Mama Muda

Mama Muda
PEKERJAAN BARU


__ADS_3

Tolong Kakak pahami itu, lebih baik Kakak berpikir ke depannya untuk melakukan sesuatu hal yang bisa membuat hati orang lain menjadi kecewa kepada kakak." ujar dokter Avena sembari memberikan segelas susu kepada David untuk menetralisir tubuh David yang sudah kebanyakan meminum alkohol.


David merutuki dirinya karena telah mengecewakan Laura. Ia ingin meminta maaf kepada Laura saat itu juga. Tetapi dokter Avena meminta kepada David agar untuk sementara tidak menemui Laura dulu saat ini.


Dokter Avena mengetahui kalau Laura sangat kecewa kepada David. Itu terlihat jelas di wajah Laura. Ketika Laura meninggalkan David di kamarnya setelah Laura membantu David membersihkan tubuhnya bersama dokter Avena.


"Tapi Kakak, takut Laura akan salah paham."ucap David kepada dokter Avena.


"Nanti Avena akan coba jelaskan kepada Laura. Kakak tenang saja lebih baik Kakak istirahat. Mudah-mudahan rasa pusing kakak segera hilang.


Lain kali jangan melakukan hal yang merugikan Kakak sendiri. Apalagi jika itu tidak akan mungkin terjadi. Lebih baik Kakak tata kehidupan Kakak ke depannya supaya lebih baik." ucap dokter Avena kepada David.


Setelah dokter Avena mengungkapkan kekesalannya kepada David, Ia pun berpamitan kepada David untuk segera membersihkan diri.Karena hari itu dokter Avena harus menjalankan tugasnya sebagai dokter kandungan di rumah sakit Dirgantara.


Sepeninggalan dokter Avena David terus merutuki dirinya. David tidak ingin Laura kecewa terhadapnya. Ia benar-benar tidak ingin kalau Laura akan membatalkan pernikahan mereka.


"Laura menghampiri dokter Avena sebelum dokter Avena berangkat ke rumah sakit Dirgantara.


"Maaf bu dokter, buk dokter Hari ini ada tugas di rumah sakit? Tanya Laura kepada dokter Avena.


"Ya Pagi ini saya harus berangkat ke rumah sakit. Karena ada beberapa pasien yang akan saya tangani." sahu dokter Avena.


"Memangnya ada apa ka Laura?"


"Saya ingin meminta izin kepada Bu dokter karena saya ingin menemui seseorang. Tidak apa-apa kan dokter Saya keluar hanya sebentar saja kok." ucap ucap Laura kepada Dokter Avena.


"Kalau itu sesuatu yang penting bagi Kak Laura, tidak apa-apa. Asalkan Kakak berjanji untuk tetap menjaga diri. Karena Laura tidak ingin terjadi sesuatu kepada kakak. Dan juga kepada bayi yang ada di dalam kandungan Kakak." sahut dokter Avena sembari memberikan beberapa lembar Uang pecahan seratus ribu kelas Laura.


Tetapi Laura menolak uang pemberian dokter Avena

__ADS_1


"Maaf bu dokter, Saya tidak memerlukan uang ini. lebih baik bu Dokter menabung uang itu."sahut Laura sembari mengembangkan senyumnya.


Pagi itu dokter Avena berpamitan kepada Laura, agar segera berangkat ke rumah sakit. Tidak berapa lama kemudian, Laura bergegas keluar dari rumah. Ia ingin mencari pekerjaan agar dirinya memiliki penghasilan sendiri. Tanpa harus mengharapkan uluran tangan dokter Avena dan juga David


Laura menelusuri trotoar dari toko ke toko hingga kantor ke kantor untuk menanyakan lowongan kerja yang mau menerima wanita hamil sepertinya. Tetapi ketika dirinya mencari pekerjaan itu tak ada satupun yang mau mempekerjakannya. Karena Laura saat ini sedang hamil.


"Ya Allah sulit sekali mencari pekerjaan dengan perut buncit seperti ini." ratap Laura di dalam hati tetapi ia tidak patah semangat. Laura tetap berjalan menelusuri trotoar. Tiba-tiba ia melihat salah satu toko bunga yang mencari karyawan yang bisa merangkai bunga.


Laura langsung menghentikan langkahnya di depan toko bunga itu. Laura menghampiri pemilik toko untuk menanyakan benar tidaknya ada lowongan kerja di sana.


"Permisi selamat pagi Bu....., sapa Laura Sambil mengembangkan senyumnya.


"Ya ada yang bisa Ibu bantu? sahut Ibu paruh baya itu sembari membenahi dan menata bunga yang ada di hadapannya.


"Saya mau nanya Bu, Apa benar di sini menerima lowongan kerja sebagai perangkai bunga? tanya Laura dengan berhati-hati kepada Ibu paruh baya itu.


"Ya benar, saya memang benar butuh orang yang bisa merangkai bunga. Kebetulan pegawai saya yang selama ini bertugas merangkai bunga sudah menikah dan memilih untuk tidak bekerja lagi." sahut Ibu paruh baya itu sembari menatap Laura dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Tapi kamu sedang hamil kasihan bayi kamu kalau terlalu kelelahan."ucap Ibu paruh baya itu


"Tapi saya membutuhkan pekerjaan ini. Saya tidak tahu mencari pekerjaan ke mana lagi Bu. Sementara saya butuh biaya hidup dan biaya untuk saya lahiran nanti." ucap Laura memohon kepada Ibu paruh baya itu. membuat hati ibu Rosita langsung iba dan tersentuh.


"Kalau begitu Apa kamu bisa merangkai bunga?


"Alhamdulillah sebelumnya saya bekerja di salah satu toko bunga. Jadi setidaknya sedikit banyaknya saya mengetahui merangkai bunga." ucap Laura kepada wanita itu.


" Ya sudah kalau begitu, saya mengizinkan kamu bekerja di sini tetapi saya tidak ingin kamu terlalu kelelahan dan membuat anak yang ada di dalam kandungan kamu menjadi tersiksa. Untuk itu sebagai percobaan kamu akan saya berikan imbalan empat ratus ribu rupiah dalam satu minggu. Bagaimana Apa kamu setuju? tanya ibu paruh baya itu


"Tidak apa-apa Bu saya mau bekerja di sini. Ibu menerima saya bekerja saja sudah bersyukur." sahut Laura sembari mengembangkan senyumnya. Hari itu juga Laura diizinkan Ibu paruh baya itu bekerja di toko bunga miliknya.

__ADS_1


Pertama sekali Laura merangkai bunga untuk dikirim ke kantor salah satu pengacara kondang yang ada di negara ini. Jujur Laura sama sekali tidak mengetahui kantor pengacara itu ada di mana dan siapa pemiliknya.


"Tolong kamu rangkai bunga ini, Jika kamu berhasil membuat pemesan bunga ini terkesan dengan rangkaian kamu maka kamu akan saya kasih bonus."ucap wanita paruh baya itu kepada Laura membuat Laura semakin bersemangat untuk merangkai bunga itu. Supaya bunga itu terlihat indah di mata pemesanannya.


Beberapa menit kemudian Laura langsung merangkai bunga itu dan terlihat Ibu paruh baya itu sangat kagum melihat kelincahan Laura merangkai bunga yang ia berikan kepada Laura. Tidak Berapa lama Laura menyelesaikan tugasnya merangkai bunga yang di pesan seseorang ke toko Milik ibu Rosita


Salah satu delivery order toko bunga Milik ibu Rosita itu datang menghampiri mereka.


"Tolong kamu antarkan bunga ini ke kantor pak Andrian." ucap ibu Rosita kepada deliver order.


"Maaf bu saya sepertinya tidak bisa menghantarkan bunga ini sekarang. Karena tiba-tiba Ibu saya menelpon kalau adik saya lagi sakit dan harus dibawa ke rumah sakit." ucap lelaki yang biasa menghantarkan bunga pesanan milik Ibu Rosita.


"Aduh terus ini bagaimana dong? tanya Ibu Rosita sedikit gelisah karena tidak ada yang bisa menghantarkan bunga itu ke kantor pemesanannya.


"Ibu tidak perlu khawatir Biarkan saya yang menghantarkan bungan itu. Ibu tinggal kasih alamatnya saja." ucap Laura kepada Ibu Rosita.


"Bagaimana kamu bisa pergi ke sana? sedangkan kamu bekerja di sini, saya terima kamu disini bekerja sebagai perangkai bunga dan kamu sekarang lagi hamil." ucap Ibu Rosita kepada.


"Sudah Bu, Ibu tidak perlu khawatir percayakan ini kepada Laura. mudah-mudahan Laura tidak mengecewakan pemesanannya ya Bu."sahut Laura sambil meraih bunga yang sudah ia rangkai sebelumnya.


"Berikan saya alamatnya bu biar langsung saya antarkan." ujar Laura


"Apa kamu yakin bisa menghantarkannya langsung?


"Mengapa tidak? wanita hamil juga wanita yang kuat. kalau tidak kuat maka tidak mampu akan melahirkan bayi ke dunia ini


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya

__ADS_1


jangan lupa tekan love, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


__ADS_2