Mama Muda

Mama Muda
BEKERJASAMA


__ADS_3

Maya, Bintang, Bu Nurhayati, Dan pak Alberto masih berada di rumah utama keluarga Alberto. Maya sengaja tidak pulang kerumah pribadi milik Surya, karna ia takut Zidan dan mami Yolanda akan menyusulnya kesana. Padahal mami Yolanda sama sekali tidak mengetahui rumah Surya yang bakal mereka huni.


Karna sebelum Surya pergi ke kantor Dirgantara group, Maya sudah minta ijin kepada Surya untuk hari itu Maya tetap berada di kediaman pak Alberto sebelum Surya pulang dari kantor.


"Mas hari ini Maya tidak pulang ke rumah kita dulu ya!" Maya ingin pulang kerumah kita, setelah mas pulang dari kantor saja." ucap Maya kepada Surya.


"Iya sayang tidak Apa apa. Nanti setelah mas pulang dari kantor mas jemput ya." ujar Surya sambil mengecup kening Maya.


"Iya mas."


Semantara di tempat lain. Dokter Sandra meminta kepada kedua orangtuanya untuk berbicara kepada Surya agar mencabut tuntutannya kepada Dokter Sandra. Tetapi hal itu enggan dilakukan orangtua Sandra. Karna mereka beranggapan kalau Surya pasti tidak akan mencabut tuntutannya kepada dokter Sandra. Padahal yang melakukan laporan, bukanlah Surya. Melainkan mami yolanda dan Zidan.


"Ma......tolongin Sandra keluar dari sini, Sandra tidak ingin dipenjara ma."ucap Dokter Sandra memohon untuk yang keduakalinya Kepada orangtuanya.


"Mama akan mencobanya demi kamu"


"Tapi mami tidak bisa menjamin kalau mereka akan mencabut gugatannya. Mendengar teriakan dari Dokter Sandra Riska yang meremas terganggu langsung membentak Dokter Sandra. Yang kebetulan merek satu lapas dan satu ruangan.


"Heh...kamu bisa diam tidak sih???? ucap Riska yang kebetulan Riska penghuni lebih lama diruangan itu dibandingkan dengan Dokter Sandra.


"Apa urusan Lo?"


"Tentu urusan gue Maran gue merasa terganggu." bentak Riska


"Sudah diam saja Lo!" ucap Dokter Sandra membuat Riska semakin emosi dan langsung menarik rambut cantik dokter Sandra sampai acak acakan dan dokter Sandra meringis kesakitan.


"Saya tidak peduli kamu siapa diluar sana!" yang pasti saya lebih lama disini, jadi saya memiliki wewenang disini. Paham." ucap Riska sembari mencekik leher Sandra hingga Dokter Sandra hampir kehabisan nafas.


"Kamu masuk dimari kasus apa? Tanya Riska dengan nada membentak membuat nyali seorang Dokter Sandra menciut. Apalagi tampang Riska setelah beberapa bulan berada di balik jeruji besi menjadi sangat menyeramkan.


"Apa urusan kamu saya masuk kesini kasus apa?"

__ADS_1


"Tentu ada urusan saya. Karna saya yang berkuasa disini." ucap Riska sok kepala kamar di ruang lapas yang mereka tempati.


"Saya merencanakan pembunuhan. Tetapi sebelum pembunuhan itu berhasil, mereka mengetahui rencana saya." ucap dokter Sandra sambil tertunduk.


"Memangnya Siapa yang ingin kamu bunuh?


"Kok kamu nanya saya detail banget?


"Karena kita mengalami kasus yang sama."


"Saya ingin membunuh Surya Dirgantara dan Maya Wulandari.


"Surya Dirgantara dan Maya Wulandari?


"lya"


"Tapi kenapa kamu ingin membunuh mereka?


"Jadi mereka sudah menikah?


"Apakah kamu mengenalnya?


"Tentu saya sangat mengenal surya dan juga Maya Wulandari.


"Kenapa kamu bisa mengenal mereka?


"Karena Maya Wulandari adalah Kakak tiri saya.


Dokter Sandra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Riska kepadanya.


"Tapi mengapa kamu sampai berada di penjara?

__ADS_1


"Aku dan ibuku merencanakan pembunuhan untuk pak Alberto Ayah tiriku dan ayah kandung Maya Wulandari.


" Tapi kenapa kalian ingin membunuhnya?


"Karena Pak Alberto sangat menyayangi Maya. dan menurutku Maya selalu lebih beruntung Dari ku. Aku ingin mendapatkan semua apa yang dimiliki Maya. Dan aku sangat membenci Maya dan Pak Alberto. ucap Riska kepada dokter Sandra.


"Kalau begitu kita sama-sama memiliki misi untuk menghancurkan kehidupan Maya." ucap dokter Sandra kepada Riska. Mereka pun berencana untuk menghancurkan kehidupan keluarga Maya dan juga Surya setelah mereka bebas dari penjara.


"Aku tidak akan membiarkan hidup Maya terus bahagia sementara aku disini menderita. Aku harus membuat Maya membayar ini semua." ucap Riska kepada dokter Sandra. Dengan mengeraskan rahangnya.


"Kita lebih baik bekerja sama untuk menjalankan misi kita." Ujar atas Dokter Sandra kepada Riska.


"Tapi bagaimana kita melakukan balas dendam kepda mereka sementara kita masih ada di balik jeruji besi jahanam ini. ucap Riska kepada Dokter Sandra


"Kamu tenang saja, kedua orang tuaku sudah mencari pengacara handal untuk membebaskan aku keluar dari jeruji besi jahanam ini.


"Apakah pengacara muda itu dapat juga membantu saya keluar dari sini?


"Mungkin saja."


"Kamu bilang kamu bekerja sama dengan ibumu sekarang ibumu berada di mana? Tanya Dokter Sandra kepada Riska


"Ibuku berada di ruangan lain yang seumuran dengannya di blok G. ucap Riska kepada dokter Sandra dibalas anggukan dari dokter Sandra. Mereka benar-benar merencanakan sesuatu yang dahsyat untuk membalaskan dendam mereka kepada Maya dan keluarganya.


Hal itu membuat Riska semakin semangat untuk segera Bebas dari penjara. Karna ia ingin sekali membuat Maya menderita sama seperti yang dialaminya. Riska dan dokter Sandra bersalaman dan mereka sepakan menjalankan misi mereka.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


yuk mampir juga kekarya Morata yang baru nih

__ADS_1



__ADS_2