Mama Muda

Mama Muda
SARAPAN BERSAMA


__ADS_3

Pagi hari yang indah seorang wanita cantik dan muda, sudah terbangun dari tidurnya. Ia Melihat jarum jam yang ada di dinding kamarnya. Jam sudah menunjukkan pukul 4.30 pagi. Ia pun bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Berniat untuk melakukan shalat subuh.


Setelah mengambil air wudhu di kamar mandi, Yuli membentangkan sajadahnya. dan menggunakan mukenah putih yang selalu tergantung Di lemarinya. Yuli melakukan salat subuh sendiri. Karena ia melihat Bibinya sudah tidak berada di kamarnya. Dan sepupunya sudah tidak tinggal bersama bibinya lagi. karna kedua sepupunya diterima di universitas Sumatera Utara. sehingga kedua sepupunya tinggal disana.


Bibi berjualan mulai jam Dua dini hari di pasar di dekat tempat tinggal Yuli dan juga Bibi.


Sejujurnya dibalik cerewet bibinya Yuli kepadanya. Ibu Cahyani sebenarnya sangat menyayangi Yuli. Ibu Cahyani tidak ingin kalau Yuli bergaul terlalu bebas.


Apalagi dia berada di ibukota. Kota yang namanya metropolitan. Pekerjaan berdagang sayuran dan rempah-rempah sudah lama digeluti oleh ibu Cahyani untuk menafkahi anak-anaknya. Apa lagi setelah kepergian suaminya membuat Ibu Cahyani harus membanting tulang untuk mencari nafkah kepada anak-anaknya.


Yuli merasa kasihan kepada sang bibi. Tetapi ia belum dapat berbuat apa-apa. Karena sebelum bekerja di perusahaan Dirgantara, Yuli bekerja hanya cukup untuk dirinya sendiri. Belum bisa membantu keuangan bibinya. Ibu Cahyani sangat menyayangi Iya sudah menganggap Yuli sebagai anak kandungnya. Sehingga Ibu Cahyani takut jika Yuli salah bergaul.


Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Itu artinya Yuli harus segera berangkat ke kantor. mengingat kota Jakarta setiap pagi harinya selalu dilanda macet. Apalagi jika itu di pagi hari, kemacetan semakin memadati jalanan kota metropolitan itu.


Setelah memastikan penampilannya di pantulan cermin yang ada di kamarnya. Yuli bergegas berangkat ke kantor dengan menggunakan sepeda motor matic miliknya. Ia menelusuri jalan raya dengan kebisingan klakson di sana-sini karena kemacetan terjadi di jalan.


Dengan penuh kesabaran, Yuli pun tiba di kantor Dirgantara. Tanpa ambil pusing Ia pun langsung menggunakan lift yang ada di sana agar dirinya segera tiba di ruang kerjanya.


Setelah tiba di ruang kerjanya, alangkah terkejutnya Yuli. Ketika melihat Zidan sudah terlebih dahulu tiba di ruangannya.


"Maaf Pak Zidan apa saya telat? tanya ke Yuli dan sembari melihat jam yang melingkar di tangan.


Ia melihat jam yang melingkar di tangannya Belum menunjukkan ke angka Delapan. yang herannya Mengapa tiba-tiba jidan secepat itu tiba di kantor Dirgantara? pertanyaan itu timbul di hati Yuli.

__ADS_1


"Apa kau sudah sarapan pagi? tiba-tiba Zidan bertanya.


Yuli menggelengkan kepalanya pertanda dirinya benar, jika Yuli saat itu belum sarapan pagi karena mengejar waktu untuk berangkat bekerja sehingga dirinya tidak sempat menyantap sarapan paginya.


Yuli memilih membawa bekal ke kantor.


"Saya memang belum sarapan pagi, Tetapi saya membawa bekal untuk sarapan pagi.


"Apakah kau serius?


"Iya saya membawa bekal pagi. Ini bekalku walaupun rasanya tidak enak di restoran bintang. Hanya masakan kampung itupun jika Pak Zidan mau mencicipinya kita bisa bagi dua .


"Apa Pak Zidan belum sarapan juga?


"Apa kau serius?


"Tentu!" tidak mungkin Yuli membohongi atasan Yuli. Silahkan Pak Zidan, ucap Yuli sembari memasukkan nasi goreng buatannya ke dalam piring yang diambilnya dari pantry.


Zidan mulai mencicipi nasi goreng buatan Yuli.


"Wow delicious!" puji Zidan ketika dirinya sudah mencicipi nasi goreng buatan Yuli dengan sekejap Ia pun menghabiskan bagiannya.


"Kau memang bisa memasak,

__ADS_1


"Jangan terlalu memuji Jika Kak Zidan mau nanti suatu saat akan saya bawakan lagi untuk pak Zidan


"Terima kasih atas harapan yang lezat ini kau suguhkan kepadaku. Sepertinya aku akan candu memakan masakan mu. Jika kau tak keberatan bisakah kamu menyediakan sarapan pagi setiap hari untukku. aku akan membayarnya sesuai dengan harga yang ada di kantin kantor.


Sejujurnya aku sudah bosan memakan sarapan pagi yang itu-itu saja. Jujur aku menyukai masakan kamu.


"Terima kasih Pak Zidan atas pujiannya, tanpa Anda bayar pun saya akan bersedia membawakan sarapan pagi untuk pak Zidan. Jangan khawatir Pak Zidan teman saya. Bukan hanya atasan saya."


"Kamu menganggapku sebagai teman? tanya Zidan kepada Yuli


"Yuli menganggukkan kepalanya.


"Apa aku bisa meminta lebih dari itu? Zidan kembali bertanya kepada Yuli membuat Yuli sedikit bingung dengan pertanyaan Zidan.


"Maksudnya?


"Sudah lupakan saja. lebih baik kita mengerjakan pekerjaan kita." ucap zidan karena dirinya sudah grogi melihat pandangan Yuli


Yuli tidak paham akan kata-kata Zidan kepadanya. Membuat Yuli semakin penasaran Apa maksud dan tujuan kata-kata yang dilontarkan Zidan kepadanya.


"Kenapa sih Pak Zidan harus penuh teka-teki?" gumamnya dalam hati. Zidan langsung berlalu duduk di bangku kebesarannya. Hari ini kau genap satu bulan bekerja disini berarti kau sudah gajian. Boleh dong traktir aku nanti!" ucap Zidan berniat mencandai Yuli.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏


__ADS_2