Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 122. Pengganti


__ADS_3

Tiara yang tengah berolahraga santai seorang diri di halaman rumah Nadira, dibuat terkejut saat tiba-tiba seorang pemotor misterius muncul di dekatnya dan melemparkan sepucuk surat ke arahnya. Baru saja Tiara hendak bertanya siapa pengirimnya, tetapi pemotor itu sudah berlalu pergi dan tidak mengatakan sepatah katapun padanya.


Karena penasaran, Tiara akhirnya melangkah mendekati surat tersebut lalu mengambilnya dan bersiap membukanya. Perlahan Tiara membuka amplop itu dan melihat isi suratnya, ia terbelalak ketika menyadari ada foto-foto suaminya yang dalam kondisi tak berpakaian dan sudah dipenuhi bekas cambuk pada sekujur tubuhnya.


"Aaaaa!!" Tiara reflek melempar foto-foto tersebut hingga terjatuh ke aspal, dan teriakannya juga membuat Liam sang penjaga disana terkejut lalu menghampirinya.


"Ada apa non?" tanya Liam dengan penuh khawatir.


"Eee e-enggak, gapapa. I-itu tadi ada yang kirim foto-foto aneh ke saya, ta-tapi isinya beneran bikin saya syok banget!" jelas Tiara.


"Hah? Memangnya foto apa itu non?" tanya Liam sangat penasaran.


"Ka-kamu lihat aja sendiri, terus baca isi suratnya juga!" perintah Tiara dengan gugup.


Liam akhirnya pergi mengambil foto yang tadi terlempar dari tangan Tiara itu, ia melihatnya dan dibuat syok setelah tahu itu merupakan foto Galen yang tengah dalam keadaan buruk. Terdapat sebuah tulisan juga disana, Liam pun membacanya dengan nada keras supaya Tiara dapat mendengarnya.


"Jika kamu ingin bertemu dengan suami kamu dalam keadaan selamat, datanglah ke alamat di bawah ini sambil membawa berkas-berkas perusahaan!" ucap Liam.


Tiara tersentak ketika mendengar Liam mengatakan itu, ia tak percaya sekaligus bingung apa yang harus ia lakukan saat ini. Suami yang ia cintai itu sekarang dalam keadaan bahaya, dan sebagai seorang istri maka Tiara pun sangat mengkhawatirkan kondisi suaminya itu dan tidak mau sesuatu yang buruk terjadi pada Galen disana.


"Bagaimana ini non, den Galen sekarang sedang dalam bahaya?" tanya Liam kebingungan.


Tiara menggeleng perlahan, ia pun juga tak tahu apa yang harus dilakukannya untuk bisa menyelamatkan sang suami. Permintaan yang diajukan si penculik itu benar-benar di luar nalar, bagaimana bisa ia membawakan dokumen perusahaan milik Galen dan memberikannya kepada penculik itu.


Disaat yang sama, Nadira muncul dari dalam rumahnya dan terheran-heran melihat ekspresi yang ditunjukkan menantunya saat ini. Pasalnya, Tiara memang terlihat jelas bahwa dirinya tengah merasa cemas sekaligus kebingungan. Maka dari itu, Nadira pun menghampiri Tiara lalu bertanya padanya.


"Tiara, kamu kenapa? Kok kelihatannya kamu kayak lagi cemas begitu, emangnya ada masalah apa?" tanya Nadira penasaran.


Tiara tetap bungkam dan tidak bisa menjawab pertanyaan mamanya, ia juga khawatir kalau Nadira tahu bahwa Galen tengah disekap maka pasti wanita itu akan sangat panik dan mencemaskan kondisi putranya. Apalagi jika ia menunjukkan foto Galen tadi padanya, bukan tidak mungkin kalau Nadira bisa jatuh pingsan begitu melihatnya.


"Gapapa ma, barusan cuma ada yang kirim surat aneh buat aku. Tapi, mama gausah khawatir ya! Pak Liam udah urus semuanya kok, jadi sekarang kita bisa tenang!" ucap Tiara sambil tersenyum.


"Oh syukurlah, mama kira ada yang bahaya. Yaudah, kamu masuk dulu yuk kita sarapan bareng-bareng!" ajak Nadira.


Tiara manggut-manggut setuju, ia bersama Nadira pun masuk ke dalam rumah untuk melakukan sarapan sesuai perkataan mamanya itu. Namun, hingga kini Tiara terus saja memikirkan suaminya yang sedang berada dalam bahaya dan membuatnya gelisah tak menentu serta sulit untuk bisa menenangkan diri.


β€’


β€’


Ting nong ting nong....


Ciara dan juga Libra dibuat terkejut saat mendengar suara bel berbunyi dari arah luar rumah mereka, sontak keduanya langsung menoleh ke arah pintu dengan wajah bingung sekaligus penasaran. Ciara kini bangkit dari posisinya, lalu berniat pergi untuk mengecek siapa yang datang kesana sore ini.


Selagi Ciara pergi ke luar, Libra menetap di sofa menunggu istrinya itu kembali. Libra juga terus memandangi punggung Ciara yang perlahan menjauh karena harus menemui tamunya, Libra pun tak tahu siapa yang datang dan sungguh penasaran karena sejauh ini orang yang mengetahui alamat rumahnya hanyalah pihak keluarga.


Begitu Ciara membuka pintunya, ia terkejut saat melihat sosok gadis cantik berdiri di depannya dengan senyum merekah luas. Ciara sampai tidak bisa berkedip dan menutup mulutnya, sebab gadis itu adalah Gita alias rekan kerja Libra di rumah sakit. Ciara sungguh tak mengerti, untuk apa Gita datang ke rumahnya saat ini.

__ADS_1


"Eh Gita, kamu tahu darimana alamat rumah aku ini? Memangnya mas Libra udah pernah kasih tahu ke kamu ya?" tanya Ciara keheranan.


Gita tersenyum dengan lebar dan menaruh kedua tangannya di depan, "Ya Ciara, aku tadi tanya ke salah satu perawat di rumah sakit. Ternyata mereka ada yang tahu alamat rumah Libra, yaudah makanya aku langsung datang kesini deh."


Ciara manggut-manggut paham, meskipun ia masih agak ragu dengan penjelasan dari Gita barusan. Mengapa bisa Libra memberitahu alamat rumahnya kepada rekan di rumah sakit, tapi malah tidak memberitahukan pada Gita? Ciara pun tersenyum saja kali ini, lalu mempersilahkan Gita untuk masuk ke dalam dengan ramah.


Dengan senang hati Gita melakukannya, gadis itu melangkah melewati pintu disertai senyuman manisnya. Gita tampak sudah tak sabar ingin bertemu dengan Libra dan melihat kondisinya secara langsung, pasalnya hari ini pria itu tidak datang ke rumah sakit dan membuatnya bingung.


"Mas, kamu lihat deh siapa yang datang!" seru Ciara memanggil suaminya.


Libra yang tengah asyik dengan ponselnya, terkejut begitu Ciara memanggilnya dan spontan menoleh ke arahnya. Dua bola matanya terbelalak saat melihat keberadaan Gita disana, ia juga beranjak dari sofa seolah tak percaya jika Gita berhasil menemukan alamat rumahnya.


"Loh Gita, kamu kok bisa ada disini? Siapa yang kasih tahu kamu alamat rumah ini?" tanya Libra keheranan.


"Iya Libra, aku tadi khawatir banget karena tahu kalau kamu gak datang ke rumah sakit. Aku kira kamu sakit atau kenapa-napa, makanya aku datang buat mastiin aja," jawab Gita.


"Gita, kamu gak perlu kayak gitu! Mau aku sakit atau enggak juga bukan urusan kamu, udah ada istri aku yang bisa rawat aku!" tegas Libra.


Gita tersenyum saja seraya melirik ke arah Ciara, sedangkan Ciara sendiri hanya diam tanpa mengucapkan apapun. Ciara tahu bahwa Gita menyukai suaminya, hal itu akan ia manfaatkan untuk bisa membuat Gita menikah dengan Libra dan menggantikan posisinya sebagai istri lelaki itu.


"Udah mas, gapapa loh kalau Gita kesini. Justru aku senang karena ada teman, rumah kita jadi tambah ramai tau. Lagian bukannya kalian ini akrab banget ya di rumah sakit?" ujar Ciara.


"Ciara, kamu gausah ngada-ngada deh! Aku gak nyaman kalau ada dia disini!" ketus Libra.


Ciara terkekeh sembari mendekati suaminya, ia genggam lengan sang suami dengan dua tangannya sambil menempelkan wajahnya disana. Ciara coba membujuk Libra agar mengizinkan Gita tetap di rumah mereka saat ini, sehingga Libra sudah tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan istrinya.


β€’


β€’


Sementara itu, Tiara meminta izin pada Nadira bahwa ia ingin pergi kembali ke rumahnya dan juga Galen saat ini. Tiara beralasan ada barang miliknya yang tertinggal disana, padahal aslinya Tiara hanya ingin mencari dokumen perusahaan milik Galen untuk diberikan kepada si penculik itu.


Awalnya Nadira tidak memberi izin pada Tiara, sebab ia khawatir Tiara akan kembali disakiti oleh Galen disana nanti. Namun, akhirnya Nadira tak memiliki pilihan lain dan terpaksa mengizinkan Tiara untuk pergi. Nadira juga meminta Liam untuk mengawal dan mengantar Tiara kesana, tentu agar memastikan bahwa Tiara baik-baik saja.


Tiara setuju dan tidak membantah sama sekali, ia langsung pergi bersama Liam menuju rumah Galen dengan segera. Tiara sudah berpikir dengan keras sebelumnya, ia akan memberikan perusahaan suaminya itu kepada si penculik saat ini. Ya baginya, nyawa Galen jauh lebih penting dibanding apapun.


Sesampainya disana, Tiara dengan cepat turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam rumah itu untuk mencari keberadaan dokumen tersebut. Ia langsung menuju ruang kerja Galen, mengobrak-abrik isi ruangan tersebut sampai bisa menemukan dokumen yang sedang ia cari.


Akhirnya Tiara berhasil menemukan dokumen itu di dalam sebuah brangkas milik suaminya, Tiara pun tersenyum lebar dan mengecupnya lembut. Lalu, ia keluar dari ruangan itu sambil membawa dokumen di tangannya. Tak lupa Tiara menghubungi nomor Leon untuk meminta bantuan, pasalnya ia tidak mungkin hanya pergi berdua ke tempat si penculik.


πŸ“ž"Halo Leon! Kamu bisa kan bantu saya sekarang? Kamu temui saya di depan rumah mas Galen, ya!" ucap Tiara di telpon.


πŸ“ž"Baik bu Tiara!" ucap Leon dengan patuh.


Tiara langsung pergi ke luar rumahnya, menunggu Leon di depan sana. Sedangkan Liam juga masih setia disana memperhatikan majikannya yang tampak cemas dan bingung, ya terlihat jelas jika Tiara sangat mencemaskan kondisi suaminya yang saat ini sedang dijadikan tawanan.


"Duh, semoga kamu baik-baik aja mas! Tunggu aku, aku akan bebasin kamu dari sana!" gumam Tiara.

__ADS_1


Tak lama kemudian, mobil yang ditumpangi Leon akhirnya tiba di rumah itu dan si pria bergegas turun untuk menemui Tiara disana. Sontak Tiara langsung beralih menatap wajah Leon dengan melangkah mendekatinya, ekspresi paniknya itu membuat Leon seketika heran dan penasaran apa yang terjadi.


"Ini ada apa ya bu? Kenapa bu Tiara kelihatan seperti panik begitu?" tanya Leon dengan penuh heran.


"Jelas saya panik, suami saya sekarang sedang dalam bahaya. Kamu lihat saja bukti foto dan surat ini!" jawab Tiara sambil menunjukkan surat yang tadi diberikan seseorang padanya.


Tanpa basa-basi lagi, Leon mengambil surat itu dari tangan Tiara lalu melihat serta membaca isi di dalam sana. Leon sungguh terkejut dibuatnya, saat ini kondisi mantan bosnya itu sedang dalam bahaya dan sangat-sangat memperihatinkan. Leon pun tidak mempercayai itu, ia menyesal karena tidak bisa melindungi Galen dari orang-orang jahat itu.


"Gimana Leon, kamu bisa kan bantu saya selamatkan mas Galen? Saya sudah siapkan semua yang orang-orang itu minta, tapi saya khawatir kalau mereka hanya ingin menjebak saya. Untuk itu saya meminta bantuan kamu sekarang," ucap Tiara.


Leon mengangguk perlahan, "Baiklah bu, saya pasti akan bantu bu Tiara dalam misi penyelamatan pak Galen ini!" ucapnya lirih.


"Terimakasih Leon."


Setelahnya, Tiara pergi bersama Liam ke dalam mobilnya. Leon sendiri juga melakukan hal yang sama, pria itu melaju dengan mobilnya mengikuti kemana mobil Liam pergi. Tiara benar-benar berharap kalau Galen akan selamat saat ini, ia sudah tidak tahan lagi untuk bisa menemukannya.


β€’


β€’


Keenan yang sedang berada di dalam mobilnya dan tengah menuju rumah, tanpa sengaja melihat dua mobil yang tidak asing di matanya itu melaju dengan kecepatan tinggi melewatinya. Keenan pun terlihat penasaran dibuatnya, ia berpikir keras sampai akhirnya berhasil mengetahui siapa pemilik mobil yang tadi ia temui itu.


Ya Keenan tahu betul, bahwa itu merupakan mobil milik Nadira yang dahulu sering digunakan untuk menjalankan misi. Namun, Keenan heran mengapa Nadira melajukan mobilnya secepat itu dan apa yang membuatnya sampai seperti itu. Kini Keenan memilih menghentikan mobilnya sejenak, lalu berputar balik untuk mengejar mobil Nadira.


Keenan khawatir jika terjadi sesuatu pada Nadira nantinya, meski ia belum tahu apa yang hendak dilakukan Tiara saat ini. Keenan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi, berusaha mengikuti mobil Nadira yang sudah menjauh di depan sana. Akan tetapi, usahanya justru membuatnya hampir bertabrakan dengan mobil yang tiba-tiba muncul di depannya dari sebuah gang.


Ciiittt


Reflek Keenan menginjak rem secara mendadak, untungnya ia masih bisa menghentikan mobilnya sebelum terjadi tabrakan parah disana. Pria itu terlihat begitu panik, nafasnya tersengal-sengal dan sulit baginya untuk bisa menenangkan diri. Ia melihat ke depan, lalu mobil milik Nadira sudah tak tampak di matanya saat ini.


"Aaarrrgghhh sial! Saya jadi kehilangan jejak deh, gimana ini ya? Saya khawatir banget sama bu Nadira, beliau pasti sedang ada masalah!" gumam Keenan sembari memukul setirnya.


Disaat Keenan tengah marah-marah sendiri, pemilik mobil yang tadi nyaris ia tabrak itu keluar dari mobilnya dan tampak menghampirinya. Ternyata pengemudi mobil itu adalah seorang wanita, dan kini wanita itu terlihat begitu emosi padanya karena kejadian tadi yang nyaris membuatnya tertabrak.


Karena ingin bertanggung jawab dan menyelesaikan masalahnya, Keenan pun turun dari mobil untuk menemui wanita tersebut. Mereka saling berhadapan, tanpa banyak basa-basi wanita itu langsung saja menyampaikan amarahnya kepada Keenan dengan kalimat kasar.


"Heh! Lo punya mata gak sih, ha? Bisa-bisanya lu bawa mobil sekencang itu di jalan raya, hampir aja mobil lu tadi nabrak gue!" geram si cewek.


"I-i-iya mbak, saya minta maaf. Tadi saya sedang mengejar seseorang yang saya kenali, makanya saya melaju dengan kencang. Lagian mbak sendiri sih yang main masuk gitu aja, harusnya lihat kanan kiri dulu mbak!" ucap Keenan berusaha tenang.


"Mbak? Nama gue Cleo, dan gue ini baru lulus kuliah!" sentak si cewek.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...~~~...

__ADS_1


...ADA LOVE LINE BARU GUYS, KEENAN CLEO😘...


__ADS_2