Hasrat Liar Pamanku

Hasrat Liar Pamanku
Bab 81. Pengakuan


__ADS_3

4 bulan kemudian....


Ciara serta Libra baru menyelesaikan aktivitas panas mereka di apartemen pria itu, keduanya masih terbaring dengan nafas terengah-engah dan tubuh polos yang tertutupi selimut. Tampak Ciara menaruh sebelah tangannya di atas tubuh sang kekasih, menatap kecut wajah pria di dekatnya yang baru saja selesai memuaskan dirinya itu.


Libra pun tersadar bahwa ia tengah diperhatikan oleh gadisnya, ia bergegas menoleh lalu memposisikan tangannya melingkar di tubuh sang kekasih. Ia usap dengan lembut punggung mulus milik kekasihnya itu, kemudian bertanya apa yang membuat gadis itu merengut. Padahal tadi Ciara begitu aktif saat bermain dengannya, sampai gadis itu seolah tak ingin berhenti melakukannya.


"Ada apa honey? Kamu kurang mainnya, masih mau lagi?" tanya Libra dengan sensual.


Ciara menggeleng, "Bukan om, aku cuma heran aja sama om. Kapan sih om mau lamar aku? Jangan cuma jadiin aku pelampiasan n4fsu om aja dong! Aku kan juga butuh kepastian," ucapnya jengah.


"Kamu kok bicaranya gitu sih? Siapa yang jadiin kamu pelampiasan hasrat? Aku itu beneran cinta sama kamu, buktinya sampai detik ini aku juga belum berani jebolin perawan kamu kan. Kamu percaya dong sama aku!" ucap Libra.


"Emang kalau kayak gitu tandanya cinta ya om? Bukannya harusnya kalau cinta itu dijebol aja gapapa?" tanya Ciara dengan polosnya.


Libra terkekeh gemas melihat ekspresi gadisnya, "Duh, gemesin banget sih kamu! Aku gak mau ngelakuin itu sekarang sayang, biar lebih puas nanti pas kita udah nikah. Kalau aku jebolin sekarang, yang ada nanti pas nikah gak penasaran lagi dong?" ucapnya sembari mencubit pipi sang gadis.


"Iya sih, terus om kapan mau lamar aku? Bahkan bicara sama mama papa mengenai hubungan kita aja om gak berani, gimana om mau nikahin aku coba?" tanya Ciara.


"Sabar sayang! Ini juga aku lagi cari waktu yang tepat buat bicarakan hubungan kita," jawab Libra.


"Om mah ngomongnya begitu terus, tapi nyatanya sampai sekarang om belum juga tuh bicara sama mama atau papa," ucap Ciara cemberut.


"Hey, kamu percaya dong sama aku! Aku janji deh, gak lama lagi aku akan bilang ke mereka! Terus abis itu, aku langsung lamar kamu secara resmi," ucap Libra meyakinkan gadisnya.


Ciara tersenyum kali ini, Libra pun membawanya ke dalam pelukan yang hangat masih dengan tubuh polosnya. Sesaat kemudian, Ciara tersentak saat merasakan sesuatu yang tegang di bawah sana menyentuh area pahanya. Sontak Ciara mendongak sedikit menatap sang kekasih seolah bertanya, namun Libra malah tersenyum dan kembali mengecup puncak kepalanya lembut.


"Om, itunya om kok tegang lagi sih? Padahal kita cuma pelukan loh, emang dasar ya om mesum!" cibir Ciara.

__ADS_1


"Bagus deh kalau kamu ngerasa, bantu tidurin dia ya cantik!" ucap Libra sensual.


Bukannya menurut, Ciara justru mencubit pinggang kekasihnya itu berkali-kali sampai membuat sang empu meringis kesakitan. Akhirnya kebersamaan mereka diakhiri dengan saling menggelitik satu sama lain dan tertawa riang, sebelum kemudian keduanya masuk ke kamar mandi dan melakukan mandi bersama yang tentunya diiringi dengan kegiatan panas tanpa memasuki selanjutnya.




Malam harinya, Ciara serta Libra telah berkumpul di sebuah restoran yang mewah bersama Nadira, Gavin, Galen dan juga Tiara. Ya Libra sengaja mengumpulkan mereka semua malam ini, karena rencananya pria itu hendak melamar Ciara secara resmi di hadapan mereka. Tentunya hal itu ia lakukan tanpa sepengetahuan Ciara, sehingga Ciara mengira bahwa Libra hanya akan mengadakan makan malam bersama keluarganya kali ini.


Libra juga telah menyewa satu restoran ini, supaya tidak ada siapapun yang bisa mengganggunya. Intinya malam ini Libra ingin membuat Ciara resmi menjadi miliknya, meski ia agak ragu jika Nadira akan merestui hubungan mereka. Libra khawatir kalau nantinya ia malah malu sendiri di depan orang-orang itu, karena ia sendiri pun masih merasa tak pantas untuk bersama Ciara. Namun, rasa cinta pada gadis itu telah mengalahkan segalanya.


Di sela-sela aktivitas makan malam mereka, Libra tiba-tiba berdehem membuat semua orang di satu meja itu terkejut lalu menatap ke arahnya. Nadira sontak bertanya mewakili yang lainnya, namun Libra hanya tersenyum dengan mata melirik wajah Ciara yang juga terlihat keheranan. Lalu, Libra dengan santainya berdiri dari kursinya dan berjalan menuju tempat Ciara berada. Tentu saja Ciara merasa bingung, ia tak mengerti apa yang akan pamannya lakukan saat ini.


"Om, om mau apa?" tanya Ciara dengan jantung yang berdebar kencang tak karuan dibuatnya.


"Mbak, mas. Aku itu sengaja undang kalian untuk makan malam kali ini, karena aku mau kasih tahu sesuatu ke kalian," ucap Libra.


Deg


Ciara terkejut mendengar itu, ia sudah cemas jika Libra ingin mengatakan mengenai hubungan mereka kepada orangtuanya. Terlebih disana juga ada Galen, yang selama ini selalu menaruh perhatian berlebih padanya. Tentunya Ciara khawatir jika nantinya Galen akan emosi pada Libra, lalu terjadi pertikaian diantara mereka yang tidak diinginkan oleh Ciara.


"Kasih tahu apa, Libra?" tanya Nadira penasaran.


"Iya mbak, aku ini jatuh cinta sama anak mbak yang cantik ini. Aku sudah lama memendam perasaan aku mbak, tapi kali ini aku rasa adalah waktu yang pas buat aku menyampaikan semuanya," jawab Libra seraya tersenyum menatap wajah gadisnya.


"Apa??" semua disana kompak terkejut mendengar pengakuan dari Libra, tak ada yang menyangka sebelumnya jika Libra menyukai Ciara.

__ADS_1


"Kamu serius Libra? Kamu suka sama Ciara anak mbak?" tanya Nadira hendak memastikan.


Libra mengangguk tanpa ragu, "Betul mbak, bahkan kami juga sudah menjalin hubungan selama ini. Aku dan Ciara pacaran mbak," jawabnya.


"Hah??"


Galen langsung bangkit dari tempat duduknya, membuat suasana disana tegang seketika. Ciara pun tampak sangat panik, ia khawatir akan ada keributan hanya karena pengakuan Libra. Bahkan Libra sendiri juga amat khawatir, tapi meski begitu Libra berusaha tetap tenang karena ia rasa tidak ada waktu lain untuk mengungkap semuanya.


"Jadi, selama ini kamu bilang mau jagain Ciara itu cuma omong kosong ya om? Padahal nyatanya kamu malah pacarin Ciara, huh dasar!" geram Galen.


"Eee Galen, a-aku ngelakuin itu juga karena aku cinta sama Ciara. Tapi, aku beneran kok jagain dia. Aku gak pernah sama sekali menyakiti dia, kamu bisa percaya sama aku Galen!" ucap Libra lirih.


"Iya kak, om Libra yang selama ini lindungi aku dari kejahatan om Davin," sahut Ciara.


Nadira tiba-tiba menyela obrolan mereka untuk meredam ketegangan, "Sudah sudah, kalian gak perlu ributin masalah itu! Mama setuju kok sama hubungan Ciara dan Libra, menurut mama Libra memang lelaki yang pantas untuk Ciara," ujarnya.


"Iya ma, aku sependapat sama kata-kata mama. Selama ini aku lihat om Libra kelihatan baik dan tulus banget tau sama Ciara, pasti dia bakal bisa bikin Ciara bahagia deh!" timpal Tiara.


Mendengarnya, sontak membuat Libra serta Ciara tersenyum bersama-sama. Namun, ada satu yang masih membuat mereka ragu. Ya tentu saja Galen, pria itu tampak masih tak suka dengan hubungan Libra dengan Ciara. Sepertinya Galen tidak setuju jika adiknya memiliki hubungan dengan Libra, karena terlihat dari raut wajahnya saat ini.


"Heh! Kalau kamu mau memiliki adik saya, ayo kita duel sekarang juga! Kalau kamu menang, maka saya akan merestui kalian. Tapi kalau kamu kalau, enyah kamu dari kehidupan Ciara!" tantang Galen.


Deg


Satu keluarga itu dibuat tak berkutik dengan ucapan yang dilayangkan Galen, bahkan Nadira sendiri seolah tak percaya jika putra dari selingkuhan suaminya dulu bisa bersikap seperti itu dan menantang adik angkatnya untuk berduel. Tentu saja Nadira sangat tidak setuju, karena apa yang dikatakan Galen benar-benar di luar nalar.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2