Mama Muda

Mama Muda
SUUDZON


__ADS_3

"Wah Selamat ya Pak semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah." ucap Dominic.


"Terima kasih atas doanya. Bekerjalah dengan baik. Pak bos Surya begitu baik dia akan memperhatikan karyawannya yang selalu setia terhadapnya. Percayalah suatu saat kamu pasti diangkat menjadi karyawan tetap di sana Jika kamu bekerja dengan rajin dan jujur.


Sama halnya seperti saya. Dulunya juga saya seperti kamu bekerja di bagian cleaning service. Tetapi seiring berjalannya waktu Pak Surya Dirgantara memberikan saya beasiswa kuliah agar saya dapat melanjutkan sekolah saya sampai ke perguruan tinggi.


Kemudian setelah lulus saya diangkat menjadi manajer di Dirgantara group. percayalah Bos surya adalah Bos yang sangat pengertian kepada bawahannya . Dia tidak pernah sombong Bahkan dia dermawan. kamu pasti tahu dengan Pak Zidan dia juga orang yang diangkat oleh Pak Surya sebagai wakil CEO atau wakil Pak Surya sendiri jika Pak Surya tidak ada di kantor.


Pak Zidan juga mendapat beasiswa dari Pak Surya melanjutkan sekolahnya sampai ke perguruan tinggi. Hingga dirinya mencapai posisi yang sekarang ini. Jadi kamu harus benar-benar giat bekerja dan berusahalah untuk tetap jujur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kamu. Entah itu sebagai security atau cleaning service." ujar Washington kepada Dominic dibalas angkutan dari Dominic.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih sat jam dari Bandara Soekarno Hatta menuju jalan Palangkaraya nomor 57 Mereka pun tiba di sana hingga Dominic langsung menghentikan mobilnya tepat di gerbang rumah berlantai dua itu.


Washington turun dan langsung membantu Aira turun dari mobil mengingat Aira menggendong sandiago.


"Kita sudah sampai Sayang ayo turun!" ujar Washington sembari membukakan pintu mobil untuk istrinya.


Ketika Aira sudah turun dari mobil, ia terlihat kagum melihat rumah milik suaminya yang terlihat sederhana tetapi sangat asri.


"Ini rumah kita mas? tanya Aira penasaran


"Iya sayang ini rumah kita. Semoga kamu nyaman bersama Putra kita tinggal di sini walaupun rumah ini tidak semewah yang kamu impikan.


"Tidak Mas Rumah ini sangat bagus untuk Aira. Jujur Aira sangat bangga sama mas. karena mas dapat mengumpulkan sisa gaji Mas selama ini. padahal mas masih lajang saat itu dan mempersiapkan ini semua untuk Aira dan Putra kita." ucap Aira sembari langsung memeluk suaminya.


"Ya sudah kalau begitu kita langsung masuk saja Sayang kasihan Putra kita dia pasti ingin istirahat.


"Maaf Pak Washington barang-barangnya dibuat di mana ya Tanya Dominic


"Tolong bantu saya mengangkat barang-barang ini ke dalam rumah. Terima kasih kamu sudah repot-repot untuk menjemput kami." ucap Washington sambil mempersilahkan Dominic istirahat sejenak di rumah sederhana miliknya sebelum Dominic kembali ke kantor bertugas.


lebih baik kamu istirahat dulu sebentar saya akan membuatkanmu minum ujar puashington kepada Dominic sembari langsung berlalu ke dapur sementara Aira masih duduk di ruang tamu karena dirinya masih bingung kamar yang mana yang akan ia tempati.


Ini minumnya diminumlah pasti Dominic haus kan? tanya Washington


"Terima kasih Pak. Bapak sudah repot-repot membuatkan saya minum Padahal saya ingin Langsung kembali ke kantor."

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa sebentar lagi saja kamu balik ke kantor kamu pasti lelah.


"Mas Tunjukkan kamar di mana Aira menidurkan Putra kita. Kasihan dia pasti sudah lelah." ucap Aira kepada Washington.


"Eh maaf sayang. Mas sampai melupakan itu ayo kita langsung ke kamar." ujar Washington sambil mempersilakan Aira masuk ke kamar utama.


"Untung saja Bi Mirna selalu membersihkan rumah ini." ucap Washington sambil cengengesan


"Maksud kamu Mas?


"Iya ada seseorang yang selalu mas minta untuk membersihkan rumah ini walaupun mas tidak tinggal di sini.


"Seseorang?


"Apa dia seorang wanita?


"Iya dia seorang wanita!"


"Jangan-jangan dia istri kamu!"


"Husss jangan suudzon dong Sayang!"


"Ya Allah sayang," begitu banget tuduhan kamu sama mas. Mirna itu sudah lama Mas kenal semenjak Mas masih duduk di bangku SMA. Lagian mas tidak mungkin memiliki hubungan khusus dengan wanita yang sudah berumur 68 tahun." ucap Washington sambil tertawa cengengesan membuat Aira merasa sedikit malu karena dirinya sudah menaruh curiga dan menuduh Washington memiliki istri di Jakarta.


"Memangnya kamu mau suami kamu ini memiliki hubungan khusus dengan wanita yang sudah berumur 68 tahun? Apa kamu tidak malu mas seperti itu? mas tidak seperti yang ada beredar di Facebook ada pemuda yang menikah dengan nenek." ucap Washington sambil terus tertawa cengengesan.


"Maafin Aira Mas," Aira sudah suudzon sama mas." ucap Aira sembari langsung memeluk suaminya setelah membaringkan sandiago di atas tempat tidur.


"Lihat Putra kita mas dia tersenyum Sepertinya dia bahagia tinggal di sini.


"Iya sayang, Mas juga melihat senyumnya. Mas bahagia melihat Putra kita senang tinggal di rumah sederhana ini.


"Jangan ngomong seperti itu mas. Aira Sangat bahagia tinggal di rumah ini asalkan Mas selalu setia menemani Aira dan sandiago." ucap Aira sambil langsung mengecup bibir ranum Washington. Hingga mereka dikejutkan dengan panggilan Dominic yang ingin berpamitan kembali ke kantor Dirgantara.


Hal itu membuat Washington merasa bersalah karena terlalu lama meninggalkan Dominic di ruang tamu. Hanya karena menikmati senyuman dari putranya sandiago apalagi Aira memberikan kecupan hangat Yang Tak terlupakan oleh Washington

__ADS_1


Washington langsung keluar, Ia pun menghampiri Dominic yang sudah menunggunya keluar dari kamar"Maaf sudah membuat kamu menunggu."


"Tidak apa-apa Pak Washington. Saya hanya ingin berpamitan kembali ke kantor." ucap Dominic kepada Washington berpamitan agar dirinya kembali ke Dirgantara Group.


"Ya sudah kalau begitu kamu hati-hati di jalan Ingat pesan saya." ucap Washington sambil melambaikan tangannya kepada Dominic. Setelah Dominic berada di dalam mobil dan mulai menghidupkan mesinnya.


Dominic meninggalkan rumah milik Washington.


Sementara Washington kembali menghampiri Aira yang sedang asyik bermain dengan putranya sandiago.


"Maaf ya Sayang di rumah ini belum ada yang bisa setiap hari bekerja sebagai asisten rumah tangga.


Karena Bi Mirna juga masih memiliki pekerjaan di tempat lain. Dia hanya bisa sesekali datang untuk membersihkan rumah ini.


"Tidak apa-apa Mas. Aira juga bisa mengerjakannya sendiri. Mas Tenang saja tidak perlu mengkhawatirkan itu.


"Kamu tidak marah kan sayang?


"Kenapa Aira harus marah Mas?


"Maafkan mas belum bisa membuat kamu bahagia seperti yang kamu harapkan.


"Mas apa-apaan sih, Aira sudah sangat bahagia tinggal bersama mas di rumah ini dan Aira juga tidak butuh asisten rumah tangga. Aira bisa mengerjakannya semuanya .


Mas Tenang saja, yakinlah Aira tidak akan merepotkan mas." ucap Aira kepada Washington


"Terima kasih sayang kamu sudah mau hidup susah dengan mas tinggal di rumah sederhana ini."


"Ini bukan rumah sederhana, ini sudah rumah mewah menurut Aira jangan terlalu merendah. Mas tahu sendiri bagaimana keadaan keluarga Aira di Manado. Tidak perlu merasa tidak enak hati kepada Aira karena Aira ini istri mas sendiri. Jadi susah senangnya kita harus tetap bersama.


Washington langsung meraih tubuh Aira kepelukannya karena dirinya benar-benar bahagia ternyata Aira tidak mempermasalahkan jika Dirinya belum mampu membahagiakan Aira sama seperti yang dilakukan Surya kepada Maya.


Di tempat lain terlihat Pak Alberto sedang berjuang untuk bertahan hidup mengingat operasi pengangkatan sel kanker yang ada di tubuh Pak Alberto begitu menyakitkan buatnya. Hingga sampai hari ini Pak Alberto belum sadarkan diri.


Membuat Ibu Nurhayati sangat terpukul Bu Nurhayati tak henti-hentinya berdoa sambil menangis sesungguhkan meminta kepada Alloh SWT agar Pak Alberto disembuhkan oleh Yang maha kuasa."

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏 i


__ADS_2