
"Bagaimana mas tidak kesal, si bos nyindir nyindir mas. Karna mas tak nikah nikah. sementara Washington Minggu depan sudah nikah." Ucap Zidan sembari terus menggerutu
"Sudah tidak perlu kesal begitu." ucap Yuli sambil mengecup bibir ranum Zidan dengan sekilas.
Hal itu membuat Zidan terpaku dengan sikap manis Yuli terhadapnya.
"Mas cerewet!" tidak perlu menggerutu seperti itu. lebih baik Mas pikirkan acara pernikahan kita kapan akan dilaksanakan. Apa mas tidak ingin segera menikahi Yuli?
"Tentu mas bentuk masing segera menikahi mu sayang. Kenapa kamu bertanya seperti itu?
"Buktinya sampai sekarang mas tidak ada niatan untuk pergi ke kampung untuk menemui mama dan papaku." ucap Yuli kepada Zidan.
"Bukan mas tidak mau pergi ke kampung untuk menemui kedua orangtua kamu Sayang!" Tapi kan kamu tau sendiri kalau Minggu ini jadwal kita padat sayang."
"Apalagi kamu tau sendiri pak bos akan berangkat ke Manado untuk menghadiri pesta pernikahan washington dan Aira yang kemungkinan besar untuk menggantikan Pak Bos surya di kantor ini, selama Bos Surya berada di Manado, maka mas yang akan mengambil alih tugas pak Surya."ucap Zidan kepada Yuli.
"Tidak apa-apa Mas!" Yuli hanya bercanda kok jangan dibawa serius. Lagian Yuli juga tau kalau Mas sekarang lagi sibuk. Jadi omongan Yuli tadi tidak usah diambil pusing. "Ok sayang!" nanti kita akan atur jadwal untuk pulang ke kampung."ucap Zidan kepada Yuli sambil mengecup kening Yuli.
"Ya sudah kalau begitu kita makan siang yuk!" kebetulan Yuli bawa bekal cukup untuk kita berdua." ucap Yuli sambil mengeluarkan rantang bekalnya.
"Kamu serius bawa bekal buat mas juga?
"Iya mas!" nih Buat mas." ucap Yuli sambil menyodorkan bekal yang sudah ia bawa sebelumnya.
"Wah serasa sudah punya istri benaran dibawain bekal." ucap Zidan sambil mengebangkan senyumnya.
"Sebentar ya mas, Yuli ambil piring dulu dari pantry. " ucap Yuli sambil langsung berlalu keluar dari ruang kerja menuju pantry.
Setelah Yuli mengambil piring dan juga sendok dari pantry, Yuli kembali menghampiri Zidan.
__ADS_1
"Ini mas piringnya." ucap Yuli sambil menyendok nasi dan lauk pauk yang ia bawa dari rumah.
"Maaf ya mas!" masakannya hanya masakan kampung begini." ucap Yuli
"Jangan ngomong seperti itu, justru masakan seperti ini yang mas rindukan selama ini." sahut Zidan
"Ya sudah dimakan yuk!" nanti keburu jam istirahat habis. Nanti bos Surya ngomel kalau lihat kita ngobrol melulu.ucap Yuli kepada Zidan.
"Mana mungkin Bos Surya berani marah kepada adik tampannya seperti mas."puji Zidan membuat Yuli langsung tertawa cengengesan melihat Zidan percaya diri mengatakan kalau dirinya sangat tampan.
"Iya mas tampan makanya Yuli jatuh cinta sama mas!" ucap Yuli sambil terus memakan bekalnya.
"Sudah jangan ngoceh melulu, sekarang lebih baik kita makan. Masalah tidak enaknya jangan di omongin ya mas!" ucap Yuli sambil terus menghabiskan nasi yang ada didalam piringnya. Dengan sekejap Zidan menghabiskan bagiannya.
"Enak benar Sayang!" mas suka Banget masakan kamu. Kalau bisa tiap hari makanya seperti ini, pasti mas akan gemuk deh." ucap Zidan sambil meminum air putih yang sudah disediakan Yuli sebelumnya.
****
Tiba tiba ponsel milik Dokter Avena berdering. Tetapi karna Dokter Avena sedang sibuk memeriksa pasien, sehingga dia harus mengabaikan ponselnya sebelum dirinya menyelesaikan tugas dan tanggungjawab sebagai dokter kandungan.
Karna pasien sudah banyak mengantri untuk memeriksa kandungan kepada Dokter Avena.
setelah antrian pasien sudah selesai barulah Dokter Avena meraih ponselnya yang diletakkan di meja kerjanya.
Dokter Avena melihat dilayar ponselnya kalau yang menghubunginya nomor ponsel tidak dikenal. Ia bertanya tanya dalam hati.
"Nomor siapa ini?" tanya Dokter Avena dalam hati sambil lansung menekan tombol hijau ungu menghubungi nomor ponsel yang tidak ia kenal.
Kring
__ADS_1
Kring
Kring
Ketika Dokter Avena kembali menghubungi nomor baru itu, tidak ada jawaban sama sekali hingga Dokter Avena memutuskan untuk kembali menghubungi nomor tersebut. Tetapi satu kali dua kali di hubungi tapi tak kunjung ada jawaban. Membuat Dokter Avena kwatir akan keadaan David dan juga Laura.
Dokter Avena menghubungi Laura. Tetapi ketika Laura menerima telepon selulernya dari Dokter Avena, Laura mengatakan kalau dirinya tidak ada menghubungi nomor ponsel milik Dokter Avena. Begitu juga dengan David membuat Dokter Avena sedikit heran bahwasanya ada nomor yang tidak ia kenal menghubungi nomor ponselnya sampai beberapa kali.
Dokter Avena, berniat untuk pulang kerumah. Ia ingin memastikan langsung kau David dan Laura baik baik saja di rumah. Ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada keluarganya. Walau David tidak kakak kandungnya sendiri. Tetapi Avena sangat sayang kepada David.
Setelah melakukan sekitar 30 menit kemudian dengan menggunakan mobil miliknya. Dokter Avena tiba dirumah dan langsung memanggil manggil nama David dan Laura.
"Ka David .....
"Laura.....
panggil Dokter Avena. Membuat David sedikit heran melihat Avena yang datang langsung berteriak memanggil nama David dan Laura.
"Ada apa bu dokter?
"Apa kamu baik baik saja?
"Alhamdulillah Laura baik baik saja dokter!" sahut Laura.
"Kak David dimana?
"Mas David baru pulang dari kantor, dan sekarang lagi mandi." sahut Laura memberitahu kalau David sedang mandi di kamar mandi.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏