
Askha akhirnya tiba di rumah setelah cukup lama ia berada di kediaman Cyra untuk menemani gadis itu, ia juga masih tak percaya kalau ternyata orang tua Cyra ingin segera berpisah. Tadinya Askha mengira jika hubungan Ciara dan Libra sangat harmonis, bahkan ia sempat merasa iri pada Cyra karena memiliki orang tua yang lengkap dan saling menyayangi satu sama lain, tak seperti dirinya.
Kedatangan Askha langsung disambut oleh Tiara, yang merupakan ibunya itu. Tiara tampak tersenyum melihat putranya telah pulang, ia pun mendekat dan mengajak Askha untuk segera duduk. Namun, Askha malah mencium tangannya dan meminta waktu sejenak untuk berbicara. Sepertinya Askha ingin membahas mengenai ucapan Cyra tadi, karena ia juga cemas dengan kondisi Cyra nantinya.
"Ma, boleh aku bicara sebentar sama mama?" tanya Askha meminta izin dari mamanya itu.
Tiara reflek mengernyitkan dahinya, ia bingung mengapa tiba-tiba Askha berbicara seperti itu padanya. Biasanya saja Askha langsung mengatakan apa maksudnya, tetapi sekarang pria itu malah meminta izin dulu darinya.
"Mau bicara apa sayang? Ya bicara aja ayo, tapi kita duduk dulu ya di sofa! Kamu haus gak? Mau mama bikinin minum?" ucap Tiara.
"Gausah ma, aku udah minum tadi di rumah tante Ciara. Aku mau langsung ngobrol aja sama mama, soalnya ini penting. Mama bisa kan dengerin aku sebentar?" ucap Askha.
"Iya sayang iya, yaudah yuk kita ke sofa sekarang!" ajak Tiara yang diangguki oleh putranya.
Setelahnya, mereka sama-sama pergi menuju sofa dan terduduk berdampingan disana sesuai permintaan Askha. Tampak Askha sudah begitu tidak sabar ingin segera berbicara pada ibunya mengenai apa yang disampaikan Cyra tadi, Askha sendiri masih tak menyangka kalau kedua orang tua Cyra tengah mengalami masalah besar.
"Gimana sayang, apa yang mau kamu omongin? Tadi juga tumben kamu lama banget disana, ngapain aja sih?" tanya Tiara.
"Iya ma, soalnya Cyra mau curhat sama aku. Nah, soal ini yang mau aku bahas sama mama. Soalnya aku kaget banget waktu dengar semuanya dari Cyra tadi," jawab Askha.
"Hm, soal apa sih emangnya?" Tiara semakin penasaran dibuatnya kali ini.
"Cyra bilang kalau dia gak sengaja dengar waktu mama papanya bertengkar di kamar, terus dia langsung syok banget disini," ucap Askha.
"Ciara dan Libra bertengkar? Soal apa sayang?" tanya Tiara kembali begitu penasaran.
"Katanya Cyra sih, dia dengar kalau mamanya bahas soal perceraian. Kayaknya tante Ciara sama om Libra mau pisah deh ma," jelas Askha.
"Hah pisah??" Tiara terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Sangking terkejutnya, Tiara sampai terbelalak lebar dan membuka mulutnya. Ia menggeleng tak percaya, sebab rasanya sulit sekali bagi Tiara untuk bisa mempercayai semua itu. Selama ini hubungan antara Ciara dan Libra terlihat baik-baik saja, bahkan mereka bisa dibilang jarang bertengkar.
"Kamu gak salah bicara kan sayang? Masa iya mereka mau pisah sih?" kaget Tiara.
"Enggak ma, Cyra sendiri yang bilang ke aku. Dia dengar sendiri pertengkaran mama dan papanya itu," ucap Askha.
"Wah ini gawat! Kira-kira apa ya masalah mereka?" ucap Tiara kebingungan.
Askha hanya bisa menggeleng karena ia pun tidak tahu apa masalah yang terjadi antara Ciara dan Libra, sampai mereka hendak bercerai saat ini. Tapi apapun itu, Askha serta Tiara tentu saja tak tega jika Cyra harus kehilangan dua orangtuanya. Terutama Askha, ya pria itu tahu betul rasanya seperti apa hidup ketika orangtuanya berpisah.
"Aku gak tahu, ma. Dulu mama sama papa pisah karena apa?" ucap Askha.
Deg
Tiara tersentak dibuatnya, ia tak menyangka putranya akan bertanya seperti itu.
•
•
Kini Ciara bertemu dengan pengacaranya yang bernama Willy di sebuah cafe, sesuai janji mereka akan membahas proses perceraian yang sudah diajukan oleh Ciara ke pengadilan. Ciara ingin tahu, bagaimana kelanjutan prosesnya dan apakah ia bisa cepat berpisah dari suaminya. Tampak memang Ciara sudah tidak tahan, bahkan juga tidak sabar ingin segera berpisah dengan suaminya itu.
"Pak Willy, saya gak mau tau ya pokoknya saya mau secepatnya proses perceraian ini bisa diselesaikan! Saya udah gak tahan lagi pak, saya mau cepat-cepat pisah dari suami saya!" ucap Ciara dengan tegas.
Willy mengangguk perlahan, "Iya bu iya, saya mengerti. Ibu tidak perlu khawatir, saya juga sedang mengurus semuanya sampai ibu benar-benar resmi bercerai dengan pak Libra. Tapi, sebaiknya dalam hal ini pak Libra juga harus hadir ke persidangan nanti, bu!" ucapnya.
"Itu sudah saya usahakan, tapi susah sekali buat bujuk dia mau datang. Apa tidak ada cara lain, pak?" tanya Ciara.
"Akan saya usahakan juga bu," jawab Willy singkat.
__ADS_1
Ciara tersenyum lega, setidaknya ia bisa lebih tenang setelah mendengar ucapan pengacaranya itu. Meski, kini Ciara masih belum bisa berpisah dengan suaminya.
"Oh ya bu, saya juga butuh bukti lainnya terkait keburukan yang dilakukan pak Libra pada ibu maupun anak-anak ibu. Itu bisa menambah peluang keberhasilan kita di persidangan nanti bu," ucap Willy.
"Iya pak, nanti saya akan berikan bukti lainnya ke bapak. Terimakasih ya pak atas waktunya!" ucap Ciara sambil tersenyum.
"Sama-sama, bu." Willy membalas dan ikut beranjak dari kursi, lalu bersalaman dengan kliennya.
Ciara pun harus pergi dari sana, mengingat sebentar lagi ia akan mengajar di sekolah seperti yang biasa ia lakukan. Setelah berpamitan dengan Willy, kini Ciara melangkah ke luar cafe dan berniat untuk segera pergi ke sekolah. Akan tetapi, tanpa diduga Ciara justru berpapasan dengan Tiara yang baru hendak memasuki cafe itu.
"Loh kak Tiara, kamu kesini juga?" Ciara terkejut dan menyapa kakaknya itu lebih dulu.
"Eh Ciara, iya nih aku mau ngopi-ngopi sebelum ke kantor. Kamu sendiri udah mau pergi ya? Telat dong berarti aku datangnya, padahal kalau lebih awal lagi bisa ngobrol sama kamu deh," ucap Tiara.
"Ya kalau kak Tiara mau ngobrol sama aku, bisa kok aku temenin kamu sekarang. Kebetulan aku masih punya waktu satu jam-an lagi buat ngajar," ucap Ciara sembari melihat jam di tangannya.
"Nah pas dong tuh, yaudah kamu masuk lagi yuk! Ada yang mau aku bahas nih sama kamu," ucap Tiara.
Ciara mengangguk setuju, lalu keduanya kini sama-sama masuk ke dalam cafe dengan Tiara yang merangkul pundak adik iparnya. Tanpa basa-basi lagi, mereka pun duduk di tempat yang kosong dan memesan minuman. Meski Ciara sudah minum tadi, tapi tak ada salahnya apabila Ciara memesan kembali minuman yang berbeda.
"Eee aku dengar kabar dari anak aku, katanya dia juga dapat cerita ini dari Cyra. Aku masih belum percaya loh Ciara, makanya sekarang aku mau mastiin semuanya ke kamu," ucap Tiara.
Ciara mengernyitkan dahi, "Hm, memangnya kabar apa sih kak?" tanyanya penasaran.
"Apa benar kalau kamu dan Libra mau bercerai?" Tiara langsung mengatakan apa yang ingin ia tanyakan kepada adiknya itu.
Seketika Ciara terdiam, ia tak menyangka kalau kabar ini sudah sampai ke telinga Tiara.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...