Mama Muda

Mama Muda
PUTUSAN HAKIM


__ADS_3

Aliando merutuki dirinya sendiri. Karna mengikuti keinginan kedua orangtuanya,


hidupnya jadi hancur berantakan.


"Ya Allah aku hanya ingin memeluk putriku, tidak ada niat sedikitpun untuk merebut Maya. karna aku tahu kalau Maya sudah menikah dengan orang yang tepat. Bukan seperti aku laki laki pecundang ini." Ratap Aliando.


"Sayang kamu tidak apa apa?


"Tidak mas!" Maya tidak apa apa hanya saja Maya belum terima kalau Aliando mengatakan Bintang putrinya. Karena Aliando tidak pantas dipanggil Ayah oleh Bintang.


"Ya sudah kalau begitu sekarang kamu maunya kita kemana? kasihan bintang semalam Mas sudah janji untuk membawa Bintang jalan-jalan sampai puas.


"lebih baik tanya Bintang saja mas,


"Putri Papi yang cantik, habis ini kita kemana lagi?


" Bintang pengen makan es krim."


"Bintang minta izin duku dari mami Sayang."ucap Surya kepada Bintang.


"Mom..... Bintang ingin makan es krim boleh ya!"ucap bintang dengan nada memohon kepada Maya agar keinginannya diwujudkan oleh Maya.

__ADS_1


Maya menganggukan kepalanya pertanda dirinya setuju dengan permintaan Bintang


****


"Mau rasa apa sayang? tanya Surya kepada Bintang Setelah tiba di salah satu restoran junk food yang ada di mall.


"Bintang mau rasa strawberry dan coklat Pi"


"Okey princess Papi." sahut Surya sambil langsung memesan es krim pesanan Bintang. Surya rela mengantri hanya untuk memenuhi keinginan Bintang. Hal itu membuat hati Maya begitu menghangat. Kasih sayang yang dicurahkan Surya kepada putrinya membuat Maya semakin yakin dengan cinta tulus Surya terhadapnya dan juga bintang.


"Ini Sayang es krimnya!"


"Terima kasih Papi Bintang yang sangat tampan!" ucap Bintang sembari langsung menerima es krim dari tangan Surya


Bintang hanya nyengir dan langsung menyantap es krim yang sudah dipesan oleh Surya.


"Mas lain Kali Bintangnya jangan terlalu di manja in dong."


"Biarin aja sayang!"Lagian Mas kerja untuk siapa? untuk kamu dan juga Putri kita kan!"ucap Surya.


Maya hanya terdiam. Dia menatap suaminya penuh dengan tatapan cinta.

__ADS_1


"Kamu ya Mas selalu membuat Maya semakin cinta dan sayang sama Mas."


"Emang beneran kamu semakin cinta dan sayang sama Mas?


"Iya suamiku..... lelaki yang paling tampan sedunia."ucap Maya sambil langsung memeluk suaminya. Tanpa ada rasa malu sedikitpun walaupun tempatnya di tempat umum.


Hal itu membuat Surya merasa sangat bahagia karena Maya sudah benar-benar mencintai dan menyayanginya.


Dua minggu setelah kepulangan surya dan Maya dari California, sidang putusan hukuman untuk dokter Robert, Ibu Maria dan Riska pun digelar. Tampak keluarga dari dokter Robert sudah hadir di sana terlebih dahulu. Begitu juga dengan Ibu Maria dan Riska. Melihat kedatangan Pak Alberto, Surya, Maya, Bu Nurhayati, Mami Yolanda, dan Zidan. Ibu Maria menatap mereka dengan tatapan tajam seolah dirinya mau menelan mereka satu persatu.


Persidangan pun dimulai. Jaksa penuntut umum, membacakan undang-undang yang dilanggar oleh terdakwa dokter Robert Ibu Maria dan juga Riska. persidangan tampak tegang karena kuasa hukum dari dokter Robert, Maria dan Riska pun melakukan pembelaan kepada klien mereka. Tetapi karena bukti-bukti kuat yang diserahkan oleh Zidan berikut kesaksian dari Maya, Bi Amina, Pak Alberto, Bi Surti selaku asisten rumah tangga mereka sebelumnya, dan juga satpam yang menjaga kenyamanan di rumah Pak Alberto.


Maka putusan hakim memutuskan bahwa dokter Robert dijatuhi dihukum selama 20 tahun penjara, karena terkena pasal berlapis. selain dalang dibalik perencanaan pembunuhan untuk pak Alberto, dokter Robert juga terlibat kasus praktek aborsi yang dilakukannya selama bertahun-tahun. sedangkan Ibu Maria selaku pelaku dan juga termasuk dalam perencanaan pembunuhan untuk pak Alberto dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.


Riska menangis ketika Riska mendengar putusan hakim kalau ibu kandungnya sendiri di jatuhi hukuman selama 10 tahun penjara. Hal itulah yang menghantui pikiran Riska. Ia takut hukumannya tidak beda jauh dari Ibu Maria.


Tetapi karena tidak ada bukti-bukti yang akurat kalau Riska terlibat dengan perencanaan Pembunuhan itu, sehingga Riska hanya dijatuhi hukuman 2 tahun penjara . Dia hanya mengikuti perintah dari ibu kandungnya sendiri. Hal itulah yang membuat hukuman Riska menjadi ringan.


Riska bernapas lega yang ternyata hukuman untuknya tidak seberat yang dirasakan oleh Ibu Maria. Tetapi di satu sisi Ia juga kasihan melihat Ibu Maria yang harus mendekam di penjara selama 10 tahun. Hal itulah yang membuat Riska untuk bertekad berusaha meringankan hukuman Ibu Maria. dan meminta kuasa hukum mereka untuk mengajukan banding.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2