
Ketika Mami Yolanda bertanya kepada Surya tentang keberadaan Maya. Surya pun langsung mengatakan kalau Maya tidak ingin dihina oleh Yolanda lagi. Bahkan ia tidak ingin bertemu dengan Yolanda karena Maya takut bakalan dihina lagi.
Mami Yolanda hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan Surya kepadanya. Padahal Ia mengetahui kalau Surya sangat mencintai Maya.
"Kita pulangnya nak!" mami sangat merindukan situasi-situasi yang selama ini kita lewatkan.
"Maaf mom?" Surya tidak mau pulang sebelum Mami merestui hubungan Surya dengan Maya.
Mami Yolanda hanya terdiam. Ia tidak dapat berkata apapun lagi. Ia mengetahui sifat asli Surya bagaimana, Karena sekali dia katakan tidak pasti tidak." dan tak ada kata akan diulangi lagi.
"Kalau kamu memang serius dengan Maya bawa Maya ke rumah."ucap Mami Yolanda memberi lampu hijau kepada Surya.
Sementara di tempat lain Pak Alberto menangis tersedu-sedu. Ia mengingat kala dirinya mengusir Maya dari rumah. Ketika ia mengetahui kalau Maya sedang hamil.
"Maya Maafkan papa!" jujur Papa sangat menyesalinya Apalagi setelah melihat putri cantik mu itu, cucu papa sendiri yang ingin Papa bunuh dulu.
"Maya aku sangat menyayangimu jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam Hanya ada kamu di sana. Tangis pak Alberto. Tiba-tiba suster yang bekerja merawat Pak Alberto pun merasa heran melihat sang majikan telah menangis.
Pak Alberto menghubungi seseorang untuk melacak tempat tinggal Maya sebenarnya, sejujurnya Pak Alberto, bisa bertanya kepada Surya. Tetapi ia enggan mengungkapkannya. "Aku tidak akan menyerah, Aku akan membujuk putriku tinggal bersamaku lagi. Aku yang paling sangat menyayanginya. Pak Albert bermonolog sendiri.
"Tuan......!" Tuan kenapa menangis?"
"Saya sangat merindukan putri saya sus!"
"Oh Mbak Maya ya!"
"Iya sus apa kamu mengenalinya?"
"Iya pasti kenal Toh pak!" orang Mbak Maya yang memberikan pekerjaan ini kepada saya. "Mbak Maya juga memberitahu kalau Bapak dicelakai oleh istri bapak sendiri. ucap Suster itu kepada Alberto.
"Bapak Tenang saja suatu saat Mbak Maya akan kembali ke rumah ini percayalah Pak!" ujar suster memberi harapan kepada Pak Alberto.
"Benarkah yang kamu katakan?
"Benar pak! aku yakin kalau mbak Maya masih sangat menyayangi bapak.
"Tapi ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada bapak, tapi Bapak tolong jangan marah niat aku hanya untuk membuat keutuhan keluarga Bapak. Agar Maya kembali tinggal di rumah ini.
"Bagaimana caranya sus?"
"Ini hanya saran saya terima atau tidak Itu terserah bapak
"Iya apa yang harus aku lakukan agar Maya kembali tinggal di rumah ini bersamaku?"
"Menikahlah dengan Bu Nurhayati karena Nurhayati sudah dianggap Maya sebagai orang tuanya dan Bapak tau sendiri kalau Bu Nurhayati sudah mengangkat Maya sebagai anaknya dan itu sah dimata hukum.
__ADS_1
"Menikah?
"Iya Pak
"Tidak mungkin Nurhayati mau kepada saya yang sudah tua ini.
"Kalau tidak mencoba, kita tidak akan tahu hasilnya." coba bernegosiasi kepada ada Maya atau bisa juga kepada Bu Nurhayati. Perlahan hati Bu Nurhayati pasti akan luluh. Saya yakin itu Pak!" ucap Sania kepada Pak Alberto.
"Kenapa kamu begitu yakin?
"karena Bu Nurhayati sudah janda 5 tahun.
"Jadi kalau sudah janda 5 tahun belum tentu mau juga kepada saya. Itulah yang menjadi tugas Bapak. Sekarang bagaimana caranya mengambil hati Bu Nurhayati agar Bu Nurhayati menerima lamaran Bapak, ketika bapak melamarnya untuk menjadi istri bapak sendiri.
"Aku yakin Maya akan mendukungnya karena Maya sangat menyayangi Bu Nurhayati sifat dan tingkah laku Bu Nurhayati yang membuat Maya menjadi menyayanginya. Begitu juga dengan sebaliknya Bu Nurhayati sangat menyayangi Maya dan juga bintang. Ia sudah menganggap Maya sebagai anak kandungnya yang lahir dari rahimnya sendiri.
Karena Bu Nurhayati tidak bisa memiliki keturunan.
mendengar usulan dari Sania, Pak Alberto berpikir sejenak Ia berpikir kalau Sania katakan itu hanya bercanda tidak serius.
Padahal Sania benar-benar serius untuk menjodohkan Nurhayati kepada Pak Alberto.
****
"Waalaikumsalam!" sahut Mami Yolanda kemudian Maya yang melihat sosok mami Yolanda disana sudah ingin melarikan diri. Tetapi Surya memegang tangannya erat agar Maya tidak melarikan diri.
"Kalian sudah datang?
"Iya mom!" apa Mami menunggu kami?"
"Tentu!"
"Benarkah?
"Iya dong Putra Mami yang tampan!" puji Mami Yolanda kepada putranya. Maya menyodorkan tangannya untuk memberi salam kepada Mama Yolanda. Mami Yolanda pun menyambut tangan Maya.
"Mudah-mudahan tante Yolanda tidak menghina ku lagi!" gumam Maya di dalam hati.
"Silakan duduk!" ucap Mami Yolanda mempersilahkan Maya duduk bersama Surya yang berada di ruang tamu.
"Bi.... Bibi....."Panggil mami Yolanda
"Iya Nyonya ada yang bisa bibi dibantu?
"Tolong buatkan minuman kepada Putra dan calon menantu saya."ucap Mami Yolanda membuat Maya membulatkan matanya seolah dirinya tidak percaya Mami Yolanda mengatakan kalau dirinya calon menantu di rumahnya.
__ADS_1
"Bagaimana Maya apa Kamu Memang benar-benar mencintai Putra saya? tanya mami Yolanda to the point.
Maya menganggukkan kepalanya!"
"Tolong menjawab saya jangan hanya menganggukkan kepala. Saya ingin mendengar dari mulutmu sendiri kalau kamu benar-benar sayang dan cinta kepada putra mami sayang.
"Iya tante!" Maya sangat mencintai mas Surya melebihi Maya mencintai diri sendiri." ucap Maya kepada Mami Yolanda sembari melirik ke arah Surya. Surya terus memegangi tangan Maya. Ia tahu kalau Maya sedang keringat dingin menghadapi Mami Yolanda.
"Kamu tenang saja Sayang..... ada Mas di sini jangan takut bisik Surya kepada Maya. dibalas anggukan dari Maya.
Tiba-tiba Bibi pun sudah datang untuk menghantarkan minuman kepada Maya, surya dan juga Mami Yolanda.
"Silakan diminum?"ujar Mami Yolanda mempersilahkan Maya dan Surya meminum minuman yang sudah dihidangkan oleh asisten rumah tangga nya.
"Terimakasih tante!"
"Kalau kamu mencintai Putra saya, jangan memanggil saya dengan sebutan tante. Tapi panggil saya mami sama seperti Surya memanggil saya apa!"
"Baik tante!" Eh Mami!" ucap Maya gugup.
"Kalau begitu kapan rencana pernikahan kalian? Saya tidak ingin kalian hanya berpacaran saja. Segera halalkan nya nak!" tidak bagus sering-sering bertemu tanpa ada ikatan.
"Mami serius?
"Memangnya Mami kelihatan tidak serius ya?"
Surya menggelengkan kepalanya.
"Jadi Mami merestui hubungan Surya dengan Maya mi?
"Iya...... mami merestui hubungan kalian. Tetapi ingat dengan pekerjaanmu sendiri. Jangan sampai kamu lalai apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabmu di keluarga dirgantara.
"Baik mi!" sahur Surya baru langsung memeluk Mami Yolanda.
"Terima kasih mom!" Mami sudah merestui hubunganku dengan Maya.
"Tidak perlu berterima kasih, lakukan saja seperti yang mami katakan dan ingat Mami tidak ingin pernikahan ini biasa saja. Karena itu bisa membuat reputasi mami hancur.
"Mami malu kepada teman dan juga rekan bisnis mami. Mami ingin acara pernikahan kalian terlihat mewah dan megah
itu suatu pernikahan yang selama ini Mami impikan untuk kamu.
"Itu pasti mi?" ucap Surya kepada Mami Yolanda sementara Maya hanya terdiam dia sama sekali Tidak berkomentar apa-apa iya takut salah berbicara.
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1