
Dikediaman keluarga Dirgantara terlihat Maya sedang sibuk membantu baby sister untuk mengurus baby Jupiter yang sudah terlihat aktif. Baby jupiter sudah mulai duduk dan belajar merangkak. Butuh pengawasan yang ekstra bagi Jupiter.
Rasa curiga Maya terhadap Aini sang Baby sister yang membuat Maya tidak percaya penuh kepada Aini. Hingga Maya memutuskan untuk selalu mendampingi Bintang dan Jupiter. Ia tidak ingin Aini, mempertemukan Aliando dengan Bintang. apalagi Surya sudah memperingatkan Maya untuk tetap mengawasi Bintang dan Jupiter.
Ketika Aini berlalu dari kamar bintang dan juga Jupiter, Maya sudah menaruh curiga kepada Aini bahwa Aini ingin menghubungi Aliando untuk memberitahu apa saja yang terjadi di kediaman Dirgantara. Terutama mengenai Bintang Surya Dirgantara.
Ketika Aini sudah keluar, Maya mengikuti Aini ke mana Aini pergi. Tetapi sebelumnya Maya sudah menitipkan Bintang dan jupiter kepada salah satu asisten rumah tangganya yang sudah lama bekerja di kediaman keluarga Dirgantara.
Aini tidak menyadari kalau dirinya sudah diikuti oleh Maya dari belakang. Ia menghubungi Aliando dan memberitahu kalau Bintang tidak bisa ia bawa keluar untuk bertemu dengan Aliando. Ia juga memberitahu kepada Aliando kalau Maya selalu menemani Bintang dan jupiter di rumah.
Aini memutuskan sambungan telepon selulernya kepada Aliando setelah memberitahu kalau dirinya tidak bisa membawa Bintang bertemu dengan Aliando. tentunya Aini melakukan itu karena mendapat imbalan yang besar dari Aliando.
Ketika Maya Mendengar pembicaraan Aini dengan Aliando di dalam sambungan telepon selulernya, maka rasa curiga Maya selama ini terjawab sudah. Yang ternyata memang benar Aini lah informan Aliando selama Aini bekerja di kediaman Dirgantara.
Tetapi Maya pura-pura tidak mengetahui kalau dirinya sudah mengetahui Aini lah yang menjadi informan Aliando selama ini. Maya menghubungi surya dan memberitahu apa yang ia dengar. Ketika Aini menghubungi Aliando. Hal itu membuat Surya Dirgantara sangat emosi dan berniat untuk memberikan perhitungan kepada Aini.
Tetapi Maya meminta kepada Surya Dirgantara, agar Surya jangan gegabah untuk mengambil keputusan. Karena Maya ingin mengetahui lebih jauh rencana apa yang akan dilakukan Aliando terhadap Maya dan juga Bintang. Sejujurnya Maya juga sudah sangat emosi ketika ia mendengar Aini memberikan informasi tentang keluarga Dirgantara kepada Aliando.
Bahkan Aini sendiri lah yang menyebarkan kalau kondisi kesehatan Pak Alberto saat ini sedang tidak baik. Sehingga banyak dari kalangan bisnis yang bersaing dengan perusahaan milik Pak Alberto berniat untuk menghancurkan perusahaan milik Pak Alberto. Ketika mereka mengetahui kondisi kesehatan pak Alberto sedang tidak baik. Tetapi itu tidak akan terjadi jika Surya Dirgantara sudah turun tangan di dalamnya.
Maya berusaha menahan emosinya untuk tidak digabah dalam mengambil keputusan. Padahal Surya Dirgantara meminta kepada Maya agar Aini segera dipecat bekerja di kediaman Dirgantara.
__ADS_1
Aini kembali ke kamar untuk menemui baby Jupiter. Tetapi ketika Aini kembali ke kamar ia sudah tidak melihat baby Jupiter dan Bintang di sana.
"Ke mana Nyonya Maya membawa Bintang dan Jupiter? gumam Aini dalam hati ia tidak tahu kalau Maya sudah membawa Bintang dan jupiter pergi ke kediaman Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati.
Apalagi setelah mengetahui kalau Pak Alberto dan ibu Nurhayati akan segera kembali dari kota Changi Singapura. Karena kondisi kesehatan Pak Alberto sudah semakin membaik.
Aini merasa kebingungan karena tak ada satupun yang memberitahu kepada Aini kalau Bintang dan Jupiter sudah pergi bersama Maya dan Mori baby sister yang selama ini merawat Bintang. Maya sama sekali tidak memberitahu kepada mori kalau dirinya sudah merasa curiga kepada Aini. Bahkan ia sudah mengetahui kalau Aini berkhianat kepada keluarga Dirgantara.
Di kediaman Pak Alberto terlihat Bintang dan jupiter sangat bahagia bermain bersama maya dan Bi Halimah di sana. Apalagi dengan adanya Bi Halimah yang selama ini bekerja di kediaman Pak Alberto. Bintang sangat senang bermain dengan Bi Halimah karena Bi Halimah sudah lama mengenal Bintang ketika Bintang tinggal bersama Pak Alberto dan juga Ibu Nurhayati.
Maya sebelumnya sudah memberitahu kepada Surya kalau mereka berada di kediaman Pak Alberto hingga Surya memutuskan setelah kembali dari kantor langsung menuju rumah utama keluarga Pak Alberto.
"Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 20 menit dari kantor Alberto group ke rumah utama keluarga Pak Alberto, Surya sudah tiba di sana. Terlihat Bintang langsung berlari menyambut kepulangan Surya dari kantor. Hal itu membuat Surya sangat bahagia ketika Bintang menyambut Surya dengan senyuman Begitu juga dengan Maya dan Jupiter.
"Ya sayang." sahut Surya sambil langsung mengecup kening Maya. Hal itu membuat Bintang langsung merenggut. Dan diam saja menatap Surya Dirgantara.
"Putri Papi yang cantik Mengapa merengut seperti itu? Nanti cantiknya hilang loh."goda Surya agar bintang tersenyum kepadanya.
"Papi jahat Papi ciuman mami tetapi Papi tidak memeluk dan mencium Bintang."gerutu Bintang membuat Surya Dirgantara dan Maya Wulandari langsung tertawa ngakak melihat tingkah bocah kecil yang ada di hadapannya.
Surya langsung dan dalam tubuh Bintang dan memberikan kecupan demi kecupan di wajah cantik Bintang membuat Bintang langsung tertawa terpenggal penggal.
__ADS_1
"Sudah Mas kasihan bintang udah capek Mas gelitikin melulu." ujar Maya tiba-tiba Jupiter Langsung menangis entah apa yang membuat Jupiter menangis.
Surya menurunkan Bintang dari gendongannya dan kembali meraih Jupiter dari gendongan Maya. Sontak tangis Jupiter langsung terdiam membuat Maya langsung terkekeh.
"Mas lihat deh sepertinya Putra kita juga tidak terima kalau mas tidak memeluk Jupiter sedari tadi. Padahal dia belum tahu apa-apa loh." ucap Maya sembari menatap Putra dan Surya Dirgantara secara bergantian.
"Surya mengembangkan senyumnya Karena ia merasa bahagia kedua anaknya sangat merindukan peluk dan cium darinya.
Kemudian Maya dan Surya pun langsung masuk ke rumah mengingat hari sudah petang.
"Kita langsung masuk aja yuk Mas."ujar Maya karena Maya mengetahui kalau Surya hari ini sangat lelah mengerjakan pekerjaannya di kantor Alberto Group. Di samping Surya bekerja di perusahaan milik Pak Alberto, Surya juga tetap mengawasi perusahaan besar miliknya. Walaupun Zidan dan Washington berada di sana.
"Mas lebih baik Mas langsung mandi deh Sepertinya badan Mas sudah bau ." ucap Maya sontak membuat Surya langsung mencium tubuhnya.
"Ah belum bau kok Sayang, buktinya anak-anak kita nyaman mas cium dan peluk." ucap Surya sambil mengembangkan senyumnya.
"Sudahlah mas sekarang lebih baik Mas langsung mandi agar terlihat segar dan bugar. malu tuh dilihat anak anak kita sudah pada mandi dan wangi. Sementara mas masih bau asem." ucap Maya sembari langsung menarik tangan Surya agar Surya langsung membersihkan dirinya.
Surya pun akhirnya langsung masuk ke kamar mandi. Ia tidak ingin membuat istrinya kecewa terhadapnya. Karena apa yang dikatakan istrinya benar adanya. Kalau dirinya harus segera membersihkan diri sebelum bermain dengan putra-putri mereka.
Sejujurnya Surya sangat bahagia mendapat istri seperti Maya yang begitu pengertian terhadapnya. Surya merasa bangga memiliki istri seperti Maya yang sangat bijaksana dalam melakukan apapun dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan.
__ADS_1
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment dan vote dan hadiahnya ya Trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏