
Di tempat lain Maya dan Surya sudah bergegas ingin kembali ke rumah keluarga besar Dirgantara. Surya memilih mereka akan kembali tinggal bersama mami Yolanda di rumah utama keluarga Dirgantara. Mengingat kondisi Maya saat ini belum benar-benar pulih.
Bahkan operasi akan dilakukan kembali kepada Maya untuk memulihkan wajah Maya seperti sedia kala. Surya berniat untuk membawa Maya ke Korea Utara untuk pengobatan wajah Maya yang sudah rusak dengan belahan pisau yang dilakukan oleh Riska kepadanya.
Tetapi setelah kondisi kesehatan Maya dan juga bayi Jupiter semakin membaik. Jika kondisi bayi Jupiter sudah stabil Surya berniat untuk membawa Maya bersama bayinya liburan ke Korea Utara sambil melakukan perawatan kecantikan untuk istrinya Maya.
"Apa kau masih mencintaiku walaupun wajahku seperti ini mas? ucap Maya dengan tatapan sendu.
"Sayang mas mencintaimu bukan karena wajahmu yang cantik dan menawan tetapi karena hati tulus kamu mencintai mas. membuat mas sangat mencintaimu. Berhenti untuk menuduh mas tidak mencintaimu lagi jika wajahmu seperti ini.
Tentunya ini bukan hal yang kau inginkan. untuk itu mas akan berusaha untuk memulihkan wajahmu kembali. Bukan karena Mas malu. Tetapi agar kamu percaya diri untuk menghadapi orang lain.
"Terima kasih Mas!"
"Tidak perlu berterima kasih kepada Mas sayang. Justru mas yang harus berterima kasih kepadamu.
Karena kamu wanita yang sangat luar biasa. Mampu menghadirkan pangeran di tengah-tengah keluarga kita walaupun kondisinya dalam situasi genting kamu tetap menjaga dia untuk Mas dan juga untuk keluarga besar Dirgantara. Mas sangat mencintai kamu Maya Wulandari istriku sayang." ucap Surya sembari memeluk istrinya dan memberikan kecupan hangat di kening Maya.
Zidan datang menghampiri Surya
"Pak Bos Sepertinya saya harus kembali ke kantor karena Yuli menghubungiku!"ucap Zidan kepada Surya
"Iya sudah segeralah kembali ke kantor." ucap Surya kepada Zidan.
Setelah berpamitan kepada surya dan Maya Zidan Langsung kembali ke kantor setelah mendapat telepon seluler dari Yuli yang meminta dirinya segera kembali ke kantor. Karena ada sesuatu hal penting yang harus mereka kerjakan saat itu juga.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit Zidan pun tiba di kantor Dirgantara Group. Ia melihat Yuli sudah sangat sibuk mengerjakan pekerjaannya yang aturan dikerjakan oleh Zidan.
__ADS_1
"Maaf aku sudah membuatmu menunggu.
"Tidak apa-apa Pak Zidan, coba ini Bapak periksa Apakah ini sudah sesuai dengan permintaan yang yang diminta oleh Pak Surya atau tidak? tanya Yuli sembari menyerahkan beberapa file kepada Zidan untuk diperiksa Zidan.
****
Sementara di tempat lain dokter Avena terlihat begitu bahagia ketika dirinya sudah menemukan jati dirinya sebenarnya bahwasanya Dia memiliki kakak kandung yaitu Zidan.
"Apa yang harus aku lakukan, apa aku masih tetap tinggal di rumah neraka itu? atau aku tinggal bersama Kak ku Zidan?
"Sungguh tidak mungkin atau tinggal bersama Kak Zidan tetapi aku juga tidak ingin tinggal di rumah neraka itu lagi." gumamnya dalam hati tetapi sekilas dokter avena memikirkan ia ingin menyelidiki kasus yang menimpa keluarganya sama seperti rencana Zidan yang ingin mencari tahu siapa dalang dan pelaku pembunuhan untuk kedua orangtua mereka.
"Aku harus tetap tinggal di rumah neraka itu sebelum aku menemukan Siapa pembunuh kedua orang tuaku." Gumam dokter Avena sambil menatap foto ayah dan ibu kandungnya yang diberikan Zidane kepadanya.
"Aku bersumpah akan mengungkap kasus ini kembali, kalian tenanglah di surga. Sku akan membalaskan perlakuan kejam yang dilakukan orang jahat itu kepada papa sama mama."ucap dokter Avena berbicara kepada foto kedua orang tuanya seolah-olah ia berbicara kepada kedua orang tuanya yang masih ada.
Tiba-tiba seorang wanita mengetuk pintu ruang kerja dokter Afina. Dan langsung masuk ke ruang dokter itu.
"Iya Selamat siang Mbak Ada yang bisa saya bantu?
"Saya tidak ingin berbasa-basi, Saya sedang hamil. Tetapi saya tidak ingin memiliki anak ini karena pria yang menghamili ku tidak bertanggung jawab. Lakukan sesuatu kepadaku agar janin ini keluar dari rahim ku." ucap wanita itu kepada dokter Avena. dokter Avena menatap wanita itu dengan tatapan penuh arti.
"Mengapa engkau membunuh janin yang tidak berdosa?
"Saya tidak akan mampu menghidupi anak ini, lelaki yang sudah merenggut mahkotaku tidak mau bertanggung jawab. Apa yang harus aku lakukan dengan janin yang ada di rahim selain aku mengeluarkannya dari rahimku?
"Tentunya kau harus merawatnya di rahimmu Karena itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepadamu.
__ADS_1
"Tidak, ini tidak anugrah tetapi ini sebuah kesalahan yang aku lakukan bersama pria yang aku cintai yang ternyata itu pria brengsek.
"Tolong bantu saya untuk menggugurkan kandunganku ini?"mohon wanita itu kepada dokter Avena.
"Maaf Mbak, tetapi saya tidak mau melakukannya. Karena itu sangat perbuatan dosa. Saya tidak ingin menambah dosa saya dengan membunuh Janin yang tidak berdosa."ucap dokter Svena kepada wanita itu.
"Terus apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan mampu menghidupi anak ini kelak?
"Semuanya sudah diatur sama Allah Kamu jangan kwatir jika ada kemauan pasti ada jalan. Lebih baik kamu kembalilah dan aku akan memberikan resep kepadamu agar kamu sehat dan Janin kamu tidak kenapa-kenapa." ucap dokter Avena kepada wanita itu sembari memberikan beberapa vitamin dan juga obat mengurangi rasa mual kepada wanita itu. Setelah memeriksa kandungan wanita itu
"Kalau kau tidak memiliki pekerjaan dan merasa tidak mampu menghidupi kehidupan kamu. Kamu bisa tinggal bersama saya di rumah kedua orang tua saya." ucap Avena kepada wanita itu. Avena sengaja menawarkan wanita itu untuk tinggal di rumah kedua orang tua angkatnya. Agar David dapat merasakan bagaimana yang dirasakan Aira selama ini.
"Apa kau serius dokter?
"Iya tentunya saya serius saya akan merawatmu dan juga menjaga bayimu. Tetapi kamu juga harus menjaga bayimu sendiri jangan berniat untuk menggugurkannya karena itu dosa yang sangat besar."ucap dokter Avena kepada wanita itu.
Wanita itu menatap dokter Avena seolah Dirinya belum percaya apa yang dikatakan dokter Avena kepadanya. Ia takut jika dokter Avena akan melaporkannya ke kantor polisi karena dirinya berniat untuk menenangkan bayi yang ada di dalam rahimnya.
Kamu jangan khawatir, saya orang baik tidak berniat untuk menyakitimu. Tapi jika kau berkenan kau bisa tinggal bersama kami ujar Avena sembari menatap wanita itu dengan tatapan penuh tanya.
Akhirnya wanita itu setuju untuk tinggal di kediaman keluarga David. Avena melakukan semua itu karena dirinya ingin dapet mengetahui bagaimana penderitaan wanita hamil. Agar tidak semena-mena mempermainkan wanita.
"Terima kasih atas kesabaranmu dokter tetapi apa kedua orang tuamu akan menerimaku? di rumah mereka?
"Tentunya mereka mau, aku yang akan memberikan nafkah kepadamu. Untuk itu jangan pernah berniat untuk melenyapkan bayi yang tak berdosa itu."ucap dokter Avena kepada wanita itu.
Bersambung.......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
jangan lupa like coment dan votenya ya kakak. outhor setiap hari up minimal tiga bab sehari mulai hari ini