
Pak Alberto berguling jatuh ke lantai satu. melihat itu semua Bi Halimah menjadi panik Ia pun berteriak minta tolong. Karena takut dilaporkan ke polisi sehingga Bu Maria pun berusaha untuk menangkap atau menyekap Halimah tetapi sebelum dirinya disekap oleh Maria, Ia sudah menghubungi Maya dan juga Surya agar segera menolong mereka dari wanita iblis itu.
"Tuan-tuan bertahanlah." ucap Bu Halimah sembari mengguncang-guncang tubuh Pak Albert yang sudah berlumuran darah.
"Awas kamu kalau memberitahu kejadian yang sebenarnya, saya akan tidak segan-segan membunuhmu." ucap Maria kepada Bi Halimah Halimah hanya menatap Bu Maria sekilas, ia tidak ingin melawan wanita iblis itu.
Maya yang sudah mendapat telepon darurat dari Halimah langsung memberitahu Surya agar mereka langsung pergi ke kediaman Pak Alberto. Sementara Bu Maria sudah mengira Kalau Pak Alberto sudah meninggal. Sehingga dirinya langsung berlalu kekamar untuk mencari surat-surat berharga dan juga perhiasan dan harta kekayaan milik Pak Alberto. Untuk ia bawa dari sana.
Setelah berhasil mengambil sejumlah uang dan semua perhiasan milik Pak Alberto, yang sudah diberikannya kepada Maria Mereka pun pergi bersama Riska. Tanpa memperdulikan Pak Alberto. Mereka sengaja melarikan diri. Maria berhasil membawa surat-surat berharga harta kekayaan milik Pak Alberto yang ia kira kalau surat-surat berharga itu adalah aslinya. melainkan itu sengaja dibuat Pak Alberto agar mereka mengira kalau surat-surat itu asli melainkan itu surat palsu. Karena aslinya sudah dipegang oleh kuasa hukum Pak Alberto.
"Cepat Riska!" kita tinggalkan tempat ini sebelum Polisi datang." ucap Bu Maria sembari tergesa-gesa masuk ke dalam mobil dan langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya.
"Ma.....!" apa Pak Alberto sudah mati?
"Mami sudah yakin kalau laki laki itu sudah mati. Sekarang kita menikmati harta kekayaannya.
"Ha....ha....ha " tawa Bu Maria di dalam mobil. Sambil menghubungi dokter Robert dan memberitahu kepada kekasihnya dokter Robert bahwasanya dirinya sudah berhasil meraup semua harta kekayaan milik Pak Alberto. Padahal dia tidak tahu kalau yang di bawahnya itu adalah surat-surat palsu. Bu Maria langsung menunjukkan surat-surat itu kepada dokter Robert ketika mereka sudah tiba di kediaman dokter Robert.
****
Halimah berusaha membopong tubuh Pak Alberto agar segera dibawa ke rumah sakit. untuk mendapatkan pertolongan. Tetapi dirinya tidak mampu membopong tubuh Alberto. security yang bertugas di sana pun langsung menghampiri pak Alberto. Apa yang terjadi sehingga Bapak seperti ini ?ucap security itu kepada bi Halimah. Kemudian Halimah pun menceritakan kepada security itu bahwasanya Bu Maria yang mendorong tubuh Alberto dari lantai dua ke lantai satu hingga Pak Alberto terguling membuat Alberto hampir kehilangan nyawanya.
kalau begitu kita langsung bawa bapak ke rumah sakit Bi." ucap security itu tanpa memperdulikan situasi dan kondisi rumah. security itu pun langsung memesan taksi sembari membopong tubuh pak Alberto masuk ke dalam taksi. Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 10 menit kemudian, mereka pun tiba di rumah sakit. Bi Halimah langsung berteriak minta tolong kepada dokter yang bertugas di sana. Berharap mereka mendapatkan pertolongan.
__ADS_1
Mendengar teriakan Bi Halimah, para dokter dan juga suster yang bertugas di sana pun langsung menghampiri taksi online yang ditumpangi oleh Halimah. Dan dokter itu sangat terkejut ketika melihat seseorang yang sudah berlumuran darah di taksi online itu. Kemudian dokter itu pun langsung membawa Pak Alberto keluar dari taksi langsung menuju ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan.
Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata pak Alberto masih hidup. Tetapi kondisinya sangat kritis hingga Pak Albert langsung dilarikan ke ruang operasi karena saat itu juga pak Alberto harus dioperasi untuk menyelamatkan nyawanya.
Setelah Pak Alberto berada di ruang operasi Bi Halimah kembali menghubungi Maya agar segera datang ke rumah sakit tanpa ke rumah Pak Alberto terlebih dahulu.
Maya yang mendengar apa yang dikatakan bu Halimah langsung meminta kepada Surya Untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit. Setelah berada di rumah sakit Maya langsung berlari ingin menghampiri pak Alberto. Tetapi ketika Maya melihat Halimah yang sedang mondar-mandir di depan ruang operasi pun langsung menghampiri Halimah.
"Apa yang terjadi Mengapa sampai seperti ini?
"Bibi juga kurang tahu non, tapi tadi pagi sepertinya bapak memiliki tamu. Dan sayup sayup bibi dengar, kalau bapak ingin mengalihkan harta kekayaan milik Bapak menjadi atas nama non. Hal itulah yang memacu Bu Maria ingin langsung membunuh Pak Alberto sebelum harta kekayaan milik Pak Alberto dialihkan menjadi atas nama Non." ucap Halimah kepada Maya.
"Apa yang dilakukannya sehingga Bapak seperti ini Bi?
"Ya Allah mengapa sampai seperti ini? Apa yang harus kulakukan Ya Allah jika terjadi sesuatu kepada Ayahku. Aku tidak ingin kehilangan ayah ku Ya Allah. Aku sudah kehilangan ibu yang paling aku cintai tetapi Apakah aku harus kehilangan ayah yang paling aku sayangi?" ratap Maya dalam hati.
Tiba-tiba salah satu suster yang membantu dokter untuk menangani operasi Pak Alberto keluar dari ruangannya dan bertanya keluarga kandung dari Pak Alberto.
"Maaf dengan keluarga Pak Alberto?
"Iya sus saya putrinya!" sahut Maya dengan terbata
"Begini nona!" kondisi pak Alberto sekarang sangat kritis, kami membutuhkan donor darah karna pak Alberto terlalu banyak kehilangan darahnya hingga kondisi pak Alberto sekarang kritis. Tetapi golongan darah yang sama dengan pak Alberto sangat langka. Sehingga persediaan darah yang sama dengan pak Alberto sedang kosong. Padahal kami juga sudah menghubungi pihak PMI tetapi di sana juga kosong." ucap Suster itu membuat harapan Maya pupus.
__ADS_1
"Ambil darah saya Suster, karena saya Putri kandungnya. Yang pasti sudah sama darahnya dengan saya." ucap Maya kepada Suster itu. Kemudian Suster itu pun langsung menganggukkan kepalanya. Kita harus terlebih dahulu memeriksa golongan darah ibu, dan apakah layak untuk mendonorkan darah atau tidak." ujar Suster itu kepada Maya.
Silakan suster!" ayo kita periksa Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada ayah saya. ucap Maya sambil terisak. Melihat Maya yang begitu menderita karena mendengar kabar buruk dari Pak Alberto. Surya merasa iba Ia pun menghubungi rekan-rekannya untuk mendapatkan golongan darah yang sama dengan Pak Alberto.
"Aku akan melakukan sesuatu." gumam Surya sembari langsung menghubungi seseorang dalam sambungan telepon selulernya. Dengan sekejap seseorang pun datang menghampiri surya dan rela mendonorkan darahnya untuk Pak Alberto. Tentunya seseorang itu rela mendonorkan darahnya karena Surya menawarkan harga yang cukup tinggi di kepada orang yang telah dihubungi oleh Surya.
Kemudian Surya pun meminta suster untuk memeriksa golongan darah pemuda itu. Yang ternyata golongan darahnya sama kepada Pak Alberto.Mudah-mudahan dengan begini pak Alberto selamat. Aku tidak ingin wanita yang sangat aku cintai bersedih."Surya bermonolog
Ketika Maya diperiksa oleh suster, ternyata kondisi Maya tidak memungkinkan untuk melakukan donor darah terhadap pak Alberto. Hal itu membuat Maya semakin frustasi tidak dapat berkata apa-apa. Maya belum mengetahui kalau Surya sudah mendapatkan donor yang cocok kepada Pak Alberto dengan dihargai cukup tinggi.
"Mas bagaimana ini? aku saja yang menjadi putri kandungnya tidak dapat berbuat apa-apa kepada papa!" anak macam apa aku ini Mas?" Maya merutuki dirinya Karena dirinya tidak mampu menolong ayahnya.
"Kamu tenang saja sayang!" papa tidak akan kenapa kenapa, papa sudah mendapatkan donor darahnya." ucap Surya untuk menenangkan hati Maya.
"Kamu serius Mas?
"Iya sayang!" untuk apa Mas berbohong kepada kamu.
"Tapi Siapa yang mendonorkan darahnya kepada papa mas?" Surya belum menjawab s
Tiba-tiba dokter pun keluar dari ruang operasi dan mengatakan kalau operasinya berhasil tetapi Alberto kondisinya belum stabil sehingga Pak Alberto harus dirawat di ruang ICU.
Bersambung......
__ADS_1
Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏