Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 49. Bella marah?


__ADS_3

Ciara kini bersama Seno dan menatap pria itu sambil tersenyum, sesekali juga gadis itu melirik pamannya yang berada tak jauh dari mereka. Ciara jujur kecewa lantaran Libra masih saja bersikap jealous pada Seno, padahal Seno yang sudah menolongnya dari para pria aneh di jalan dan berhasil membawanya pulang dengan selamat.


"Ciara, katanya kamu mau bicara sama aku. Kok malah diam aja?" ujar Seno menegur gadis itu yang malah asyik menatap Libra dan terdiam disana.


"Eh i-i-iya, maaf maaf kak!" Ciara tersadar kemudian beralih menatap Seno dengan gugup.


"Kamu mau bicara apa sama aku, Ciara?" tanya Seno penasaran.


"Eee sebenarnya aku cuma mau minta maaf sama kamu, atas sikap om aku tadi ke kamu. Kayaknya om aku terlalu takut deh, makanya dia begitu ke kamu," jawab Ciara.


Seno tersenyum dibuatnya, "Ya gapapa kok Ciara, aku paham sama ketakutan paman kamu itu. Justru bagus kalau dia begitu, artinya dia benar-benar sayang dan perduli sama kamu. Kamu beruntung tau punya paman seperti itu," ucapnya.


"Ya iya sih, tapi kan aku jadinya gak enak sama kamu. Apalagi kamu kesini niatnya baik buat jemput aku, eh malah diusir sama om aku," ucap Ciara.


"Gapapa, aku ngerti kok. Yaudah, sekarang kamu balik ke paman kamu aja deh! Gak enak tuh dia udah nungguin kayak gitu, yang ada nanti dia malah semakin marah sama aku," ucap Seno.


Ciara manggut-manggut perlahan, "Iya kak, sekali lagi aku minta maaf ya?" ucapnya lirih.


"Gak masalah, mungkin lain kali baru aku bisa antar kamu ke sekolah dan kita berangkat bareng-bareng. Kalo gitu aku pergi dulu ya?" ucap Seno pamit.


"Iya kak, hati-hati di jalan! Sampai ketemu di sekolah!" ucap Ciara melambaikan tangannya.


Seno mengangguk saja disertai senyuman lebarnya, kemudian ia berbalik dan melangkah menuju motornya ditemani oleh Ciara. Kebetulan memang motor pria itu masih terparkir di dekat Libra berada, tak lupa Seno turut berpamitan pada paman dari Ciara itu untuk dapat mengambil hatinya.


Setelah itu, Seno langsung beranjak pergi dengan motornya dan melaju meninggalkan tempat itu. Sedangkan Ciara didekati oleh Libra yang terlihat sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi, tangan Libra kini sudah menempel di pundak gadis itu dan sedikit mencengkeramnya sampai membuat sang empu terkejut disertai rintihan kecil.


"Om, lepasin om sakit! Bisa gak sih om lembut sedikit sama aku?" kesal Ciara.

__ADS_1


"Kamu mau dilembutin? Yaudah, kamu nurut makanya sama aku dan jangan bantah!" ucap Libra sembari mengusap puncak kepala gadis itu dengan lembut disertai senyuman.


"Dari kemarin juga aku nurut sama om, tapi om malah berani banget cium bibir aku!" ucap Ciara dengan wajah merengut.


"Hahaha, lupain aja itu mah! Ayo masuk mobil, nanti keburu kamu telat ke sekolah loh!" ucap Libra tertawa kecil dibuatnya.


Gadis itu menganggukkan kepalanya, kemudian memasuki mobil bersama sang paman dan duduk di jok depan. Ini adalah kesekian kalinya ia diantar oleh Libra ke sekolah, tapi entah kenapa rasanya Ciara masih saja merasa gugup dan belum bisa tenang karena teringat kejadian kala itu.


"Kamu kenapa tiba-tiba jadi pendiam kayak gitu? Aku tuh suka loh kamu yang cerewet dan bawel, walau kadang nyebelin," ujar Libra.


"Aku lagi pengen diam aja," ucap Ciara singkat.


Libra menggeleng heran, ia tahu Ciara sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Pria itu pun bergegas melajukan mobilnya meninggalkan area rumah tersebut untuk menuju sekolah, namun matanya tak bisa lepas dari wajah Ciara yang hingga kini terus saja terdiam cemberut.




Setibanya di tempat itu, Libra bergegas mengetuk pintu sembari berteriak memanggil nama sang kekasih. Untungnya tidak butuh waktu lama bagi Bella untuk keluar, wanita itu membuka pintu dan menemui kekasihnya dengan wajah dingin dan ketus. Tentunya dari tatapan Bella saat ini saja, Libra sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Bella sedang kecewa padanya.


"Hai Bel! Nih aku bawain kamu bubur ayam, kamu pasti belum sarapan kan?" ucap Libra ceria.


Bella menggeleng pelan, "Belum, baru juga selesai mandi dan beres-beres. Tumben kamu inget aku, biasanya kamu selalu lupain aku," ucapnya mencibir.


"Eee kok kamu bicaranya gitu sih sayang? Aku kan selalu ingat sama kamu, mana mungkin coba aku lupain pacar aku yang cantik dan gemesin ini?" ucap Libra berupaya menggoda gadisnya.


Namun, Bella tampak benar-benar kecewa padanya. Bahkan usaha yang dilakukan pria itu seolah tak berguna kali ini, Bella justru menepis tangan Libra yang hendak menyentuh pipinya dan memberikan tatapan sinis ke arahnya. Tentu saja Libra terkejut, karena tak biasanya Bella bertingkah seperti ini.

__ADS_1


"Bel, kamu itu kenapa sih? Kamu marah sama aku karena belakangan ini kita gak ketemu?" tanya Libra mulai jengkel.


"Ya kalau kamu tahu, buat apa kamu nanya lagi ke aku?" jawab Bella dengan ketus.


"Ohh, berarti benar karena itu? Ya ampun Bella, aku tuh harus jagain Ciara ponakan aku! Mbak Dira sama mas Gavin lagi pergi ke luar negeri, makanya aku diminta buat jaga anak mereka," ucap Libra.


"Jagain Ciara? Kenapa mesti kamu yang harus lakuin itu? Bukannya Ciara masih punya saudara ya? Kakaknya kan kalo gak salah?" ucap Bella.


"Kamu tahu sendiri, Galen itu baru sembuh dari sakitnya. Terus dia juga udah punya istri, masa iya Ciara masih ngikut-ngikut sama dia? Ayolah, kamu ngertiin aku dong!" ucap Libra.


"Kamu selalu minta aku ngertiin kamu, tapi kamu sendiri gak pernah ngertiin aku!" sentak Bella.


"Sa-sayang, gak gitu loh!" ucap Libra ketakutan.


"Udah ah, aku males debat sama kamu! Sekarang kamu pergi sana, urusin aja keponakan kamu itu dan jangan mikirin aku!" kesal Bella.


"Bel, jangan gitu dong Bel! Sayang!" Libra berusaha menahan Bella yang hendak masuk ke dalam rumahnya, tetapi gadis itu terlalu cepat dan berhasil menutup pintu dengan keras.


Braakk


Libra benar-benar kalut, ia mengusap wajahnya kasar karena baru kali ini ia melihat Bella semarah itu. Bahkan kalau diingat, Bella memang tidak pernah marah atau cemburu padanya sampai separah ini. Padahal yang Libra dekati saat ini adalah Ciara, sosok ponakannya.


"Hadeh, gawat sih ini! Bella jarang marah, tapi sekalinya marah pasti susah banget buat dibujuk deh!" gumam Libra kebingungan.


Pria itu terus mencoba mengetuk pintu dan memanggil-manggil nama kekasihnya, namun tak ada jawaban karena memang Bella sengaja tidak menggubris teriakan Libra dan memilih mengunci rapat pintu rumahnya agar Libra tidak bisa menerobos masuk ke dalam sana.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2