Mama Muda

Mama Muda
ADA HANTU


__ADS_3

Pak Hasan begitu bahagia melihat Laura terlihat sehat walaupun Laura baru saja melakukan persalinan itu artinya David dan dokter avena begitu menyayangi Laura selama tinggal bersama David dan juga dokter avena. ketika Pak Hasan memeluk cucu pertamanya baby Ahsan iya begitu bahagia melihat sosok bayi mungil itu terlihat tampan.


Ayah sangat bahagia melihat cucu ayah yang begitu tampan ucap Pak Hasan sambil memberi kecupan hangat di wajah tampan baby Ahsan. Sementara di tempat lain Maya dan Surya Dirgantara sudah bersiap ingin berangkat ke rumah sakit melihat Baby Ahsan dan juga Laura.


Mas sebelum Mas ke kantor lebih baik Mas antar Maya dulu ya ke rumah sakit. Soalnya Maya ingin melihat kondisi Laura dan bayinya saat ini." ucap Maya kepada suaminya Surya Dirgantara. Surya menganggukkan kepalanya pertanda dia setuju Kalau mereka pagi itu melihat Laura di rumah sakit Dirgantara.


Setelah Maya bersiap, surya dan Maya pun berangkat menuju Rumah Sakit Dirgantara. Maya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Laura dan bayi Ahsan saat ini. Sebelumnya dokter Avena sudah memberitahu kepada Maya, kalau saat ini Laura sudah berada di ruang rawat inap. persalinan Laura dilakukan secara normal dan berjalan dengan lancar.


Maya yang mendengar penjelasan dari dokter Avena pun merasa salut kepada Laura. padahal itu merupakan anak pertama Laura tetapi Laura mampu melakukan persalinan secara normal. Maya jadi teringat ketika dirinya melahirkan sosok Bintang ke dunia fana ini. Yang mana kondisi Maya sangat itu sangatlah tragis.


Hidup sendiri jauh dari keluarga hanya ditemani oleh ibu Nurhayati pada saat itu. Ibu Nurhayati yang sekarang menjadi Ibu sambung Maya . Hal itulah yang membuat Maya merasa salut kepada Laura mampu melahirkan secara normal.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit, Maya dan Surya tiba di rumah sakit Dirgantara. Terlihat para petugas yang bekerja di Rumah Sakit itu, yang melihat kehadiran surya dan Maya di sana tertunduk memberi hormat kepada sang pemilik Rumah Sakit.


Bahkan ada beberapa pekerja yang salah tingkah ketika surya dan Maya melewati mereka. Maya selalu mengembangkan senyum manisnya kepada setiap orang walaupun karyawan rendahan sekalipun. Jiwa kesederhanaan Maya yang membuat setiap orang begitu ingin dekat dengan Maya.


Karena Maya benar-benar bersahabat kepada siapapun tanpa memandang dari kalangan bawah dan juga kalangan atas. Setelah tiba di ruang rawat inap Laura, Maya langsung memeluk Laura dan mengucapkan selamat atas lahirnya Baby Ahsan. Laura pun menganggukkan kepalanya. Ia pun berterima kasih kepada Maya.

__ADS_1


Karena sudah menyempatkan waktunya untuk menjenguk Laura di rumah sakit. Ada rasa bahagia di hati Laura mendapatkan perhatian dari seorang Maya dan Surya Dirgantara. Yang notabennya pemilik perusahaan terbesar di kota ini. Sungguh Laura tidak menyangka dapat bertemu dengan keluarga yang begitu dikenal masyarakat dan juga di kalangan bisnis


Tak pernah sedikitpun terbersit di hati Laura dapat bertemu dengan sosok keluarga besar Dirgantara. Ia sangat mengenal keluarga Dirgantara dari berbagai sosial media dan juga media cetak. Yang mana Di setiap pemberitaan yang ada mengenai bisnis di negara ini, nama Dirgantara selalu tertera di sana.


Laura tidak menyangka kalau Laura hanya terlahir dari rakyat jelata, Yang Kedua orang tuanya bekerja sebagai pemulung dapat bertemu dengan keluarga Dirgantara orang terpandang di negara ini. "Dimana baby Ahsan? Apakah aku bisa menemuinya? tanya Maya kepada Laura berharap Maya dapat bertemu dan sekedar memberi kecupan hangat di wajah tampan baby Ahsan.


Baby Ahsan ada di ruang bayi. Jika Kak Maya ingin melihatnya, boleh meminta kepada suster agar membawakan baby Ahsan ke ruangan ini." ucap Laura sambil mengembangkan senyumnya.


Tiba-tiba suster datang ke ruang rawat inap Laura saat itu, ia belum mengetahui kalau Surya Dirgantara dan Maya sang pemilik Rumah Sakit berada di sana, membuat Suster itu begitu terkejut melihat kehadiran surya dan Maya di sana.


Suster itu pun memberikan baby Ahsan agar Laura memberikan ASI untuk baby Ahsan yang mana baby Ahsan sudah terlihat haus dan lapar. Tetapi sebelum Laura memberikan ASI eksklusif, Maya terlebih dahulu menggendong tubuh mungil bayi Ahsan. Ia memberikan kecupan hangat di wajah tampan bayi itu.


"Oma......, opa di mana?tanya Bintang yang sedang berada di kediaman Tuan Alberto dan ibu Nurhayati.


" Opa kamu ada di taman belakang Sayang, memangnya ada apa kok mencari Opa? kan ada oma di sini." ucap Ibu Nurhayati kepada Bintang. Bintang ingin bermain dengan Opa, Oma..... sudah lama juga bintang tidak bermain dengan Opa.


Bintang langsung berlalu menuju taman belakang. Berharap ia dapat bertemu dengan Tuan Alberto di sana.Dan dapat bermain bersama pak Alberto. Tetapi ketika Bintang berada di sana, ia tidak melihat sosok Pak Alberto. Sehingga Bintang sedikit kecewa tidak melihat sosok Opanya di sana.

__ADS_1


Ketika bintang ingin berlalu dari sana, karena tidak dengan pak Alberto, Pak Alberto langsung memeluk Bintang dari belakang. "Cucu Opa Kenapa cemberut seperti itu Nanti cantiknya hilang loh." Pak Alberto langsung memberi kecupan hangat di wajah cantik Bintang.


Tanpa Bintang dan Pak Alberto sadari salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Pak Alberto, sedang memanjat pohon mangga yang ada di taman belakang. Ia menikmati buah mangga yang matang di atas pokoknya. Sesekali asisten rumah tangga itu melemparkan kulit buah mangga itu ke sembarang arah.


Membuat Bintang bingung dari mana kulit buah mangga itu berasal. Karena kebetulan kulit buah mangga itu jatuh tepatnya di hadapan Bintang saat itu. Ia mengira kalau di taman belakang ada hantu. Sehingga bintang langsung berteriak dan memeluk Tuan Alberto, ketika kulit buah mangga itu kembali terjatuh di tepatnya di kaki Bintang.


Hal itu membuat Pak Alberto merasa bingung melihat cucunya yang merasa ketakutan. "Opa...... ada hantu." teriak Bintang ketika kulit mangga itu terjatuh lagi ke kakinya.


"Tidak ada hantu di sini sayang, kamu ada-ada saja. Lagian ini siang tidak akan ada hantu kalau di siang bolong sayang." Pak Alberto langsung menggendong tubuh cucunya.


Pak Alberto ingin menenangkan Bintang saat itu. Tiba-tiba asisten rumah tangga itu pun kembali menjatuhkan batu mangga di sembarang arah, membuat bintang melihat ke arah Siapa yang melempar buah mangga itu. Alangkah terkejutnya Bintang ketika melihat asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Pak Alberto, memanjat pohon mangga yang begitu tinggi dan menikmati buahnya di sana.


Bintang menggerutu, ternyata si mbak yang melempar kulit mangga dari tadi ya!" gerutu Bintang ketika melihat asisten rumah tangga itu turun, sambil membawakan beberapa buah mangga yang sudah ia petik sebelumnya.


Asisten rumah tangga itu pun langsung tertawa ngakak melihat mimik wajah Bintang begitu ketakutan dan menganggapnya seorang hantu. Asisten rumah tangga itu pun langsung memeluk Bintang. Karena Bintang selalu mengatakannya seorang hantu atau manusia jadi-jadian.


Bersambung....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏



__ADS_2