Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 80. Malunya


__ADS_3

Hari sudah malam, namun tampak Nadira serta Gavin telah bersiap untuk pergi menjenguk orang tua dari wanita itu yang sedang sakit. Ya sore tadi Nadira baru mendapat kabar dari Rojali, kalau ternyata sang ibu alias Sulastri tengah sakit dan sangat ingin bertemu dengan Nadira. Karena begitu khawatir, Nadira memutuskan langsung berangkat malam ini bersama suaminya menjenguk sang ibu disana.


Ciara pun terpaksa harus kembali ditinggal oleh orangtuanya itu, sebenarnya ia ingin ikut tetapi Nadira serta Gavin tak mengizinkan sebab Ciara masih harus bersekolah besok. Akhirnya Ciara menurut, meski kini di rumah ia hanya sendiri lantaran Libra memilih menetap di apartemennya. Gadis itu turut mengantar mama serta papanya sampai ke depan, melambai ke arah mereka disertai senyum lebar dan ucapan selamat tinggal.


Setelah kedua orangtuanya pergi, Ciara langsung kembali ke dalam rumahnya dan menatap sekeliling sembari menghembuskan nafas. Suasana disana begitu sepi, karena memang hanya ada dirinya seorang. Ya sebenarnya ada beberapa pekerja juga di rumah itu, tetapi mereka ditempatkan sendiri di area belakang sehingga Ciara benar-benar sendiri di dalam rumah yang sangat besar itu.


"Huft, ngapain ya enaknya kalo sendirian gini? Bosen banget tau gak ada siapa-siapa, mau ajak temen tapi udah malem. Anin sama Cleo pasti udah pada istirahat deh, gak mungkin mereka mau temenin aku disini sekarang!" gumam Ciara.


Akhirnya gadis itu terduduk di sofa, berpikir keras apa kiranya yang bisa ia lakukan saat ini untuk mengusir kebosanan. Tak butuh waktu lama, Ciara kembali beranjak dari sofanya dan pergi ke atas untuk mengambil speaker miliknya. Gadis itu berencana menyetel musik dan menikmati malam yang indah ini meski hanya seorang diri, ya ia pun membawa speakernya dan menaruhnya di meja.


"Nah, waktunya party deh walau sendirian!" ucap Ciara sambil menyetel musik dengan keras.


Ya Ciara pun mulai berjoget ria di ruang bawah rumahnya itu, ia tak perduli lagi pada rasa malu karena disana memang tidak ada siapa-siapa. Tak lupa Ciara juga mengambil beberapa botol minuman yang ia simpan di kulkas, menenggaknya satu persatu sambil asyik berjoget menikmati alunan musik yang menggema cukup keras itu.


Tanpa disadari olehnya, Libra yang baru datang tak sengaja menyaksikan momen indah tersebut. Pria itu tersenyum saja melihatnya, ia memilih diam dan menikmati jogetan indah sang kekasih yang jarang dapat ia saksikan itu. Ya selama ini Libra mengenal Ciara sebagai cocok gadis yang kalem, tapi ternyata jika sendirian gadis itu dapat bertindak di luar nalar.


"Ciara makin seksi aja kalo lagi joget gitu, semoga dia gak sadar deh ada saya disini!" gumam Libra di dalam hatinya sambil menahan senyum.


Saat sedang asyik berjoget dan berputar-putar, Ciara akhirnya menyadari keberadaan pamannya itu. Sontak Ciara tampak sangat panik kali ini, langsung saja ia mematikan musiknya dan menatap wajah Libra dengan mata terbuka lebar. Ia tak menyangka jika pamannya itu bisa datang kesana, lalu memergokinya tengah berjoget ria disana.


"O-om Libra??" lirih Ciara dengan mulut menganga.


"Hai!" pria itu menyapa sembari melambaikan tangannya, memberikan senyuman merekah yang justru membuat Ciara makin merasa gugup.


"Om, ngapain sih om kesini? Terus kenapa diam aja coba? Om sengaja ya ngintipin aku?" ujar Ciara.


"Hah? Aku gak ada niatan buat ngintip kamu sayang, tadi kebetulan aja aku masuk terus lihat kamu lagi asyik joget. Aku mau panggil kamu, tapi rasanya sayang kalau kamu berhenti joget," ucap Libra.


"Ish, tuh kan emang dasar om mesum! Lagian ngapain coba om pake datang kesini? Emang siapa yang minta?" geram Ciara.

__ADS_1


"Mama kamu tadi telpon, katanya kamu sendirian di rumah karena mama kamu mau pulang kampung. Yaudah, terus aku diminta kesini buat temenin kamu loh sayang," ucap Libra menjelaskan.


"Bohong!" sentak Ciara tak percaya.


Libra terkekeh, kemudian bergerak maju mendekati Ciara yang masih berdiam diri disana. Perlahan pria itu menyentuh wajah Ciara dengan dua tangannya, membuat nafas gadis itu tak karuan karena gugup saat bertatapan dari jarak dekat dengan sang kekasih. Libra pun memajukan wajahnya, saat itu juga Ciara terpejam dengan jantung yang berdetak kencang seolah tahu apa yang akan terjadi.


"Aku sayang banget sama kamu, Ciara!" namun, nyatanya Libra malah memeluk Ciara dan menaruh wajahnya di bahu gadis itu.


Sontak Ciara membuka matanya, berusaha menenangkan diri walau rasanya ia sangat malu. Ya tadinya Ciara mengira Libra akan menciumnya, tapi ternyata dugaannya itu salah. Akhirnya Ciara hanya bisa terdiam, membiarkan Libra melakukan yang dia inginkan tanpa berkata apa-apa. Sepertinya Libra sengaja mempermainkan Ciara, karena dia ingin tahu bagaimana reaksi gadisnya itu nanti.


"Hey, kamu kok diam aja sih? Masih marah ya gara-gara aku mergokin kamu tadi?" tanya Libra.


"Tau ah, om nyebelin dasar! Ngapain sih om kesini? Om itu ganggu aku aja tau, padahal aku baru mau pesta seru-seruan!" cibir Ciara.


"Oh kamu mau pesta? It's okay, kita bisa pesta berdua kok sayang," ucap Libra.


"Ih aku gak mau, nanti yang ada om malah ngajakin aku berbuat mesum!" ujar Ciara dengan ketus.


Deg


Ciara melotot seketika, lalu melepaskan diri dari pelukan Libra dan berlari menaiki tangga. Tentunya Libra tak tinggal diam, ia mengejar gadis itu sampai ke kamarnya dan berduaan disana dengan pintu yang terkunci. Tak ada kegiatan panas kali ini, sebab keduanya hanya bercanda ria serta mengobrol sampai membuat Ciara pusing sendiri.




Keesokan harinya, Ciara terbangun karena merasakan sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya kali ini. Ketika ia membuka mata, sontak ia langsung terkejut karena ternyata itu adalah ulah Libra yang tengah menikmati bibirnya. Namun, Ciara tak memberontak ataupun berteriak lantaran ia juga senang mendapat ciuman di pagi hari ini.


Saat Libra juga membuka matanya, senyum terukir di bibirnya begitu menyadari Ciara telah terbangun. Lalu, bukannya berhenti pria itu malah menambah intensitas ciumannya sembari menekan tengkuk sang gadis. Tak lupa Libra memaksa Ciara membuka mulutnya, sehingga terjadilah adu lidah disana dengan posisi Libra yang menindih Ciara.

__ADS_1


"Mmhhh..." lirihan Ciara terdengar saat Libra dengan sengaja menekan area d4d4nya dengan lembut.


Libra mengakhiri ciumannya, lalu beralih ke leher jenjang sang gadis. Ia sesap dan meninggalkan jejak disana tanpa sepengetahuan Ciara, belum pernah Ciara mendapatkan itu dari Libra sebelumnya sehingga dia tak melakukan protes. Barulah setelah puas, kini Libra bangkit dan menatap wajah Ciara sambil mengusapnya lembut disertai senyuman.


"Morning honey, how was your sleep?" tanya Libra dengan lirih sambil kembali merebahkan tubuhnya di atas Ciara dan terus mengecupi pipinya.


"Fine, before you wake me up like that." Ciara menjawab dengan ketus dan wajah kesalnya.


"Ahaha, aku minta maaf honey. Abisnya kamu dibangunin pake cara biasa susah banget sih, yaudah deh aku terpaksa cium kamu. Terus bibir kamu juga menggoda sih," ujar Libra.


"Alasan, bilang aja kamu mesum! Udah ah awas, tubuh kamu itu berat tau!" ucap Ciara.


"Kamu harus terbiasa sayang, nanti kan kalau kita udah nikah aku bakal terus tindih kamu kayak gini!" ucap Libra tersenyum seringai.


"Nyenyenye..."


Ciara tampak kesal dan mencibirkan bibirnya sampai membuat Libra gemas, akhirnya pertempuran bibir serta lidah mereka kembali terjadi di kamar itu. Bahkan, kali ini terasa lebih panas dan membara. Ya karena Libra turut melepas baju tidur Ciara dan memainkan puncaknya, hingga Ciara merasakan sesuatu yang basah di bawah sana.


Sesudah selesai dengan aktivitas panasnya, Ciara beranjak dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Libra diminta keluar karena Ciara tidak ingin pria itu mengintipnya, tanpa berlama-lama gadis itu segera membuka seluruh pakaiannya sampai tak bersisa. Namun, ia cukup terkejut saat menatap cermin dan melihat tanda merah di lehernya.


"Hah ini apa? Kapan coba adanya? Perasaan semalam masih baik-baik aja deh," gumam Ciara terus merasa heran.


Saat ia mengingat kejadian dimana Libra bermain di area lehernya, gadis itu sontak berpikir bahwa Libra lah pelakunya. Ia pun berteriak keras melampiaskan emosinya, bagaimana mungkin ia bisa bersekolah dengan kondisi seperti ini? Pastinya akan banyak murid di sekolah yang meledeknya, jika mereka melihat tanda tersebut di lehernya.


"OM LIBRAAA!!!"


Suara teriakan itu terdengar oleh Libra, seketika ia terkekeh karena mengira Ciara telah mengetahui tanda merah buatannya itu. Namun, Libra terlihat santai saja dan terus berjalan menuruni tangga. Ia pun menunggu Ciara di meja makan, sambil terus membayangkan aktivitas paginya yang indah dan bergairah itu, meski ia tak mendapat pelepasan.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...♥️...


__ADS_2