Mama Muda

Mama Muda
BERTEMU ANTONIO


__ADS_3

"Terima kasih, tidak apa-apa sebentar lagi juga saya akan pulang ini sudah hampir malam sahut Ibu Rosita sembari menyeruput segelas teh manis buatan Lita. Setelah selesai berbincang-bincang kepada Pak Hasan dan juga kedua adik-adik Laura Ibu Rosita berpamitan kepada mereka untuk segera kembali ke rumah karena hari sudah hampir malam.


"Maaf Pak Hasan Saya harus kembali sekarang juga. Karena ini sudah hampir malam. Mungkin lain kali kita dapat bertemu kembali, Jika anda memerlukan sesuatu jangan sungkan-sungkan menghubungi saya." ucap Ibu Rosita sembari memberikan kartu namanya kepada Pak Hasan.


"Terima kasih Bu, Ibu sudah repot-repot datang Kerumah kontrakan kami untuk memberitahu kabar putri saya. Semoga ibu selalu dilindungi Allah subhanahu wa ta'ala. Begitu juga dengan Kami yang tinggal di sini." ucapan Hasan sembari menatap Ibu Rosita dengan tatapan penuh arti.


Ibu Rosita berlalu dari sana. Di dalam hati ia sangat kasihan melihat kondisi ekonomi keluarga Laura. Yang jauh di bawah kata layak. Sejujurnya Ibu Rosita tidak sanggup untuk memberitahu kepada Laura kalau kondisi kesehatan Pak Hasan sekarang ini sudah tidak memungkinkan untuk bekerja lagi. Tetapi karena kondisi keuangan mereka membuat Pak Hasan dengan terpaksa melakukan mencari barang rongsokan agar dapat dijual untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari.


Keesokan paginya Ibu Rosita sudah menunggu kedatangan Laura di toko bunga miliknya. Sementara Laura belum memberitahu kepada dokter Avena dan juga David kalau dirinya sudah bekerja di salah satu toko bunga. Laura bersikap biasa saja kepada dokter Avena seolah Dirinya tidak menunjukkan raut kekecewaan kepada David.


"Oh iya Kak, kok akhir-akhir ini kakak sering kali keluar Kakak ke mana saja? Tanya Dokter Avena penasaran.


"Maafkan saya. Saya terlalu bosan di rumah karena beberapa bulan ini tidak pernah keluar. Jadi saya ingin memuaskan diri dengan berjalan-jalan ke taman dan menghirup udara segar." ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya.


Laura sama sekali tidak pernah menerima uang pemberian dokter Avena lagi setelah Laura bekerja di toko bunga milik Ibu Rosita Begitu juga dengan dari David l. Hal itu membuat dokter Avena penasaran Mengapa akhir-akhir ini Laura selalu menolak jika dokter Avena memberikan jatah bulanan untuk Laura.


Setiap kali David memberikan uang kepada Laura, ia selalu memiliki alasan bahwasanya Dirinya belum membutuhkan uang itu. Padahal Jika ia menerima uang itu, maka dia bisa mengirimkannya kepada orang tuanya untuk membantu ekonomi keluarganya. Tetapi Laura tidak ingin semakin membebani David dan juga dokter Avena.


Setelah selesai sarapan pagi, dokter Avena berpamitan kepada Laura dan juga David. Karena dirinya hari ini akan bertemu dengan EO yang mengurus pesta pernikahan Zidan dan juga Yuli. Yang mana acara itu dipegang langsung oleh dokter Avena.


Laura sama sekali tidak mengetahui kalau dokter Avena sedang sibuk mengurus acara resepsi pernikahan kakak kandungnya. Ia mengetahuinya sejak Dokter Avena memberitahunya tadi pagi.


Laura berangkat ke Rosita florist setelah dokter Avena dan juga David berangkat ke kantor masing-masing. Laura tidak ingin dokter Avena dan David mengetahui kalau Laura sudah mulai bekerja beberapa hari belakangan ini, semenjak David mengigau kalau David masih mencintai Aira dan ingin hidup bersamanya.


Hal itu yang membuat Laura tidak ingin terus bergantung kepada keluarga David. Laura tidak ingin suatu saat nanti terlantar jika suatu saat keluarga David tidak menerimanya lagi di keluarga mereka.


Satu minggu sudah berlalu pesta pernikahan Zidan dan Yuli juga akan dilaksanakan di salah satu Hotel ternama di kota ini. Kebetulan Jasa EO yang digunakan untuk merangkai bunga di pesta pernikahan Zidan dan Yuli. Mereka meminta bantuan kepada Rosita florist merangkai bunga di tempat itu.


Ibu Rosita menugaskan Laura ke sana untuk mengerjakan rangkaian bunga itu. Tetapi Laura sama sekali tidak mengetahui kalau pernikahan itu adalah pernikahan kakak kandung dokter Avena.


"Laura kamu bisa menemani Ibu merangkai bunga untuk merangkai bunga di salah satu hotel di daerah sini? tanya Ibu Rosita kepada Laura.

__ADS_1


"Tentu bisa bu."


"Kalau begitu Sekarang juga kita harus berangkat ke sana, karena pesta pernikahan mereka akan diadakan besok pagi jadi sekarang juga kita harus ke sana." ucap Ibu Rosita sembari membereskan apa yang akan mereka perlukan di sana.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit, Mereka pun tiba di hotel tempat Zidan dan Yuli mengadakan resepsi pernikahan. Laura dan Ibu Rosita sudah terlihat sibuk untuk merangkai bunga pelaminan, dan juga bunga altar di sana. Jasa EO penyelenggara pesta resepsi pernikahan Zidan dan Yuli sudah mempercayakannya kepada Rosita Florist mengenai rangkaian bunga yang akan digunakan di sana.


Terlihat Laura sangat sibuk merangkai bunga yang begitu indah dipandang mata. Tanpa ia sadari dokter Avena sudah berada di sana ia tidak mengetahui kalau dokter Avena sendiri yang akan turun tangan melihat desain interior dan juga rangkaian bunga yang disediakan oleh pihak EO untuk acara pernikahan kakaknya.


Ketika rangkaian bunga itu sudah hampir selesai, Laura dan Ibu Rosita berniat untuk kembali ke Rosita florist. Tetapi ketika Laura menyelesaikan rangkaian terakhirnya Ia dipanggil dokter Avena yang tiba-tiba heran melihat Laura berada di hotel itu.


"Kak Laura!"Panggil dokter Avena membuat Laura sangat terkejut dengan kehadiran dokter Avena di sana.


"Eh bu dokter ngapain Di Sini?


"Saya yang harus bertanya kepada kakak. Kakak mau ngapaindi sini?


"Maaf anda siapa ya? tanya Ibu Rosita kepada dokter Avena .


"Saya dokter Avena, dokter kandungan di rumah sakit Dirgantara Kalau anda sendiri siapa? Tanya Dokter Avena penasaran


Avena memperhatikan rangkaian bunga yang ada di hotel itu untuk resepsi pernikahan Zidan dan Yuli yang terlihat indah dipandang mata. dokter Avena menatap Laura dengan tatapan penuh tanya. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau Laura bekerja sebagai perangkai bunga dan rangkaiannya juga memang terlihat rapi dan juga indah.


"Nanti saja kita bicara dirubah bu dokter, Saya harus kembali ke toko sekarang." ucap Laura sembari mengembangkan senyumnya dan mengajak Ibu Rosita untuk segera kembali ke toko.


Dokter Avena merasa heran dan menatap kepergian Laura dengan tatapan penuh tanya.


"Pantas saja akhir-akhir Ini Laura sering keluar rumah. Ternyata dia sudah bekerja di toko bunga. Apa Laura tidak merasa khawatir kalau Laura terlalu kelelahan itu bisa membahagiakan kehamilannya?" gumam dokter Avena di dalam hati sembari terus menatap langkah Laura keluar dari hotel bersama Ibu Rosita.


Ketika Antonio berjalan dengan tunangannya ia melihat Laura keluar dari hotel bersama Ibu Rosita. Antonio merasa heran melihat perut Laura yang sudah membuncit. Padahal baru empat bulan mereka berpisah setelah Antonio memutuskan hubungannya dengan Laura.


"Laura! Panggil Antonio sembari menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Laura menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara yang memanggil namanya. Dan kembali berjalan lebih cepat meninggalkan Antonio disana.


Antonio berusaha mengejar Laura dan meninggalkan tunangannya begitu saja. Membuat tunangannya merasa kesal kepada Antonio.


"Laura tunggu." teriak Antonio sembari mengejar Laura.


Ibu Rosita menghentikan langkahnya dan menatap Laura dengan tatapan penuh tanya.


"Siapa dia? tanya Ibu Rosita kepada Laura


"Bukan siapa-siapa Bu, lebih baik kita langsung meninggalkan tempat ini. Saya tidak ingin bertemu dengan lelaki seperti dia." ucap Laura sembari menarik tangan Ibu Rosita agar mempercepat langkah mereka.


Tetapi Antonio sudah langsung mencegat langkah mereka.


"Laura, apa kabar, Apa kamu baik-baik saja?


"Seperti yang kamu lihat saya baik-baik saja. Kamu jangan khawatir lebih baik kamu pergi bersama tunangan kamu itu. Dan jangan pedulikan Saya lagi." ucap Laura sembari kembali melangkah. Tetapi Antonio langsung menghentikan langkah Laura dan ibu Rosita.


"Apa kamu sudah menikah? begitu cepatkah kamu melupakan saya? tanya Antonio kepada Laura


"Itu bukan urusan kamu, urus saja urusanmu Jangan pernah kamu mengusikku lagi."sahut Laura sembari tetap berjalan. Tetapi Antonio menarik tangan Laura hingga Laura hampir terjatuh ke pelukan Antonio.


"Katakan Siapa ayah bayi yang ada di dalam kandungan kamu? tidak mungkin kamu menikah secepat itu dengan lelaki lain." ucap Antonio kepada Laura. Karena Antonio mengetahui hanya dirinya lah yang baru menyentuh Laura selama ini.


"Jangan ganggu saya, dan jangan usik kehidupan saya. Sekarang ini lebih baik kita jalani saja hidup kita masing-masing. Kamu sudah mengambil keputusan kamu sendiri dan saya juga sudah mengambil keputusan hidup saya sendiri, jangan pernah kamu mengusikku lagi." ucap Laura sembari langsung terus berjalan.


Ibu Rosita angkat bicara. Saya tidak tahu Anda siapa dan saya tidak tahu juga hubungan anda dengan Laura Seperti apa tetapi untuk saat ini Laura adalah menjadi tanggung jawab saya. Jadi tolong jangan mengganggu kehidupannya sekarang." ucap Ibu Rosita sembari langsung melangkah membawa Laura dari halaman Hotel itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih

__ADS_1


sambil menunggu novel ini up yuk mampir ke karya emak yang lain



__ADS_2