
Zidan menyesal mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Membuat kecelakaan itu pun tidak dapat terhindari.
"Ma.....pa....., jangan menangis Zidan Tidak apa-apa kok." ucap Zidan sambil berusaha mengembangkan senyumnya.
padahal ibu Anjani dan Pak Arianto dapat melihat kalau kondisi Zidan saat ini lumayan parah. Apalagi tangan Zidan mengalami patah tulang. Itu berarti pemulihannya lumayan lama. Membuat Ibu Anjani pun merasa begitu khawatir dengan kondisi Zidan saat ini .
Ibu Anjani paham perasaan Yuli saat ini pasti tidak karuan. Mengingat kondisi Zidan saat ini masih Berbaring dirumah sakit. Ibu Anjani selalu mengingatkan Yuli agar Yuli tidak lupa sholat memohon kesembuhan dari Alloh SWT untuk Zidan. Ibu Anjani juga mengingatkan Yuli agar telaten dalam membantu penyembuhan Zidan.
SATU BULAN KEMUDIAN
Satu bulan sudah berlalu kondisi Zidan semakin membaik, luka ditubuhnya sudah sembuh dan tangan Zidan yang mengalami patah tulang sudah mulai pulih, tetapi masih harus hati hati menggerakkan tangannya. Hingga Surya Dirgantara yang merupakan pemilik perusahan Dirgantara Group memfasilitasi Zidan sopir pribadi. Karna saat ini Zidan belum bisa menyetir sendiri.
Yuli begitu Bahagia ketika dokter memberitahu kalau Zidan hari ini sudah bisa pulang. Setelah satu bulan lamanya mendapatkan perawatan dirumah sakit Dirgantara. Surya Dirgantara sudah mempersiapkan kepulangan Zidan dari rumah sakit.
Surya merasa bersalah atas pertengkaran Zidan dan Yuli. Yang selama ini Surya selalu menuntut Zidan menjalan perusahaan milik Surya. Membuat Zidan tidak memiliki waktu bersama Yuli. Padahal Zidan sebelumnya ingin meminta agar Surya Memberikan dirinya cuti untuk mengadakan bulan madu di salah satu ibukota yang menjadi impian Yuli tempat mengadakan bulan madu.
Tetapi karena kondisi kesehatan Pak Alberto semakin menurun, membuat Surya Dirgantara semakin sibuk dalam urusan perusahaan miliknya dan perusahaan milik Ayah mertuanya. Sehingga dirinya meminta Zidan untuk sementara waktu menjalankan perusahaan milik Surya. Ketika Surya menjalankan perusahaan milik Ayah mertuanya.
Surya ingin menebus rasa bersalahnya kepada Yuli dan juga Zidan sehingga Surya dan Maya menginginkan agar Zidan dan Yuli segera berangkat bulan madu dengan dibiayai oleh Surya Dirgantara sendiri. Surya memberitahu kepada Zidan kalau Surya memberikan Zidan cuti bulan madu dan biaya bulan madu mereka ditanggung oleh Surya Dirgantara.
Zidan mengucapkan terima kasih kepada Surya karena dirinya telah memahami kondisi rumah tangganya saat ini. Ia juga meminta maaf kepada Surya Dirgantara karena melibatkan dirinya dalam urusan rumah tangganya. Tetapi Surya Dirgantara merasa kalau dirinya lah yang paling bersalah dalam pertengkaran antara Yuli dengan Zidan.
__ADS_1
Zidan pun memberitahu kepada Yuli mengenai rencana bulan madu mereka. Tetapi Yuli seolah tidak percaya akan apa yang dikatakan Zidan kepadanya. Ia tidak ingin terlalu berharap seperti hari-hari sebelumnya. Zidan sudah menjanjikan Merakan akan pergi bulan madu tetapi rencana bulan madu itu tak kunjung dilakukan.
sayang Bagaimana kalau kita Minggu depan pergi bulan madu? sudah lama juga kan kita merencanakan itu? tanya Zidan kepada Yuli yang sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke kantor Dirgantara, memulai aktivitasnya kembali bekerja di sana. Sementara Zidan masih tetap berada di rumah sebelum kondisi tangan Zidan benar-benar pulih.
"Sudah Mas tidak perlu pergi berbulan madu lagi, yang penting Mas sehat saja Yuli sudah sangat senang dan bahagia. Maafkan Yuli yang selama ini menuntutnya kepada mas." ucap Yuli meminta maaf kepada Zidan kalau dirinya selama ini menuntut bulan madu yang dijanjikan Zidan kepadanya.
"Kenapa malah kamu yang meminta maaf Sayang? seharusnya Mas yang meminta maaf kepada kamu karena mas sudah ingkar janji kepadamu. Mas sudah mengecewakanmu sayang." sahut Zidan sambil meraih tubuh Yuli kepelukannya. Yuli tidak ingin merasa kecewa lagi sehingga dirinya tidak terlalu berharap walaupun saat ini Zidan benar-benar ingin pergi berbulan madu dengan istrinya Yuli.
Sementara di tempat lain, Mami Yolanda yang ingin merencanakan sesuatu kepada anak angkatnya itu pun langsung menghampiri Zidan di rumah. Suara ketukan pintu terdengar jelas di telinga Yuli dan Zidan. Membuat mereka penasaran siapa pagi-pagi sekali bertamu ke rumah mereka.
Ketika salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Zidan dengan Yuli, membuka pintu rumah utama mereka. Mami Yolanda langsung menerobos masuk mencari keberadaan Zidan dan Yuli.
"Sayang bagaimana kondisi kamu Apa kamu sudah baikan? tanya Mami Yolanda sembari memeluk Zidan Putra angkatnya sendiri.
Melihat interaksi antara Zidan dan mami Yolanda yang begitu dekat membuat hati Yuli menjadi menghangat.
"Ada apa pagi-pagi sekali datang ke rumah Zidan mom? tanya Zidan penuh dengan selidik
"Memangnya siapa yang melarang Mami datang ke rumah putra mami? Apa kamu merasa terganggu Mami datang ke sini?tanya Mami Yolanda menuduh Zidan merasa terganggu akan kedatangannya.
"Tentu tidak mom!" justru Zidan senang Mami datang ke rumah Zidan melihat kondisi Zidan saat itu ini. Itu berarti Mami sangat menyayangi Zidan bukan? ucap Zidan sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
"Kalian kapan berangkat bulan madu? pertanyaan itu langsung ditanyakan oleh Mami Yolanda kepada Zidan dan juga Yuli. Zidan menatap Yuli dengan tatapan penuh tanya. Membuat Yuli hanya terdiam tidak dapat menjawab apa-apa.
"Kok kalian diam? kapan kalian pergi bulan madu? mami Yolanda kembali bertanya. Jika kalian berangkat bulan madu, gunakan jet pribadi Mami. Jangan naik pesawat komersil tidak enak ribet urusannya." ucap Mami Yolanda yang menawarkan pesawat jet pribadinya untuk digunakan Zidan dan Yuli pergi berbulan madu.
"Jangan dilama-lamain pergi bulan madunya, Sampai kapan Mami menunggu cucu dari kalian?" ucap Mami Yolanda Sambil tertawa cengengesan. Yang mampu membuat Yuli membulatkan matanya ketika mami Yolanda menginginkan cucu dari mereka.
Sungguh membuat hati Yuli merasa bahagia mendapat perhatian penuh dari mami Yolanda. Walaupun Zidan hanya merupakan anak angkatnya. Tetapi mami Yolanda tidak pernah membedakan Zidan dengan Surya Dirgantara.
Ada kebahagiaan tersendiri di hati Zidan ketika Mami Yolanda mengatakan kalau dirinya menginginkan cucu dari Zidan. Hal itu membuat Zidan semakin bertekad ingin sekali melakukan bulan madu dalam waktu dekat. Yang mana bulan madu itu sudah tertunda Beberapa bulan yang lalu.
"Sayang kamu kok sudah rapi? Memangnya hari ini kamu sudah mulai bekerja di kantorm tanya Mami Yolanda kepada Yuli.
"Iya mom, sudah satu bulan lamanya Yuli tidak berada di kantor. Sepertinya pekerjaan Yuli sudah menumpuk di sana." ucap Yuli kepada Mami Yolanda, dibalas angguk kan dari mami Yolanda.
Itu pertanda Mami Yolanda paham saat ini pekerjaan Yuli pasti sudah menumpuk setelah satu bulan ia tinggalkan begitu saja. Semenjak kecelakaan yang menimpa Zidan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
jangan lupa like, coment, vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke kaya baru emak. yang berjudul "SUAMIKU RACUN DUNIA"