Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 52. Kepergok


__ADS_3

Sesuai keinginannya tadi, Libra pun kini datang ke rumah Bella untuk mengecek kondisi gadis itu. Tanpa menunggu lama lagi, pria itu bergegas turun dari mobil dan berjalan memasuki area rumah tersebut. Libra sudah tidak bisa menahan rasa cemasnya saat ini, sebab ponsel Bella sulit sekali untuk dihubungi dan amat membuatnya khawatir.


Namun, langkah kakinya terhenti saat ia mendengar seperti suara rintihan wanita dari arah dalam rumah itu. Sontak Libra penasaran siapa yang bersuara seperti itu di dalam sana, karena yang ia tahu Bella hanya tinggal sendiri dan tidak membawa siapapun bersamanya. Maka dari itu, perlahan Libra coba mendekat untuk memastikan apakah itu adalah suara Bella atau justru orang lain.


"Ahhh ouuhhh mmhhh..."


Telinganya benar-benar tidak salah dengar, Libra yakin sekali kalau itu adalah suara Bella. Ya meski Libra belum pernah mendengar Bella merintih sebelumnya, baru kali ini lah Libra mengetahui jika Bella memiliki suara rintihan yang indah. Libra pun mengira bahwa Bella tengah memberi kepuasan pada dirinya sendiri disana, sebab Libra selalu menolak tiap kali gadis itu mengajaknya.


"Oh Bella, aku minta maaf ya sayang karena udah acuhin kamu? Aku janji gak akan begitu lagi, aku bakal bantu kamu!" ucap Libra lirih.


Disaat Libra hendak menyentuh gagang pintu, suara Bella bertambah keras dan membuat ia terpaksa mengurungkan niatnya karena terkejut. Apalagi kali ini suara Bella berbeda dari sebelumnya, ditambah ia seperti mendengar sahutan seorang lelaki dari dalam sana. Pikiran Libra pun semakin kacau, ia tak pernah mengira ini semua akan terjadi padanya.


"*Ouuhhh terusss sayaangg!!"


"Yeah baby, i'm coming ahh*!"


Begitulah suara yang membuat Libra menggeleng perlahan, tanpa menunggu percintaan mereka selesai Libra yang kesal langsung coba membuka pintu rumah tersebut. Akan tetapi, pintu itu terkunci dan tidak bisa dibuka olehnya. Libra tidak kehabisan akal, cepat-cepat ia menggedor pintu dan berusaha mendobraknya dengan menggunakan bahu.


"Bella, buka pintunya sayang! Ini aku Libra, aku mau ketemu sama kamu!" ucap Libra lantang.


Deg!


Tentu saja saat mendengar suara itu, Bella langsung panik dan kehilangan gairahnya yang sudah diujung itu. Begitu pula dengan sang lelaki yang masih berada di atasnya, mereka sama-sama panik karena tiba-tiba ada seorang lelaki yang mengetuk pintu rumah itu dan memaksa masuk ke dalam sana sambil terus berteriak memanggil nama Bella.


"Bel, itu suara siapa? Kamu kenal gak sama orangnya? Kata kamu main disini aman, ini kenapa kita malah kayak mau digrebek begini?" tanya si lelaki tampak panik.


"Libra, pasti itu Libra!" ucap Bella lirih.


"Hah? Libra siapa? Kamu kok gak kasih tahu apa-apa soal dia ke aku?" heran si lelaki.

__ADS_1


"Ah Libra!"


Bella yang panik langsung beranjak dari ranjang dan bahkan mendorong tubuh lelaki itu tanpa perasaan sedikitpun, ia bergegas memakai pakaiannya serta memastikan tidak ada yang akan membuat Libra curiga nanti. Bella tentu tak ingin Libra mengetahui perselingkuhannya dengan lelaki tersebut, semua itu ia lakukan hanya karena ingin melampiaskan hasratnya yang selalu memuncak.


"Dave, kamu cepat pake baju kamu dan sembunyi! Aku gak mau ya kalau pacar aku tau kamu ada disini," suruh Bella.


"Apa? Pacar?" pria bernama Dave itu sungguh terkejut, sebelumnya Bella tidak pernah mengatakan padanya kalau dia sudah memiliki kekasih.




Ceklek


Bella keluar membuka pintu setelah memakai pakaiannya dengan lengkap dan mengatur semua agar tak membuat Libra curiga, ia tersenyum ke arah lelaki itu sembari merapihkan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Meski begitu, Libra tetap saja tahu kalau kekasihnya itu memang habis bercinta.


"Dimana laki-laki itu?" tanya Libra yang langsung celingak-celinguk ke dalam dan berusaha menerobos masuk.


"Hah? Apa? Maksud kamu apa sih sayang? Laki-laki siapa?" ucap Bella pura-pura tidak tahu.


"Udah deh, kamu gausah sok gak tahu kayak gitu! Kasih tahu ke aku sekarang, dimana laki-laki itu dan bawa dia kesini!" sentak Libra.


"Sayang, tenang dulu! Aku beneran gak ngerti maksud kamu apa," ucap Bella ketakutan.


Libra yang kesal langsung menerobos masuk ke dalam rumah itu dan sedikit mendorong Bella, ia sudah tidak bisa sabar lagi karena baru saja ia memergoki kekasihnya bercinta dengan laki-laki lain yang ia sendiri tidak tahu siapa. Tentunya hati Libra terasa sakit hati kali ini, karena ia merasa sudah dikhianati oleh kekasihnya sendiri.


"WOI KELUAR KAMU! JANGAN SEMBUNYI!" Libra berteriak sangat kencang dan terus menyusuri area rumah itu sambil terus mencari-cari dimana laki-laki yang tadi bersama kekasihnya.


"Hey, jangan jadi pengecut! Sini kamu temui saya kalau berani!" teriak Libra kembali.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, Bella datang menyusul dan menarik lengan lelaki itu dari belakang saat dia hendak membuka pintu kamar mandi. Tentu saja Bella mengira jika Dave bersembunyi disana, maka dari itu Bella tidak ingin Libra mengetahui semuanya dan marah besar padanya.


"Sayang, kamu itu kenapa sih? Aku bingung loh sama sikap kamu," ujar Bella.


"Kamu gak perlu bohong lagi sama aku, tadi aku dengar jelas kok kalau ada suara laki-laki disini. Jadi, sebaiknya kamu tunjukin dimana dia sekarang!" ucap Libra bertambah emosi.


"Kamu tuh udah gak waras ya Libra? Buat apa aku sembunyiin laki-laki disini? Aku benar-benar bingung deh sama kamu, bisa-bisanya kamu tuduh aku yang enggak-enggak kayak gitu!" ucap Bella.


"Haish, aku gak percaya sama kamu!" tegas Libra.


Libra menghentak tangannya sampai membuat Bella terhuyung, lalu ia kembali bergerak dan membuka paksa pintu kamar mandi tersebut. Betapa terkejutnya ia, karena benar dugaannya bahwa disana ada sosok laki-laki yang tengah bersembunyi dengan bagian atas tak tertutupi apapun.


Sontak Libra menggelengkan kepalanya, ia menatap Bella yang tersungkur di lantai seolah tak percaya. Wanita yang dicintainya, ternyata justru melakukan hal sekeji itu di belakangnya. Padahal selama ini Libra sudah sangat menyayangi Bella, bahkan ia sampai tak tega menodainya.


"Ini yang kamu bilang gak ada siapa-siapa? Sekarang kamu mau bicara apa lagi, Bella? Mau ngelak gimana lagi kamu, hm?" ucap Libra dengan rahang bergetar dan mata berkaca-kaca.


Jujur, rasanya begitu sakit bagi Libra saat memergoki kekasihnya bersama lelaki lain. Apalagi mereka sampai berbuat hal yang menjijikkan seperti itu di belakangnya, entah sudah berapa kali mereka melakukan hal itu, Libra pun tak tahu. Namun, ia tidak memperdulikan itu karena di dalam hatinya kini berisi kebencian yang amat sangat.


"Sayang, kamu dengerin dulu penjelasan aku! A-aku gak selingkuh kok, dia cuma teman aku yang lagi mampir. Kamu percaya ya sama aku, jangan salah paham dulu!" Bella langsung menghampiri Libra dan merengek di dekatnya sambil menangis.


"Ah cukup! Kamu pikir aku percaya sama kata-kata kamu? Enggak! Mulai sekarang, kita putus!" bentak Libra dengan sangat emosi.


Deg!


Bella melotot dibuatnya, kata-kata Libra barusan adalah sebuah perkataan yang amat menyakiti hatinya. Tidak mungkin Bella bisa putus dari Libra, sebab ia sangat mencintai pria itu dan tidak mau berpisah darinya. Namun, Libra tak perduli dengan itu karena rasa bencinya sudah mengalahkan segalanya dan dia benar-benar tidak bisa melanjutkan kembali hubungan mereka saat ini.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2