Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 165. Gimana caranya?


__ADS_3

Cyra masih ada di lorong dekat kelasnya bersama Davin yang tadi tanpa sengaja ia tabrak, gadis itu memang belum bisa pergi karena ia amat penasaran dan masih menunggu jawaban dari Davin mengenai identitas pria itu. Cyra sungguh heran mengapa bisa Davin bekerja disana sebagai guru, padahal sebelum ini Cyra sama sekali tak pernah bertemu dengan Davin di sekolahnya atau dimanapun itu.


Davin sendiri merasa senang dengan rasa penasaran yang menghantui Cyra, dengan begini maka pria itu bisa memiliki lebih banyak waktu untuk berduaan bersama gadis yang ia sukai itu. Apalagi, Davin tahu bahwa Cyra adalah putri dari Ciara alias wanita yang masih ia cintai sampai sekarang. Davin tak ingin menyakiti Cyra, justru pria itu ingin memiliki Cyra dan menjadikan Cyra sebagai ratu di hatinya saat ini.


"Om, ayo dong om jelasin ke aku! Kenapa om bisa jadi guru disini, terus sejak kapan coba om jadi guru di sekolah aku ini? Kalau udah lama, kok aku gak pernah lihat om ya sebelumnya?" ucap Cyra.


Davin geleng-geleng perlahan mendengar pertanyaan yang diajukan Cyra, begitu banyak sampai membuat Davin bingung menjawabnya. Ya pria itu tahu kalau Cyra memang gadis yang bawel dan banyak ingin tahu, sehingga ia harus sabar dalam menghadapi tingkah gadis itu. Cyra mewarisi sikap mamanya dulu, yang membuat Davin amat mengagumi gadis tersebut saat ini.


"Kamu tenang dulu Cyra, saya akan jelaskan semua ke kamu sampai kamu ngerti dan supaya kamu gak banyak tanya lagi!" ucap Davin.


"Nah gitu dong om, ayo cerita sama aku sekarang! Aku udah penasaran banget tahu, kepo nih aku!" pinta Cyra sembari menggeser posisi duduknya menjadi lebih dekat dengan Davin disana.


Davin tak habis pikir dengan sikap Cyra saat ini, ya gadis itu malah mendekat ke arahnya dan terus menempel sambil menatapnya. Davin sampai kesulitan untuk menelan saliva nya kali ini, bersentuhan secara langsung dengan Cyra sudah berhasil membuat gairah di dalam dirinya memuncak dan meronta-ronta ingin keluar.


Jika saja saat ini mereka tidak sedang berada di sekolah, bukan suatu hal yang mustahil apabila Davin ingin menyantap tubuh Cyra. Akan tetapi, Davin harus menahan semua keinginannya itu demi bisa meyakinkan pihak sekolah bahwa ia adalah guru yang baik dan benar. Dengan begitu, akan lebih mudah baginya untuk mendekati Cyra dari dalam.


Cyra sendiri tak menyadari niat buruk yang ada di hati Davin, dengan sengaja gadis itu malah berulang kali mencolek pipi Davin serta lengannya untuk meminta jawaban dari pria itu. Ya Cyra masih sangat penasaran dan ingin tahu apa yang bisa membuat Davin menjadi guru disana, karena sebelum ini Cyra tak pernah melihat Davin sama sekali.


"Tuh mana katanya mau cerita? Tapi ini malah diam lagi sambil bengong, bingung kan aku jadinya sama om Davin ini!" ucap Cyra merengut kesal.


Davin tersenyum saja dan mengacak-acak rambut Cyra sampai berantakan, sontak Cyra tak terima dan melayangkan protes kepada Davin karena telah melakukan itu. Namun bukannya merasa bersalah, Davin justru terkekeh dan menertawakan ekspresi Cyra serta penampilan gadis itu saat ini yang terlihat sangat menggemaskan.


"Ish, gak lucu tau om! Aku benci sama om kalo kayak gini, buruan dong om jawab pertanyaan aku! Aku pengen tahu loh, kepo nih!" rengek Cyra.


"Iya iya Cyra, ini saya kasih tahu deh. Saya itu jadi guru disini baru-baru ini, belum lama kok. Wajar kamu gak pernah lihat saya, karena ini juga hari pertama saya dinas disini," jawab Davin.


"Hah? Ya ampun om, tinggal jawab gitu aja susah amat sih daritadi! Aku hampir gila loh gara-gara om diem terus kayak gitu, ternyata jawabannya simpel!" ucap Cyra kesal.


"Ahaha, makanya kamu gausah terlalu kepo jadi anak! Emang kenapa sih kamu pengen tahu banget soal itu, hm?" ucap Davin heran.

__ADS_1


"Ya gapapa kepo aja, apa salahnya aku pengen tahu tentang guru aku? Kan kali aja gitu om bukan guru disini, tapi ngaku-ngaku. Nanti bisa aku laporin sama kepala sekolah biar om diusir," ucap Cyra.


"Heh sembarangan! Saya tuh guru bahasa Inggris disini, kamu harus hormat sama saya!" ujar Davin.


Cyra mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti, namun kemudian Davin meraih telapak tangan gadis itu dan memaksanya mencium tangannya. Cyra kali ini mengerti dengan maksud Davin, ya tanpa banyak bicara lagi Cyra segera mencium punggung tangan Davin sebagai tanda hormatnya sesuai permintaan dari pria itu tadi.


"Kayak gitu ya om? Cium tangan kan?" tanya Cyra memastikan.


Davin mengangguk kecil, "Ya benar, sekarang kamu masuk kelas gih! Ada pelajaran saya kan hari ini?" ucapnya.


"Eh, om ngajar di kelas aku juga?" kaget Cyra.


Davin kembali manggut-manggut sambil tersenyum seringai, yang membuat Cyra merasa bingung dan tak tahu harus apa. Pasalnya, Libra tadi sudah mengingatkan Cyra untuk menjauh dari Davin dan tidak boleh berdekatan dengan pria itu lagi. Namun, kali ini Davin malah menjadi guru di sekolahnya dan mengajar juga di kelasnya nanti.


"Huft, aku harus gimana dong sekarang? Kata papa aku gak boleh dekat sama om Davin, tapi ini om Davin malah jadi guru aku?" batin Cyra kebingungan.




Apalagi, Davin juga mengajar bahasa Inggris di kelasnya dan membuat mereka bisa semakin berdekatan walau tanpa disengaja. Cyra tentu tak tahu harus berbuat apa, karena tidak mungkin ia akan bolos setiap kali pelajaran Davin. Ya itu bisa saja membuat nilainya menurun, lalu yang paling buruk adalah tidak naik kelas.


Cyra membuka keran air dan membasuh mukanya dengan air yang mengalir, ia menatap cermin di hadapannya dengan wajah bingung sambil berpikir keras. Rasanya ia tidak bisa menuruti permintaan sang ayah untuk menjauh dari Davin, setelah semua yang terjadi di sekolah kali ini dan menyatakan bahwa Davin adalah guru barunya.


Gadis itu benar-benar dibuat pusing dengan semua kejadian yang ada di hidupnya, ia heran mengapa harus muncul sosok Davin yang membuat dirinya merasa semakin bingung. Ia juga masih tak mengerti apa penyebab mama dan papanya melarang ia dekat dengan Davin, padahal ia yakin orangtuanya itu belum pernah bertemu Davin.


"Aku harus apa sekarang ya? Om Davin ternyata guru bahasa inggris aku disini, terus apa yang bisa aku lakuin sekarang buat jauhin dia? Aku pasti bakal ketemu terus deh sama dia disini," gumam Cyra.


Cyra tak henti-hentinya membasuh wajahnya dengan air untuk mendinginkan kepalanya, ia masih kecil tetapi kepalanya saat ini sudah terasa amat pusing. Ya Cyra juga bingung mengapa ini semua harus terjadi pada dirinya, padahal ia hanya ingin menikmati hidup layaknya anak remaja pada umumnya di luar-luar sana.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ada seseorang yang masuk ke dalam toilet itu juga dan menghampiri Cyra disana. Tentu saja Cyra merasa terkejut dengan kehadiran orang lain di dalam toilet tersebut, seketika Cyra segera menghapus air matanya agar tidak ada yang tahu kalau ia habis menangis karena bingung tak mengerti dengan hidup yang ia jalani saat ini.


"Eh ada Cyra ternyata, lu ngapain disini dah? Ah jangan-jangan bolos ya, parah emang lu sukanya bolos mulu nih!" ucap seorang wanita bernama Celo yang seperti meledeknya.


"Eee bukan begitu Celo, aku abis izin buang air kecil kok," ucap Cyra dengan santai.


Gadis bernama Celo itu manggut-manggut saja, nyatanya ia tidak percaya sama sekali pada penjelasan yang dilontarkan Cyra. Ya Celo memang sangat tidak menyukai Cyra, bahkan selama ini bisa dibilang ia selalu membencinya. Apapun yang Cyra lakukan, Celo selalu merasa bahwa Cyra hanya ingin mencari perhatian dari para lelaki di sekitarnya.


"Oh gitu, omong-omong gue masih bingung deh sama lu. Sebenarnya lu lagi ngincer siapa sih di sekolah ini, ha? Kok gue lihat-lihat, belakangan ini lu selalu caper ke setiap cowok di sekolah. Murahan banget sih lu jadi cewek!" cibir Celo.


Deg


Cyra tersentak mendengar kata-kata yang dilontarkan Celo barusan, rasanya gadis itu teramat kesal dan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Celo. Namun, Cyra tak mungkin berbuat sesuatu yang buruk saat ini karena mereka masih berada di area lingkungan sekolah dan Cyra harus menjaga sikap selama berada disana.


"Tolong ya Celo, kamu gausah cari gara-gara sama aku! Semua yang kamu katakan itu gak benar, jadi kamu jangan asal bicara!" sentak Cyra.


Celo menyeringai, "Pake ngelak segala lagi, emang dasar cewek murahan! Gue tuh heran deh sama lu, kenapa sih lu selalu godain setiap cowok yang ada di sekolah?" ujarnya meledek gadis itu.


"Cukup Celo! Aku gak pernah tuh godain cowok seperti yang kamu bilang," elak Cyra.


Celo semakin merasa muak dengan jawaban Cyra, kini ia melangkah melewati tubuh Cyra dan mengambil gayung dari dalam toilet. Tanpa diduga, Celo menyiram air tepat pada wajah Cyra sampai membuat Cyra basah kuyup. Cyra terkejut bukan main, seolah tak percaya dengan apa yang baru saja dilakukan Celo padanya.


"Hahaha, rasain tuh dasar cewek murah! Lo itu jangan kegatelan jadi cewek, gini kan akibatnya!" ucap Celo dengan tegas.


"Kamu tuh kenapa sih Celo? Apa salah aku sama kamu coba sampai kamu terus aja begini ke aku?" tanya Cyra.


"Lo nanya salah lu apa? Nih gue jelasin ya sama lu, semua ini terjadi gara-gara sikap caper lu itu yang bikin gue gak suka sama lu!" sentak Celo.


Cyra hanya bisa terdiam sembari memandangi wajah Celo, rahangnya gemetar dan emosi mulai menguasai tubuhnya. Cyra benar-benar tidak terima diperlakukan seperti ini, karena ia bukan wanita seperti yang dikatakan oleh Celo.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2