
Mami Yolanda yang mendengar penuturan dari Surya, hanya diam saja dan pergi meninggalkan Surya begitu saja.
"Mom tolong restui kami." ucap Surya setengah berteriak setelah sepeninggalan mami Yolanda tetapi mami Yolanda pergi begitu saja tanpa memperdulikan Surya.
"Apa yang harus ku lakukan ya Allah?" aku sangat mencintai Maya, tapi mami sama sekali tidak merestui hubungan kami."gumam Surya dalam hati. Ia tidak tau harus bagaimana cara untuk menjelaskan kepada mami Yolanda.
tiba tiba ponsel Surya berdering. Surya melihat layar ponselnya yang menghubungi dirinya, Maya.
Surya menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya, agar sambungan telepon Maya dan Surya tersambung.
"Hello assalamualaikum Mas!"
"Waalaikumsalam sayang."
"Mas sudah sampai belum?"
"Sudah Sayang Ini Mas sudah di dalam kamar mau istirahat."
"Ya sudah Mas istirahat sekarang Maya sudahi dulu teleponnya agar mas dapat Istirahat, Maya hanya ingin mastikan saja kalau mas baik baik saja sampai dirumah."
"Maafkan mas tadi tidak langsung mengabari kamu."
"Iya tidak apa-apa Mas."
"Ya sudah Mas terus saja mimpi yang indah ya Mas."
"Iya sayang terima kasih!" kamu juga istirahat mimpiin Mas ya sayang."
Kemudian Maya pun memutuskan sambungan telepon selularnya kepada surya dan kembali menghampiri baby bintang. Maya tidak mengetahui perdebatan antara mau Yolanda dan juga Surya.
Keesokan harinya Maya kembali memulai aktivitasnya membuka warung Makan sederhana miliknya. Tampak sangat ramai dikunjungi pengunjung. Apalagi Citra rasa masakan Maya dan Nurhayati begitu menggiurkan lidah para pengunjung.
"May Sepertinya kita perlu pegawai karena Ibu sudah melihat kamu terlalu kewalahan melayani pelanggan may."
"Iya Bu untuk sekedar bantu-bantu sebenarnya, selain daripada Bibi.
"Siang itu warung Makan sederhana milik Maya benar-benar sangat ramai. Hal itu membuat Maya sangat kewalahan apalagi dengan baby bintang yang sangat rewel, membuat dirinya sangat kewalahan. Untung saja yunisa yang tinggal di kos kosan Bu Nurhayati mau menolongnya untuk menjaga Baby Bintang.
__ADS_1
Tiba-tiba Maya dikejutkan dengan hadiran Mami Yolanda di sana. Maya yang melihat itu merasa khawatir kalau mami Yolanda akan berbuat onar di sana.Bahkan akan mempermalukan nya di depan para pengunjung. Maya dengan sebenarnya untuk menegur sapa Mami Yolanda. Tetapi karena mami Yolanda salah satu pengunjung di warung makannya. Dengan terpaksa Ia pun mendatangi meja Mami Yolanda
"Selamat siang Bu Ada yang bisa saya bantu atau mau pesan apa? tanya Maya berusaha ramah.
Mami Yolanda melihat daftar menu makanan yang ada di sana. Ia pun menatap sinis Maya tetapi ia hanya terdiam tak mengeluarkan kata-kata pedas seperti sebelumnya.
asisten Mami Yolanda langsung memesan makanan kesukaan Mami Yolanda.
"Pesan ayam penyet dua dan nasi putihnya 2 minumnya lemon tea dan juga jus jeruk." ucap salah satu asisten dari mami Yolanda.
"Baik terima kasih silakan menunggu Mbak." ucap Maya sambil langsung meninggalkan meja yang ditempati oleh mami Yolanda dan berlalu ke dapur.
Ketika Maya membuat pesanan milik mami Yolanda. Bu Nurhayati datang menghampiri Maya. Ia takut kalau mami Yolanda akan mempermalukan nya di sana.
"May kamu tidak apa-apa kan?
"Tidak Bu Ibu tenang saja
"Kalau dia ngomong macam-macam sama kamu, Kamu kasih tahu sama ibu. Ibu juga tidak tahan lagi mendengar mulut pedas Yolanda." ucap Bu Nurhayati sambil mengembangkan senyumnya kepada Maya.
"Silakan dinikmati Mbak.....Bu...."ucap Maya sopan sembari menyuguhkan makanan dan minuman pesan Mereka. Kemudian Maya pergi meninggalkan Mereka lagi untuk membuatkan pesanan para pengunjung lainnya. Apalagi pesanan mereka banyak dari pihak aplikasi ojek online.
****
Ketika Mami Yolanda mencicipi makanan yang sudah dihidangkan Maya, Ia pun melirik ke arah Maya dengan tetap tatapan sinis yang sedang gesit melayani para pengunjung.
"lumayan juga masakan ini anak, tetapi aku masih belum bisa terima kalau dia menjadi menantu apalagi dia sudah memiliki anak. mami Yolanda bermonolog.
Dengan sekejap Mami Yolanda dan asistennya pun menghabiskan makanan pesanan mereka. Kemudian langsung meletakkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu disana. tanpa memanggil Maya terlebih dahulu. Kemudian mereka Langsung meninggalkan Rumah Makan sederhana milik Maya. Hal itu membuat Maya sangat heran.
"Tumben nenek lampir tidak mengoceh biasanya dia sudah mengoceh terus.Maya bermonolog.
Di tempat lain surya tampak sibuk berkutat di ruangannya dengan laptopnya. Ia ingin sekali menyelesaikan pekerjaannya agar dapat bertemu dengan Maya dan juga baby bintang wanita yang sangat ia rindukan. Zidan datang menghampiri Surya.
"Hai Bro kamu lagi ngapain sih?
"Iya bantuin gue dong capek banget nih."
__ADS_1
"Apa yang bisa aku bantu?"
"Tolong periksa ini tandai yang salah agar di revisi kembali." ucap Surya sembari langsung memberikan berkas berkas yang ada di meja Surya.
Zidan langsung meraih berkaS itu dan membantu Surya untuk mengerjakan pekerjaannya. Ia sudah tahu kalau Surya ingin sekali bertemu dengan Maya dan baby Bintang Zidan pun memberitahu perkembangan penyelidikannya mengenai Apa yang dilakukan oleh Mama Maria dan juga Riska.
"Bagaimana informasi apa yang sudah kamu dapatkan Bro?
"Kamu tenang saja!" tinggal selangkah lagi Maya berhasil mengungkap kejahatan yang dilakukan Bu Maria.
"Ia pun memberikan rekaman video Bu Maria dan pak Robert. Yang direkam sebelumnya saat berada di restoran
"Tolong kamu kirimkan video itu ke ponsel milikku. Agar aku dapat mengumpulkan bukti bukti kejahatan Bu Maria untuk mengeluarkannya dari rumah Pak Alberto.
"Kamu tenang saja aku sudah mengirimkannya bahkan ke ponsel milik Maya pun sudah aku kirim kan." ucap Zidan kepada Surya.
Sementara di tempat lain Bu Maria sedang asyik mengobrol bersama Riska. Mereka sudah merencanakan apa yang akan mereka lakukan ketika mereka sudah berhasil merebut harta kekayaan Pak Alberto. Tetapi Pak Alberto tidak bodoh. Pak Alberto sudah mengalihkan harta kekayaannya keseluruhan atas nama Maya. Agar suatu waktu jika mereka berhasil membunuh Pak Alberto harta kekayaan itu tidak dapat jatuh ke tangan mereka.
"Ma..... aku sudah tidak sabar untuk menikmati segala harta kekayaan papa. Dan ingin bepergian ke luar negeri untuk berjalan-jalan layaknya seperti orang kaya lainnya.
"Kamu tenang saja dokter Robert sudah memberikan obat yang paling ampuh untuk mematikan tua bangka itu. ucap Bu Maria kepada Riska. Riska sudah membayangkan dirinya berjalan-jalan ke luar negeri untuk menikmati harta kekayaan milik Pak Alberto.
Tanpa mereka sadari Pak Alberto sudah mendengar apa yang mereka bicarakan. Tetapi Pak Alberto pura-pura tidak tahu saja.
"loh papa sudah datang?" sapa bu Maria ramah
"Iya kalian lagi asyik ngobrol tidak enak mengganggu.
"Ya sudah sini Pi tasnya, Mami simpan!" mau minum kopi apa teh?" tawar Bu Maria kepada Alberto.
"tidak tapi tadi sudah minum diluar bersama client papi."
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya
__ADS_1