
Anin menutup mulutnya dan menggeleng heran melihat kelakuan sahabatnya tersebut, ia sungguh bingung sebenarnya apa yang sedang dipikirkan Ciara sampai dia seperti itu. Namun, Anin juga tak bisa memaksa jika memang Ciara tidak ingin bercerita padanya. Akhirnya Anin memilih mengambil earphone miliknya dan memasang di telinga, sedangkan Ciara tampak fokus menatap pemandangan dari balik kaca bus itu.
Singkat cerita, perjalanan mereka akhirnya usai setelah mereka tiba di sebuah tempat perkemahan yang dekat dengan hutan liar. Rombongan sekolah itu pun turun dari bus masing-masing, termasuk Ciara dan juga teman-temannya. Mereka tampak sangat menikmati pemandangan disana, bahkan ada yang sampai menghirup udara segar di tempat itu secara brutal sangking segarnya.
Ciara sendiri begitu nyaman berada disana, dan lagi ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti acara kemah seperti ini setelah beberapa waktu yang lalu harus gagal. Anin serta Cleo pun mendekati gadis itu, merangkulnya bersamaan sambil tersenyum lebar dan sesekali menggoda Ciara yang sedang asyik melamun. Rupanya mereka tahu kalau sedang ada yang dipikirkan oleh gadis itu saat ini, sebab sikapnya seolah berbeda.
"Ci, gimana nih perasaan lu sekarang begitu kita sampai disini? Keren gak sih tempat kemping kita ini?" tanya Anin penuh semangat.
Ciara tersenyum dibuatnya, "Keren banget! Gue gak nyesel ikut kesini, lagian bosan juga lah kalau kita cuma ada di lingkungan sekolah terus. Yang kayak gini emang perlu buat refreshing," jawabnya.
"Bener banget lu!" ujar Anin.
"AYO AYO SEMUA, BARIS DISINI KUMPUL SESUAI KELAS MASING-MASING!" teriakan itu membuyarkan momen mereka bertiga.
Ya Ciara, Anin dan juga Cleo pun sama-sama bergegas menuju barisan kelas mereka. Disana mereka diberi instruksi apa-apa saja yang akan mereka lakukan selama perkemahan ini berlangsung, tak lupa para wali kelas juga memberikan arahan serta pembagian kelompok untuk mendirikan tenda.
Dan sialnya, Ciara harus terpisah dari kedua temannya itu. Justru Ciara dikelompokkan dengan Hanum, Kania, Elma dan juga beberapa siswi lainnya yang berjumlah enam orang. Karena dalam satu kelas terdapat sebelas perempuan, maka dari itu wali kelas membagi dua kelompok untuk mereka saat ini. Hanya saja Ciara merasa jengkel lantaran tidak bisa sekelompok dengan teman-temannya.
"Yah Ci, kita gak satu tenda lagi. Gue jadi khawatir deh sama lu, soalnya lu kan sekelompok sama si Hanum itu. Gimana kalau dia nyakitin lu lagi ya?" ucap Anin cemas.
"Iya Ci, gue juga cemas sama lu. Apa gak bisa ditukar gitu ya pesertanya? Ya minimal gue deh yang gantiin posisi lu," sahut Cleo.
"Guys, udah lah kalian gausah khawatir begitu! Hanum kan udah berubah, dia gak kayak dulu lagi. Aku percaya kok kalau dia bakal baik-baik aja sama aku," ucap Ciara santai.
"Huft, oke deh kalo emang lu berpikir begitu!" ucap Anin pasrah.
Tak lama kemudian, Hanum bersama rombongannya datang menghampiri mereka dan menyapa Ciara disertai senyum manisnya. Sontak ketiga gadis itu menoleh bersamaan ke arahnya, ada rasa benci di dalam hati Anin serta Cleo begitu melihat Hanum di depan mata mereka. Akan tetapi, mereka terpaksa harus menahan emosi karena tidak ingin membuat keributan disana.
__ADS_1
"Hai Ciara! Kita satu kelompok tenda nih, yuk langsung aja ngumpul disana dan cari tempat yang bagus!" ucap Hanum dengan lembut.
"Eee..." Ciara terlihat gugup dan sebenarnya ragu untuk pergi bersama Hanum, karena ia juga khawatir Hanum belum berubah seratus persen.
"Heh Hanum! Awas ya kalo lu berani sakitin Ciara lagi kayak waktu itu, gue gak bakal tinggal diam dan gue pastiin lu akan kena batunya!" sela Anin.
Hanum tersenyum santai mendengarnya, "Iya Nin, lu tenang aja kali! Gue itu kan udah jadi sahabatnya Ciara, jadi gue gak akan apa-apain dia dong," ucapnya lembut.
"Bagus deh, gue pegang kata-kata lu itu!" ucap Anin.
Setelahnya, Ciara memutuskan ikut bersama Hanum dan yang lainnya untuk mendirikan tenda di tempat yang sesuai. Mereka berpisah dengan Anin serta Cleo disana, jujur saja Ciara agak gugup karena ini merupakan kali pertama ia dekat dengan Hanum setelah peristiwa kala itu. Tapi untungnya, Hanum mampu bersikap baik dan merangkul Ciara untuk membuat gadis itu lebih tenang.
•
•
Seno bersama dua orang temannya yang biasa dipanggil Alif dan Amy itu tampak tengah mengatur sesuatu untuk mengisi kegiatan mereka hari ini, sebagai pembuka di acara kemah yang sangat dinanti-nantikan itu. Tentunya Ciara serta yang lain sangat berharap adanya sebuah kegiatan yang mengasyikan, agar kali ini tak membosankan.
"Ya semua, gimana nih udah pada kumpul semua kan? Tendanya udah jadi dong ya? Capek gak?" ujar Seno menyapa juniornya itu.
"Enggak dong kak, cuma begini mah kecil buat kita!" jawab Hanum mewakili.
"Hahaha, baguslah. Soalnya sekarang kita mau main games nih buat seru-seruan," ucap Seno tersenyum.
"Hore asyik!!" sontak semua murid kelas itu langsung berteriak serempak mendengar perkataan Seno.
Termasuk Ciara juga tampak amat antusias mendengarnya, ia sudah tidak sabar ingin segera mengikuti permainan yang dijanjikan oleh Seno. Melihat gadis itu tersenyum bahagia, membuat Seno tak dapat mengalihkan pandangan darinya. Jujur saja Seno amat senang melihat gadisnya tersenyum lebar seperti itu, rasanya ia sungguh tidak bisa lepas dari memandang Ciara saat ini.
__ADS_1
"Eee kak, emang kita mau main games apa?" tanya Hanum tiba-tiba.
"Hah? Oh iya iya, jadi kita akan main perkelompok. Kalian sudah pada dibagi dong kelompoknya? Jadi, gue disini gak akan membagi kelompok lagi. Kita pakai aja kelompok yang sekarang, okay?" ucap Seno sambil terus memandangi Ciara.
"Oke kak!" jawab mereka serempak.
"Nah, gamenya itu mudah banget guys. Kalian cuma perlu kumpulin bendera yang udah kita sebar tadi selama kalian bikin tenda dan makan siang, bendera itu tuh ada di jalur sekitar hutan ini," ucap Amy.
"Iya begitu, nantinya kalian tinggal cari dan kumpulin bendera sesuai warna tim kalian. Gue bakal minta kalian buat suit atau apalah itu buat tentuin siapa yang berhak pilih warnanya nih disini, ada kuning hijau biru sama merah," ucap Seno.
"Gimana? Ngerti gak?" tanya Alif berteriak.
"Ngerti!!" lagi-lagi jawaban kompak dari kelas Ciara membuat Seno dan teman-temannya makin bersemangat.
Lalu, masing-masing ketua kelompok pun berkumpul dan melakukan hompimpa serta suit untuk menentukan siapa yang berhak memilih warna tim. Kebetulan jumlah tim kali ini ada empat, dan masing-masing berisi enam serta lima orang. Hanum yang mewakili kelompok Ciara berhasil menjadi yang pertama memilih, dan sesuai kesepakatan Hanum pun memilih warna biru.
Setelah semua warna didapatkan, kini para kelompok itu mulai bersiap-siap untuk melakukan permainan. Ciara, Hanum, Kania, Elma, Susi serta Ayu telah bersiap dengan tugas mereka masing-masing. Peta yang diserahkan Seno tadi pun dipegang oleh Hanum selaku ketua kelompok, mereka semua percaya kalau Hanum bisa memimpin kelompok itu dengan baik.
"Ciara, semangat!" ucap Anin menatap Ciara di sebelahnya sambil menyemangatinya.
Ciara pun mengangguk disertai senyuman, "Kamu juga ya, kita lihat siapa yang menang nanti!" ucapnya dengan antusias.
Anin hanya membalas ucapan Ciara dengan senyuman, lalu kemudian aba-aba diberikan oleh Seno serta teman-temannya untuk memulai permainan itu. Tak lupa Seno juga sudah menjelaskan aturan permainan serta larangan yang tentu tidak boleh dilakukan oleh tiap kelompok, setelah itu barulah permainan dimulai dan semua kelompok langsung berlari ke dalam hutan.
"Semoga kamu menang Ciara! Karena saya suka sekali lihat senyuman kamu itu, saya selalu doakan kamu!" gumam Seno dalam hati sambil menahan senyumnya.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...