Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 179. Ditenangkan kakak


__ADS_3

Ciara datang ke kantor tempat Tiara dan Galen bekerja, ya wanita itu terlihat masih jengkel dengan suaminya dan ingin mencari hiburan disana. Ciara ingin bertemu dengan Tiara saat ini, karena mungkin saja ia bisa merasa lebih tenang jika bercerita pada sang mantan iparnya itu. Meski Tiara dan Galen tak lagi berhubungan, namun diantara Ciara serta Tiara masih tetap saling menjalin hubungan yang baik.


Kedatangan Ciara diketahui oleh Galen yang kebetulan sedang berada di lantai dasar gedung itu, sontak Galen bergegas menghampiri adiknya untuk bertanya apa yang dilakukannya disana. Galen tentu heran, tak biasanya memang Ciara datang ke kantornya seperti sekarang. Galen mengira jika Ciara akan menemuinya, padahal nyatanya niat Ciara adalah untuk bertemu dengan Tiara di kantor itu.


"Ciara, kamu ngapain ke kantor kakak? Kamu lagi ada masalah sama Libra ya pasti? Dia apain kamu, hm?" tanya Galen tampak cemas dan terus meraba seluruh bagian tubuh adiknya.


Ciara menggeleng perlahan, ia tidak mau menceritakan masalahnya itu pada Galen saat ini, karena ia khawatir Galen akan terbawa emosi. Ciara tahu betul bagaimana sikap Galen, itulah sebabnya Ciara selalu tak mau bercerita apapun padanya. Namun, kerap kali Galen memaksa dan memintanya untuk menceritakan semuanya.


"Aku gapapa kak, aku cuma mau ketemu kak Tiara. Dia ada di kantor kan kak?" ucap Ciara lirih.


"Haish, kamu jangan bohongi kakak ya sayang! Gak mungkin kamu gak ada apa-apa, jelas-jelas kamu sedih kayak gini! Udah deh kamu ngaku aja, pasti ini ulah si Libra kan! Emang kurang ajar dia itu, disuruh jaga kamu aja gak becus!" geram Galen.


"Apa sih kak? Ini bukan gara-gara mas Libra kok, kakak gausah sok tahu deh! Sekarang aku mau ketemu kak Tiara, kakak minggir ya!" sentak Ciara.


"Hm, yaudah ayo kakak anterin!" ucap Galen yang langsung merangkul adiknya.


Ciara tak menolak kali ini, lagipun tak ada salahnya bila Galen ikut mengantarnya menuju ruangan Tiara berada. Meski begitu, Ciara tetap was-was jikalau Galen akan menanyakan kembali mengenai apa yang terjadi pada dirinya. Pasti Ciara tidak bisa mengelak lagi nantinya, karena Galen adalah tipe orang yang suka memaksa.


"Kamu mau apa ketemu sama Tiara, hm? Ada hal yang penting banget ya sampai kamu rela jauh-jauh datang kesini sendiri?" tanya Galen penasaran.


"Eee aku...."


Belum sempat Ciara berpikir untuk menjawab pertanyaan kakaknya, Galen sudah lebih dulu menarik tubuhnya dan mencengkram bahunya dengan kuat. Galen menatap tajam wajah sang adik dari jarak dekat, membuat Ciara sungguh bingung harus mengatakan apa. Jika Ciara berkata jujur, maka mungkin Galen akan terpancing emosinya.

__ADS_1


"Kamu jujur sama kakak! Ada apa sih sebenarnya antara kamu dan Libra, hm?" pinta Galen.


"Ish, kakak mah gak percayaan banget sama adiknya sendiri! Aku beneran gak ada apa-apa kok, aku sama mas Libra baik-baik aja kok!" ucap Ciara terus mengelak dari tuduhan kakaknya.


"Ya emang kakak gak percaya, soalnya muka kamu itu meragukan Ciara. Mending kamu jujur aja deh, kakak janji gak akan marah-marah sama Libra nantinya! Kakak cuma mau tau ada apa, kamu cerita ya sayang!" bujuk Galen.


"I-i-iya kak, nanti aku ceritain sama kakak deh. Tapi gak disini, aku malu lah kalau sampai kedengaran sama karyawan lain!" ucap Ciara.


Galen ikut melihat sekitar, memang cukup ramai para karyawan yang juga bekerja disana tengah berlalu lalang. Akhirnya Galen memutuskan mengajak Ciara pergi ke kantin, ya mereka langsung merubah haluan dan tidak jadi menemui Tiara di ruangannya.




Galen sendiri tak henti-hentinya menatap wajah sang adik, ia menantikan jawaban dari mulut wanita itu sambil terus menikmati cemilan di meja. Galen sebenarnya sangat penasaran, namun ia tak akan memaksa bila Ciara belum siap bercerita. Maka dari itu, Galen memilih menunggu Ciara sembari menikmati makanan dan minuman yang ia pesan.


"Umm kak, kakak yakin kalau aku cerita ke kakak nanti kakak gak bakal marah sama mas Libra?" tanya Ciara memastikan kembali.


Galen tersenyum dibuatnya, "Iya sayang, kakak janji deh sama kamu. Udah kamu cerita aja sekarang, supaya kamu bisa lebih tenang dan gak perlu mikirin masalah kamu itu!" jawabnya sambil mengangguk.


"Yaudah, aku percaya sama kakak kali ini. Aku itu emang lagi kesel sama mas Libra, karena waktu itu dia pergi ke bar tanpa sepengetahuan aku," ucap Ciara dengan lirih.


"Hah apa? Lalu, apa yang dia lakuin di bar itu?" Galen tampak syok dan begitu emosi.

__ADS_1


Ciara kembali terdiam dan memalingkan wajahnya, ia tampak ragu untuk bercerita pada Galen mengenai kelakuan Libra. Entah mengapa hatinya juga masih belum mempercayai semua itu, ia tak menyangka Libra yang pernah mengatakan sangat mencintainya justru ternyata tak ada bedanya dengan sang kakak yang suka berselingkuh.


"Dia mabuk kak, terus dia dideketin sama dua cewek seksi gitu. Aku gak terima kak, apalagi dia kelihatan senang banget malam itu!" jelas Ciara.


"Kurang ajar tuh si Libra! Dia gak bersyukur banget sih jadi cowok!" sentak Galen.


Galen benar-benar emosi, ia bangkit dan beralih mendekati adiknya disana seraya merangkulnya dengan erat. Galen tahu bagaimana perasaan Ciara saat ini, karena pastinya wanita itu sangat sakit hati dengan kelakuan buruk Libra. Sebagai seorang istri, tentu Ciara tak terima jika suaminya berdekatan sampai menempel dengan wanita lain.


"Kamu yang sabar ya Ciara, kakak janji akan selalu bantu kamu! Nanti kakak juga mau bicara sama suami kamu itu, supaya dia gak lagi ngelakuin hal bodoh seperti itu ke kamu," ucap Galen.


"Hah? Gausah kak, nanti yang ada kakak malah ribut sama mas Libra!" tolak Ciara.


"Gapapa, tenang aja kakak bisa jaga emosi kok! Kakak cuma pengen kasih tahu dia supaya gak main-main sama kamu," ucap Galen.


"I-i-iya kak.."


Ciara terpaksa mengiyakan saja ucapan kakaknya, meski ia sendiri khawatir sekali jika sampai Galen menemui Libra. Bisa saja kedua lelaki itu bertengkar nantinya dan akan timbul korban, mengingat Galen memiliki emosi yang mudah meluap. Ciara pun berusaha memikirkan cara, agar bisa mencegah pertemuan antara Galen dan Libra nanti.


"Sekarang kamu minum dulu biar tenang, abis itu baru kakak antar ke ruangan Tiara!" titah Galen.


Ciara mengangguk saja dan menuruti perintah dari kakaknya, ia menenggak habis minuman miliknya agar bisa cepat menemui Tiara saat ini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2