu jujur deh sekarang, bilang aja apa salah saya ke kamu!" ucap Davin.


"Umm, bapak gak ada salah kok sama saya. Jadi, tolong ya biarin saya pergi pak!" ucap Cyra.


Davin menggeleng, Cyra pun masih mencoba untuk keluar dari ruangan itu dengan cara berbalik dan berjalan menuju pintu. Akan tetapi, dengan cekatan juga Davin berhasil mencekal lengan muridnya dan tak membiarkan Cyra pergi begitu saja.




Kini Tiara tengah terduduk di sofa sambil menonton televisi dan menikmati cemilan, ia berulang kali melirik ke arah jam di dinding seolah tidak sabar lagi untuk segera bisa pergi dari tempat tersebut. Rasanya Tiara sangat malas berada disana, apalagi ia begitu merindukan putranya yang entah saat ini sedang melakukan apa.


Tak lama kemudian, Galen muncul kembali di tempat itu dan langsung menemuinya. Galen pun tersenyum lebar kali ini, ia hampiri Tiara yang tengah terduduk di sofa dan meletakkan plastik bawaannya di atas meja. Galen sungguh senang, karena akhirnya Tiara mau menurut untuk tidak terlalu banyak protes dan menerima saja takdirnya.


"Hey, aku senang banget deh lihatnya kalo kamu kayak gini! Udah ya kamu nurut aja sekarang, jangan bantah lagi kata-kata aku seperti sebelumnya! Itu tuh cuma buang-buang waktu dan tenaga kamu, toh kamu juga gak akan bisa keluar dari sini!" ucap Galen disertai kekehan kecilnya.

__ADS_1


"Ck, bawel kamu mas! Bilang aja kamu begini, karena kamu masih cinta kan sama aku! Kamu gak bisa hidup tanpa aku, makanya kamu terus aja cari perhatian ke aku!" ucap Tiara dengan ketus.


Mendengar itu, Galen malah tertawa pelan dan seolah menampik tuduhan Tiara. Galen tak ingin mengakui bahwa ia memang masih mencintai wanita itu, bahkan jika bisa maka ia akan berharap untuk bisa kembali berhubungan dengan Tiara. Tapi Galen sadar kalau itu semua tak mungkin terjadi, karena Tiara sudah sangat membencinya.


"Kenapa kamu bisa bilang begitu, hm? Jangan-jangan kamu ya yang masih cinta sama aku?" goda Galen.


"Cih, najis banget aku cinta sama laki-laki gak tau diri kayak kamu! Kamu itu orang paling jahat yang pernah aku kenal mas, harusnya kamu sadar akan hal itu!" sentak Tiara.


"Terserah kamu, intinya aku gak akan pernah lepasin kamu!" tegas Galen.


Tiara menggeleng mendengar kata-kata yang keluar dari mulut pria itu, rasanya cukup sulit bagi dirinya untuk bisa melepaskan diri kali ini. Galen memang tak akan mungkin membiarkan Tiara untuk lari, mengingat Galen sangat menginginkan wanita itu untuk bersamanya. Namun, Tiara tentu akan terus berusaha demi bisa lepas dari tempat itu.


"Sekarang kamu makan dulu, siapin tenaga kamu sebelum pertempuran kita selanjutnya!" titah Galen.


Tiara mengernyitkan dahinya, "Maksud kamu apa? Aku gak mau ngelakuin itu lagi ya mas, itu tuh salah kita udah gak ada hubungan apa-apa!" ujarnya.


"Aku gak perduli, punya kamu itu candu buat aku Tiara," goda Galen.


Galen bergerak semakin di luar batas, bahkan pria itu berani mengusap wajah Tiara dan membelai rambutnya. Tak hanya itu, Galen pun juga memberi kecupan singkat di pipi sang mantan yang membuat Tiara terbelalak lebar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2