Mama Muda

Mama Muda
PERTEMUAN YULI DAN MAYA


__ADS_3

Aira menatap kepergian mobil sahabatnya itu, Ia bersyukur ternyata kehidupan Maya sekarang sudah bahagia tidak seperti 4 tahun yang lalu. Penderitaan Maya yang diciptakan oleh Aira dan juga ibu tirinya


membuat dirinya benar-benar menyesali perbuatannya kepada Maya. yang sangat baik hati.


Tiga puluh menit dalam perjalanan, Maya dan Surya tiba di kediaman Pak Alberto. Maya sudah melihat Bintang tampak rapi setelah sebelumnya bintang bermain air mengguyur seluruh tubuhnya di taman.


"Bagaimana Sayang apa asik main airnya? tanya Surya kepada putrinya.sambil mengebangkan senyumnya.


"Seru banget Papi, kapan-kapan Bintang mau main air lagi seperti itu soalnya asik."ucap Bintang dengan nada Kecil bocah kecil.


"Apa kamu sudah siap kita pergi ke rumah Oma Yolanda?


"Tentu dong Papi, kan Bintang sudah cantik dan rapi. Ada oma Nur yang memandikan Bintang.


"Kalau begitu tunggu sebentar ya sayang Papi dan Mami ganti pakaian dulu.


"Mom...."kapan sih Dedek bayinya keluar dari perut mami?


"Katanya kalau perut Mami sudah buncit adiknya bintang keluar dari perut mami, sekarang Perut manis kan sudah buncit Kenapa adek Bintang belum keluar juga?Tanya bintang dengan polosnya.


Hal itu membuat Surya langsung tertawa ngakak. Ia pun melihat putrinya begitu menggemaskan entah darimana putrinya mengetahui hal itu.


"Sabar Sayang ada saatnya kok kita ketemu sama adiknya Bintang." ucap Maya berusaha untuk memberikan pengertian kepada Bintang.


Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian yang rapi, surya dan Maya pun keluar dari kamar. Karena Bintang sudah menunggu mereka sedari tadi. Bintang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Mami Yolanda. Karena sebelumnya Mami Yolanda berjanji kepada Bintang untuk membelikan Bintang sebuah mainan yang cantik dan unik.


"Ayu dong Papi, mami!" Bintang sudah tidak sabar lagi. soalnya Oma Yolanda janji mau beli mainan unik untuk Bintang."ucap Bintang kegirangan.


"Sabar sayang kita akan berangkat kok kamu tenang saja.


Empat puluh lima menit dalam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah utama keluarga Dirgantara. Tampak sudah menunggu kedatangan mereka di sana. Tak lupa sebelumnya Mami Yolanda sudah memasak sop buntut kesukaan Putra dan menantunya.


Mami Yolanda benar-benar bahagia ketika melihat Maya, Surya, dan Bintang sudah tiba di kediaman Dirgantara.


"Oma....."teriak Bintang sembari berlari Setelah turun dari mobil. Mami Yolanda pun langsung berjongkok menyambut Bintang dan langsung memeluknya. Mami Yolanda membubuhi Bintang dengan kecupan kecupan hangat di pipi tembem Bintang. Mami Yolanda begitu gemas melihat Bintang yang begitu cantik dan imut apalagi bintang anaknya yang sangat pintar dan bijak.

__ADS_1


****


Keesokan harinya Yuli berniat untuk berangkat kerja. Ia berpamitan kepada Bibi nya dan Bibinya Begitu heran melihat Yuli sudah tidak memakai baju dinas restoran itu lagi.


Tetapi tetap berangkat kerja karena sebelumnya Yuli tidak memberitahu kalau dirinya Sudah dipecat di restoran itu. dan diterima di perusahaan besar seperti perusahaan Dirgantara grup.


"Yul kamu mau ke mana? tanya sang bibi kepada Yuli


"Maaf Bi, Yuli mau berangkat kerja Memangnya ada apa ya Bi? ada yang bisa dibantu?


"Tidak, hanya saja Bibi heran melihat penampilanmu yang seperti ini. Padahal biasanya Kamu memakai baju dinas restoran. Memangnya kamu tidak kerja di sana lagi ya tanya sang bibi kepada Yuli.


Yuli Sudah dipecat dari pekerjaan di restoran itu bi, tetapi Alhamdulillah Yuli sudah diterima bekerja di perusahaan besar Dirgantara grup.


"Apa kamu bekerja di perusahaan Dirgantara?


"Iya Bi emangnya ada apa?


"Saya tahu itu perusahaannya. Perusahaan itu perusahaan terbesar di kota ini. Sudah otomatis orang-orang yang bekerja di sana pasti pilihan. Kamu sangat beruntung dapat diterima kerja di sana." ucap sang Bibi kepada Yuli.


"Maksud kamu apa Yul?


"Mungkin kalau hanya karena kemampuan Yuli, Yuli tidak akan diterima bekerja di sana. Tetapi karena Yuli mengenal, lebih tepatnya baru mengenal, wakil CEO perusahaan Dirgantara grup sehingga Yuli diterima bekerja di sana


"Kok kamu bisa mengenalnya?


"Panjang ceritanya bi, lain kali Yuli pasti akan cerita. Ini Yuli mau berangkat kerja dulu takut telat soalnya baru dua hari bekerja di sana. Kan sudah tidak enak jika kita masih baru kerja kita sudah telat." ucap Yuli kepada sang Bibi dibalas anggukan dari bibinya.


Ya sudah kalau begitu baik baiklah kamu bekerja disana, Siapa tahu dengan kamu bekerja di situ jenjang karir kamu akan meningkat." ucap sang bibi kepada Yuli dibalas senyuman dari Yuli. Setelah berpamitan kepada sang Bibi, Yuli berangkat dengan menggunakan sepeda motor matic miliknya.


Ia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih dua puluh lima menit yang kebetulan situasi jalanan kota Jakarta begitu macet sehingga harus memakan waktu dua puluh lima menit padahal biasanya Yuli hanya memakan waktu sepuluh menit ataupun lima belas menit perjalanan dari rumah bibinya ke perusahaan Dirgantara grup.


Setelah tiba di perusahaan Dirgantara grup alangkah terkejutnya Yuli melihat Maya berada di sana.


"Maya!

__ADS_1


"Yuli...." Maya tidak kalah terkejut melihat Yuli berada di perusahaan milik suaminya.


"Kamu ngapain kemarin may?


"Apa kamu mau mencariku? Maya langsung tertawa ngakak Yuli beranggapan kalau Maya datang ke sana untuk mencari dirinya.


"Maaf Yul gue kemari bukan mau cari Lo. yang Gue heran ngapain lo berada di sini?


"Dua hari yang lalu gue diterima bekerja di sini sebagai asisten Pak Zidan.


"Zidan?


Yuli menganggukkan kepalanya.


"Oh iya jadi kamu yang dikatakan Zidan itu? pegawai baru yang diangkat jadi asisten nya?


"Iya!" Memangnya kamu kenal sama Pak Zidan May? tanya Yuli.


Tiba-tiba Zidan dan Surya pun datang menghampiri Maya.


"Sayang Maaf sudah lama menunggu." ucap Surya sambil mengecup kening Maya.


"Tidak apa-apa Mas!" jawab Maya sambil mengebangkan senyumnya.


Yuli sangat terkejut karena ia baru mengetahui kalau suami Maya lah pemilik perusahaan Dirgantara tempat dirinya bekerja.


"Maaf may, gue ngak tau kalau gue bekerja di perusahaan milik suami Lo!" ucap Yuli sambil tersenyum simpul.


"Tidak apa apa Yul santai saja." sahut Maya sambil langsung merangkul tubuh sahabat lamanya itu.


Bersambung.....


sambil menunggu novel ini up kembali, yuk mampir kekarya emak yang lain." Terjerat Cinta Arogant"


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2