Mama Muda

Mama Muda
DOKTER SANDRA BEBAS


__ADS_3

"Maya juga meminta kepada Zidan untuk melakukan hal yang sama yang dikatakan oleh Maya kepada Surya. Karena Maya tidak ingin menyimpan dendam kepada seseorang apalagi dirinya sedang hamil.


Hari itu persidangan dilakukan. Tampak kedua orangtua dokter Sandra pun tiba di ruang persidangan di dampingi dengan kuasa hukum dokter Sandra. Pria berdarah Batak itu sudah tiba terlebih dahulu di persidangan.


Surya dan Maya pun tiba di sana. tampak Maya dan Surya memberi salam kepada kedua orang tua dokter Sandra. Tidak ada wajah permusuhan di sana. Sepertinya raut wajah kedamaian sudah terlihat di ruang persidangan.


Karena sebelumnya pria berdarah Batak itu sudah berbicara kepada surya dan juga ini Zidan.


"Selamat siang tante!" sapa Maya sembari memberi salam kepada Ibu Amora


"Selamat siang Maya!"Ibu Amora penuh dengan senyuman. Semua kerabat keluarga sudah hadir di ruang persidangan.


Kini giliran dokter Sandra yang masuk ke ruang persidangan agar sidang banding dokter Sandra dimulai.


Maya mencoba menyapa dokter Sandra. dokter Sandra pun menyambutnya dengan senyum. tentang siasat atau dirinya sudah benar-benar menyesali perbuatannya sehingga dokter Sandra pun Ramah kepada Maya dan juga Nyonya Yolanda.


Hari itu persidangan tampak damai tidak ada suara ricuh di sana. Bahkan surya dan Maya meminta hakim untuk membebaskan maya. mereka tidak tega melihat kedua orang tua dokter Sandra berani meraung-raung dihadapan mereka untuk meminta membebaskan dokter Sandra. Hari ini kesempatan Surya untuk memohon kepada hakim agar segera membebaskan dokter Sandra dari balik jeruji besi.


Hal itu membuat Zidan menggelengkan kepalanya melihat perubahan sikap dari surya dan Maya. Tetapi setelah Suryadarma yang memberikan pengertian kepada Zidan akhirnya pun setuju akan pendapat surya dan Maya. Apalagi setelah Maya mengatakan bahwasanya itu dilakukannya karena sedang hamil.

__ADS_1


"Kami harap kamu mengerti Zidan, jujur Kami merasa tidak tega melihat tuan Anggara dan juga Ibu Amora, datang menangis meraung-raung ke rumah untuk meminta pengampunan. Tetapi karena kasus ini sudah ada putusan hakim sehingga kami saat itu tidak bisa meminta permohonan kepada pihak yang berwajib untuk membebaskan kan dokter Sandra.


"Hari itu juga surya dan Zidan meminta kepada hakim untuk segera membebaskan sandera. dengan alasan surya dan Zidan hanya memberikan efek jera kepada dokter Sandra supaya tidak melakukan hal yang sama lagi.


Dokter Sandra merasa heran mengapa surya dan tiba tiba merubah keputusannya. iya tidak mengetahui kalau pria berdarah Batak itu adalah sahabat dari surya dan Zidan. pria berdarah Batak itu salah satu pengacara kondang yang ada di negeri ini.


Sebenarnya Surya lah yang meminta kepada pengacara berdarah Batak itu untuk melakukan permohonan banding kepada pihak yang berwajib. Karena Surya merasa tidak tega melihat Anggara dan juga Ibu Amora. Apalagi akhir-akhir ini Surya mengetahui kalau kesehatan ibu Amora, drastis menurun.


Tetapi keputusan Surya berubah, itu semata-mata karena permintaan Maya. Ia benar-benar tidak bisa membantah permintaan istrinya itu. Apalagi sama seperti yang dikatakan Maya bahwasannya dirinya sedang hamil tidak bagus untuk saling menyimpan dendam.


Setelah dokter Sandra dibebaskan dari penjara, hati dokter Sandra bernapas lega. Sandra langsung memeluk kedua orang tuanya sembari meneteskan air matanya.


"Terima kasih Mami!"


"Kamu jangan berterima kasih kepada Papi dan mami, tetapi kamu lebih baik berterima kasih kepada Maya. Maya yang disini berjuang untuk membebaskan kamu. dan juga pria itu."ucap Ibu Amora sembari mengelus punggung putrinya.


Dokter Sandra pun menatap Maya dengan intens. Ia pun langsung menghampiri Maya yang sedang duduk bersama Surya.


"Maya terima kasih kamu telah berjuang untuk membebaskan ku. Maafkan aku selama ini sudah berniat jahat kepadamu dan kepada kalian semua. Jujur Aku menyesali semua perbuatanku."ucap dokter Sandra kepada Maya.

__ADS_1


"Sudah, tidak perlu dipikirkan. Yang penting kamu sekarang sudah bebas. Untuk kedepannya supaya ya kehidupan kita lebih baik. Semoga kamu kelak mendapat kebahagiaanmu." sahut Maya penuh dengan senyum.


Tiba-tiba maringan datang menghampiri Surya Zidan dan Maya.


"Terima kasih atas kerjasamanya Nona Maya. ucap maringan sembari memberi salam kepada Maya.


"Eh bro jangan lama-lama Lo megang tangan bini gue." gerutu Surya karena melihat maringan memberi salam kepada Maya .


"Ye illeh....." di salam saja bini Lo tidak bisa, sadis amat lu sama gua. Ngak mungkin juga gue hebat Ini lo. ucap maringan sambil cengengesan


Melihat interaksi antara maringan dan juga Surya Dokter Sandra pun merasa heran.


"Kalian saling mengenal?


"Iya Surya sahabat baikku. Dia yang meminta kepadaku untuk bermohon melakukan sidang banding untukmu. Agar kamu segera bisa dibebaskan."sahut maringan kepada Sandra. membuat dokter Sandra semakin bingung.


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2