Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 230. Untung saja


__ADS_3

Cyra dan Rila benar-benar dibuat syok dan panik ketika tiba-tiba sosok Gio sudah berada di depan mereka kali ini, apalagi senyum seringai khas dari pria itu terlihat begitu menyeramkan. Cyra pun tak bisa membayangkan jika nantinya ia harus tinggal bersama pria itu, apalagi melayaninya sepanjang hari. Bisa saja miliknya di bawah sana rusak nanti jika terus-menerus dihajar oleh Gio, membayangkan itu saja sudah membuat semakin ketakutan saat ini.


Gio terus berjalan perlahan mendekati kedua gadis yang sedang ketakutan di depan sana, ia tersenyum puas karena berhasil mengejar Cyra yang ternyata belum pergi jauh dari area hotel itu. Tentu saja ini sebuah keberuntungan bagi dirinya, karena ia begitu mengagumi sosok Cyra dan ingin segera memiliki gadis itu setelah ia membayar cukup banyak kepada Rila beberapa saat lalu.


"Kalian ini penipu ya? Mau coba-coba nipu saya, hm? Apa kalian gak tahu saya ini siapa? Saya itu bukan orang sembarangan, saya bisa saja laporkan kalian ke polisi nanti!" ucap Gio mengancam.


"Dih, kamu sadar diri dong! Kamu itu mau beli aku dari teman aku ini, itu kan termasuk tindakan yang kriminal. Aku juga bisa laporin balik kalian berdua nanti, jangan kamu kira aku takut ya sama ancaman kamu!" ucap Cyra dengan tegas.


"Ohh, kamu berani menantang saya ya? Okay, kamu silahkan aja kabur dari sini kalau memang kamu berani!" ucap Gio.


"Cih, siapa takut?" tantang Cyra.


Gio tersenyum tipis ketika Cyra menggandeng tangan Rila dan mengajak sahabatnya itu pergi dari sana, sesaat kemudian Gio pun berhasil meraih lengan Cyra dan menggenggamnya dengan kuat. Sontak Cyra terkejut, ia tak mengira Gio akan bertindak seperti itu kepadanya.


"Ih lepasin, jangan gila ya kamu! Lepasin aku, aku teriak nih supaya kamu bisa dihajar sama orang-orang yang ada disini!" ucap Cyra ketakutan.


"Silahkan, teriak aja kalau kamu mau! Saya tidak akan melepaskan kamu Cyra," ucap Gio.


Cyra benar-benar ketakutan kali ini, ia panik dan tentu tidak ingin jika Gio kembali membawanya ke dalam kamar hotel. Cyra pun berusaha keras untuk melepaskan diri dari genggaman tangan Gio yang cukup kuat, karena ia harus bisa lepas dari sana dan melaporkan kejahatan Rila serta Gio yang sudah menjual dirinya tanpa sepengetahuannya.


"Gio!!" tiba-tiba saja, teriakan lantang dari arah belakang mengejutkan mereka.


Ketiganya sama-sama menoleh ke asal suara, saat itu juga Cyra terperangah ketika melihat pamannya ada disana. Ya orang yang memanggil Gio barusan adalah Faiz, sehingga Cyra sangat bingung dan hanya bisa menggeleng perlahan setelah menyadari bahwa pamannya ternyata mengenal sosok Gio.


"Faiz, lu ngapain nyusulin gue kesini? Tadi kan gue dah bilang, gue ada urusan penting sebentar. Lu tunggu aja di tempat yang lain!" ucap Gio.


"Bentar dulu, sebenarnya urusan lu apaan sih? Kok lu bisa sama Cyra?" tanya Faiz begitu penasaran.


Gio terkejut mendengarnya, "Hah? Lo kenal sama cewek ini? Kok bisa sih?" ujarnya terheran-heran seolah tak percaya.


"Jelas lah, Cyra ini cewek gue bro." Faiz menjawab sembari menarik tangan gadis itu.


Baik itu Cyra maupun Gio sama-sama terkejut mendengar pernyataan yang dilontarkan Faiz, apalagi kali ini Faiz tersenyum ke arahnya dan mendekap Cyra cukup erat. Cyra tak tahu harus bersikap bagaimana saat ini, ia senang sekaligus bingung saat Faiz memeluknya.

__ADS_1


"Lo kenapa bengong gitu bro, gak percaya kalau Cyra cewek gue? Lo tanya aja langsung ke dia, pasti jawabannya sama!" ucap Faiz kembali.


"Hah apa??" Cyra tersentak dibuatnya.


Faiz mengeratkan pelukannya dan mengecup pipi gadis itu, ia sengaja menunjukkan keromantisan antara dirinya dan Cyra di depan Gio saat ini karena ia tahu kalau pria itu pasti akan cemburu. Apalagi, jelas sekali ia lihat tadi saat Gio menggenggam tangan Cyra sebelum ia datang kesana.


"Iya Cyra sayang, benar kan yang aku bilang tadi? Kita ini pacaran kan?" ucap Faiz.


"Eee i-i-iya..." Cyra sangat gugup kali ini.


"Ohh, gue baru tau loh kalo lu udah punya pacar. Berarti lu sukanya sama cewek-cewek muda kayak Cyra gini ya?" celetuk Gio.


"Ya jelas, yaudah ya bro gue pergi dulu sama Cyra?" pamit Faiz disertai senyumnya.


Gio mengangguk saja tanpa bisa berbuat apapun, ia sebenarnya ingin marah dan memaki-maki Faiz karena ia merasa telah ditipu oleh Cyra maupun Rila. Ya Gio tentu merasa rugi saat ini, apalagi ia sudah mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Namun, ia malah gagal mendapatkan Cyra yang ia ketahui sebagai kekasih dari Faiz.


Setelah Faiz pergi membawa Cyra menjauh, kini Rila berniat ikut pergi juga dari sana demi menghindari Gio. Tapi sebelum itu sempat terjadi, Gio lebih dulu mencekal lengan Rila dan memberi tatapan tajam ke arahnya. Gio tak akan membiarkan Rila pergi begitu saja, karena gadis itu telah menipunya.


"Mau kemana kamu? Urusan kita belum selesai," ucap Gio dengan dingin.




"Om, tadi itu temannya om Faiz ya? Kok bisa sih om temenan sama orang kayak dia? Apa jangan-jangan om ini juga suka mesum ya?" tanya Cyra.


"Heh sembarangan! Sejak kapan aku mesum coba, ha? Ngaco aja kamu!" elak Faiz.


"Ya buktinya om temenan sama orang mesum kayak dia, berarti kan om sama aja tuh sama dia. Udah deh lepasin aku, aku jadi takut sama om Faiz sekarang!" ucap Cyra coba melepaskan diri.


"Hm, iya deh aku lepasin nih. Tapi asal kamu tau Cyra, aku itu gak begitu!" ucap Faiz membela diri.


Cyra memutar bola matanya dan menghela nafas singkat ketika Faiz berkata seperti itu, kini ia telah dilepaskan oleh pria itu dan melangkah menjauh. Namun, tampaknya Cyra juga ragu untuk pergi dari sana seorang diri mengingat Gio bisa saja akan menyusulnya kembali.

__ADS_1


"Kalo gitu sekarang om anterin aku dong pergi dari sini, aku takut ketemu sama si Gio Gio itu lagi!" pinta Cyra pada pamannya.


Faiz tersenyum dibuatnya, "Ahaha, tadi aja ngatain aku mesum kayak si Gio. Eh sekarang malah minta dianterin sama aku, dasar plin-plan kamu tuh! Lagian aku masih bingung deh, kok kamu bisa sama si Gio sih tadi?" ujarnya kebingungan.


"Eee nanti aku ceritain sama kamu di jalan, sekarang anterin aku dulu ya om!" ucap Cyra.


Faiz menggeleng perlahan, lalu kembali mendekat ke arah Cyra dan merangkulnya sembari memberi usapan lembut pada puncak kepalanya. Cyra terdiam saja memandangi wajah sang paman, karena ia juga merasa nyaman saat Faiz melakukan itu padanya.


"Aku bakal anterin kamu, tapi sebelum itu kita makan dulu yuk! Aku laper nih, kamu harus mau temenin aku sekalian traktir aku!" ucap Faiz.


"Hah? Masa aku yang traktir kamu sih? Kamu itu cowok loh, gak malu apa?" protes Cyra.


"Kenapa? Apa salahnya kalau kamu yang traktir aku, hm? Anggap aja ini sebagai tanda terimakasih kamu ke aku, karena aku udah bantu kamu waktu kamu dicekal Gio tadi," ucap Faiz tersenyum menyeringai.


"Ish, iya deh iya. Ayo buruan kita cari tempat makan dekat sini, tapi awas loh kalo kamu minta makan yang mahal-mahal!" ucap Cyra cemberut.


Faiz tersenyum lebar dan mencubit gemas hidung serta pipi gadis itu, lalu ia kembali melangkah bersama Cyra menuju tempat makan yang ada di dekat sana. Cyra menurut saja dengan pamannya itu karena ia tak memiliki pilihan lain, meski sepanjang jalan gadis itu terus saja merengut mengingat uang miliknya hanya tersisa sedikit saat ini.


Saat sampai di dalam restoran, Cyra serta Faiz pun terduduk berdampingan pada tempat yang tersedia. Gadis itu terlihat kebingungan ketika melihat banyak orang-orang berduit di sekitarnya, ia mengira kalau restoran itu adalah tempat yang berkelas dan pasti harga makanan disana akan sangat mahal.


Akan tetapi, Faiz kemudian menenangkan gadis itu dan mengatakan kalau semua yang tadi ia minta padanya hanyalah candaan. Ya tentu tak mungkin Faiz benar-benar meminta ditraktir olehnya, karena bagaimanapun Faiz tahu bahwa Cyra masih bersekolah dan tidak mungkin bisa memiliki uang yang cukup untuk mentraktirnya.


"Kamu gausah khawatir, aku yang nanti bakal bayar semua makanan kita. Sekarang kamu cerita dulu soal kenapa kamu bisa sama Gio tadi!" ucap Faiz.


"Umm, ya aku juga gak tahu awal mulanya gimana om. Soalnya tiba-tiba aja si Gio itu datang ke kamar hotel aku, sewaktu aku baru mau beresin barang punya aku disana," ucap Cyra.


"Oalah, kok bisa gitu sih dia masuk kamar kamu?" tanya Faiz keheranan.


"Iya om, ternyata dia bilang kalau dia udah beli aku dari teman aku yang tadi ada disana. Aku langsung syok banget waktu itu," jawab Cyra.


Deg


Betapa syoknya Faiz mendengar kata-kata sang ponakan, ia sampai melotot seolah tak percaya jika ada teman yang setega itu menjual temannya sendiri kepada pria asing.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2