Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 185. Kekesalan Ciara


__ADS_3

Ciara dan Galen kompak melotot lebar ketika melihat Davin ada di depan pagar rumah itu, bahkan Davin dengan santainya memanggil nama Cyra dan meminta Cyra menghampirinya. Tentu saja Ciara amat tak menyukai itu, apalagi ia tahu kalau Davin bukanlah orang yang baik. Ciara tak mau jika Davin akan melakukan hal yang sama pada putrinya nanti, itulah sebabnya ia melarang Cyra mendekati Davin.


Kini Ciara menatap tajam ke arah putrinya, saat melihat Davin memegang ponsel milik gadis itu tentunya Ciara sudah dapat menebak dengan siapa Cyra pulang tadi. Ciara pun meraih satu tangan Cyra, menarik gadis itu ke dekatnya dan bermaksud untuk menanyakan hal itu padanya. Namun, Cyra terlihat gugup dan begitu ketakutan serta tidak berani menatap wajah mamanya yang begitu seram kali ini.


"Cyra, jawab mama! Apa kamu tadi pulang diantar sama om Davin, ha?" ucap Ciara bertanya dengan tegas dan lantang.


Cyra hanya terdiam, ia sungguh bingung dan rasanya ia benar-benar gugup saat ini. Cengkraman mamanya semakin kuat, membuat Cyra juga tak bisa melakukan apa-apa. Rasa sakit di tangannya itu tak berarti, karena yang ia pikirkan adalah bagaimana cara untuk menjelaskan pada mamanya. Apalagi, Ciara tampak sangat emosi dan menunggu jawaban darinya.


"Ciara, sabar ya sayang! Kamu jangan tekan Cyra terlalu keras kayak gini, beri dia kesempatan buat jelasin semua ke kamu! Lepasin tangan dia ya Ciara, kasihan loh Cyra!" ucap Galen membujuk adiknya.


"Tapi kak, dia udah bohong sama aku! Dia bilang kalau dia diantar Askha, tapi nyatanya apa? Hp dia aja ketinggalan sama om Davin loh," sentak Ciara.

__ADS_1


"Ma-maaf mama!" Cyra terisak kali ini.


Ciara menggeleng pelan dan tampak begitu kesal dengan kelakuan putrinya, ia tak menyangka kalau Cyra masih saja berdekatan dengan Davin kali ini. Padahal, Ciara sudah berulang kali meminta Cyra untuk menjauh dari Davin. Kini Ciara pun menarik dan menggenggam erat lengan putrinya, betapa kesalnya ia pada sikap Cyra yang sulit diberitahu.


"Kamu dengerin mama, sekarang kamu masuk ke dalam! Biar mama sama om Galen yang temuin guru kamu itu, sana cepat masuk!" titah Ciara.


"I-i-iya ma..." Cyra mengangguk setuju, lalu melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Om, kenapa sih om Davin masih deketin anak aku? Bukannya aku udah pernah bilang ya sama om, kalau om harus jauhi Cyra!" ucap Ciara menegur pamannya yang sangat ia benci itu.


Davin tersenyum dengan santai, ia malah menyodorkan ponsel milik Cyra ke arah Ciara dan membuat wanita itu menatap penuh heran. Ciara pun meraih ponsel itu, lalu tampak jengkel lantaran Davin malah mengabaikan kata-katanya. Ya sepertinya Davin memang tidak perduli dengan ucapan Ciara, karena ia tak akan mungkin menjauh dari Cyra yang merupakan gadis kesukaannya.

__ADS_1


"Itu tidak akan pernah terjadi, Ciara sayang. Kamu gak perlu khawatir, karena saya tidak akan menyakiti Cyra kok!" ucap Davin.


"Om Davin!" Ciara menggeram kesal, dan hendak menghampiri pamannya itu.


Namun, tangan Galen lebih dulu mencengkram lengannya dan menahan adiknya itu agar tidak mendekati Davin. Galen hanya tidak ingin Ciara terluka, sebab ia tahu jika Ciara saat ini sangat emosi akibat perkataan Davin. Untung saja Ciara mau menurut, sehingga Galen tidak perlu susah-susah untuk membujuk adiknya itu.


"Kamu harus bisa terima ini Ciara, karena saya sangat menyayangi anak kamu itu!" batin Davin.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2