Mama Muda

Mama Muda
TANGIS BU NURHAYATI


__ADS_3

Di tempat lain Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati terlihat sedikit khawatir dengan kondisi kesehatan Pak Alberto yang akhir-akhir ini sudah semakin menurun.


"Mas Apa tidak sebaiknya kamu dirawat inap di Rumah Sakit?" tanya Bu Nurhayati kepada Pak Alberto.


"Mas tidak suka dengan aroma Rumah Sakit. lebih baik Mas dirawat di rumah saja." ucap pak Alberto memohon kepada istrinya kalau dirinya tidak ingin dibawa ke rumah sakit.


"Ya sudah kalau begitu Mas Lebih baik makan dulu habis itu makan obat." ujar Ibu Nurhayati dibalas anggukan dari Pak Alberto. Bu Nurhayati sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Pak Alberto. Padahal pak Alberto hanyalah Demam biasa. Tetapi akhir-akhir ini Pak Alberto sering demam membuat Ibu Nurhayati merasa ada sesuatu yang tidak diketahui oleh ibu Nurhayati.


Pak Alberto Sebenarnya bukan hanya sakit demam biasa. Tetapi ia sengaja menyembunyikan penyakitnya dari ibu Nurhayati. Karena pak Alberto tidak ingin membuat istrinya bersedih karena mengetahui penyakit yang diidap oleh Pak Alberto.


Maya sendiri juga tidak mengetahui tentang kondisi kesehatan Pak Alberto yang sudah semakin menurun. Tetapi Bu Nurhayati pernah pemberitahuan kepada Maya Kalau Pak Alberto mengalami demam. Tetapi ketika Maya sudah menghampiri Pak Alberto kondisi Pak Alberto semakin membaik saat itu.


"Mas tolong jujur pada Nur, Apa yang sebenarnya Mas sembunyikan dari Nur?" tanya ibu Nurhayati kepada pak Alberto karna Bu Nurhayati merasa pak Alberto menyembunyikan sesuatu darinya.


"Memangnya apa yang Mas sembunyikan dari kamu istriku sayang?" sahut pak Alberto sembari berusaha mengembangkan senyumnya ke arah Bu Nurhayati.


"Kamu jangan pernah membohongiku mas. Karna sebelumnya Mas sudah berjanji untuk tidak akan pernah berbohong kepada nur. Jadi tolong berterus terang kepada Nur.


Kalau Mas masih menganggap Nur istri mas sendiri." ucap Ibu Nurhayati sembari memohon kepada suaminya agar suaminya terbuka kepadanya mengenai penyakit apa yang dialami oleh Pak Alberto.


"Sudah kamu tidak perlu khawatir Mas masih bisa mengatasinya sendiri." Ucap pak Alberto kepada Ibu Nurhayati.


"Diam-diam Ibu Nurhayati pun mengambil sampel obat yang biasa dikonsumsi oleh Pak Alberto secara diam-diam. Bu Nurhayati berniat untuk menanyakan obat apa yang dikonsumsi suaminya kepada salah satu apoteker.


Ketika ibu Nurhayati sudah berhasil mengambil sampel obat yang biasa dimakan oleh Pak Alberto secara diam-diam. Ia pun langsung membawanya ke apotek untuk sekedar bertanya mengenai obat apa yang diminum oleh Pak Alberto.


Bu Nurhayati tiba di salah satu apotek terdekat yang ada di lokasi perumahan mereka. Bu Nurhayati pun langsung mengeluarkan sampel obat itu kepada apoteker yang bertugas di sana.


"Maaf Mbak saya ingin bertanya sesuatu kepada anda. Kalau boleh tahu ini obat apa ya." ucap Ibu Nurhayati kepada apoteker tersebut. Ketika apoteker itu sudah memeriksa obat yang diberikan oleh ibu Nurhayati, Apoteker itu pun menggelengkan kepalanya pertanda ada sesuatu yang tidak diketahui oleh ibu Nurhayati.


"Tolong kasih tahu saya obat apa itu Pak!" tanya ibu Nurhayati


"Maaf Bu Kalau boleh tahu siapa yang mengkonsumsi obat ini? tanya apoteker tersebut kepada Ibu Nurhayati.

__ADS_1


"Suami saya mengkonsumsinya secara diam-diam. Membuat saya menjadi penasaran obat apa yang dikonsumsi suami saya. Karena saya melihat kondisi kesehatan suami saya sudah semakin menurun.


"Coba jelaskan pada saya obat apa yang dikonsumsi oleh suami saya itu Pak?" Tanya Ibu Nurhayati memohon kepada apoteker itu untuk memberitahu jenis obat apa yang diminum oleh Pak Alberto.


"Biasanya orang yang mengkonsumsi obat ini adalah orang yang menderita penyakit yang serius. Ini biasanya dikonsumsi oleh orang yang mengidap penyakit kanker."ucap apoteker tersebut kepada Ibu Nurhayati membuat Ibu Nurhayati sangat terkejut akan pernyataan apoteker itu.


Dug


Jantung Bu Nurhayati berdetak kencang ketika Apoteker itu mengatakan kalau obat yang di konsumsi pak Alberto secara diam diam, ternyata obat keras yang biasa di minum oleh orang yang memiliki penyakit serius.


"Apa? orang yang memiliki penyakit kanker? tanya ibu Nurhayati memastikan kalau dirinya tidak salah mendengar apa yang dikatakan oleh apoteker itu kepadanya.


"Iya Bu, karna obat ini dosisnya cukup tinggi ini biasa di konsumsi untuk menahan rasa sakit yang menggerogoti tubuh. Ini hanya dapat memperlambat sel sel kangker itu menyebar keseluruhan Tubuh." terang apoteker itu kepada ibu Nurhayati.


Setelah mendapat jawaban dari apoteker itu, Ibu Nurhayati pun kembali ke rumah ingin menghampiri suaminya. Ketika ibu Nurhayati sudah tiba, ia mencari keberadaan Pak Alberto yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Mas Hua..... hua.....hua" tangis Bu Nurhayati sambil langsung memeluk suaminya.


"Ada apa istriku Sayang mengapa kamu datang-datang Langsung menangis tanya Pak Alberto kepada Bu Nurhayati.


"Maksud kamu apa sayang mas kurang paham maksudmu?" tanya Pak Alberto pura-pura tidak mengetahui apa maksud dan tujuan omongan Bu Nurhayati.


lalu ibu Nurhayati pun menunjukkan obat itu dan menerangkan kalau obat yang dikonsumsi oleh Pak Alberto adalah obat kanker.


"Obat ini yang selalu Mas minum secara diam-diam kan?" mas tidak perlu berbohong kepada Nur.


Nur tidak menyangka kalau mas menyembunyikan sesuatu dari Nur. Hua ....Hua..Hua tangis Bu Nurhayati semakin menjadi membuat pak Alberto semakin merasa bersalah.


" Berarti mas tidak sayang dan cinta sama Nur." ucap Bu Nurhayati sambil terus terisak.


Tetapi Nurhayati tidak bodoh Mas. Nurhayati selalu memperhatikan kondisi kesehatan Mas hingga Nur mengetahui kalau Mas menyembunyikan sesuatu kepada Nur.


"Tolong berterus terang kepada Nur Mas. karena Nur tidak ingin kehilangan Mas. Nur sangat sayang dan cinta kepada mas." ucap Ibu Nurhayati kepada suaminya sambil terisak.

__ADS_1


Kemudian Pak Alberto pun membuka suara. Maafkan mas sayang." sejujurnya mas tidak berniat untuk membohongimu sayang. Tetapi mas tidak ingin menjadi beban pikiran kamu. lebih baik kamu tenang saja. Mas Tidak apa-apa kok." ucap pak Alberto berusaha menahan rasa sakit yang ia rasakan.


"Ada apa Mas Mengapa Mas harus menyembunyikan ini semua?


Pak Alberto langsung memeluk istrinya.


"Maafkan mas sayang!" jujur mas tidak berniat untuk membohongi kamu sayang.


"Kalau begitu kita harus segera ke dokter spesialis yang menangani penyakit itu Nur yakin kalau dokter kenalan Nur itu dapat menyembuhkan penyakit yang Mas derita saat ini.


Karna sudah banyak yang mencoba menangani penyakit yang Mas derita. Tetapi tak seorangpun yang dapat memastikan kalau mas dapat disembuhkan." ucap Alberto kepada Ibu Nurhayati.


Mas jangan pesimis Mas Harus optimis Nur yakin kalau teman Nur itu dapat menyembuhkan penyakit mas. Karena sudah banyak yang berhasil selama ini yang ia obati selama pengobatannya belum terlambat." ucap Nurhayati kepada Pak Alberto berharap pak Alberto mau berobat kepada dokter spesialis yang menangani penyakit kanker yang selama ini Ibu Nurhayati ketahui, Kalau dokter itu berhasil mengobati beberapa orang yang mengidap penyakit seperti yang dialami oleh Pak Alberto.


"Ya sudah kalau begitu Mas mau berobat ke sana. Tapi tolong jangan beritahukan dulu kepada Maya mengenai hal ini. Mas tidak ingin Maya bersedih hanya untuk memikirkan mas." ucap Pak Alberto memohon kepada Ibu Nurhayati.


Tapi bagaimanapun cepat atau lambat mereka pasti mengetahui ini semua Mas. Jadi lebih baik kita memberitahu dan berterus terang kepada mereka Siapa tahu mereka juga memiliki solusi." ucap Bu Nurhayati.


Pak Alberto menghela nafas berat. Ia tidak ingin kalau Maya terbebani akan penyakit yang ia derita. Sekilas yang dikatakan Ibu Nurhayati benar adanya. Karena suatu saat Maya pasti akan mengetahui semuanya.


"Mas semakin kita memberitahu kepada Maya dan keluarga kita semakin banyak juga yang mendoakan kesembuhan Mas. Jadi Mas jangan kwatir jika mereka juga mengetahui penyakit yang mas alami ini.ujar Bu Nurhayati kepada Pak Alberto.


"Pak Alberto hanya terdiam ia tidak menjawab Tetapi Pak Alberto juga memiliki keinginan yang kuat untuk segera sembuh. Pak Alberto dan Bu Nurhayati memutuskan untuk membawa Pak Alberto untuk berobat ke rumah sakit yang berada di Singapura. Yang kebetulan.


"Sekarang Nur akan meminta Asisten mas untuk menangani pekerjaan mas dikantor selama kita berada di Singapura. Tentunya harus di pantau putri kita." ucap Ibu Nurhayati.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


jangan lupa like coment dan votenya ya


sambil menunggu novel ini up, yuk mampir ke karya teman Emak

__ADS_1



__ADS_2