
"Kalau begitu mami akan ikut ke Manado menghadiri pesta pernikahan Washington. sekalian healing di daerah sana." ucap nyonya Yolanda sambil senyum sumringah.
"kalau mami ikut, itu lebih bagus." ucap Maya
Keesokan harinya Surya berangkat ke kantor ia berpamitan kepada Maya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai CEO di kantor Dirgantara Group. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, Surya tiba di kantor S Dirgantara group. Ia sudah disambut Zidan di sana.
"Selamat pagi pak bos!" sapa Zidan sambil tersenyum tipis membuat aura ketampanan Zidan terlihat jelas di hadapan para kaum hawa yang bekerja di kantor itu.
"Selamat pagi juga pak Zidan!" bagaimanapun apa semuanya sudah beres?
"Alhamdulillah sudah pak bos. Karna Yuli membantuku selama ini. Jadi pekerjaan ku sudah lebih mudah Zidan kerajaan." Ical Zidan sambil melangkah mengikuti Surya masuk ke dalam lift. setelah lift khusus petinggi perusahaan itu terbuka surya dan Zidane pun masuk ke dalam berniat langsung ke ruang kerja mereka masing-masing.
"Apa kamu sudah mengetahui kabar dari Washington? tanya Surya kepada Zidan.
"Kabar yang mana maksud Pak Bos?
"Kabar tentang rencana pernikahan mereka Apa dia sudah memberitahumu?
"Oh iya Tadi malam dia menghubungiku. Dia juga memberitahu kalau pesta pernikahannya dilaksanakan minggu depan ucap Zidane kepada Surya.
"Tolong kamu atur jadwal saya agar saya dapat menghadiri pesta pernikahan Washington dan juga Aira. Karena bagaimanapun itu adalah rencana saya selama ini untuk menyatukan Aira dengan Washington." ucap Surya kepada Zidan membuat Zidane sedikit bingung akan apa pernyataan Surya.
"Maksud Pak Bos?
"Saya meminta Washinton untuk menghantarkan Aira langsung ke tanah kelahirannya, agar mereka bisa lebih dekat. Saya ingin kalau Washington memiliki pasangan yang cocok untuknya.
Saya juga tahu dulunya Aira memiliki kesalahan besar kepada istri saya Maya. Tetapi istri saya sudah memaafkannya. Dan ia juga mengakui kesalahannya yang ia lakukan karena ingin mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.
__ADS_1
Tetapi setelah ia sadar, Ia pun meminta maaf kepada Maya. Saya melihat Aira minta maaf kepada Maya dengan tulus. Sehingga saya berniat untuk membantu Aira mendapatkan pasangan hidup yang cocok untuknya.
Apalagi saya tahu sendiri kalau mantan kekasihnya David, tidak ingin menikahinya walaupun sudah mengetahui benih yang ada di rahim Aira Sudah tumbuh di dalamnya.
hingga rencana itu pun berhasil sekarang. Ternyata di antara mereka tumbuh rasa cinta yang amat dalam.
"Zidan menatap Surya dengan tatapan penuh tanya? Padahal selama ini Surya tidak pernah bertanya mengenai hubungan Zidan dengan Yuli. Entah Surya menutup matanya melihat kedekatan Zidan dengan Yuli. Ia sama sekali tidak pernah berniat untuk menyatukan keduanya.
"Kapan kamu akan menyusul mereka?
"Maksud Pak Bos?
"Jangan pura-pura tidak tahu. Kapan kamu akan menikahi Yuli? Saya tidak mau kamu mempermainkannya. Yuli itu wanita yang baik. Saya mengetahui itu karena Yuli juga sahabat lama istriku."pekik Surya membuat Zidan terkejut dengan pertanyaan Surya.
Padahal sebelumnya Surya sama sekali tidak mengetahui hubungan keduanya bahwasanya mereka sudah pasangan kekasih. Yang Surya ketahui adalah hubungan Zidan dengan Yuli hanya sebatas atasan dan bawahan. Sebenarnya Surya sudah lama mengetahui hubungan keduanya. Tetapi Surya memilih untuk tidak ikut campur akan hubungan Zidan dengan Yuli.
"Ya sudah, kalau Begitu tidak perlu kita bahas yang ini lagi. Sekarang kita membahas pekerjaan ." ucap Surya sembari duduk di kursi kebesarannya menjadi seorang CEO di Dirgantara Group. Sementara Zidan meminta izin untuk kembali ke ruangannya setelah menghantarkan Surya masuk ke ruang CEO.
Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang. Surya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Perut Surya sudah mulai meminta diisi karena cacing cacing yang ada di perutnya sudah mulai berdemo.
"Lapar banget jam baru 11.30 kok sudah lapar sekali ya?" gumam Surya dalam hati sembari terus meneliti berkas berkas yang ada di mejanya.
Di lantai bawah tepatnya di lobby kantor Dirgantara group, terlihat Maya menghampiri resepsionis yang bertugas di sana.
"Selamat siang Nyonya Maya!"sapa resepsionis kepada Maya dan berusaha mengembangkan senyumnya.
"Selamat siang!" apa Pak Surya ada di ruangannya? tanya Maya kepada sang resepsionis.
__ADS_1
"Pak Surya ada di ruangannya nyonya. Apa perlu saya antar?" tawar resepsionis itu kepada Maya.
"Tidak!'saya bisa sendiri." ucap Maya sembari mengembangkan senyumnya kepada resepsionis itu membuat aura kecantikan Maya semakin terpancar. Hingga setiap kaum ada yang melihatnya akan terpesona.
"Maya berlalu dari hadapan resepsionis itu. Ia pun masuk ke dalam lift dan langsung menekan tombol lantai tempat suaminya berada.
"Cantik sekali Nyonya Maya pantas Pak Surya sangat mencintainya." gumam resepsionis itu karena kagum melihat kecantikan Maya.
****
Selamat siang suamiku sayang!" sapa Maya tiba tiba masuk keruangan Surya tanpa mengetuk pintu ruangan Surya terlebih dahulu, Membuat Surya sedikit terkejut karna Surya lagi serius meneliti berkas berkas yang ada Diruangnya.
Surya langsung berdiri memeluk istrinya.
"Kamu datang sayang!" tanya Surya sembari mengecup kening Maya.
"Iya mas!" Maya bawa makan siang untuk mas. Ini masakan Maya sendiri loh." ucap Maya sembari senyum semringah.
"Kok kamu tau bangat ya sayang kalau mas sudah lapar bangat?
"Memangnya mas sudah lapar?
"Sudah ini tadi rencana Mas sudah ingin ke kantin untuk mengisi perut yang sudah keroncongan. Eh ternyata istri mas yang cantik ini sudah membawa masakan yang enak untuk Mas." ucap Surya sambil kembali mencium wajah cantik Maya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
yuk jangan lupa mampir juga kekarya emak yang lain, ceritanya seru loh