
Setelah selesai berbicara kepada Dokter Avena, David memutuskan sambungan telepon selulernya dan kembali menghubungi nomor ponsel Laura. Tapi Laura tak kunjung mengangkat telepon selulernya. David pergi ke kamar yang ditempati oleh Laura selama tinggal dirumah keluarga David.
David memeriksa barang barang Laura. Yang ternyata barang barang Laura masih lengkap disana.
"Dimana kamu sayang jangan membuat mas kwatir." Gumam David Dalam hati.
Kemudian David pergi menemui security yang bertugas menjaga kenyamanan rumah keluarga David.
"Pak tadi pagi Bapak melihat Laura pergi dengan siapa?
"Maaf Den yang saya lihat Nona Laura pergi sendirian.
"Kalau boleh tahu Laura pergi naik apa Pak?
"Yang saya lihat, Non Laura pergi berjalan kaki Den." sahut security itu membuat David semakin penasaran ke mana Laura pergi pagi itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 05.00 sore dokter Avena sudah kembali dari rumah sakit. Tetapi Laura tak kunjung pulang membuat dokter Avena dan David begitu gelisah. Mereka takut terjadi sesuatu kepada Laura.
Sementara di tempat lain Laura yang telah usai menyelesaikan tugasnya sudah diperbolehkan pulang oleh Ibu Rosita. Jujur Laura saat ini sangat malas pulang ke rumah keluarga David. Tetapi ia juga tidak boleh berbuat apa-apa. Karena Laura sudah berjanji kepada dokter Avena bahwa dirinya akan tetap tinggal di sana sampai dirinya melahirkan.
Laura juga tidak ingin membuat dokter Avena kecewa kepadanya. Sehingga dengan berat hati Laura kembali ke rumah keluarga David dengan berjalan kaki. Padahal lokasinya lumayan jauh dari kediaman keluarga David.
Laura menelusuri trotoar, Ia menikmati perjalanannya sore itu. Sudah lama Laura tidak merasakan hiruk pikuk kendaraan karena Laura jarang sekali keluar dari rumah setelah tinggal di rumah keluarga David. Apalagi awal-awal kehamilannya, kondisinya kurang baik sehingga Laura dan dokter Avena memutuskan agar Laura istirahat total di rumah.
Laura selama ini hidup dengan uluran tangan dokter Avena dan juga David. Oleh karena itulah Laura berinisiatif setelah kondisi kesehatannya sudah membaik. Laura mencari pekerjaan agar tidak membebani dokter Avena dan juga David terus menerus. setelah berjalan menelusuri trotoar selama tiga puluh menit, Laura tiba di rumah keluarga David.
Terlihat David langsung berlari memeluk Laura. Membuat Laura sedikit bingung dengan sikap David terhadapnya. Padahal jelas-jelas malam itu dalam igauannya David mengatakan kalau dirinya masih sangat mencintai Aira dan masih ingin hidup bahagia bersama sandiago dan Aira.
__ADS_1
Laura sama sekali tidak membalas pelukan dari David. Justru dirinya ingin merenggangkan pelukan itu dan menghampiri dokter Avena .
"Kak Laura Dari mana saja Kenapa lama sekali pulang?
"Saya hanya ingin berjalan-jalan saja sudah bosan selama ini tinggal di rumah. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku." ucap Laura kepada dokter Avena dan juga David sembari mengembangkan senyumnya.
"Tapi sepertinya Kakak laura kecapean deh.
"Tidak saya tidak merasa kecapean. Mungkin karena saya jalan-jalan sehingga mengeluarkan keringat. Sudah lama juga kan saya tidak mengeluarkan keringat selama tinggal di rumah ini?" ucap Laura berusaha meyakinkan dokter Avena. Laura juga tidak memberitahu Kalau hari ini Laura sudah mulai bekerja.
Laura berpamitan kepada dokter Avena untuk segera membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri Laura berniat Langsung istirahat tanpa berniat untuk menemui David kembali. Sebelumnya Laura sudah mengisi perutnya dengan menggunakan uang tips yang diberikan lelaki paruh baya itu. Ia sengaja langsung makan di luar agar Laura dapat mencicipi uang hasil jerih payahnya hari itu.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya Laura langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Padahal David sudah menunggunya di ruang tamu. Satu jam sudah berlalu David menunggu Laura di sana. Tetapi Laura tak kunjung datang menghampirinya hingga David ingin menemui Laura di kamarnya.
Tok
Toook
David mengetuk pintu kamar Laura tetapi tak kunjung ada sahutan dari dalam kamar. David mendorong pintu kamar Laura yang kebetulan pintu itu tidak dikunci oleh Laura. David melihat Laura sudah tertidur pulas membuat David tidak tega untuk mengganggu Laura dan memilih meninggalkan Laura beristirahat di kamar.
Padahal Laura sebenarnya belum tertidur tapi ia memilih pura-pura tidur untuk menghindari David. Ketika David keluar dari kamar Laura dokter Avena menghampiri David.
"Bagaimana kondisi Kak Laura apa dia baik-baik saja? Tanya Dokter Avena
David mengangkat bahunya pertanda iya sama sekali tidak mengetahuinya.
"Dia sudah tertidur dan kakak tidak ingin mengganggunya." ucap David sembari menatap dokter Avena dengan tatapan penuh arti.
__ADS_1
Sementara di tempat lain Maya dan Surya terlihat bahagia melihat interaksi antara Bintang dengan Pak Alberto yang sedang asyik bermain bertanya jawab. lelaki paruh baya itu menanyakan sesuatu kepada Bintang agar bintang menjawabnya dengan apa yang diketahui bintang sendiri, tanpa diberitahu orang lain. Begitu juga dengan Bintang memberikan pertanyaan kepada Pak Alberto dan pak Alberto yang menjawab pertanyaan Bintang tanpa dibantu oleh orang lain juga.
Ketika pak Alberto merasa kalah dari Bintang, ibu Nurhayati dan Maya langsung tertawa ngakak. Sementara Surya menikmati permainan Bapak mertuanya dengan putrinya sendiri. Kamu memang anak yang luar biasa cucu Opa yang cantik." Ucap pak Alberto karena dirinya merasa dikalahkan oleh bocah kecil berumur 4 tahun.
"Ih...... Opa kalah sama Bintang keluh bintang kepada Pak Alberto.
"Opa pasti kalah dong sama cucu Opa yang cantik dan pintar ini." puji Pak Alberto membuat Bintang merasa bahagia disanjung oleh Opanya sendiri. canda dan tawa Hari itu membuat rumah keluarga Pak Albernto terlihat ramai walaupun penghuninya hanya beberapa orang saja.
Setelah beberapa hari menginap di rumah keluarga Pak Alberto, Maya dan Surya memutuskan untuk kembali ke rumah utama keluarga Dirgantara yang mana Nyonya Yolanda sudah merasa kesepian di sana. mami Yolanda juga sudah merindukan cucu-cucunya. Sehingga Maya dan Surya berpamitan kepada Ibu Nurhayati dan Pak Alberto agar mereka segera kembali ke rumah utama keluarga Dirgantara.
Setelah selesai berkemas, keluarga kecil Surya kembali ke rumah utama keluarga Dirgantara. Tentunya dengan menggunakan mobil mewah milik Surya Dirgantara suami dari Maya Wulandari.
"Papi....Bintang sangat bahagia karena opa sudah sembuh dan bisa bermain dengan Bintang lagi walaupun permainannya tidak boleh yang membuat Opa terlalu capek." ucap bocah kecil itu sembari mengembangkan senyumnya membuat Maya semakin gemas melihat putri kecilnya itu.
Mori yang melihat tawa dari Bintang pun begitu bahagia sebagai pengasuhnya. Baby Jupiter yang ada di gendongan Maya pun seolah mengerti dengan kebahagiaan keluarga itu. Ia terlihat menyahut-nyahut dengan suara-suara yang ia keluarkan sendiri walaupun baby Jupiter masih berumur 4 bulan membuat Surya Dirgantara semakin gemas dengan putranya.
Surya melajukan mobilnya hingga mobil itu tiba di rumah utama keluarga Dirgantara. terlihat Mami Yolanda sudah menyambut kepulangan anak, menantu dan cucunya itu. rasa rindu yang amat dalam dirasakan Mami Yolanda setelah beberapa hari terpisah dengan cucu-cucunya.
"Aduh..... cucu Oma yang cantik dan yang tampan sudah pulang ternyata ." ucap Mami Yolanda sembari langsung memeluk Bintang dan memberikan kecupan hangat di wajah cantik Bintang. Kemudian Nyonya Yolanda pun meraih tubuh cucu lelaki yang paling tampan yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Mami Yolanda.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga kekarya emak yang lain ceritanya seru loh
__ADS_1