
Davin belum berhenti memaksa Cyra untuk mau menjawab semua pertanyaan darinya, ia tak bisa percaya begitu saja pada apa yang dikatakan Cyra tadi padanya. Pasalnya, sikap Cyra seolah menunjukkan kalau gadis itu takut dengannya dan ingin menghindar darinya. Davin tentu saja merasa bingung, karena ia tak merasa pernah melakukan kesalahan pada Cyra sebelum ini dimanapun.
Cyra yang terus-terusan dicecar mulai merasa muak dan jengkel, ia berhasil menghentak tangannya dan lepas dari cengkraman pria itu. Lalu tanpa banyak berpikir, Cyra pun memutuskan untuk segera pergi dari sana dan berlari menuju pintu keluar. Tapi tetap saja ia gagal, sebab Davin bergerak lebih cepat dibanding dirinya. Ya kini Davin pun kembali meraih lengan gadis itu, digenggam lah dengan lebih kuat.
"Ish, lepasin saya pak! Bapak jangan macam-macam sama saya, ini di sekolah loh! Saya bisa laporin bapak ke kepala sekolah atas tuduhan pelecehan, lepasin saya pak!" sentak Cyra mengancam.
"Diam kamu Cyra! Saya gak ada niatan jahat ke kamu, tapi kamu malah terus menghindar dari saya. Apa salah saya sama kamu, Cyra? kenapa kamu gak mau jawab pertanyaan simpel saya itu daritadi?" ucap Davin tak kalah tegas.
"Bapak gak bisa paksa saya kayak gitu, lepasin saya pak! Saya punya hak untuk menjauh atau enggak dari bapak," tegas Cyra.
Tentu saja Davin tak mau menurut dengan apa yang dikatakan Cyra, ia malah semakin mencengkram kuat lengan gadis itu dan tak mengizinkan Cyra untuk pergi dari sana. Usaha Cyra untuk melepaskan diri pun tak berhasil, sebab tenaganya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Davin.
__ADS_1
"Kamu harus jawab pertanyaan saya, Cyra! Sekarang ayo duduk kembali, jangan bikin saya bertindak kasar sama kamu!" ucap Davin.
Cyra terkejut mendengarnya, tindakan Davin saat ini sudah semakin kurang ajar dan berani. Ia tak menyangka kalau Davin bisa melakukan ini padanya, apalagi mengancam akan bertindak kasar jika ia tidak mau menuruti perintahnya. Cyra pun menggeleng pelan, pasalnya Davin terlihat sangat berbeda dibanding sebelumnya.
"Pak, bapak kenapa sih jadi beda kayak gini? Perasaan sebelumnya bapak gak pernah tuh berani paksa saya, apalagi ancam saya. Kenapa coba bapak jadi kasar begini sama saya?" sentak Cyra.
"Kamu yang bikin saya kayak gini Cyra, karena kamu selalu aja gak mau jawab pertanyaan saya!" ucap Davin.
"Gak akan Cyra, itu gak akan terjadi!" tegas Davin.
Cyra benar-benar bingung saat ini, entah apa lagi yang harus ia lakukan untuk bisa lepas dari Davin dan keluar dari ruangan itu. Kekuatan Davin sungguh luar biasa, membuat Cyra kesulitan dan tak bisa melakukan apa-apa lagi. Davin juga memaksa Cyra untuk kembali duduk di tempatnya, namun Cyra terus tetap menolak dan berontak.
__ADS_1
TOK TOK TOK....
"Permisi pak, pak Davin! Bapak ada di dalam kan?" tiba-tiba saja, ketukan pintu terdengar dibarengi dengan suara seorang lelaki.
Baik Davin maupun Cyra sama-sama terkejut, mereka kompak membulatkan matanya dan bingung siapa orang yang ada di depan sana. Davin juga terlihat panik, ia khawatir kalau orang itu akan memergoki dirinya yang tengah bertindak kasar dan memaksa Cyra untuk tetap bersamanya.
"Siapa itu? Gimana ini? Bisa-bisa saya ketahuan kalau saya lagi paksa Cyra, gawat nih. Saya harus apa ya?" gumam Davin di dalam hatinya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1