
Cup!
"Malam ini kamu nikmat banget, aku puas sama goyangan kamu sayang!"
Ucapan sensual itu diucapkan oleh Galen yang baru saja menuntaskan permainan panasnya bersama seorang wanita cantik yang ia sewa untuk memuaskan dirinya malam ini, tak lupa Galen mengecup serta menjilat keringat yang menempel di kening wanita itu sembari memainkan bagian tubuh milik si wanita penghibur tersebut.
Wanita itu hanya tersenyum seraya mengatur nafasnya, baru saja ia selesai dihujam berulang kali oleh Galen yang memang telah lama menyimpan tenaganya itu. Sejak Tiara melahirkan putra mereka, Galen pun terpaksa mencari kepuasan di luar bersama wanita lain karena tidak mungkin ia memaksa Tiara untuk memuaskannya.
Akan tetapi, hal itu justru menjadi candu bagi Galen yang seolah ingin terus melakukannya bersama wanita tersebut. Terhitung sudah puluhan kali ia mengulanginya, padahal kala itu ia berjanji hanya akan menyewa wanita malam selama Tiara masih dalam proses penyembuhannya. Hanya saja, kenikmatan yang diberikan si wanita mampu membuat Galen ketagihan hingga kini.
"Sama-sama sayang, kamu juga nikmat kok. Makin jago aja kamu goyang aku tadi, aku sampai kewalahan kayak gini loh. Luar biasa kamu Galen, istri kamu pasti selalu puas deh!" ujar si wanita.
Galen sontak terdiam begitu mendengar kata 'istri' yang disebutkan oleh si wanita, ia langsung mendekati wajah wanita itu dan mencengkram lehernya dengan kuat sembari mengancamnya untuk tidak membawa nama istrinya dikala mereka tengah bersenggama seperti sekarang ini.
"Hey, jangan pernah kamu sebut-sebut nama istri aku itu lagi disaat kita sedang bersenang-senang sayang! Aku gak mau acara kita ini terganggu, aku harap kamu paham soal itu!" pinta Galen.
"It's okay, apapun yang kamu minta akan aku turuti Galen. Aku ini kan sekarang milik kamu, jadi kamu bebas minta apapun sayang!" ucap si wanita.
"Ya Jessica, itu memang tugas kamu. Kalau begitu, aku harus pulang sekarang. Maaf ya, aku gak bisa temenin kamu sampai pagi dan menginap disini seperti kemarin! Tapi mungkin, lusa aku bakal nginep disini lagi kok," ucap Galen pamitan.
Wanita bernama Jessica itu mengangguk paham, "Iya sayang, kamu boleh pulang kok. Tapi, jangan lupa biaya malam ini langsung ditransfer ke rekening aku ya sayang!" ucapnya.
"Pasti." Galen manggut-manggut perlahan.
Lalu, pria itu pun tampak membenarkan pakaiannya seperti semula dan memakainya kembali. Ia juga beranjak dari atas tubuh Jessica, dan bersiap untuk pergi saat itu juga. Sedangkan Jessica terlihat tersenyum memandangi Galen dari posisinya, wanita itu juga masih bertubuh polos dan belum berniat untuk memakai pakaiannya.
"Aku pergi ya, bye sayang! Good night!" ucap Galen sembari mengecup bibir Jessica sekilas.
Setelahnya, Galen langsung berbalik dan pergi dari apartemen milik wanita itu karena hari sudah malam dan ia tidak mau Tiara curiga padanya jika ia terlambat pulang.
TOK TOK TOK...
Tak berselang lama, suara ketukan langsung muncul dari luar apartemen itu. Jessica sontak mengambil bathrobe miliknya dan memakainya, lalu turun dari ranjang untuk menghampiri seseorang di luar sana yang hendak bertemu.
"Iya sebentar!" teriak Jessica sembari melangkah ke dekat pintu.
Ceklek
Begitu pintu dibuka, Jessica langsung tersenyum karena ia melihat sosok lelaki yang ia tunggu-tunggu akhirnya tiba disana. Tanpa basa-basi lagi, wanita itu segera meminta si lelaki untuk masuk ke dalam apartemennya. Tentu saja lelaki itu tak menolak, dia malah dengan senang hati melangkah masuk bersama Jessica dan turut mengunci pintu.
"Gimana Jes, si cowok bodoh itu udah selesai puasin kamu?" tanya lelaki itu sambil terduduk di atas ranjang.
Jessica tersenyum lebar dan ikut duduk di sebelah lelaki itu dengan melipat kedua kakinya, gaya sensual yang ditunjukkannya itu memang seringkali membuat siapapun lelaki yang melihatnya akan merasa tergoda.
Namun, lelaki bernama Bagas di sebelahnya itu terlihat sudah kebal akan godaan yang diberikan oleh Jessica. Ya karena keduanya memang sudah seringkali seperti ini, bahkan tak jarang juga Bagas menginap di apartemen Jessica yang merupakan kekasih hatinya itu.
"Pastinya dong, dia sampai teriak-teriak keenakan sama aku tadi. Seandainya kamu dengar, pasti kamu bakalan terpesona juga deh," ucap Jessica.
__ADS_1
"Hm, itu bagus sayang. Kita terus manfaatkan dia untuk keuangan kita, sampai suatu saat nanti kita bongkar kebusukan dia ini di depan keluarganya. Pasti bakalan pecah banget," ucap Bagas.
"Itu dia yang aku tunggu-tunggu sayang, setelah itu pastinya kita bisa meraup keuntungan yang sangat besar dari Galen!" ucap Jessica.
Keduanya saling tersenyum dan menatap wajah satu sama lain, Bagas bahkan merangkul kekasihnya itu sembari mengecupi kening serta kedua pipi Jessica dengan lembut. Akhirnya Bagas membawa wanita itu ke ranjang, menindihnya dan kembali melakukan aktivitas panas yang luar biasa sampai membuat keduanya lemas bersama.
•
•
Sementara itu, Galen baru tiba di rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamarnya menemui sang istri yang tengah menidurkan putra mereka. Ya Galen tersenyum melihat istrinya ada disana, ia pun bergerak menghampiri wanita itu dan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba. Endusan di area lehernya, membuat Tiara harus menggigit bibir bawahnya menahan suara yang hendak keluar.
Tiara terkejut sekali dengan perlakuan tiba-tiba dari suaminya itu, bahkan ia tak menyadari kehadiran Galen disana karena memang pria itu tidak mengucap kata apapun. Galen lalu melepas pelukannya, membiarkan Tiara memutar badan menatap ke arahnya dengan wajah bingung serta kesal karena tingkah usil Galen tadi.
"Mas, kamu tuh ya kalau datang gak pernah ngomong dulu malah langsung peluk-peluk aku kayak gitu! Kamu itu abis dari luar, sana kamu ke kamar mandi dulu!" kesal Tiara.
Galen tersenyum dibuatnya, "Hehe, iya maaf sayang. Abisnya aku tergoda sama kamu sih, kan udah lama aku gak dapat jatah dari kamu. Boleh kali yang malam ini kita main, hm? Kamu udah siap kan buat puasin aku?" ucapnya menggoda sang istri.
"Iya nanti ya mas? Aku kan mau tidurin Askha dulu, kamu mending mandi aja dulu sana jangan mikirin begituan terus!" ucap Tiara merengut.
"Okay, aku mandi ya sayang? Padahal tadinya aku mau mandi bareng kamu," ucap Galen.
"Ish, mesum banget sih kamu mas! Ini ada Askha loh disini, kamu gak malu apa? Udah sana mandi, jangan aneh-aneh deh!" geram Tiara.
"Iya iya..."
Akhirnya Galen pergi ke kamar mandi dengan handuk yang ia bawa dan perasaan jengkel di wajahnya, pria itu terus mendengus kesal sembari mengumpat di dalam hatinya. Bagi Galen, harusnya Tiara tidak boleh menolak apa yang ia inginkan dan wanita itu seharusnya lebih mementingkan dirinya dibanding segalanya, termasuk anak mereka.
Setelah proses mandi selesai, Galen keluar dari kamar mandi mengenakan handuk yang melilit di bagian bawahnya. Pria itu melihat ke arah Tiara, lalu berusaha mendekatinya dan menggoda wanita itu agar mau memuaskannya. Meski Galen tahu, kini Tiara masih berusaha menidurkan Askha yang sulit sekali untuk memejamkan mata.
"Sayang, ayo dong kita main sekarang yuk! Aku udah gak tahan banget nih, please!" bujuk Galen.
Tiara langsung menatap wajah suaminya dengan jengah, "Mas, kamu gak lihat apa Askha belum tidur nih sampai sekarang? Bisa-bisanya kamu masih maksa ajak aku begituan," ucapnya kesal.
"Haish, terus kamu bisanya kapan sayang? Aku udah kepengen banget loh ini, kamu gak boleh nolak permintaan suami loh sayang!" ucap Galen.
"Ya aku tahu, tapi ini kan Askha masih melek. Kamu mau emang kalau dia ngeliat apa yang kita lakuin, hm? Kamu gak perduli ya sama anak kandung kamu sendiri?" ucap Tiara.
"Okay, aku gak maksa deh. Aku mau keluar aja," ucap Galen ketus.
Kini Galen mengambil pakaiannya dari dalam lemari, ia memakainya dengan cepat lalu segera keluar dari kamar itu dan pergi menuju ruang tengah. Pria itu pun terduduk di sofa sembari mengerutkan keningnya, ia harus bisa menahan diri untuk tidak meluapkan kekesalannya pada sang istri. Karena biar bagaimanapun, ia tak mau menyakiti atau bahkan melukai istrinya itu.
"Tenang Galen tenang! Kamu harus bisa tahan diri kamu, santai aja kalem! Kalau Tiara gak bisa turutin kemauan kamu, kan masih ada Jessica. Saya rasa dia itu lebih penurut dibanding Tiara," gumam Galen.
Setelahnya, Galen tampak mengambil minuman dari dalam kulkas dan membawanya ke sofa untuk dinikmati disana. Akan tetapi, tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata ada pesan yang masuk dari Jessica alias wanita penghiburnya. Galen pun melebarkan senyumnya, terlebih saat ia melihat bahwa wanita itu mengiriminya sebuah foto.
Saat Galen membukanya, betapa syok lelaki itu karena ternyata Jessica mengirimkan foto dirinya yang sedang telanjang alias tanpa busana apapun. Wanita itu berpose di atas ranjang sembari melebarkan kakinya, membuat gairah Galen makin mencuat. Apalagi ekspresi yang ditunjukkan Jessica dalam foto itu, membuat Galen semakin tak tahan.
__ADS_1
"Perfect, kalau begini sih saya gak mungkin bisa lepas dari kamu Jessica!" ucap Galen.
•
•
Hari berganti, dan kini Ciara serta Libra keluar dari kamar hotel mereka bersiap untuk melakukan liburan yang lainnya. Ya Ciara juga tampak memakai perhiasan yang dibelikan oleh Libra sebelumnya, wanita itu pun lebih ceria dibanding biasanya dan kini juga ia sudah mau menggandeng tangan suaminya itu. Tak seperti sebelum ini, yang mana Ciara terus saja cemberut karena kelakuan pria itu.
Disaat mereka hendak melangkah, tiba-tiba saja Gita juga turut keluar dari kamarnya saat ini. Ya wanita itu tampak menunjukkan dirinya di hadapan Ciara serta Libra, ia tersenyum lebar menyapa keduanya secara bergantian sembari melangkah ke dekat mereka. Tentu saja ini merupakan momen yang tidak diinginkan oleh Ciara, terlihat jelas wanita itu langsung cemberut begitu Gita muncul kali ini.
"Gita, kamu mau kemana pagi-pagi begini? Udah rapih aja kayak gitu lagi, mau jalan-jalan juga ya kayak kita berdua?" tanya Libra.
Gita tersenyum menatap wajah Libra, "Iya Libra, namanya juga kan aku kesini karena mau liburan. Masa iya aku malah diam di hotel aja? Tapi sebelum itu, aku pengen sarapan dulu lah," jawabnya.
"Oh pas dong, ini aku sama Ciara juga mau sarapan di bawah. Kita bareng aja biar sekalian, kamu mau kan?" ucap Libra menawarkan diri.
"Eh gausah deh, aku sendiri aja. Nanti kalau aku gabung sama kalian, istri kamu gak nyaman lagi sama keberadaan aku. Aku juga gak mau ganggu kalian berdua kok," ucap Gita menolak.
"Loh, kamu itu gak pernah ganggu kita kok. Udah gapapa kita bareng aja sekalian, Ciara pasti gak keberatan!" ucap Libra.
Libra serta Gita kompak menatap ke arah Ciara seolah menantikan jawaban wanita itu, sontak Ciara langsung kebingungan dan tak tahu harus menjawab apa. Sejujurnya Ciara kesal dengan sikap suaminya, baru saja mereka berbaikan tetapi kini lelaki itu sudah membuatnya kembali jengkel dengan ajakan kepada Gita barusan.
"Ciara, beneran kamu gapapa nih kalau aku ikut sama kalian?" tanya Gita.
Ciara hanya diam saja kali ini tanpa menjawab apa-apa, ia melirik wajah suaminya seolah menunjukkan kekesalannya. Namun, Libra tak mengerti dengan itu dan malah senyum-senyum saja sembari mengusap wajah cantik istrinya. Sedangkan Gita sendiri tampak keheranan, dia bingung sebenarnya Ciara ingin atau tidak dirinya ikut bersama mereka.
"Eh omong-omong, itu kalungnya langsung kamu pakai ya? Wah cocok banget tuh sama kamu Ciara, makin cantik deh kamu dilihat-lihat!" ucap Gita begitu menyadari kalung permata di leher Ciara.
"I-i-iya, kamu tahu soal kalung ini?" tanya Ciara.
Gita mengangguk antusias, "Jelas dong tahu, itu kan kemarin Libra belinya bareng sama aku. Malahan aku sendiri yang usulin ke Libra," jawabnya.
"Apa? Ja-jadi ini kalung dibeli atas usul dari kamu?" Ciara terkejut mendengarnya.
Wanita itu kini menatap tajam ke arah Libra dengan wajah yang penuh amarah, ia tak menyangka jika Libra ternyata membeli kalung tersebut bersama dan atas usul dari Gita. Tentunya Ciara tak terima, bahkan ia juga tidak ingin memakai kalung itu juga tahu Gita lah yang mengusulkan Libra untuk membeli kalung tersebut.
"Mas, kenapa kamu gak bilang soal ini sebelumnya ke aku sih?" tanya Ciara pada suaminya.
"Eee emangnya kenapa ya sayang? Apa aku salah kalau aku minta usul dari Gita untuk beli hadiah buat kamu?" heran Libra.
Ciara menggeleng kesal, "Gak tahu ah mas, terserah kamu aja!" ucapnya ketus.
Setelah mengatakan itu, Ciara langsung berbalik dan masuk kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan jengkel. Sontak Libra terkejut, ia heran mengapa Ciara tiba-tiba marah seperti itu dan malah meninggalkannya disana. Lagi-lagi Libra dibuat tak mengerti dengan sikap Ciara yang mudah sekali berubah-ubah, sehingga pria itu pun mengusap wajahnya kasar dan berteriak penuh kekesalan.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1