
"Papa berharap kamu paham dengan apa yang Papa pikirkan saat ini. Papa tau persis bagaimana sakitnya hati Laura saat itu sampai sekarang melihat kamu. Mungkin jika itu terjadi kepada Papa, maka Papa tidak akan pernah memaafkan kamu. Tetapi Papa sadar Papa yang salah semua ini. Karena Papa yang minta kamu memutuskan hubungan kamu dengannya." Ucap pak Adrian merasa bersalah.
Hari itu juga, Pak Adrian dan Antonio berniat untuk menemui keluarga kecil Laura. Antonio mengetahui tempat tinggal orangtua Laura, karna saat itu Antonio sering menghantar laura pulang kerumah kontrakan orangtuanya, Ketika Laura dan Antonio masih jalan bersama. Ketika hubungan Laura dengan Antonio baik baik saja.
"Apa papa yakin kalau pak Hasan akan jujur kepada kita pa? tanya Antonio kepada pak Adrian merasa tidak yakin kalau Keluarga Laura akan bicara jujur kepada mereka.
"Kita coba saja dulu, kalau kita tidak mencoba bagaimana mungkin kita mengetahuinya." ucap Pak Adrian.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka tiba di kawasan kontrakan tempat Keluarga Laura. Ketika pak Adrian turun dari mobil mewah miliknya, Antonio dan Pak Adrian berjalan menelusuri gang rumah kontrakan pak Hasan.
Terlihat di halaman rumah pak Hasan banyak tumpukan botol bekas dan barang barang bekas. Hasil pak Hasan dan kedua anaknya mencari botol botol bekas dan barang barang bekas lainnya di sekeliling kota daerah tempat pak Hasan tinggal.
Setelah pak Adrian dan Antonio tiba, Antonio dan pak Adrian langsung mengetuk pintu rumah pak Hasan, yang ternyata tinggal dirumah hanya ada pak Hasan yang sedang membaringkan tubuhnya. Karna kebetulan kondisi kesehatan pak Hasan kurang sehat. Sehingga pak Hasan saat ini masih berada dirumah. Padahal biasanya pak Hasan sudah pergi mencari barang bekas sekeliling kota.
Pak Hasan membuka pintu rumah kontrakan yang sudah ia tempati selama kurang lebih dua puluh tahun setelah beberapa kali mendengar suara ketukan pintu.
"Ya siapa ? sahut pak Hasan dengan suara parau.
__ADS_1
"Assalamualaikum pak! sapa Antonio setelah pak Hasan membuka pintu rumahnya.
"Eh nak Antonio!" apa kabar? silahkan masuk." ucap pak Hasan menyambut Antonio dan pak Adrian dengan senyuman hangat dari pak Hasan.
"Trimakasih pak!" sahut Antonio dan pak Adrian kompak sambil melangkah masuk kerumah pak Hasan.
Kedatangan Antonio dengan Pak Adrian merupakan pertanyaan besar bagi Pak Hasan. Apalagi setelah empat bulan terakhir ini, Antonio tidak pernah menginjakkan kaki lagi ke rumah keluarga Pak Hasan. Begitu juga dengan Laura mereka sama sekali tidak mengetahui kabar Laura selama 4 bulan terakhir. Terakhir mereka mengetahui kabar Laura dari Ibu Rosita tempat Laura bekerja.
Pak Hasan pun bertanya kepada Antonio maksud dan tujuan mereka datang ke rumah Pak Hasan.
"Sebenarnya ada apa Mengapa tiba-tiba nak Antonio datang ke rumah kami ini? tanya Pak Hasan penuh dengan hati-hati.Karena dirinya tidak ingin Antonio tersinggung dengan apa yang diucapkan pak Hasan.
Pak Hasan sama sekali tidak percaya akan apa yang diceritakan oleh Antonio kepadanya. justru Pak Hasan menuduh Antonio memfitnah putrinya. Karena sudah mengatakan kalau Laura hamil darah daging Antonio dan menikah dengan pria lain. Padahal yang Pak Hasan ketahui kabar terakhir Laura dari Ibu Rosita, Laura tidak dapat pulang ke rumah karena terikat kontrak kerja.
"Kalian jangan mencoba-coba memfitnah putriku. Walaupun keadaan kami seperti ini Jangan pernah menghina kami dengan menuduhkan putriku seperti yang kalian tuduhkan. Saya sama sekali tidak percaya apa yang kalian katakan." ucap pak Hasan penuh dengan emosi.
Melihat Pak Hasan sudah mulai emosi, Pak Adrian pun langsung menghentikan Antonio agar Antonio tidak terbawa suasana dan ikut emosi. Karena maksud dan tujuan Pak Adrian datang menghampiri Pak Hasan untuk membicarakan masalah ini baik-baik bukan dengan kekerasan.
__ADS_1
Kemudian Pak Adrian pun menceritakan kecurigaan mereka mengenai anak yang dikandung oleh Laura kalau anak yang dikandung oleh Laura itu merupakan darah daging Antonio. Tetapi Pak Hasan tidak percaya kalau saat ini Laura sedang hamil.
"Kalau bapak tidak percaya Laura saat ini sedang hamil, kami bisa memberikan alamat tempat Laura bekerja saat ini. Di sana anda bisa menemui Laura." ucap Antonio karena Antonio tidak ingin dituduh Pak Hasan memfitnah putrinya Laura. Ia hanya ingin bertanggung jawab kepada bayi yang ada di dalam kandungan Laura.
Di tempat lain, terlihat Laura sangat gelisah seperti ada sesuatu yang ingin terjadi kepadanya dan keluarganya. Tetapi ia tidak tahu apa yang ingin terjadi di terhadap keluarganya. Sehingga ia pun langsung menghubungi David saat itu juga. Laura kepikiran kepada keluarga kecilnya. Karena sudah empat bulan terakhir, Laura tidak memberi kabar kepada keluarganya.
Ketika David mendapat sambungan telepon dari Laura Ia pun langsung menghampiri Laura di Rosita Florist. Laura nekat ingin menemui orang tuanya di rumah kontrakan yang selama ini ditempati oleh keluarga kecilnya.
"Mas aku ingin menemui keluarga Laura. Entah mengapa Laura kepikiran terus kepada Meraka, Laura takut terjadi sesuatu kepada mereka." ucap Laura memohon kepada David agar mereka segera pergi menemui keluarga Laura saat itu juga.
"Ya sudah kalau begitu kita sekarang ke sana, tetapi kamu harus terlebih dahulu menutup toko ini. Karena Ibu Rosita sudah mempercayakannya kepadamu." ujar David kepada Laura dibalas anggukan dari Laura.
Dengan dibantu David, Laura pun menutup toko bunga milik Ibu Rosita. Kemudian mereka berlalu meninggalkan Rosita Florist menuju rumah kontrakan yang ditempati oleh keluarga Laura. Ketika mereka sudah tiba di gang masuk rumah keluarga Laura, Laura sangat terkejut melihat ada mobil mewah yang terparkir di sana. Ia sama sekali tidak tahu, kalau mobil itu merupakan mobil ayah kandung Antonio.
"Mas daerah rumah kontrakan keluargaku tidak bisa terparkir mobil. Lebih baik mas parkirkan di sini saja mobil Mas." ucap Laura kepada David. David mengembangkan senyumnya."Tidak apa-apa sayang, sekarang lebih baik kita langsung menemui orang tua kamu. Mas sangat senang jika kamu memperkenalkan keluargamu kepada Mas. Itu berarti kamu sayang dan cinta sama mas. Ya bukan? ucap David sambil langsung mengecup kening Laura.
Ketika David dan Laura menelusuri gang rumah kontrakan keluarga Laura. Laura meminta maaf kepada David kalau kondisi keluarganya saat ini memang memprihatinkan. dari awal Laura memang sudah menceritakan itu kepada David tetapi David tidak mempermasalahkan keadaan keluarga Laura. Yang ia harapkan hanya cinta dan kasih sayang Laura yang tulus kepadanya.
__ADS_1
Bersambung....
hai hai redears emak minta maaf ya emak agak siangan upnya. Soalnya emak lagi kurang sehat. Trimakasih karna sudah mampir kekarya receh emak. Jangan lupa like, coment vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏💓🙏🙏