
"Ya sudah deh tunggu di sini saja Mas, Yuli ganti baju dulu." ucap Yuli sambil berlalu dari hadapan Zidan dan dalam hitungan menit pun segera datang menghampiri Zidan kembali.
"Ayo mas Yuni Sudah siap." ucap Yuni sembari berjalan menuju parkiran dan Yuni pun mengeluarkan motor matic miliknya.
"Sini biar saya aja yang boncengin kamu. Tidak enak dilihat orang jika kamu yang boncengin saya." ucap Zidan kepada Yuni.
Yuni memberikan kunci motor matic miliknya kepada Zidan. Setelah zidan menghidupkan motor matic memiliki Yuli, Zidan langsung meminta kepada Yuli agar duduk dibelakangnya.
"Maaf memangnya kita mau ke mana Mas?
"Saya mau lihat mobil saya dulu di bengkel, habis itu saya akan traktir kamu makan makanan kesukaan kamu. Berkat kamu saya tidak terlambat menemui client saya tadi. Jadi untuk mengucapkan terima kasih kepadamu, Aku ingin mentraktirmu.
Terserah kamu mau makan di mana." Tetapi sebelumnya kita ke bengkel milik temanmu dulu. Agar aku melihat kondisi mobil ku dulu, Siapa tahu mobilnya sudah selesai diperbaiki."ucap Zidan kepada Yuli.
"Pegangan, Yul.... Nanti kamu jatuh!"ujar pria yang baru ia kenal itu kepada Yuli.
Yuli pun langsung memeluk Zidan dari belakang. Hal itu mampu membuat jantung Zidan berdegup kencang. Entah perasaan apa yang ia rasakan sekarang.
Dua puluh menit dalam perjalanan mereka Tiba di bengkel milik arsen. Bengkel milik teman Yuli.
"Hai bro! gimana mobilnya?
"sudah selesai kok yul, lo tenang saja
"Serius lo sudah selesai mobilnya?
"Ya iyalah ngapain gue bohong. Sekarang tuh mobilnya boleh dicoba."ucap Arsen kepada Yuli karena Yuli tidak percaya kepadanya bahwasanya mobil milik Zidan sudah selesai diperbaiki oleh Arsen dan juga timnya.
"Memangnya apanya yang rusak mas? tanya Zidan. lalu Arsen pun memberitahu kepada Zidane apa saja kerusakan mobilnya dan bahan yang sudah mereka. Berapa saya harus membayar Mas? tanya jidan.
Arsen mengambil Nota yang ada di atas meja dan langsung memberikannya kepada Zidan tanpa keberatan sedikitpun, Zidan langsung membayar karena ia sangat bersyukur. mobilnya ditangani oleh orang yang sangat jujur.
__ADS_1
"Yul habis ini Lo mau ke mana?
"Ya gue pulang lah ngapain juga gue terus di bengkel lo.
"Kirim salam sama Anisa ya."
"Kirim duit ngapa, masak terus-terusan kirim salam. dan Lagian tidak zaman kali yang begituan. Sekarang jamannya sudah canggih bro, Tuh ponsel, ponsel mahal tapi bukannya kamu gunakan untuk berkomunikasi dengan Anisa.
"lo gak salah?
"Memangnya salah gua apa?
"Kalau Lo benar-benar cinta sama Anisa. Iyalah kejarlah jangan sampai disambar orang."ujar Yuli agar Arsena segera berterus terang kepada Anisa bahwasanya dirinya memiliki perasaan lebih kepada Anisa.
"Kalian bahasa apa sih?
"Oh tidak apa-apa Mas, biasalah
Zidan mengembangkan senyumnya iya sebenarnya mendengar apa yang dibicarakan Anisa dengan arsen. Yang selama ini arsen memiliki rasa kepada Anisa. Tapi Anisa tak pernah mengetahui bahkan menggubrisnya.
"Ini mas uangnya."ucap Zidan sembari memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu kepada Arsen.
"Mas Terima kasih ya sudah membantu ku."
"Tidak apa-apa santai saja mas. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada mas karena mas sudah mempercayakan mobil anda Kami tangani.
Kemudian Zidan pun mengajak Yuli berlalu dari bengkel milik Arsen.
"Kamu mau makan di mana? gue traktir deh.
"Serius?
__ADS_1
"Iya gue serius!"
"Kalau begitu traktirin gue makan di warung tenda biru dekat persimpangan jalan itu."
"Warung tenda biru?
"Iya!" Memangnya kenapa mas?
Zidan menggelengkan kepalanya lalu mengajak Yuli berlalu dari bengkel Arsen. Yuli menitipkan motor matic miliknya kepada Arsen karena dirinya menaiki mobil surya yang sudah diperbaiki arsen.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit Mereka pun tiba di warung tenda biru itu. alangkah terkejutnya Zidan kalau Yuli minta ditraktir di warung pinggir jalan. Hal itu membuat Zidan sedikit kurang nyaman. Karena ia tidak biasa makan yang seperti itu.
"Eh Neng Yuli! sama siapa Neng?"
"Tumben datangnya sama lelaki,
"Siapa dia Neng? pacar? ucap mang Karno menebak.
"Ah mamang bisa aja. Dia itu bukan pacar aku mang, tapi lebih tepatnya teman baru Yuli. ucap Yuli sembari mengembangkan senyumnya. senyum manis yang sering diperlihatkan Yuli kepada teman
"Tapi sepertinya Kalian cocok loh. ucap mang Karno sembari membuat pesanan Yuli. sementara Zidan hanya duduk dan mengutak-atik ponsel miliknya.
"Mas Mau pesan apa?
Zidan menggelengkan kepalanya pertanda dirinya tidak ingin makan di sana.
"Aneh bin ajaib, semua wanita di dunia ini menginginkan Kalau teman atau kekasihnya mentraktirnya di sebuah restoran mahal atau berbintang. Berbeda dengan Yuli. Ia memilih makan di pinggir jalan. daripada makan dari restoran.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
yuk mampir kekarya baru emak