
Setelah Pak Alberto dan ibu Nurhayati sudah bertemu dengan Surya dan Maya mereka langsung menuju mobil milik Surya agar mereka segera kembali ke rumah utama keluarga Pak Alberto. Rumah yang selama ini dirindukan oleh Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati
Setelah memastikan barang bawaan Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati sudah berada di dalam mobil, Surya langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama keluarga Pak Alberto. Di perjalanan Pak Alberto bertanya kepada Surya mengenai perkembangan perusahaannya.
Yang ternyata selama Pak Alberto berada di kota Changi setelah pasca operasi pengangkatan sel kanker yang ada di tubuh Pak Alberto, ternyata pak Alberto terus memantau perkembangan perusahaannya dan mendengar gonjang-ganjing mengenai bisnis Pak Alberto ingin dihancurkan pesaing perusahaan milik Pak Alberto.
Tetapi Pak Alberto merasa bersyukur memiliki menantu seperti surya yang bijak dalam menangani sesuatu hal. Pak Alberto sangat bangga memiliki menantu seperti surya yang tegas dan kooperatif dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan sementara Alberto Group.
"Bagaimana perkembangan perusahaan Alberto group apa semuanya baik-baik saja?" tanya Pak Alberto kepada Surya Dirgantara.
"Alhamdulillah semuanya baik Pa. Papa tenang saja Surya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani perusahaan Papa sebelum Papa bisa melakukan aktivitas Papa seperti biasanya." sahut Surya Dirgantara.
"Terima kasih nak, kamu sudah membantu papa menjalankan perusahaan yang Papa pimpin selama ini. Mungkin kalau tidak ada kamu perusahaan yang Papa rintis dari nol sudah menjadi gulung tikar." Ucap pak Alberto kepada Surya Dirgantara.
"Itu sudah kewajiban Surya untuk membantu papa di perusahaan yang Papa pimpin selaku Surya menjadi anak papa." sahut Surya sembari terus menatap lurus ke depan karena dirinya sendiri yang menyetir mobil tanpa dibantu oleh pak Yono sopir pribadi keluarga Dirgantara.
Sementara Ibu Nurhayati bertanya kepada Maya kabar Bintang dan juga baby Jupiter. Ibu Nurhayati sangat merindukan dua bocah kecil itu yang dapat membuat Ibu Nurhayati tersenyum. Apalagi Ibu Nurhayati tidak dapat merasakan menjadi Ibu seutuhnya karena Allah tidak memberikan kepercayaan kepadanya untuk melahirkan seorang anak.
Hal itu yang membuat Ibu Nurhayati sangat sayang dan perhatian kepada Bintang dan Jupiter. Ibu Nurhayati tidak ingin terjadi sesuatu kepada cucu-cucunya walaupun tidak ada darahnya mengalir di sana. Tetapi karena selama ini Ibu Nurhayati sudah menganggap Maya Wulandari sebagai anak kandungnya, membuat hidup Ibu Nurhayati semakin berwarna. Dengan kehadiran Bintang dan Jupiter hidup Ibu Nurhayati tidak kesepian seperti sebelum mengenal Maya Wulandari.
__ADS_1
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih tiga puluh lima menit mereka tiba di kediaman keluarga Pak Alberto. Bintang sudah berlari untuk menyambut kepulangan Opanya Pak Alberto. Yang selama ini selalu menemani dirinya.
Hubungan Bintang dengan Pak Alberto cukup dekat. Sehingga ketika Pak Alberto berangkat ke kota Changi Singapura untuk melakukan pengobatan di sana membuat Bintang merasa kehilangan.
"Opa......,teriak Bintang sembari langsung berlari dan memeluk Pak Alberto Setelah pak Alberto turun dari mobil milik Surya Dirgantara. Pak Alberto membalas pelukan hangat dari bocah kecil itu. Ia sangat bahagia telah disambut cucu kesayangannya dengan senyum manis dan pelukan hangat dari Bintang.
Sementara baby Jupiter yang digendong oleh Mori juga datang menghampiri Pak Alberto untuk memberikan sambutan hangat kepada Pak Alberto.
"Hai Opa.... Selamat datang kembali di rumah kita." ucap Mori menirukan suara anak kecil membuat Pak Alberto langsung tertawa cengengesan mendengar suara Mori yang menirukan suara bayi.
"Kamu ini ya Mori paling bisa membuat Saya tertawa." ucap pak Alberto sembari meraih tubuh baby Jupiter dari gendongan Mori. Sementara Maya dan Surya mengembangkan senyumnya melihat interaksi Pak Alberto dan anak-anaknya yang cukup dekat. Maya maklum kepada anak-anaknya yang sangat merindukan Pak Alberto.
Pak Alberto mengembangkan senyumnya mendengar apa yang dikatakan Ibu Nurhayati.
"Bilang aja kamu cemburu sayang, karena mas yang mereka sambut tetapi kamu tidak disambut oleh cucu-cucu kita." ucap pak Alberto berniat untuk menjahili Ibu Nurhayati.
"Bukan begitu Opa......, Bintang dan adik Jupiter juga menyambut kepulangan Oma Nurhayati, jangan seperti itu dong." Celetuk Bintang membuat Ibu Nurhayati langsung tertawa ngakak melihat raut wajah suaminya yang langsung berubah drastis, Ketika Bintang mengatakan kalau mereka juga menyambut kepulangan Oma Nurhayati.
"Jadi bukan hanya Opa nih yang kalian sambut tanya Pak Alberto pura-pura tidak mengetahui Apa maksud yang dikatakan Bintang kepada Pak Alberto.
__ADS_1
"Bukan dong Opa ngak mungkin hanya Opa dong yang Bintang sambut. Tentu dengan Oma juga dong." sahut Bintang sembari langsung memeluk Ibu Nurhayati membuat pak Alberto langsung mengerutkan keningnya ketika Bintang memilih memeluk Ibu Nurhayati.
Sementara di tempat lain Aini menghubungi Aliando dan memberitahu kepada Aliando kalau Maya, Surya, Bintang dan baby Jupiter malam itu tidak kembali ke rumah utama keluarga Dirgantara. Yang ada di sana hanya Mami Yolanda dan beberapa asisten rumah tangga.
Aini juga tidak mengetahui kemana Maya dan keluarga kecilnya pergi. Karena Maya sengaja tidak memberitahu kepada Aini dan menginformasikan kepada para asisten rumah tangganya agar tidak memberitahu kepada Aini kalau mereka menginap di rumah keluarga Pak Alberto.
Ketika Aliando mendengar informasi dari Aini kalau Maya dan keluarga kecilnya malam itu tidak pulang ke rumah utama keluarga Dirgantara, Aliando begitu gelisah ia takut Maya membawa Bintang jauh darinya Dan tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.
Hal itu membuat Aliando langsung menemui Kak Nori. Aliando ingin meminta bantuan kepada Kak Nori untuk mencari tahu keberadaan Maya dan keluarga kecilnya saat ini. Tetapi kak Nori saat itu menolak ia tidak ingin memperkeruh suasana masalah Aliando kepada Maya. Karena ia yakin kalau Maya saat ini tidak bisa memaafkan Aliando Karena rasa sakit yang diciptakan Aliando di kehidupan Maya sangatlah tragis menurut Kak Nori.
"Kak tolonglah Aliando, Aliando tidak ingin jauh dari Bintang lagi. Biarkan Aliando dapat menatap Bintang dari kejauhan." ucap Aliando kepada Kak Nori agar Kak Nori membantu Aliando membicarakan hal itu kepada Maya. Agar Maya memberikan kesempatan kepada Aliando untuk lebih dekat dengan Bintang.
Tetapi Kak Nori kekeh tidak mau membantu Aliando saat itu. Karena ia tahu ia pasti akan gagal membujuk Maya saat ini. Apalagi kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini kurang baik membuat Kak Nori tidak ingin menambah beban pikiran Maya saat ini.
Merasa gagal mendapat bantuan dari Kak Nori, Aliando pun kembali menghubungi Aini untuk tetap mencari tahu tentang Maya dan juga Bintang. Tentunya dengan imbalan yang lumayan besar yang diberikan Aliando kepada Aini. Membuat Aini pun tetap menjalankan tugas yang diberikan Aliando kepadanya. walaupun tugas yang diberikan Aliando kepadanya, itu menghianati majikannya sendiri yaitu keluarga Surya Dirgantara.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa tekan love like coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1