
Sepeninggalan Zidan, surya dan Maya masuk ke rumah utama milik Bu Nurhayati yang mana Bu Nurhayati adalah tante kandung Surya sendiri.
"Mas masuk yuk Ibu memanggil."
Surya menganggukkan kepalanya sambil langsung beranjak dari tempat duduknya mengikuti Maya masuk ke rumah utama.
"Bagaimana kabar kamu nak? tanya Bu Nurhayati ramah.
"Alhamdulillah baik tante."
"Mami kamu?"
"Baik juga tante."
"Syukurlah kalau begitu kalian baik-baik saja.
"Tante Maafkan Mami, atas sikap buruk Mami sama tante selama ini."
"Sudahlah tidak perlu dipikirkan, Mungkin dia hanya kecewa saja dengan kepergian almarhum Kak Raditya.
"Tapi tak seharusnya Mami menyalahkan tante dengan kejadian itu."
"Sudah lupakan saja tidak perlu diingat-ingat.
"Tante mau tanya sama kamu, Apa benar kamu benar-benar mencintai nak Maya? sedangkan kamu sudah mengetahui masa lalu Maya sebelumnya?
"Iya tante Surya sangat mencintai dan menyayangi Maya dan juga Baby Bintang.
"Tapi bagaimana dengan ibu kamu nanti, apa dia bisa terima?" hidup berumah tangga itu bukan cuman hanya berdua saja tetapi dengan ruang lingkup keluarga juga. ucap Bu Nurhayati menerangkan kepada Surya karena Bu Nurhayati sangat kwatir Yolanda tidak menerima Maya apalagi dengan putrinya.
"Surya akan berusaha berbicara kepada Mami tante.
"Tapi kamu tahu sendiri kan watak ibu kamu bagaimana?"
"Iya Tante!" pelan-pelan Surya akan memberikan pengertian kepada mami.
"Ya sudah terserah kalian, yang pasti Tante sudah mengingatkan. Tante tahu kamu sangat mencintaimu Maya Begitu juga dengan Maya mencintai kamu.
Tetapi tanpa mendapat restu dari seorang ibu, keluarga itu kurang bahagia.
"Iya tante Surya tahu itu, makanya Surya ingin memberi pengertian kepada mami.
"Berusahalah semoga Yolanda berubah pikiran ujar Nurhayati kepada Surya.
__ADS_1
Sementara di tempat lain, Mami Yolanda mencari informasi mengenai jati diri Maya Wulandari karena seseorang melaporkan kalau Surya seringkali mendatangi warung makan pemilik Maya itu. Yang mengakibatkan Mami Yolanda meminta seseorang untuk menyelidiki jati diri Maya.
Ketika sang detektif suruhannya memberikan informasi yang akurat mengenai jatidiri Maya, Yolanda sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau Maya Wulandari adalah Putri Pak Alberto seorang pengusaha kaya raya.
"Jadi Maya hamil diluar nikah? bukan karena suaminya meninggal?"tanya Mami Yolanda kepada sang detektif suruhannya.
"Iya nyonya!" Maya Wulandari bin Alberto gagal menikah pada saat itu dengan kekasihnya Aliando. Karena kekasihnya Aliando lebih memilih menikah dengan Wanita pilihan orang tuanya.
Tetapi Maya sudah lebih dulu hamil sebelum rencana pernikahan itu dilangsungkan. Hal itu yang membuat Tuan Alberto marah besar hingga mengusir Maya keluar dari rumah Pak Alberto." sahut sang detektif kepada Mami Yolanda.
"Sudah kuduga dia itu perempuan tidak benar."gumam Mami Yolanda di dalam hati.
"Aku tidak akan membiarkan putraku jatuh kepada wanita seperti Maya."gumam mami Yolanda.
****
Satu minggu kemudian setelah surya dan Maya resmi menjadi pasangan kekasih, di sela-sela kesibukannya. Surya ingin sekali mengajak Maya dan juga baby bintang bermain di mall terbesar di Jakarta. Iya mall itu milik Surya sendiri.ia ingin sekali mengenalkan tempat itu kepada Maya Wulandari dan juga baby bintang. dan sesekali Surya ingin memanjakan maya dan bintang.
"Sayang kita jalan-jalan ke mall yuk!"
"Tapi bagaimana dengan baby Bintang mas? tidak enak juga ninggalin baby bintang terus sama ibu."
"Kamu tenang saja sayang, kan baby bintang bisa kita bawa!" hitung-hitung baby bintang juga berekreasi."imbuh Surya sambil mengembangkan senyumnya
"Ya sudah kalau begitu Maya pamit dulu sama ibu."
Surya membawa baby bintang ke bermain. setelah merasa bosan di taman bermain itu, Surya pun mengajak Maya untuk sekedar berbelanja keperluan baby Bintang.
Tetapi ketika mereka sedang asyik berbelanja. Tiba-tiba Pak Alberto yang baru keluar dari restoran yang ada di mall itu, ber pas-pasan dengan Maya.
Maya ingin sekali langsung memeluk papanya. tetapi karena kalimat dan kata-kata Pak Alberto yang bernyanyi di otaknya sehingga dirinya mengurungkan niatnya.
"Maya." gumam Pak Alberto pelan tetapi masih bisa didengar oleh Maya.
"Maya tertunduk Ia tidak mampu melihat wajah Pak Alberto. Sosok yang selama ini ia rindukan.
"Sayang kamu lagi apa? kok bengong?"tanya Surya sembari langsung menghampiri Maya alangkah terkejutnya Surya melihat sosok Pak Alberto di sana.
"Sayang ada apa?
"Tidak apa-apa Mas?"
"Kamu siapa?"tanya Pak Alberto
__ADS_1
"Saya Surya dirgantara."
"Iya saya tahu kamu Surya dirgantara pemilik mall ini dan pengusaha muda sukses." ucap pak Alberto dengan nada sedikit meninggi.
"Maksud saya kamu siapa putri saya?"
"Oh Maya ini Putri bapak? tanya Surya pura-pura tidak mengetahuinya.
"Saya kira selama ini Maya tidak memiliki orang tua sehingga dirinya hidup sendiri dengan membesarkan putri yang cantik seperti baby bintang." ucap Surya sambil langsung mengecup wajah cantik baby bintang.
Maya tidak mampu mengeluarkan kata-kata Ia hanya berdiri terdiam saja.
"Maya ikut papa!" papa ingin bicara sama kamu."
"Untuk apa?"
"Bukankah papa sudah menganggap Maya tidak putri papa lagi!"
"Maya ikut papa!" papa mau bicara sama kamu ?" hardik Alberto.
"Maaf pa!" Maya tidak bisa, Maya benar-benar menyayangi Putri Maya cucu papa sendiri, yang dulu papa suruh Maya gugurkan saat berada di dalam kandungan Maya.
Untuk apa Maya bicara lagi sama papa?yang ujungnya hanya untuk menyakiti hati Maya.
Maya orang yang hina tidak pantas disebut Putri papa. Jadi Maya sudah rela kok dihapus nama Maya di kartu keluarga papa." ucap Maya kepada Pak Alberto. Sambil terisak.
"Sayang yang lebih baik bicarakan baik-baik kepada Ada papa, tidak enak bicara seperti ini ambil tempat yang nyaman untuk bicara dari hati ke hati. Jangan terbawa emosi." ujar Surya ya kepada Maya. Maya pun setuju dengan pendapat Surya akhirnya mereka pun duduk di salah satu restoran yang ada di mall itu untuk mendengarkan apa yang ingin dibicarakan terhadap Pak Albert dan juga maya.
"Siapa pria itu?"
"Untuk apa papa tanya itu?"
"Kamu putriku sudah sewajarnya papa ingin tahu kehidupan mu."
Maya tertawa ngakak, Ia seolah menertawakan omongan dari papanya sendiri.
"Selama ini papa kemana saja?
"Kemana papa saat Maya sedang kritis?
"Kemana papa saat Maya bertaruh nyawa melahirkan cucu papa yang tidak papa harapkan itu?"
Papa tidak ada kan? itu yang dinamakan seorang ayah?"oleh karena hasutan dari istri papa dan adik tiriku itu, papa tega menghancurkan kehidupanku. Hidupku hancur dibuat oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab kepada aku walaupun itu kesalahan yang tidak sengaja kamu lakukan.
__ADS_1
Bersambung...
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏