
3 minggu kemudian
"Aku hamil, Pharrel." ucap Jenna saat pulang sekolah. Kini suasana sangat sepi, mungkin kini tinggal mereka berdua yang berada di sekolah.
"Lalu?" Tanya Pharrel dengan santainya.
"Kau harus menikahiku. Kau sudah menghamiliku!" Teriak Jenna dengan mata berkaca kaca.
"Menghamilimu, bukan berarti aku ingin. Kau tau kan aku sedang mabuk saat itu. Lagi pula, itu juga salahmu ... kau tak menahanku! Dan saat itu kau menikmatinya juga kan? Kau memang seperti ******." ucap Pharrel. Seketika itu juga Jenna menampar pipi Pharrel dengan sangat keras.
"Yak! Kau menamparku? Berani sekali kau!" Lanjut Pharrel sambil mendorong Jenna ketembok kelasnya.
"Jika kau tak ingin malu, karena hamil di luar nikah ... gugurkan saja. Karena sampai kapanpun, aku ... tak akan bertanggung jawab atas anakmu." ucap Pharrel lagi yg membuat tangis Jenna pecah.
"Kau menyuruhku menggugurkannya? Anakmu sendiri? Kau ... kau benar-benar brengsek, Pharrel!" Teriak Jenna sambil memukuli dada Pharrel. Tapi, karena sebenarnya Taehyung merasa sedikit bersalah ... ia memilih diam.
"Aku tak akan menggugurkannya. Aku akan melahirkan dan merawatnya. Kuharap kau tak menyesal suatu saat! Jika anakku bertanya di mana ayahnya, aku akan bilang pada anakku bahwa ayahnya telah mati!" Teriak Jenna, lalu meninggalkan Pharrel yang mematung di kelasnya. Tak lama Pharrel membalikkan badannya untuk melihat kepergian ibu dari calon anaknya. Tapi, Jenna benar benar sudah pergi ... dan menyisakan Pharrel di sekolahnya itu.
***
9 years old
Jenna POV
Sudah 10 tahun lamanya, sejak kejadian itu. Saat keluargaku tau bahwa aku hamil, ayah mengusirku ... dan aku juga putus sekolah ... ini semua karena Pharrel Victory!
"Aku membencimu! Aku menyesal telah menyukaimu dulu!" Kataku. Kini aku sedang berada di balkon kamarku. Anakku sudah tertidur di kamarnya. Anakku? Yah, seperti yang dulu pernah kukatakan pada Pharrel ... bahwa aku tak akan menggugurkannya. Aku akan melahirkan dan merawatnya, walau sendirian.
Aku tak punya keluarga sekarang. Setelah aku di usir dari rumah orang tuaku, aku memilih melanjutkan hidupku di California. Sebenarnya aku ingin ke New York, tapi mengingat kejadian di masa lalu ... membuatku mengurungkan niatku. Disini, aku bekerja di sebuah restoran untuk menghidupi keluarga kecilku. Ella sangat sering menanyakan tentang ayahnya, aku bingung harus menjawab apa? Dulu, aku memang pernah bilang pada Pharrel bahwa aku akan mengatakan pada anakku jika ayahnya sudah meninggal. Tapi, aku tak tega jika harus berbohong kepada Ella. Jadi aku bilang bahwa ayahnya berada di Seoul dan sedang sibuk bekerja. Dan setiap ulang tahunnya, ia pasti selalu memberitahuku tentang harapannya. Dia ingin bertemu ayahnya.
Apakah aku adalah Ibu yang jahat, karena memisahkan anak dari ayahnya? Tapi, Pharrel tak menginginkan Ella. Jadi, apa aku salah membawa Ella pergi?
***
Di California
"Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun... Selamat ulang tahun Ella." Jenna menyanyikan lagu ulang tahun untuk Ella tepat jam 12 malam sambil membawakan kue ulang tahun untuk anaknya. Ella yang mendengarnya pun merasa terganggu dan langsung terbangun. Ella mendudukkan tubuhnya dan tersenyum kearah Ibunya.
__ADS_1
"Selamat ulang tahun, sayang." ucap Jenna lalu membalas senyuman Ella.
"Terima kasih, Ibu." ucap Ella.
"Baiklah, sekarang buatlah harapan setelah itu tiup lilinnya." ucap Jenna
Akhirnya Ella pun menutup matanya dan membuat suatu harapan. Setelah itu ia meniup semua lilin yg terancap di kue ulang tahunnya itu.
"Ibu, terima kasih. Terima kasih banyak." ucap Ella.
Lalu Jenna meletakkan kue ulang tahun di atas nakas, setelah itu memeluk Ella.
"Terima kasih, Ibu." ucap Ella lagi.
"Hem, Ibu yang berterima kasih, kau ada disini, menemani Ibu selama ini. Ibu sangat menyayangimu." ucap Jenna dengan mata berkaca kaca. Ella melepaskan pelukan Jenna.
"Ibu, apa Ibu ingin tau harapanku kali ini?" Tanya Ella dengan senyuman bahagianya.
"Hem, kali ini apa?" Tanya Jenna.
"Karena aku sangat merindukan Ayah, jadi ... harapanku masih sama seperti tahun tahun sebelumnya. Aku ingin bertemu dengan ayah." ucap Ella sambil menundukkan kepalanya.
terbendung lagi.
"Kau merindukan ayah?" Tanya Jenna.
"Hem, Sangat. Kapan aku bisa bertemu dengan ayah, Ibu?" Tanya Ella sambil menatap mata Jenna yang sudah basah karena airmatanya.
"Haha, secepatnya sayang." ucap Jenna sambil mengusap airmata nya. Ella yang melihatnya ikut membantu ibunya menghapus airmata ibunya.
"Ibu, mengapa kau menangis? Apa karena ibu juga merindukan ayah? Tanya Ella.
"Hem, ibu juga merindukan ayah." jawab Jenna dengan jujur. Yah, memang begitu perasaanya. Jenna memang sangat membenci sosok Pharrel karena lelaki itu tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya. Tapi disisi lain, Jenna juga merindukan lelaki yang pernah ia cintai itu.
"Apa ibu percaya suatu keajaiban? Aku yakin, Tuhan selalu mendengarkan do'a do'a ku. Dan suatu saat, Tuhan pasti akan membuat suatu keajaiban pada keluarga kita. Tuhan pasti akan mempertemukan kita dengan ayah, juga kakek dan nenek." ucap Ella.
Jenna tersenyum menanggapi ucapan anaknya sambil mengelus rambut anaknya dengan lembut.
__ADS_1
"Sekarang tidurlah lagi. Makan kue itu besok, eoh?" Ucap Jenna.
"Hem. Tapi, bisakah kita berfoto dulu Ibu? Aku akan mengupload nya kesosial media sebelum tidur." ucap Ella.
"Baiklah, hanya sekali eoh?" Ucap Jenna. Ella mengangguk, dan akhirnya mereka berfoto.
"Ibu akan menyimpan kuenya. Setelah kau mengupload nya, kau harus lansung tidur." nasihat Jenna
"Ya, ibum" jawab Ella singkat. Setiap ulangtahunnya, Ella akan selalu mengupload nya setelah membuat harapan dan meniup lilin.
Di New York
Terlihat 3 orang pria sedang berada di sebuah club. Dua orang di antara mereka hanya menemani pria yang selama 10 tahun ini sangat suka mabuk itu.
"Yak! Sampai kapan kau seperti ini? Berhentilah, mabuk mabukan!" ucap pria pendek itu pada pria pemabuk di sebelahnya.
"Heh. Ini sudah sekitar 10 tahun. Dan kau ... hanya terdiam diri tanpa berniat mencari?" Tambah pria bergigi kelinci pada pria pemabuk di sebelahnya.
"Dan jika kau tidak ingin mencari mereka. Setidaknya, carilah pengganti mereka." nasihat pria pendek itu.
"Entahlah, aku hanya takut mereka tak akan menerimaku jika aku berhasil menemukan mereka ... sama seperti dulu ketika aku tak menerima mereka dihidupku." kata pria mabuk itu.
Ya, pria pemabuk itu adalah Pharrel, pria pendek itu adalah Jion dan pria bergigi kelinci itu adalah Jacky. Dari dulu sampai sekarang, pertemanan mereka terjaga.
Tiba tiba, Pharrel mengingat sesuatu. Dia harus mengecek sosial medianya malam ini. Dan benar saja, satu akun yang ia ikuti baru saja mengupload sebuah foto.
Dan Taehyung lihat di foto itu, terdapat 2 perempuan cantik sedang tersenyum manis dengan membawa satu kue ulangtahun.
"Lihatlah, bukankah mereka terlihat mirip?" Tanya Pharrel sambil menunjukkan ponselnya yang sedang menampilkan sebuah foto yang sedari tadi ia tunggu kemunculannya.
"Yah, anak itu memang sangat mirip dengan Jenna. Dan setiap akun itu mengupload foto atau video kau selalu bertanya seperti itu kepada kami." ucap Jion.
"Tapi, bukan berarti dia adalah anak Jenna, Pharrel! Kau sudah menyuruh Jenna untuk menggugurkannya bukan?" Tanya Jacky
"Ya, kau benar. Tapi, Jenna pernah bilang bahwa dia tak akan menggugurkanya. Dan jika melihat anak ini, sepertinya dia seumuran dengan anakku. Jadi, aku yakin bahwa dia adalah anakku." ucap Pharrel.mantap.
"Bisa saja dia menggugurkannya waktu itu. Dan setelah itu menikah dengan pria lain." ucap Jacky
__ADS_1
"Dan akhirnya Jenna hamil lagi. Jadi, bisa saja kan itu anak Jenna dengan suaminya sekarang?" Tambah sekretaris Pharrel yang tak lain adalah Jion, teman sekolahnya dulu.
Seketika Pharrel menatap kedua temannya dengan tatapan tajamnya. Sepertinya Pharrel siap membunuh kedua temannya yang berhasil membuatnya kesal.