
Tetapi petugas itu meminta kepada Pak Alberto dan juga Surya Dirgantara, agar Surya Dirgantara dan Pak Alberto mengurus surat pembebasan Ibu Maria, bebas bersyarat ke kantor polisi terlebih dahulu. Mereka juga sebenarnya tidak tega melihat kondisi Ibu Maria.
Pak Alberto dan Surya Dirgantara membuat permohonan kepada dinas Kepolisian agar Ibu Maria dibebaskan. Karena Pak Alberto dan Surya Dirgantara merasa tidak tega melihat tubuh ibu Maria sudah kurus kering karena kondisi kesehatannya sudah semakin menurun.
Ketika pak Alberto dan Surya Dirgantara membuat permohonan kepada dinas Kepolisian, akhirnya dinas kepolisian mengabulkan permohonan Surya Dirgantara dan Pak Alberto. Bu Maria akhirnya bebas bersyarat. Pak Alberto dan Surya Dirgantara menghampiri Ibu Maria yang masih berada di dalam tahanan didampingi oleh petugas kepolisian untuk membebaskan Ibu Maria hari itu juga.
Ibu Maria hanya diam, Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya. Tatapan terus mengasah kebawah. Seolah tidak sanggup melihat kearah Pak Alberto. Entah karna Ini Maria merasa bersalah atas kesalahannya. Entahlah, hanya ibu Maria dan Tuhan yang tau isi hatinya bagaimana saat ini.
Pak Alberto hanya berharap kalau ibu Maria dapat berubah supaya lebih baik. Tidak ada niat untuk berbuat yang tidak berkenan di mata Alloh. Apalagi melihat kondisi Ini Maria saat ini, sudah sepatutnya ibu Maria bertobat dan lebih mendekatkan die kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
Pak Alberto juga merasa kasihan kepada Riska yang ikut terkena imbasnya. Karna niat jahat ibu kandungnya sendiri. Sehingga Riska harus merasakan dinginnya jeruji besi selama kurang lebih dua tahun.
Surya Dirgantara menuntun Ibu Maria masuk ke dalam mobil miliknya. Agar ibu Maria segera dibawa ke rumah sakit Dirgantara group. Berharap kondisi kesehatan ibu Maria semakin membaik jika mendapat perawatan disana.
Sementara Riska dan Maya menyusul Surya dan pak Alberto kerumah sakit Dirgantara , setelah mengetahui kalau permohonan Pak Alberto dan Surya Dirgantara dikabulkan oleh dinas Kepolisian. Mereka juga ingin mengetahui bagaimana kondisi kesehatan ibu Maria saat ini.
Di sepanjang perjalanan, Ibu Maria hanya diam tidak ada berbicara sepatah kata pun. Hal itu membuat pertanyaan besar bagi Surya Mengapa Ibu Maria begitu pendiam ketika dirinya sudah dibebaskan dari penjara.
Padahal sebelumnya Ibu Maria sangatlah garang dan emosional. Tetapi untuk saat ini Ibu Maria sama sekali tidak berdaya entah apa yang ia rasakan sekarang tidak ada yang mengetahuinya. Hanya Ibu Maria sendiri yang mengetahui.
__ADS_1
Tetapi sepertinya Ibu Maria sedang menahan rasa sakit yang ada di tubuhnya. Entahlah tidak ada yang mengetahui. Karena ketika Ibu Maria ditanya oleh Surya atau Pak Alberto Ibu Maria sama sekali tidak menjawab. Ibu Maria hanya diam dan menunduk tidak ada sedikitpun menatap Surya ataupun Pak Alberto.
Setelah beberapa menit di dalam perjalanan, Mereka pun tiba di rumah sakit Dirgantara. Terlihat dokter dan suster langsung menghampiri Surya dan pak Alberto yang baru turun dari mobil milik Surya. Sementara Ibu Maria turun dengan kepala menunduk terus.
Hal itu menjadi pertanyaan besar kepada tim dokter yang ada di rumah sakit Dirgantara group. Siapa sosok wanita itu? Tetapi ketika dokter akhirnya paham, ketika Surya berbicara kepada Pak Alberto dan berusaha berinteraksi dengan ibu Maria.
Dokter memeriksa kondisi Ibu Maria saat. Ketika dokter memeriksa kondisi ini Maria, dokter begitu terkejut melihat kondisi Ibu Maria saat ini. Yang sangat memprihatinkan Ia pun meminta kepada surya dan Pak Alberto agar Ibu Maria harus segera dirawat dirumah sakit. Agar ibu Maria mendapatkan pengobatan yang intensif.
"Maaf Tuan Surya, sepertinya Ibu Maria harus dirawat inap di Rumah Sakit ini. Agar Ibu Maria mendapatkan perawatan yang intensif. Setelah kondisi kesehatan ibu Maria, kami periksa Ternyata Ibu Maria mengalami gangguan pernapasan dan juga gangguan pencernaan. Di samping itu juga Ibu Maria kekurangan asupan gizi di tubuhnya. ucap dokter yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan ibu Maria.
Surya Dirgantara menyetujui kalau saat itu juga Ibu Maria harus dirawat inap di Rumah Sakit Dirgantara. Ketika Surya berbicara dengan Dokter Riska dan Maya pun tiba di rumah sakit tentang menghampiri Ibu Maria yang sedang berada di ruang UGD.
"Mas!" panggil Maya ketika sudah melihat Surya berada di depan ruang UGD bersama pak Alberto.
"Iya mas, bagaimana kondisi Ibu Maria mas? tanya Maya kepada Surya.
"Dokter masih memeriksa kondisi kesehatan Ibu Maria.
"Untuk sementara Waktu, dokter mengatakan kalau ibu Maria mengalami gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan. Tetapi dokter juga mengatakan mereka menemukan sesuatu yang harus perlu pemeriksaan lebih mendetail. Sehingga dokter harus melakukan pemeriksaan radiologi kepada Ibu Maria. Untuk memastikan kondisi kesehatan ibu Maria." sahut Surya Dirgantara kepada istrinya.
__ADS_1
sementara Riska langsung masuk ke ruang UGD untuk melihat Ibu Maria yang sedang diperiksa dokter dan memberikan suntikan obat ke tubuh ibu Maria berharap kondisi kesehatan ibu Maria semakin membaik.
"Mama!" panggil Riska sambil memeluk ibu Maria. Ibu Maria sama sekali tidak menjawab. ia hanya terus diam dan menatap Riska dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Mama Kenapa diam? Bagaimana kabar Mama sekarang apa Mama baik-baik saja? pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh Riska kepada Ibu Maria. Tetapi Ibu Maria sama sekali tidak menjawab. Sama halnya seperti yang dilakukan ibu Maria kepada Surya dan Pak Alberto. Bahkan dokter dan suster yang menangani Ibu Maria pun sama sekali tidak ia jawab.
"Dokter Bagaimana kondisi kesehatan ibu saya? dan mengapa Ibu saya hanya terdiam saat ini? tanya Riska kepada dokter yang bertugas menangani Ibu Maria.
"Yang sabar mbak!" Mungkin Ibu Maria saat ini sedang mengalami trauma. Apalagi kondisi kesehatannya sekarang ini sangat memprihatinkan. Untuk saat ini kita tidak dapat memaksakan Ibu Maria merespon kita. Lebih baik mbak berdoa agar kondisi kesehatan ibu Maria cepat pulih.
Riska terus memeluk Ibu Maria seolah dirinya tidak ingin dipisahkan dari Ibu Maria Riska hanya menangis sesungguhkan melihat kondisi ibu kandungnya yang saat ini tubuhnya kurus kering. Maya menghampiri Riska dan Ibu Maria yang berada di ruang UGD. Maya melihat Riska menangis sesungguhkan sambil memeluk Ibu Maria.
"Hai ibu bagaimana kabar ibu sekarang mudah-mudahan kondisi kesehatan ibu cepat pulih ya!" ucap Maya menghampiri Ibu Maria Maya memberi salam kepada Ibu Maria.
"Ma...... Maya!" nama itu dipanggil oleh Ibu Maria dengan suara terbata-bata. Membuat Pak Alberto dan Surya Dirgantara merasa terkejut dan heran. Mengapa tiba-tiba ketika Maya yang berbicara kepada Ibu Maria, Ibu Maria menatap Maya dengan tatapan sendu dan memanggil nama Maya.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini Apa kembali yuk mampir ke karya teman emak.