
"Ya Allah putriku sampai segitunya! Gumam Surya dengan nada kecil. Tetapi masih bisa didengar Maya.
"Ada apa sih Mas kok tertawa sampai segitunya?tanya Maya sambil menghampiri suaminya. Surya pun menunjukkan video yang dikirimkan oleh Pak Alberto kepadanya. Melihat itu semua, Maya pun langsung tertawa ngakak melihat tingkah putrinya yang tampak bahagia bermain air dengan keran dan selang.
"Ya Allah, putriku kok bisa sampai bermain air begitu sih?
"Namanya juga anak anak sayang pasti suka main air dong, jangan jangan juga maminya sewaktu kecil begitu!" ucap Surya sambil terkekeh.
"Maya membulatkan matanya ketika Surya mengatakan bahwasanya Maminya Bintang senang bermain air suatu masa kecil.
Itu artinya yang dikatakan surya yang senang bermain air itu adalah Maya.
"Enak aja lu ngatain saya begituan! gerutu Maya
"Tapi memang iya kalau kita masih kecil paling suka mencari tahu sesuatu yang ingin kita ketahui. Termasuk juga Bintang sekarang ini, ia pasti pengen mengetahui segala sesuatunya.
Ia pasti sering melihat Omanya menyiram tanaman sehingga Bintang ingin mengetahui bagaimana caranya menyiram tanaman. Tetapi kemungkinan besar sewaktu Bintang ingin menyiram tanaman, iya terkena air. Dan itu mengakibatkan dirinya mengguyur air keran itu ke tubuhnya ditaman. Surya menebak apa yang terjadi kepada bintang sehingga bintang sampai terguyur air.
****
sayang Yang ayo bersihkan tubuh dulu nanti kedinginan loh bisa sakit nanti."ujar Nurhayati kepada bintang yang lagi asyik bermain air.
"Sebentar lagi Oma, Bintang masih mau bermain.
__ADS_1
"Tidak sayang nanti kamu sakit.
"Tapi bintang masih mau bermain Oma?
"Iya ya boleh bermain tapi jangan bermain air melulu nanti bisa-bisa kamu kedinginan dan akhirnya sakit."Ibu Nurhayati kembali memberikan pengertian kepada Bintang. agar bintang telah melanjutkan permainannya dengan bermain air keran.
Akhirnya setelah bernegoisasi dengan bintang, Nurhayati berhasil membujuk Bintang dan membersihkan diri di kamar mandi. tentunya itu karena diiming-imingi coklat oleh ibu Nurhayati."
"Beneran kan Oma setelah bintang selesai mandi kita membeli coklat di supermarket!"
"iya sayang yang Oma tidak bohong kok sahut libur hayati sembari terus menggosok tubuh cucu kesayangannya itu.
Melihat ibu Nurhayati dengan telaten mengurus Bintang. Hati Alberto begitu menghangat ia benar-benar mengharapkan Jika ia dikaruniai anak kembali dari rahim Nurhayati alangkah bahagianya dirinya. Cuman Alberto juga tidak terlalu berharap akan hal itu. Karena ia sadar umur Nurhayati sudah tidak sedikit. tetapi keajaiban Allah Siapa yang tahu. Sehingga ia pun tidak berhenti berharap.
"Ya Allah Apes banget sih hidup gua, baru bekerja beberapa bulan di restoran ini gue Sudah dipecat. di restoran begini sebagai tukang cuci piring saja gue Sudah dipecat.
Harus ke mana lagi Ya Allah aku mencari pekerjaan. Apakah aku harus kembali ke kampung? pertanyaan dengan pertanyaan itu timbul di benak Yuli.
Dengan langkah gontai dia keluar dari restoran itu dan langsung mengambil motor matic butut miliknya di parkiran.
Yuli keluar dari parkiran restoran itu menuju jalan raya. Tetapi ia tidak tahu tujuannya kemana. Jika Yuli lansung pulang, ia takut bibinya akan bertanya terhadapnya Kenapa dia hari ini pulang dengan cepat?. Yuli tidak sanggup mau beritahu kepada bibinya jika ia Sudah dipecat dari pekerjaannya. Itu pasti menjadi beban untuk bibinya
Hal itu yang membuat Yuli hari itu juga berniat untuk mencari pekerjaan lain. Tetapi sebelumnya, Yuli pergi ke bengkel pemilik arsen sang kakak sepupu. Melihat kedatangan Yuli, Arsen begitu terkejut karena Yuli datang di jam kerjanya.
__ADS_1
"loh tumben kamu datang di saat jam kerja seperti ini?
"Yuli langsung meneteskan air matanya, ia pun menceritakan tentang apa yang dialaminya hari ini. Hal itu membuat Arsen ikut bersedih Melihat adik sepupunya itu dikeluarkan dari pekerjaannya.
"Ya sudah, kamu tidak perlu bersedih, lebih baik kamu cari pekerjaan yang lain saja. Siapa tahu dibalik itu akan ada pekerjaan yang lebih baik kepadamu diberikan Allah. ucap Arsen menghibur hati Yuli.
Setelah beristirahat kurang lebih satu jam di bengkel milik arsen, Yuli memutuskan untuk menghantar surat lamaran kerjanya di berbagai perusahaan. Siapa tahu ada yang menerima Yuli.
"Kak arsen!" Yuli berangkat dulu ya mengantar surat lamaran. Siapa tahu ada yang menerima Yuli bekerja di perusahaannya." ucap Yuli berusaha mengembangkan senyumnya di hadapan sahabat sekaligus Kakak sepupunya itu.
"Oke, kamu hati-hati doaku selalu bersamamu Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang layak untukmu." ucap Arsen kepada Yuli. Yuli melajukan motor matic butut miliknya dengan membawa amplop coklat yang ada di dalam tasnya. Hingga ia berhenti di salah gedung yang menjulang tinggi. Ia memberanikan diri masuk ke sana.
"Permisi mbak, saya Yuli. Saya ingin mengantarkan lamaran kerja di kantor ini. Apa di kantor ini masih menerima lowongan kerja? tanya Yuli kepada salah satu pegawai yang bertugas dibagian resepsionis di kantor itu.
"Sang resepsionis itu menatap Yuli dari ujung kaki hingga ujung rambut membuat nyali Yuli semakin menciut.
"Kami butuh Si Mbak, tapi kami membutuhkan tenaga marketing. Jika Mbak berkenan silahkan tinggalkan lamarannya. Nanti kami akan menghubungi Mbak. Jika Anda benar-benar diterima bekerja disini ujar sang resepsionis itu kepada Yuli.
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
jangan lupa mampir yuk ke karya baru outhor
__ADS_1