
Menurut pemberitaan yang ada di layar televisi kalau kerusakan mobil milik Zidan saat ini cukup parah. Itu berarti kondisi Zidan juga pasti parah. Itu menurut prediksi Pak Alberto dan ibu Nurhayati, Begitu juga dengan Mami Yolanda sehingga mereka sangat mengkhawatirkan kondisi Zidan saat ini.
Pagi itu juga Surya Dirgantara menghantarkan Mami Yolanda, Ibu Nurhayati, dan juga Pak Alberto ke rumah sakit Dirgantara untuk melihat kondisi Zidan saat ini. Mami Yolanda sudah sangat emosi kepada surya yang tidak memberitahu kalau Zidan saat itu mengalami kecelakaan.
Padahal Surya sengaja tidak memberitahu kepada Mami Yolanda mengenai kejadian yang menimpa Zidan. Karena Surya sangat mengetahui jika mani Yolanda mengetahuinya pasti akan menangis histeris Tetapi pemberitaan di layar televisi tidak dapat dihambati oleh Surya Dirgantara. Karena kebetulan saat kejadian banyak orang yang menyaksikan kejadian itu. Ada yang mendokumentasikan kejadian itu dengan menggunakan layar ponselnya.
Bahkan pemberitaan itu pun langsung viral di media sosial. Apalagi orang orang mengetahui kalau yang mengalami kecelakaan tunggal itu merupakan salah satu petinggi Dirgantara Group, membuat pemberitaan langsung ramai di perbincangkan.
Tapi sebelumya Surya sudah memperingatkan Kepada petinggi Rumah sakit Dirgantara, agar tidak sembarangan menerima tamu untuk Zidan terutama wartawan. Surya kwatir kalau kejadian yang menimpa Zidan banyak dari pesaing bisnis memanfaatkan kejadian ini, untuk merusak nama baik perusahaan Dirgantara.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, dari rumah utama keluarga Dirgantara menuju Rumah Sakit Dirgantara Group, Mereka pun tiba dirumah sakit. Ketika Mami Yolanda sudah tiba di rumah sakit terlihat para petinggi Rumah Sakit langsung memberi hormat kepada Mami Yolanda ,surya dan keluarga mereka keseluruhan yang mana pemilik Rumah Sakit datang untuk melihat Putra angkatnya.
Mami Yolanda langsung masuk ke ruang rawat inap VVIP yang sudah disediakan Surya sebelumnya untuk Zidan. Mami Yolanda Langsung menangis histeris memeluk Zidan yang terkulai lemas di atas branker rumah sakit.
Beberapa bagian tubuhnya dibalut perban, terpasang selang dan dan alat alat medis lainnya membuat hati mami Yolanda begitu sakit melihat putri angkatnya yang selalu menurut akan perintah mami Yolanda.
"Putraku Mengapa sampai seperti ini Apa yang membuat kamu sampai mengalami kecelakaan sayang?" tanya Mami Yolanda sambil terisak.
Mami Yolanda tidak ingin kejadian yang menimpa Zidan saat mereka menemukan Zidan pertama kali, tidak berdaya di jalan dan sampai beberapa bulan tidak sadarkan diri.
"Mami jangan menangis, Zidan Tidak apa-apa kok." ucap Zidan sambil berusaha mengembangkan senyumnya. Ia tidak ingin Kalau Mami Yolanda semakin khawatir terhadapnya. Karna Zidan sangat menyayangi dan menghormati mami Yolanda
Tiba-tiba dokter masuk untuk memeriksa kondisi kesehatan Zidan saat ini. Setelah selesai memeriksa kondisi Zidan, Mami Yolanda langsung bertanya kepada sang dokter yang menangani Zidan mulai berada di rumah sakit Dirgantara. Tentunya dokter itu juga mendapat penjelasan dari dokter yang bertugas di rumah sakit sebelumnya yang menangani Zidan saat dilarikan ke rumah sakit pertama sekali.
__ADS_1
Ketika dokter itu pun memberitahu keadaan Zidan yang sebenarnya kepada mami Yolanda Mami Yolanda semakin menangis histeris Ia pun berharap dokter itu dapat menyembuhkan Zidan seperti sediakala. Mami Yolanda juga bertanya mengenai patah tulang yang dialami Zidan saat ini. Apakah patah tulang yang dialami Zidan dapat sembuh kembali.
Hati Mami Yolanda begitu sakit melihat Putra angkatnya berbaring di atas brangker. sementara itu Yolanda juga melihat Yuli yang matanya sudah sembab itu artinya Yuli menangis sudah terlalu lama. Mami Yolanda semakin tidak tega melihat kondisi Yuli Saat ini, apalagi usia pernikahan mereka masih sekitar Tiga bulan.
Mami Yolanda juga mengetahui kalau Zidan yang berperan penting saat ini di perusahaan Dirgantara. Ketika Surya Dirgantara menangani perusahaan milik Ayah mertuanya. Mami Yolanda sangat percaya kepada Zidan. Terkadang Mami Yolanda selalu meminta bantuan kepada Zidan jika Mami Yolanda memerlukan sesuatu. Zidan tidak pernah menolak perintah dari mami Yolanda. Hal itu yang disukai mani Yolanda dari Zidan.
"Mom.....,jangan menangis lihat Zidan tidak apa-apa kan? Mami Tenang saja." ucap Zidan meyakinkan mani Yolanda kalau dirinya baik-baik saja. Sementara ibu Nurhayati dan Pak Alberto pun memeluk Zidan, karena Zidan selamat dari kecelakaan. Kecelakaan yang begitu parah.
Kecelakaan juga yang merenggut nyawa kakak kandung ibu Nurhayati. Yang saat itu kecelakaan bersama Ibu Nurhayati. Tetapi ini Nurhayati selamat dari kecelakaan itu, Walau harus mendapatkan perawatan yang cukup lama
Sungguh di luar dugaan jika melihat dari kerusakan mobil itu, tidak mungkin ada harapan orang yang mengendarai mobil itu akan hidup. Tetapi Tuhan masih sayang kepada Zidan, Sehingga Zidan dapat selamat dari kejadian itu.
Pak Alberto dan ibu Nurhayati berusaha untuk menghibur. Mereka sangat mengetahui kalau Yuli saat ini pasti rapuh. Sungguh sulit diartikan entah apa yang membuat Yuli saat marah dan kesal kepada suaminya ketika suaminya membawa pekerjaan ke rumah.
"Terima kasih Mami dan kalian semua yang ada disini sudah sangat mengkhawatirkan Zidan. Zidan sangat sayang kepada mami dan kalian semua." ucap Zidan sambil mengembangkan senyumnya. Mami Yolanda kembali memeluk Zidan, seolah Mami Yolanda takut kehilangan Putra angkatnya.
Apa kamu yang meminta Kakak kamu tidak memberitahu mami kejadian kecelakaan yang menimpamu? tanya Mami Yolanda penuh selidik. Padahal memang benar adanya.Kalau Zidan lah yang meminta kepada Surya agar Surya tidak memberitahu kepada mami Yolanda mengenai kejadian yang menimpa Zidan.
Zidan menganggukkan kepalanya. Dirinya tidak ingin Surya disalahkan mami Yolanda secara sepihak. Zidan yang meminta kakak untuk tidak memberitahu kepada mami. Karena Zidan takut Mami mengkhawatirkan Zidan." ucap Zidan sambil menatap Mama Yolanda dengan tatapan sendu.
Bagaimana mungkin Mami tidak mengkhawatirkanmu Nak? kamu itu Putra mami." ucap Mami Yolanda. Yuli hanya melihat interaksi keduanya. Ia tidak ingin ikut campur urusan ibu dan anak itu. Tetapi Yuli menikmati sikap manis Mami Yolanda kepada suaminya. Mami Yolanda sudah menganggap suaminya seperti Putra kandungnya.
"Pantas saja kak Surya mempercayakan perusahaan kepadamu Mas karna Mami Yolanda juga sangat menyayangi Mu." gumam Yuli di dalam hati.
__ADS_1
Tiba-tiba suara ponsel milik Yuli terdengar jelas di telinga orang-orang yang hadir di ruang rawat inap Zidan. Yuli melirik layar ponselnya bahwa nomor ponsel yang menghubungi dirinya nomor ponsel orang tua kandungnya yaitu Pak Arianto menghubungi nomor ponsel milik Yuli. setelah menonton pemberitaan tentang kejadian yang menimpa Zidan.
Yuli belum mengetahui kalau kejadian yang menimpa suaminya disiarkan di stasiun televisi. Sehingga Yuli mengira kalau kedua orang tuanya tidak mengetahui kejadian yang menimpa Zidan. Ia juga sengaja tidak memberitahu kedua orang tuanya agar tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi Zidan saat ini.
Tetapi karena pemberitaan itu Viral dan diberitakan dilayar televisi, membuat kedua orang tua Yuli mengetahui kabar tentang kecelakaan yang menimpa Zidan. Ia pun langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Pak Arianto dan ibu Anjani yang merupakan orang tua kandung Yuli.
"Hallo Assalamualaikum ayah.....! Sapa Yuli dari ruang rawat inap Zidan. Saat ini ia berusaha menenangkan dirinya menjawab segala pertanyaan dari orang tuanya.
"Kamu dari mana saja Mengapa lama mengangkat telepon dari Ayah? padahal sedari tadi ayah melakukan panggilan ke ponselmu tetapi kamu tak kunjung mengangkat. ucap Pak Arianto kepada Yuli.
Yuli hanya terdiam ia tidak menjawab apa-apa. Kemudian alangkah terkejutnya Yuli ketika mendengar apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya. Kalau pemberitaan Zidan sudah viral saat ini di sosial media dan juga layar televisi. Yuli pun memberitahu kondisi Zidan saat ini. Agar kedua orang tuanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.
Sementara di tempat lain Laura, David, Pak Hasan dan lita yang sedang berada di ruang rawat inap, David pun memberitahu kejadian yang menimpa Zidan kepada Laura. Membuat Laura begitu terkejut mendengar berita. tentang Zidan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
jangan lupa like, coment, vote dan hadiah jika berkenan.
jangan lupa sebelum karya ini up kembali yuk mampir ke karya baru emak yang ikut lomba Komplik rumah tangga. ceritanya seru loh
__ADS_1