Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 174. Galen mengancam


__ADS_3

Askha tampak kebingungan lantaran Cyra belum juga kembali dari membeli makanan di kantin, padahal menurutnya seharusnya Cyra tak sampai pergi selama ini. Askha pun merasa khawatir, ia cemas jika terjadi sesuatu pada Cyra yang membuat gadis itu tidak bisa kembali kesana. Akhirnya Askha memutuskan untuk menyusul Cyra ke kantin, ia ingin memastikan sendiri apakah Cyra ada disana.


Sesampainya di kantin, Askha terkejut melihat Cyra ternyata tengah bersama Davin dan terlihat cukup asyik berbincang sambil tertawa riang. Askha menggeleng perlahan kali ini, ia tak percaya kalau Cyra bisa semakin akrab dengan Davin saat ini. Bahkan, Cyra sampai bisa tertawa seperti itu ketika bersama Davin dan membuat Askha begitu heran dengan apa yang terjadi pada sepupunya itu.


"Ini gak bisa dibiarin, om Libra sama tante Ciara udah titip pesan ke gue buat cegah Cyra dekat sama om-om itu! Kalau begini, bisa-bisa nanti gue dimarahin sama mereka lagi!" gumamnya.


Tanpa berpikir panjang, Askha langsung mendekat dan berniat menegur Cyra yang tampak begitu asyik mengobrol bersama Davin disana. Askha tidak ingin Cyra mendapat hukuman dari orangtuanya, apalagi jika mereka tahu kalau Cyra semakin dekat dengan Davin. Untuk itu, Askha pun meminta Cyra menjauh dari Davin sekarang juga.


"Cyra, lu ini lagi ngapain sih? Lu lupa ya sama niat awal lu datang kesini? Lu itu disuruh sama tante Ciara buat beli makanan, kenapa malah lama banget gak balik-balik? Gue sama tante Ciara itu udah nungguin lu daritadi tau," tegur Askha.


"Eh kak Askha, maaf kak! Iya itu makanannya udah dipesen kok, cuma belum jadi aja. Kamu sabar dulu dong!" ucap Cyra tampak cemas.


Askha melirik sekilas ke arah Davin dan kemudian menarik tangan Cyra begitu saja, ia memaksa Cyra untuk bangkit dari tempat duduknya serta mencengkram kuat lengan gadis itu. Sontak Cyra merintih kesakitan, dia juga meminta Askha melepaskan tangannya sambil meronta-ronta seolah tak menyukai tindakan kasar Askha padanya.


"Ish, kak Askha apaan sih? Jangan main tarik tangan aku gitu aja dong, sakit tau! Emang kamu mau kalo tangan aku copot nanti?" protes Cyra.


"Sssttt, diam lu Cyra! Ayo lu ikut gue aja, kita duduk di tempat lain!" paksa Askha.


"Hah? Tapi kenapa? Aku maunya disini aja sama pak Davin, lagian gak sopan tau kak main tinggalin orang gitu aja. Apalagi, pak Davin ini guru di sekolah aku!" ucap Cyra.


"Iya gue tahu, tapi lu harus ingat pesan orang tua lu!" ucap Askha.


Seketika Cyra terdiam mendengar ucapan kakak sepupunya tersebut, ia teringat dengan permintaan sang ayah yang menyuruhnya menjauh dari Davin. Namun, ia sendiri juga tak tahu kenapa setiap kali berada di dekat Davin ia selalu merasa nyaman. Kini Cyra pun memalingkan wajahnya, ia merasa tidak tega jika harus meninggalkan Davin saat ini.

__ADS_1


"Cyra, sudah tidak apa-apa kalau memang kamu ingin pergi bersama kakak kamu itu. Saya juga nanti mau menjenguk papa kamu kok, jadi kamu gak perlu khawatir ya Cyra!" ucap Davin tersenyum lebar.


"I-i-iya pak, nanti kita bareng-bareng aja ke ruangan papa. Aku yakin pasti papa dan mama bakal senang banget ketemu sama pak Davin!" ucap Cyra.


"Ya Cyra, saya juga gak sabar." Davin terus memandang wajah gadis itu disertai senyuman yang seolah tidak dapat ia hentikan.


Akhirnya Cyra memilih ikut bersama Askha kali ini, mereka pun meninggalkan Davin begitu saja disana dengan Askha yang menarik tangan Cyra serta meminta Cyra duduk bersamanya di tempat lain yang tersedia.




Sementara itu, Galen berhasil mencegah Tiara sebelum wanita itu masuk ke dalam ruangannya. Seketika Tiara terkejut melihat keberadaan Galen disana, apalagi Galen tampak memberikan senyum seringainya disertai tatapan yang aneh. Tiara pun curiga kalau ada sesuatu yang direncanakan pria itu, namun ia belum tahu apa itu.


"Ada apa kamu berdiri di depan ruangan aku, mas?" tanya Tiara dengan ketus.


Galen tersenyum dibuatnya, "Hahaha, aku masih gak nyangka sih Tiara. Aku kira kamu perempuan baik-baik loh, tapi nyatanya kamu juga suka godain laki-laki yang udah beristri," ucapnya mengejek.


"Apa maksud kamu? Jangan sembarangan ya kalo bicara, aku gak pernah begitu!" elak Tiara.


"Sudahlah Tiara! Kamu kira aku gak tahu, ha? Aku lihat sendiri kok tadi waktu kamu sama pak Adrian duduk berdua di taman," cibir Galen.


Deg

__ADS_1


Tiara terkejut dan tak menyangka jika ternyata Galen benar-benar ada di tempat tadi, ia pun tampak bingung saat ini karena pastinya Galen akan terus menuduhnya yang tidak-tidak. Padahal, nyatanya bukan Tiara yang mengajak atau menggoda Adrian. Justru Adrian lah yang memaksa Tiara untuk bicara berdua dengannya, meski ia telah menolaknya.


"Kamu salah kira mas, aku gak pernah menggoda pak Adrian! Kamu jangan sebar gosip yang gak benar ini ke orang-orang!" sentak Tiara.


"Oh ya? Kenapa aku harus percaya sama kamu, hm? Aku sih gak yakin ya, buktinya tadi aja kalian kelihatan dekat banget. Apa aku kasih tahu aja soal ini ke bu Salma ya?" ancam Galen.


Kembali Tiara benar-benar terkejut saat ini, apa yang dikatakan Galen sungguh tidak pernah terpikirkan olehnya. Ia khawatir jika Galen memang akan memberitahu soal itu kepada Salma, maka pasti bisa saja terjadi kesalahpahaman nantinya. Tiara tak mau itu terjadi, sebab ia masih ingin bekerja disana demi bisa menghidupi anak semata wayangnya.


"Ka-kamu jangan macam-macam, mas! Aku mohon sama kamu, aku ini gak pernah godain pak Adrian! Tadi kami cuma bicara aja disana, jadi kamu jangan ngira yang aneh-aneh!" ucap Tiara dengan tegas.


"Aku punya buktinya Tiara, saat pak Adrian pegang tangan kamu. Lihat ini, mana ada orang yang sudah beristri berani melakukan ini ke perempuan lain? Ini sama saja dengan selingkuh Tiara, dan kamu adalah pelakornya disini!" ucap Galen.


Tiara terbelalak lebar saat melihat foto yang ditunjukkan oleh Galen, ia tak mengira kalau Galen telah memfoto momen dirinya ketika berada di taman bersama Adrian. Kini Tiara dibuat semakin bingung, apalagi tampak jelas kalau Adrian tengah memegang tangannya dan mereka juga duduk secara berdekatan.


"Dengan bukti ini, aku yakin bu Salma akan lebih percaya sama aku dibanding kamu, Tiara!" ucap Galen disertai senyum seringainya.


"Mau kamu itu apa sih, mas? Kenapa kamu selalu ganggu hidup aku?" tanya Tiara tampak kesal.


Galen tersenyum lebar, "Sudah jelas Tiara, aku hanya menginginkan anakku. Aku mau Askha tinggal sama aku mulai sekarang," jawabnya.


"Apa??" Tiara terkejut bukan main mendengarnya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2